Makassar, (4/10) - Didampingi bapak Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng H. Muhammad Yunus, S.Ag, M.Ag serta Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ibu Dra. Hj. St. Wahni, M.Pd, Kontingen MQK (Musabaqah Qura'atul Kutub) Kab. Bantaeng mengikuti pembukaan MQK VI Tingkat Provinsi Sulsel Tahun 2017, bertempat di Hotel Sahid Makassar, Selasa (3/10)
Kontingen Kab. Bantaeng yang berjumlah 18 orang peserta ditambah 7 orang pendamping dan ofisial ini akan bertarung dengan 360 orang total peserta dari 23 Kabupaten/Kota se Sulsel.
MQK VI Tahun 2017 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan ini dibuka oleh Kabag TU Bapak H. Abd Wahid. SH, MH sebagai Pelaksana Harian Ka Kanwil Kemenag Prov. Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari (3-5 Oktober 2017) dan Kontingen Kab. Bantaeng akan mengikuti 4 cabang yang diperlombakan yakni, Debat Bahasa Arab, Marhala Ulya, Marhala Wustho dan Marhala Ula.
Kasi PD Pontren Ibu Hj. St. Wahni optimis MQK kali ini bisa mempersembahkan prestasi yang terbaik bagi Butta Toa Bantaeng.
"Sebagai Ketua Kontingen, saya berharap agar minimal 3 orang juara baca kitab kuning bisa mewakili Sulsel ke event MQK Tingkat Nasional di Kota Jepara Semarang Prov. Jawa Tengah seperti pada MQK 3 tahun yang lalu di Jambi.. Amiin Ya Rabb Mujibud Du'a". Harap ibu Kasi.
Sementara itu Kakan Kemenag Bantaeng H. Muhammad Yunus menyatakan " Semoga Kontingen MKQ Kab. Bantaeng dapat meraih prestasi terbaik dan menjadikan ajang ini sebagai momentum yang sangat baik untuk nenimba ilmu dan pengalaman baik bagi santri demikian juga bapak ibu pembina untuk pembinaan dan pengembangan minat serta peningkatan kualitas pembelajaran kitab kuning di ponpes". Demikian harapan Kakan Kemenag.
Siswa Madrasah Bantaeng Kembali Menjuarai Turnamen Pencak Silat Se Asia Dan Eropa
Bantaeng, (3/10) - Siswa Madrasah asal Kab. Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan kembali mengukir prestasi di cabang olah raga Pencak Silat.
Melalui Perguruan pencak silat Tapak Suci, 14 orang kontingen Kab. Bantaeng berangkat menuju Kota Parahyangan Bandung dibawah pimpinan Pelatih M. Basri BS dan 2 orang pendamping: Nurul Rahmat dan Sabar R guna mengikuti Kejuaraan Pencak Silat Pakubumi Open Cup III, di Kota Bandung, Jawa Barat, (30/9/2017).
Kejuaraan Pencak Silat Terbuka Antar Pelajar SD, SMP, SMA dan Mahasiswa se Asia Eropa yang digelar di GOR Trilomba Juang dan di GOR Padjadjaran Bandung ini memperebutkan:
Melalui Perguruan pencak silat Tapak Suci, 14 orang kontingen Kab. Bantaeng berangkat menuju Kota Parahyangan Bandung dibawah pimpinan Pelatih M. Basri BS dan 2 orang pendamping: Nurul Rahmat dan Sabar R guna mengikuti Kejuaraan Pencak Silat Pakubumi Open Cup III, di Kota Bandung, Jawa Barat, (30/9/2017).
Kejuaraan Pencak Silat Terbuka Antar Pelajar SD, SMP, SMA dan Mahasiswa se Asia Eropa yang digelar di GOR Trilomba Juang dan di GOR Padjadjaran Bandung ini memperebutkan:
- Piala Juara Umum I, II, III
- Piala Bergilir Tingkat SD, SMP, SMA dan Mahasiswa
- Piala Kontingen Terbaik I, II, Dan III
- Pesilat Terbaik Putra Maupun Putri SD, SMP, SMA Dan Mahasiswa
- Uang Pembinaan Juara Umum SD, SMP SMA dan Mahasiswa.
