Pelaksana Humas Kemenag Bantaeng Ikuti Rakor Tingkat Provinsi

Makassar, (Inmas Bantaeng) - Sebanyak 40 pelaksana Humas Kemenag Kabupaten/Kota se Sulsel berkumpul di Aula Hotel Arthama jl. Haji Bau Makassar guna mengikuti Rapat Koordinasi Kehumasan tingkat Kanwil Kemenag Sulsel.

Rakor yang diselenggarakan oleh Sub Bagian Inmas Kanwil Kemenag Sulsel ini dibuka langsung oleh Kakanwil Kemenag Sulsel H. Anwar Abubakar didampingi Kasubbag Inmas H. Sopyan Ahmad dan Kasubag Umum Muhammad Asta

Rakor tingkat Kanwil yang dijadwalkan setahun sekali ini akan berlangsung selama 2 hari (30/9 - 1/10/2019) dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten diantaranya bapak Fachruddin Palapa, S.Pd, direktur Media Berita Kota, dan Kakanwil Kemenag H. Anwar Abubakar serta Kabag TU H. Abd. Wahid.

Kementerian Agama Kab. Bantaeng melalui Sub Bagian Tata Usaha dalam kegiatan ini mengutus 2 orang Pelaksana Kehumasan yakni Mahdi Bakri, SE dan Saparuddin, SE guna mengikuti Rakor dimaksud.

Kakanwil H. Anwar Abubakar dalam sambutannya memberikan arahan serta motivasi kepada para Humas Kemenag Kabupaten/Kota.

Beberapa point penting menjadi titik pembahasan bapak Kakanwil, diantaranya mengenai belum adanya payung hukum yang kuat teekait keberadaan Humas Kemenag Kabupaten/Kota seperti Pelaksana Humas di Inmas Kanwil

Sementara keberadaan Humas di Kemenag Kabupaten/Kota ini lanjut Kakanwil, sangat memegang peran yang sangat penting dan strategis bahkan menurut Kakanwil tugas dan fungsi Humas di Kabupaten/Kota kadang berfungsi ganda.

"Wajah Instansi Kemenag itu ada di Humas, untuk itu saya menghimbau Humas Kemenag senantiasa dapat menjaga performanya, baik dari segi penampilan maupun dari segi penggunaan tata bahasa yang baik dalam penulisan berita". Ungkap Kakanwil.

"Humas Kemenag di Kabupaten Kota itu sering berfungsi ganda, kadang berfungsi protokoler, ajudan, sebagai tukang foto dan fungsi Humas itu sendiru, bahkan sebagai pilot (read: sopir)". Ungkapnya lagi.

"Bahkan mungkin ada juga Humas yang berfungsi sebagai Security, meskipun sesungguhnya, Humas itu memang harusnya menjadi Security dalam pengertian menjadi proteksi atau mengamankan institusi baik di dunia maya maupun di dunia nyata". Tambah Kakanwil.

Rakor hari kedua dijadwalkan digelar di Kantor Wilayah Kemenag Sulsel, jalan Nuri No 53 Makassar pada Selasa, 1/10/19 dengan materi tentang Teknik pengambilan gambar yang bagus oleh salah seorang praktisi fotography dari salah satu vendor.

Buka Rakor Kehumasan, Kakanwil H. Anwar Abubakar : Wajah Instansi Ada Di Humas

Makassar, (Inmas Bantaeng) - Mengusung tema " Tantangan Humas Di Era Digital Dalam Membangun  Citra Kementetian Agama", sebanyak 40 Humas Kemenag Kabupaten/Kota se Sulsel berkumpul di Hotel Arthama jl. Haji Bau Makassar guna mengikuti Rapat Koordinasi Kehumasan tingkat Kanwil Kemenag Sulsel.

Rakor yang diselenggarakan oleh Sub Bagian Inmas Kanwil Kemenag Sulsel ini dibuka secara resmi oleh Kakanwil Kemenag Sulsel H. Anwar Abubakar didampingi Kasubbag Inmas H. Sopyan Ahmad dan Kasubag Umum Muhammad Asta

Rakor akan berlangsung selama 2 hari (30/9 - 1/10/2019) dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten diantaranya bapak Fachruddin Palapa, S.Pd, direktur Media Berita Kota.

Usai membuka secara resmi, Kakanwil H. Anwar Abubakar berkenan memberikan sambutan dan arahan serta motivasi kepada para Humas Kemenag Kabupaten/Kota.



Setidaknya ada 8 Point yang menjadi stressing Point bapak Kakanwil, diantaranya Kakanwil mengungkapkan bahwa Fungsi Kehumasan di Kabupaten/Kota itu belum sepenuhnya berdiri sendiri, karena belum adanya payung hukum kecuali di Inmas Kanwil

Namun kenyataanya menurut Kakanwil, keberadaan Humas di Kemenag Kabupaten/Kota sangat memegang peran yang sangat penting dan strategis bahkan menurut Kakanwil tugas dan fungsi Humas di Kabupaten/Kota berfungsi ganda.

"Wajah Instansi Kemenag itu ada di Humas, untuk itu saya menghimbau Humas Kemenag senantiasa dapat menjaga performanya, baik dari segi penampilan maupun dari segi penggunaan tata bahasa yang baik". Ungkap Kakanwil.

"Humas Kemenag di Kabupaten Kota itu sering berfungsi ganda, kadang berfungsi protokoler, ajudan, sebagai tukang foto dan fungsi Humas itu sendiru, bahkan sebagai pilot (read: sopir)". Ungkapnya lagi.

"Bahkan mungkin ada juga Humas yang berfungsi sebagai Security, meskipun sesungguhnya, Humas itu memang harusnya menjadi Security dalam pengertian menjadi proteksi atau mengamankan institusi baik di dunia maya maupun di dunia nyata". Tambah Kakanwil.

Lebih lanjut Kakanwil menyarankan agar para kuli tinta Kemenag Se Sulsel ini dibuatkan ID card seragam oleh Inmas Kanwil demi menguatkan tugas dan fungsi dalam meliput kegiatan.

Mengenai saran atau arahan yang dilontarkan Kakanwil ini, pihak Sub Bagian Inmas Kanwil Kemenag Sulsel telah lebih dahulu menyiapkannya. Untuk ID Card Humas Se Sulsel, terhitung mulai hari ini, Sub Bagian Inmas Sulsel meluncurkan Id Card seragam sedang untuk pengadaan baju seragam Inmas, tim yang sangat solid dan kompak dibawah komando Kasubag H. Sopyan Ahmad ini telah mengadakan baju seragam meskipun untuk penganggarannya masih diadakan secara mandiri oleh masing-masing Humas Kemenag Kabupaten/Kota se Sulsel.

Selain ID card dan baju seragam, Kakanwil juga menyarankan agar para pasukan cari-cari muka dan kuli tinta Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se Sulsel agar dibuatkan SK atau Surat Tugas oleh Kepala Kantor Kemenag masing-masing demi legitimasi dan memperkuat tupoksi Kehumasan yang diemban.

Selain itu, Kakanwil juga menekankan agar para Humas Kemenag Kabupaten/Kota lebih terorganisir dalam melaksanakan tugas-tugas kehumasan, dengan cara membuat Daftar tentatif acara/agenda acara yang harus diliput.

Dalam kesempatan ini, Kakanwil juga menyinggung mengenai Etika Jurnalistik baik dari sisi pengambilan gambar maupun dari sisi penulisan berita.

"Seorang Humas itu harus memegang Etika Jurnalistik, tentang bagaimana cara penulisan berita yang baik, yang sebentar akan disampaikan oleh salah satu Narasumber yang sangat berkompeten, juga terkait teknik pengambilan gambar yang baik dan profesional". Tutur Kakanwil.

"Kalau mau mengambil gambar sebaiknya kita harus melihat situasi dan moment yang tepat, jangan kita sedang makan atau lagi menyuap makanan terus itu yang diambil gambarnya untu dimuat". Imbuhnya.

Terkait dengan tema Rakor, Kakanwil juga menyinggung masalah penguasaan IT bagi jajaran Humas, mulai penguasaan dalam mengoperasikan aplikasi-aplikasi Komputer/Laptop, hingga penguasaan aplikasi-aplikasi berbasis Android demi menunjang tugas-tugas Kehumasan.

Menanggapi dan menyikapi Isu-isu Hoax yang banyak berkembang di media Sosial, Kakanwil berharap agar para Humas dapat berperan aktif dan berpartisipasi dalam mengontrol, memfilter dan mengomentari informasi-informasi dan berita Hoax yang banyak berseliweran di Medsos.