Kejuaraan ini diikuti oleh kurang lebih 1600 atlet dari sejumlah perguruan pencak silat se Indonesia, Asia dan Eropa yang terdaftar pada Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI)
Kejuaraan ini diikuti oleh kurang lebih 1600 atlet dari sejumlah perguruan pencak silat se Indonesia, Asia dan Eropa yang terdaftar pada Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI)
5 pesilat asal Kab. Bantaeng berhasil meraih emas pada kejuaraan ini antara lain:
1. Nurfadilah Basri dari MTs Muhammadiyah Panaikang.
2. Muzawwir Fiddin dari MA Muhammadiyah Bantaeng.
3. Muh Risal dari Ponpes Khairul Ummah Pattalassang. Tompobulu
4. Nurul Rahmat dari SMK Darul Ulum Panaikang.
5. Nuraeniyah Qalby Basri dari SD Inp Tama Bongong.
Sedang 5 pesilat lainnya meraih medali perak yakni:
1. Harisman dari MA AL Mansur Biangloe,
2. Agussalim dari Ponpes Khairul Ummah.
3. Ahmad Jamil dari Ponpes Al Furqan Banyorang.
4. Yuli Ekawati dari MTs Muh Panaikang,
5. Nur Alam Arfa dari SMA Neg. 2 Bantaeng
Dan peraih medali perunggu adalah :
1. Takbir Cahyono MA Al Mansur Biangloe.
2. Nur Rahmi Asmur MTs AL Mansur Biangloe,
3. Sabar, S.Pd Guru MTs Muhammadiyah Panaikang (dewasa)
Dalam event ini, Musawwir Fiddin, Siswa MA Muhammadiyah Bantaeng peraih Juara I pada Kejuaraan Pencak Silat se Asia Eropa yang digelar di Jogjakarta pada bulan Maret 2017 yang lalu, terpilih sebagai pesilat terbaik putra tingkat SMA.
1. Nurfadilah Basri dari MTs Muhammadiyah Panaikang.
2. Muzawwir Fiddin dari MA Muhammadiyah Bantaeng.
3. Muh Risal dari Ponpes Khairul Ummah Pattalassang. Tompobulu
4. Nurul Rahmat dari SMK Darul Ulum Panaikang.
5. Nuraeniyah Qalby Basri dari SD Inp Tama Bongong.
Sedang 5 pesilat lainnya meraih medali perak yakni:
1. Harisman dari MA AL Mansur Biangloe,
2. Agussalim dari Ponpes Khairul Ummah.
3. Ahmad Jamil dari Ponpes Al Furqan Banyorang.
4. Yuli Ekawati dari MTs Muh Panaikang,
5. Nur Alam Arfa dari SMA Neg. 2 Bantaeng
Dan peraih medali perunggu adalah :
1. Takbir Cahyono MA Al Mansur Biangloe.
2. Nur Rahmi Asmur MTs AL Mansur Biangloe,
3. Sabar, S.Pd Guru MTs Muhammadiyah Panaikang (dewasa)
Dalam event ini, Musawwir Fiddin, Siswa MA Muhammadiyah Bantaeng peraih Juara I pada Kejuaraan Pencak Silat se Asia Eropa yang digelar di Jogjakarta pada bulan Maret 2017 yang lalu, terpilih sebagai pesilat terbaik putra tingkat SMA.
Saat berita ini dimuat, kontingen Kab. Bantaeng ini masih berada di Jakarta menunggu jadwal penerbangan pulang ke kampung, dan menurut rencana, mewakili kontingen Kab. Bantaeng ini, perwakilan dari siswa peraih Juara pada Kejuaraan Pencak Silat Pakubumi Cup III ini akan dibawa ke Kantor Kemenag Bantaeng guna bersilaturrahmi dengan bapak Kepala Kantor. (Mhd)
Kakan Kemenag Bantaeng Melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Bantuan Presiden Jokowi
Sebagaimana diketahui Kepala Madrasah MTs Ponpes DDI Darun Najah Kaloling beserta rombongan telah menerima bantuan dimaksud pada tanggal 27 September 2017 yang lalu langsung di Istana Negara Jakarta.
Besar bantuan yang diterima untuk Pembangunan Masjid Ponpes DDI Darun Najah adalah senilai Rp.100 Juta, dan selain itu turut pula menerima bantuan dengan nilai yang sama, pengurus Masjid Jabal Rahmat desa Borongloe Kec. Pa'jukukang untuk pembangunan Serambi dan Menara Masjid.
Dalam rangka Pembangunan Masjid DDI Darun Najah Kaloling dan Pembangunan Serambi dan menara masjid Jabal Rahmat Desa Borongloe Kec. Pa'jukukang tersebut, pengurus mengundang Kepala Kantor Kemenag Bantaeng Bapak H. Muhammad Yunus, S.Ag, M.Ag untuk melakukan Peletakan batu pertama.