Dan terkahir, Kakanwil menyampaikan harapannya yang besar kepada tim Humas Kemenag Se Sulsel bahwa Kehumasan adalah Pekerjaan yang saat mulia, untuk itu Kakanwil berharap agar para Humas dapat menjaga nama baik institusi dengan senantiasa menampilkan image atau Cita yang baik tentang Kemenag. Dan tradisi lama di bidnag jurnalis bahwa "Bad News Is Good News" dapat dirubah menjad God News for a Good News". Pungkasnya

Kemenag Bantaeng Kembali Memfasilitasi Prosesi PengIslaman Seorang Warga

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Kementerian Agama Kab. Bantaeng melalui Penyelenggara Syariah (Binsyar) kembali memfasilitasi pengislaman seorang non muslim.

Prosesi PengIslaman atas Saudara Buntu Gayang yang sebelumnya memeluk aga protestan ini dilangsungkan di Masjid Agung Syekh Abd. Gani Bantaeng ba'da shalat Jum'at (27/9/19).

Prosesi pengislaman dipandu langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng Bapak Dr. H. Muhammad Yunus, S.Ag., M.Ag dengan disaksikan oleh segenap jamaah Shalat jumat Masjid Agung Syekh Abdul Gani Bantaeng,

Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat saudara Buntu Gayang yang berasal dari Mamasa ini kemudian berganti nama menjadi Muhammad Herianto.

Pengislaman yang difasilitasi oleh Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng melalui Penyelenggara Syariah ini adalah untuk yang kesekian kalinya, semoga saudara kita yang baru memeluk agama Islam ini tetap istiqamah dan diteguhkan hatinya untuk tetap pada keyakinannya yang baru.

Untuk itu Kementerian Agama Kab. Bantaeng bekerjasama dengan Yayasan Hj. Muti'ah Djamal memberikan buku tuntunan bagi saudara-saudara kita yang baru memeluk Agama Islam dan untuk penyerahan paket ini, diwakili oleh H. Salahuddin salah seorang pengurus Yayasan yang juga Kepala MA Muhammadiyah Bantaeng. (mhd).

Berikut rekaman PROSESI PENGISLAMAN atas saudara Buntu Gayang yang berlangsung khidmat

Wanda Nurfadilah Peraih Emas Ke 3 Untuk Bantaeng Pada POSPEDA VIII Sulsel 2019

 
Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Tampil penuh semangat dan penuh ekspresif pada lomba pidato bahasa Inggris di ajang POSPEDA 2019 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, Wanda Nurfadilah (16) memukau seluruh yang hadir termasuk dewan juri di aula 3 Asrama Haji Sudiang Makassar. (Selasa, 23/9/19).

Dari tampilannya, sekilas, putri kelahiran Kab. Bululumba yang duduk di bangku kelas 8 SMP Ponpes DDI Mattoanging ini terlihat cukup ayu dan tenang, namun ketika menyampaikan pidatonya di hadapan dewan juri, ternyata performa anak ke 5 dari 8 bersaudara ini lebih garang dari penampilannya.

Dengan vokalnya yang agak berat dengan intonasi yang cukup tegas, gadis yang bercita-cita menjadi seorang guru ini mengguncang aula 3 dengan hentakan suaranya yang cukup keras dengan artikulasi yang cukup jelas.

Mengenal lebih dekat sang juara pidato bahasa inggris pada Pospeda 2019, berikut ini kami tampilkan sedikit profilnya yang dirilis sang pembina.

Di usianya yang menginjak 16 tahun, Wanda Nurfadilah tengah membangun masa depannya. Berprestasi sebagai juara pidato pada POSPEDA VIII tingkat provinsi bahkan hingga ke tingkat Nasional sebagai wakil provinsi Sulawesi Selatan di POSPENAS 2019 di Bandung.

Anak ke 5 dari 8 bersaudara ini bercita-cita menjadi Guru agar kelak bisa mengamalkan ilmunya yang didapatkan di Pondok Pesantren,

Saat duduk di kelas 8 SMP, dirinya sudah berlaga di pentas Nasional. Kala itu ia mengikuti Pentas PAI tingkat provinsi yang kemudian berlanjut hingga ke tingkat Nasional

"Semuanya bisa saya peroleh dan konsisten berkat dukungan penuh orangtua, guru dan pembina makanya bisa berjalan dengan lancar, soal berprestasi itu soal keinginan saja dan kerja keras dan yang terpenting adalah doa. ungkap wanda yang hobby membaca

Prestasi yang pernah diraihnya antara lain adalah:

  1. Juara 1 lomba pidato Bahasa Indonesia pada pentas PAI tingkat Provinsi Sulsel tahun 2017
  2. Juara 1 sari tilawah pada event kodam tahun 2017
  3. Juara 1 story telling pada acara FASI 2016
  4. Juara 2 baca puisi 2018

Perpustakaan Expo 2019, MA Muhmamadiyah Bantaeng Raih Juara I Cerdas Cermat Dan Juara 3 Lomba Perpustakaan Sekolah

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Dalam rangka kegiatan Perpustakaan Expo 2019, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantaeng menyelenggarakan lomba perpustakaan sekolah dan lomba cerdas cermat antar SMU/MA sederajat.

Dalam lomba tersebut MA Muhammadiyah Bantaeng turut ambil bagian mewakili Madrasah

Untuk penilaian Perpustakaan Sekolah, menurut Kepala Madrasah H. Salahuddin SR, S.PdI, M.PdI ada sebanyak kurang lebih 30 Point penilaian yang dinilai oleh tim penilai lomba antara lain H. Ahmad Karim, Dr H. Haris .S.Pd.M.Pd. dan Abd. Aziz M.M.



Dan untuk lomba Cerdas Cermat Siswa MA muhammadiyaj Bantaeng keluar sebagai Juara I disusul SMU Neg 1 sebagai Juara 2 dan SMU Neg 2 sebagai juara 3.

Sedang untuk Lomba Perpustkaan Sekolah, MA Muhammadiyah Bantaeng meraih Juara 3 dan Juara 1 diraih oleh SMU Neg. 4 sedang Juara 2 oleh SMU Neg. 2 Bantaeng.

"Ini merupakan hasil kerja gemilang dari tim dibawah koordinasi kepala perpustakaan ibu Hj Kasmawati tanawali S.Ag ,M.Pdi dan Pembina Cerdas Cermat Bapak Dahyar S.P". Ungkap Kepala MA Muhammadiyah Bantaeng kepada Humas Kemenag Bantaeng ((Jum'at, 27/9/19).

Penyerahan hadiah telah dilaksanakan pada Kamis, 26 September 2019 bertempat di Balai Kartini Kab. Bantaeng oleh Ibu Kepala Bidang Penyelenggaraan Kearsipan Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Bantaeng Hj Anhy Subhan kepada Tim Cerdas Cermat MA Bantaeng yang terdiri dari Fani, Meliana dan Jumrah. (slh/mhd)

Sosialisasi Pengukuran Arah Kiblat, Kemenag Bantaeng Hadirkan Narasumber Dari UIN Alauddin Makassar

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Diikuti sebanyak 40 orang peserta yang terdiri dari unsur penyuluh Agama KUA Kecamatan dan para pengurus masjid perwakilan 8 Kecamatan se Kab. Bantaeng, Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng melalui Penyelenggara Syariah (Binsyar) menggelar kegiatan Sosialisasi Pengukuran/Kalibrasi Arah Kiblat bertempat di Aula Kantor Kemenag Bantaeng. (Kamis, 26/9/19).

Sosialisasi dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng bapak Dr. H. Muhammad Yunus, M.Ag dengan mendatangkan narasumber dari UIN Alauddin Makassar yakni bapak Dr. Muh. Rasywan Syarif, S.Hi, M.Si.

Kakan Kemenag Dr. H. Muhammad Yunus dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada narasumber yang telah berkenan memenuhi undangan panitia.

Kakan Kemenag lebih lanjut mengungkapkan bahwa kegiatan sosialisasi pengukuran atau kalibrasi arah kiblat ini sangatlah penting mengingat bahwa menghadap ke arah kiblat adalah salah satu syarat sahnya shalat.

Untuk itu menurut Kakan Kemenag menjadi penting untuk dipelajari dan difahami secara benar mengenai tata cara dan metode pengukuran arah kiblat yang benar demi kesempurnaan shalat kita di masjid.