Dalam sambutannya sesaat sebelum melakukam peletakan batu pertama, Kakan Kemenag menyatakan salut kepada para pengurus karena berhasil tembus ke Istana Negara.
"Saya dulu pernah berkunjung ke Istana Negara, tapi bukan menghadiri undangan, Pak Syamsuddin bersama rombongan ini ke Istana Negara atas undangan pak Jokowi, pulang di kasi uang lagi". Tuturnya.
Atas bantuan pembangunan Masjid yang diterima pengurus ini Kakan Kemenag menyatakan selamat dan berharap bisa dipergunakan semaksimal mungkin.
"Bantuan senilai Rp. 100 juta ini nilainya cukup besar, namun jika dipakai untuk pembangunan masjid, nilai itu masih sangat kecil, untuk itu mewakili pengurus saya menghimbau agar kita semua berkenan membantu pengurus semaksimal mungkin agar pembangunan masjid yang nantinya akan digunakan oleh anak-anak santri kita serta masyarakat sekitar dapat selesai secepatnya". Harap Kakan Kemenag.
Usai melakukan peletakan batu pertama pada Pembangunan Masjid Ponpes DDI Darun Najah Kaloling, Kakan Kemenag beserta rombongan kemudian menuju ke Desa Borong Loe Kec. Pa'jukukang guna melakukan hal yang sama atas pembangunan serambi dan Menara Masjid Jabal Rahmat yang juga Bantuan Dari Presiden Jokowi.
Prosesi Peletakan Batu Pertama pembangunan Masjid Bantuan Presiden Jokowi tersebut dapat kita simak bersama dalam video berikut ini:
Kakan Kemenag Resmi Lepas Kontingen Kab. Bantaeng Untuk MQK VII Tingkat Provinsi Sulsel
Bantaeng, (2/10) - Sebanyak 18 Santri Pondok Pesantren Kab. Bantaeng akan mengikuti MQK (Musabaqah Qira'atul Kutub) tingkat Provinsi Sulsel pada tanggal 3 - 5 Oktober 2017, bertempat di Hotel Sahid, Jln Dr. Ratulangi, Makassar.
Sehubungan dengan itu, hari ini (Senin, 27/9/2017), bertempat di halaman Kantor Kemenag Bantaeng, Kakan Kemenag H. Muhammad Yunus, S.Ag, M.Ag berkesempatan melepas secara resmi Kontingen MQK Kab. Bantaeng tersebut untuk berlaga di tingkat Provinsi.
Upacara diawali dengan Laporan Kepala Seksi PD Pontren Ibu Dra. Hj. St. Wahni, M.Pd kepada Kakan Kemenag .
Dalam laporannya Hj. St. Wahni menyampaikan bahwa "Kontingen Kab. Bantaeng ini terdiri dari 18 orang peserta didampingi oleh 6 orang ofisial".
"Tempat pelaksanaan MQK kali ini dilaksanakan di Hotel Sahid Makassar, ini adalah event pertama PD Pontren yang pelaksanaannya di hotel berbintang, yang selama ini biasanya dilaksanakan di Asrama Haji Sudiang.". Tuturnya.
"Namun karena pelaksanaannya di Hotel, akomodasi dan Konsumsi yang disediakan oleh panitia terbatas, tidak sama dengan jika dilaksanakan di Asrama Haji Sudiang, untuk itu kami mohon maaf jika hal ini sedikit membuat kecewa tim ofisial". Terangnya.
Selanjutnya Kasi PD Pontren melaporkan kepada Kakan Kemenag bahwa: "Ke 18 santri ini semuanya berasal dari Ponpes DDI Mattoanging Kab. Bantaeng dan akan mengikuti 4 cabang yakni : Debat Bahasa Arab, Marhala Ula, Marhala Wustho dan Marhala Ulya." Lanjut Hj. Wahni.
"Awalnya santri dari Ponpes lain juga banyak yang mendaftarkan diri untuk ikut namun kemudian pada akhirnya semua mengindurkan diri dengan alasan santrinya tidak siap Akhirnya, peserta yang siap ini didominasi oleh santri dari Ponpes DDI Mattoanging". Demikian laporan Kasi PD Pontren".
Sementara itu, Kakan Kemenag dalam arahannya sebelum melepas kontingen secara resmi menyampaikan bahwa "Meskipun yang ikut ini semuanya dari Ponpes DDI Mattoanging, tapi kalian semua adalah pengejawantahan dari Santri Pondok Pesantren se Kab. Bantaeng, jadi kalian tidak mewakili Ponpes DDI saja namun mewakili Kab. Bantaeng". Tutur Kakan Kemenag.