Oleh karena itu lanjut Kakan Kemenag, kedatangan narasumber yang disebutnya sebagai manusia langka karena ilmu yang dimilikinya sangat jarang dimiliki dan ditekuni oleh orang lain ini menjadi sangat penting bagi jajaran Binsyar dan KUA Kecamatan untuk diikuti dengan serius demi menimba ilmu terkait pengukuran atau kalibrasi arah kiblat ini.



Sementara itu narasumber Dr. Muh. Rasywan Syarif, S.Hi, M.Si. dalam materinya mengungkapkan bahwa ilmu falaq yang di dalalamnya mempelajari tentang pengukuran/ kalibrasi arah kiblat ini memang merupakan ilmu yang tergolong sangat langka di Indonesia apalagi di Sulawesi Selatan, karena dari pengalaman sejak tahun 2014 sampai sekarang peminat jurusan ini di perguruan tinggi sangat minim sekali. Ungkapnya.

Kegiatan sosialisasi ini dilanjutkan dengan praktik langsung mengenai cara pengukuran arah kiblat di halaman Kantor Kemenag Bantaeng dengan menggunakan alat pengukuran yang standar ditunjang dengan aplikasi berbasis android. Tampak para peserta mengikuti sosialisasi dengan penuh antusias.


Keluar Sebagai Juara Umum II POSPEDA VIII Tahun 2019, Kakan Kemenag Bantaeng Beri Apresiasi Dan Penghargaan

Sudiang, (Inmas Bantaeng) - Pencapaian Kontingen Kabupaten Bantaeng pada POSPEDA VIII Tahun 2019 tingkat Sulawesi Selatan sungguh sebuah prestasi yang sangat membanggakan.

Meski tidak berhasil keluar sebagai Juara Umum I, namun Raihan 3 Emas, 3 Perak dan 2 Perunggu yang menempatkan Kabupaten Bantaeng sebagai Juara Umum II dengan mengungguli 21 Kabupaten/Kota lainnya tentu merupakan sebuah prestasi yang luar biasa.

Diketahui POSPEDA VIII Tahun 2019 telah dijuarai oleh Kabupaten Luwu dengan perolehan juara : 4 emas, 0 perak dan 0 perunggu dan

Dari perolehan medali yang diraih, dapat dilihat bahwa sebaran prestasi Kontingen Kabupaten Bantaeng jauh lebih merata jika dibandingkan dengan sang juara Umum I yang hanya mengumpulkan 4 emas yang diraih dari cabang Olah Raga (Pencak Silat), sedang Kab. Bantaeng yang mengumpulkan 8 juara yang tersebar di cabang Olahraga dan Seni.

Namun itulah the Rule of Competition dan Kontingen Kab. Bantaeng berbangga telah berhasil menunjukkan kualitasnya. Selamat untuk kontingen Butta Toa tercinta, teruslah berkarya dan berprestasi dan semoga dapat lebih ditingkatkan dimasa-masa yang akan datang.


Keberhasilan kontingen Kab. Bantaeng ini membuat semua pihak menjadi kagum dan bangga termasuk bapak Kepala Kantor Kemenag Bantaeng.

Melalui sosial media, Kepala Kantor Kemenag Bantaeng bapak Dr. H. Muhammad Yunus, S.Ag, M.Ag pun mengungkapkan apresiasi dan penghargaannya kepada seluruh anggota kontingen serta seluruh pihak yang telah terlibat.

"Terima kasih tak ternilai atas segala pengabdian, perjuangan, kolaborasi dan sinergi seluruh tim kerja yang solid PD. Pontren dan keluarga besar pondok pesantren lingkup Kemenag Bantaeng atas torehan prestasi yang telah diraih sebagai JUARA UMUM II pada ajang POSPEDA TK.  Prop. Sulsel tahun 2019. Semoga raihan prestasi ini semakin memacu semangat kita semua untuk terus menorehkan kinerja yang lebih baik dan berkualitas di masa mendatang" Tulisnya.

"Insya Allah seluruh kerja tulus dan ihlas tim kerja bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
Terima kasih bu Kasi PD. Pontren bersama jajaran. Terima kasih Pimpinan
Ponpes serta seluruh pembina, Terima kasih para official, pelatih dan terima kasih serta rasa bangga luar biasa buat para santri santriwati yang telah berjuang dengan penuh kesungguhan.". Imbuhnya.

"Izinkan ku menyapa kalian dengan ungkapan SAYAS HORMAT BUAT BPK IBU DAN PARA SANTRI.s Hati2ki semua dalam perjalanan semoga tiba kembali di Bantaeng dengan sehat dan selamat.
Wassalam". Tutupnya.

Selengkapnya perolehan medali masing-masing Kontingen POSPEDA Kabupaten/Kota dapat kita unduh bersama melalui tautan BERIKUT INI


Tak Mau Ketinggalan, Penyuluh Non PNS Kemenag Bantaeng Upgrade Jenjang Pendidikan Mulai S2 Hingga S3

 
Makassar, (Inmas Bantaeng) - Jenjang akademik merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan dalam melaksanakan tugas-tugas pokok dan fungsi seorang aparatur negara, bukan hanya di bidang pendidikan tetapi juga dibidang lainnya termasuk di bidang penyuluhan keagamaan.

Di jajaran Penyuluh Agama Non PNS Kemenag Bantaeng misalnya, tercatat beberapa Penyuluh Agama telah sukses melakukan upgrading strata pendidikan bahkan ke jenjang tertinggi, sebutlah Aidil Sudarmono, Penyuluh Agama Islam Non PNS Kemenag Bantaeng yang bertugas di wilayah KUA Kec. Bissappu berhak menyandang gelar Doktor setelah sukses mempertahankan disertasinya yang berjudul Penanggulangan Kenakalan Remaja (Studi Kasus SMU Negeri Kabupaten Bantaeng). di hadapan tim penguji pada Sidang promosi Doktor di Kampus UIN Alauddin, Samata, Makassar beberapa waktu yang lalu.

Selain Aidil, salah seorang penyuluh Non PNS Kemenag Bantaeng lainnya juga telah berhasil menyelesaikan studi S2 nya pada Pasca Sarjana UIN Alauddin Makassae

Nur Hamzah S.Pd, penyuluh Non PNS pada KUA Kec. Pa'jukukang yang beralamat di Batuloe Desa Nipa-Nipa Kec. Pa'jukukang bahkan tercatat sebagai wisudawan terbaik 3 dengan nilai IPK 4.00.

Kedua penyuluh agama diatas bersama 1.740 wisudawan/wisudawati lainnya telah resmi menyandang gelar akademik yang dirainya pada acara wisuda program Diploma, Sarjana, Profesi Ners, Magister dan Doktor UIN Alauddin Makassar di Hotel Claro jalan AP Pettarani, Makassar. (Selasa, 24/9/19).


Nur Hamzah yang seorang Penyuluh Agama Islam (Non PNS) mengangkat Tesis berjudul "Peran Kepala Kantor Urusan Agama Dalam Penanganan Kasus Perkawinan Usia Anak Di Kec. Pa'jukukang  Kab. Bantaeng".

Kepada Humas Kemenag Bantaeng, Hamzah mengungkapkan harapannya, agar kedepan, strata akademik juga dijadikan salah satu pertimbangan tersendiri dalam proses perekrutan kembali tenaga Penyuluh Agama Islam Non PNS di lingkungan Kantor Kemenag Bantaeng, harapnya. (mhd)
(mhd)

POSPEDA VIII 2019 Tingkat Sulsel Ditutup, Kabupaten Bantaeng Keluar Sebagai Juara Umum II

Sudiang, (Inmas Bantaeng) - Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Daerah (POSPEDA) VIII Tingkat Provinsi Sulsel Tahun 2019 yang berlangsung selama kurang lebih 2 hari (23-24 September 2019), akhirnya ditutup pada hari Selasa sore (24/9/19)

POSPEDA VIII Sulsel 2019 ditutup secara resmi oleh Kepala Bidang PD Pontren Kanwil Kemenag Sulsel H. Faturrahman.

Penutupan POSPEDA yang digelar di Aula Wisma Bir Ali Lantai 4 dihadiri oleh jajaran pejabat eselon lingkup Kanwil Kemenag Sulsel serta jajaran Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota.

POSPEDA VIII Tingkat Sulsel Tahun 2019 yang mempertandingkan 5 cabang lomba baik cabang Olahraga maupun cabang Seni, akhirnya melahirkan 380 juara I, II dan III pada setiap cabang lomba.