"Kalau saya melihat wajah-wajah yang ikut ini, sepertinya sudah akrab di mata saya, karena yang ikut Pospeda tahun lalu saya masih hafal mukanya, karena saya ikut menyaksikan penampilannya". Ungkap Kakan Kemenag.
"Untuk itu, sebagai santri DDI, kalian harus bangga, karena DDI merupakan lumbung santri-santri berprestasi baik untuk event tingkat Provinsi maupun event tingkat Nasional". Tambahnya.
Menurut rencana, rombongan akan berangkat besok subuh langsung menuju Hotel Sahid Makassar.
Semoga santri-santriwati Pondok Pesantren kita ini dapat mengukir prestasi di tingkat provinsi bahkan hingga ke tingkat Nasional. Amiin ya Robbal Alaminn.
Selengkapnya sambutan Kakan Kemenag Bantaeng dapat kita simak bersama dalam rekaman berikut ini:
Sehubungan dengan itu, hari ini (Senin, 27/9/2017), bertempat di halaman Kantor Kemenag Bantaeng, Kakan Kemenag H. Muhammad Yunus, S.Ag, M.Ag berkesempatan melepas secara resmi Kontingen MQK Kab. Bantaeng tersebut untuk berlaga di tingkat Provinsi.
Upacara diawali dengan Laporan Kepala Seksi PD Pontren Ibu Dra. Hj. St. Wahni, M.Pd kepada Kakan Kemenag .
Dalam laporannya Hj. St. Wahni menyampaikan bahwa "Kontingen Kab. Bantaeng ini terdiri dari 18 orang peserta didampingi oleh 6 orang ofisial".
"Tempat pelaksanaan MQK kali ini dilaksanakan di Hotel Sahid Makassar, ini adalah event pertama PD Pontren yang pelaksanaannya di hotel berbintang, yang selama ini biasanya dilaksanakan di Asrama Haji Sudiang.". Tuturnya.
"Namun karena pelaksanaannya di Hotel, akomodasi dan Konsumsi yang disediakan oleh panitia terbatas, tidak sama dengan jika dilaksanakan di Asrama Haji Sudiang, untuk itu kami mohon maaf jika hal ini sedikit membuat kecewa tim ofisial". Terangnya.
Selanjutnya Kasi PD Pontren melaporkan kepada Kakan Kemenag bahwa: "Ke 18 santri ini semuanya berasal dari Ponpes DDI Mattoanging Kab. Bantaeng dan akan mengikuti 4 cabang yakni : Debat Bahasa Arab, Marhala Ula, Marhala Wustho dan Marhala Ulya." Lanjut Hj. Wahni.
"Awalnya santri dari Ponpes lain juga banyak yang mendaftarkan diri untuk ikut namun kemudian pada akhirnya semua mengindurkan diri dengan alasan santrinya tidak siap Akhirnya, peserta yang siap ini didominasi oleh santri dari Ponpes DDI Mattoanging". Demikian laporan Kasi PD Pontren".
Sementara itu, Kakan Kemenag dalam arahannya sebelum melepas kontingen secara resmi menyampaikan bahwa "Meskipun yang ikut ini semuanya dari Ponpes DDI Mattoanging, tapi kalian semua adalah pengejawantahan dari Santri Pondok Pesantren se Kab. Bantaeng, jadi kalian tidak mewakili Ponpes DDI saja namun mewakili Kab. Bantaeng". Tutur Kakan Kemenag.
"Kalau saya melihat wajah-wajah yang ikut ini, sepertinya sudah akrab di mata saya, karena yang ikut Pospeda tahun lalu saya masih hafal mukanya, karena saya ikut menyaksikan penampilannya". Ungkap Kakan Kemenag.
"Untuk itu, sebagai santri DDI, kalian harus bangga, karena DDI merupakan lumbung santri-santri berprestasi baik untuk event tingkat Provinsi maupun event tingkat Nasional". Tambahnya.
Menurut rencana, rombongan akan berangkat besok subuh langsung menuju Hotel Sahid Makassar.
Semoga santri-santriwati Pondok Pesantren kita ini dapat mengukir prestasi di tingkat provinsi bahkan hingga ke tingkat Nasional. Amiin ya Robbal Alaminn.
Selengkapnya sambutan Kakan Kemenag Bantaeng dapat kita simak bersama dalam rekaman berikut ini:
Langganan:
Postingan (Atom)