Dari total perolehan juara, Kabupaten Luwu akhirnya keluar sebagai Juara Umum I dengan jumlah perolehan medali: 4 emas 0 Perak, 0 Perunggu, disusul Kabupaten Bantaeng sebagai juara umum kedua dengan total perolehan medali: 3 Emas, 3 perak dan 2 perunggu dan Kab. Bone sebagai Juara Umum III dengan total perolehan medali: 3 Emas, 2 Perak dan 1 perunggu.

Atas Raihan prestasi yang ditorehkan Kontingen Kab. Bantaeng diatas, dengan demikian Kabupaten Bantaeng mendapat 3 tiket ke Bandung untuk mengikuti POSPENAS 2019 bulan Oktober 2019 mendatang.

Namun menurut Kabid PD Pontren H. Faturrahmam dalam sambutannya sebelum menutup POSPEDA VIII secara resmi, tidak tertutup kemungkinan yang juara II juga dapat diutus ke Bandung jika anggaran memadai meskipun pada akhirnya harus dibiayai oleh masing-masing Kemenag Kabupaten/Kota yang bersangkutan.

Selengkapnya perolehan medali masing-masing Kontingen POSPEDA Kabupaten/Kota dapat kita unduh bersama melalui tautan BERIKUT INI

Cabang Atletik Putri Penyumbang Emas Kedua Bagi Kontingen Bantaeng Pada POSPEDA VIII Sulsel 2019

 
Sudiang, (Inmas Bantaeng) - Emas pertama yang diraih dari cabang Pencak Silat Tunggal putri bagi Kontingen Kabupaten Bantaeng, sungguh merupakan permulaan yang baik dihari Pertama pelaksanaan POSPEDA (Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Daerah) VIII Tingkat Provinsi Sulsel tahun 2019.

Raihan emas pertama ini menjadi spirit tersendiri bagi peserta kontingen Kab. Bantaeng lainnya, sehingga emas kedua pun akhirnya berhasil diraih dari cabang atletik.

Dari 4 nomor yang diikuti, cabang atletik berhasil menyumbangkan 1 emas dan 1 perak untuk Kontingen Kab. Bantaeng sementara 1 peserta lainnya di nomor 100 meter putra di diskualifikasi oleh wasit karena melanggar lintasan lawan padahal yang bersangkutan telah berhasil tiba di garis Finish di urutan kedua, bahkan menurut pelatih Nuralim, S.Pd, Jabal Rahmat sang pelari sprint berpotensi keluar sebagai juara I sekiranya tidak melakukan pelanggaran



Dengan bertambahnya perolehan juara dari cabang atletik ini maka sampai dengan sore hingga malam hari ini (Senin, 23/9/19), kontingen Kabupaten Bantaeng sudah mengumpulkan sebanyak 2 emas dan 1 perak

Dan hingga berita ini di muat, pertarungan di cabang lainnya masih sementara berlangsung, yakni di cabang Lomba Pidato Bahasa Bahasa Indonesia putra/putri, lomba pidato bahasa Inggris Putra/Putri dan cabang lomba pidato bahasa Arab putra/putri.

Diketahui Kontingen Kab. Bantaeng menurunkan 18 orang peserta pada 4 cabang dari 5 cabang yang diperlombakan yakni:
  1. Cabang Atletik 100 meter putri (Jabal)
  2. Cabang Atletik 100 meter putri  (Santi Yuliani)
  3. Cabang Atletik 400 meter putra (Sulkifli
  4. Cabang Atletik 400 meter putri (Tenri Ajeng)
  5. Cabang Pencak Silat Kelas B (Aditya)
  6. Cabang Pencak Silat Kelas B (Putri Andini)
  7. Cabang Pencat Silat Kelas C (Usman) 
  8. Cabang Pencat Silat Kelas C (Rahmi)
  9. Cabang Pencat Silat Kelas D (Asdar)
  10. Cabang Pencat Silat Kelas D (Serly)
  11. Cabang Pencat Silat Tunggal (Emil Jihad)
  12. Cabang Pencat Silat Tunggal (Sindy Aulia) 
  13. Cabang Pidato Bahasa Indonesia Putra (Ibrahim)
  14. Cabang Pidato Bahasa Indonesia Putri (Evhy)
  15. Cabang Pidato Bahasa Inggris Putra (Andi Ahmad Fathir Azikin )
  16. Cabang Pidato Bahasa Inggris Putri (Wanda Nurfadilla)
  17. Cabang Pidato Bahasa Arab Putra (Syahrul Ramadhan)
  18. Cabang Pidato Bahasa Arab Putri (Uji Anggraeni)
Dan cabang yang tidak ada pesertanya asal Kabupaten Bantaeng adalah cabang Lomba Cipta Puisi (Putra/Putri). (mhd)

Pencak Silat Tunggal Putri Sumbangkan Emas Pertama Bagi Kontingen Bantaeng Di POSPEDA VIII Sulsel

Sudiang, (Inmas Bantaeng) - Emas pertama yang diraih dari cabang Pencak Silat Tunggal putri bagi Kontingen Kabupaten Bantaeng, adalah merupakan permulaan yang baik dihari Pertama Pospeda (Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Daerah VIII Tingkat Provinsi Sulsel tahun 2019.

Adalah Sindy Auliah dengan nomor peserta 6 yang merupakan santri utusan Ponpes DDI Mattoanging Bantaeng tampil memukau dewan juri dan berhasil menyisihkan 10 rivalnya yang lain.

Cabang ini telah memulai pertandingannya diawal pembukaan POSPEDA yang bersamaan dengan prosesi defile kontingen

Meski keberhasilan peserta Silat Putri Bantaeng ini tidak diikuti oleh pesilat putra lainnya namun semangat dari peserta di cabang lainnya auto bangkit dan menjadi spirit tersendiri dengan pencapaian yang menggembirakan ini.

Diketahui Kontingen Kab. Bantaeng menurunkan 18 orang peserta pada POSPEDA VIII tingkat Provinsi Sulsel tahun 2019 yang berlangsung di asrama haji sudiang (23 - 24 September 2019) ini dengan 4 cabang (11 sub cabang ) yang diikuti yakni:

  1. Jabal Cabang Atletik 
  2. Santi Yuliani Cabang Atletik 
  3. Zulkifli Cabang Atletik
  4. Tenri Ajeng Cabang Atletik
  5. Aditya Cabang Pencak Silat Kelas B
  6. Putri Andini Cabang Pencak Silat Kelas B
  7. Usman Cabang Pencat Silat Kelas C
  8. Rahmi Cabang Pencat Silat Kelas C
  9. Asdar Cabang Pencat Silat Kelas D
  10. Serly Cabang Pencat Silat Kelas D
  11. Emil Jihad Cabang Pencat Silat Tunggal
  12. Sindy Aulia Cabang Pencat Silat Tunggal
  13. Ibrahim Cabang Pidato Bahasa Indonesia (Putra)
  14. Evhy Cabang Pidato Bahasa Indonesia (Putri)
  15. Andi Ahmad Fathir Azikin Cabang Pidato Bahasa Inggris (Putra)
  16. Wanda Nurfadilla Cabang Pidato Bahasa Inggris (Putri)
  17. Syahrul Ramadhan Cabang Pidato Bahasa Arab (Putra)
  18. Uji Anggraeni Cabang Pidato Bahasa Arab (Putri)

Kontingen Bantaeng Pimpin Defile Peserta Pada Pembukaan POSPEDA VIII Tingkat Sulsel Tahun 2019

Sudiang, (Inmas Bantaeng) - Kontingen Kab. Bantaeng untuk POSPEDA VIII Tingkat Provinsi Sulsel tahun 2019.
yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Bantaeng Dr. H. Muhammad Yunus, M.Ag, tampil dengan formasi 18 orang peserta dengan 4 cabang (11 sub cabang) yang diikuti dari 5 cabang yang diperlombakan.

Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Daerah yang akan berlangsung selama kurang lebih 2 hari di Kompleks Asrama Haji Sudiang Makassar (23 - 24 September 2019) ini diikuti oleh ratusan santri Pondok Pesantren dari 23 Kabupaten/Kota se Sulsel (kecuali Toraja Utara).

Mengawali acara pembukaan yang akan dilangsungkan di Aula Arafah Kompleks Asrama Haji Sudiang Makassar, para Kontingen Kabupaten/Kota terlebih dahulu mengikuti pawai defile kontingen peserta yang dimulai dari depan Masih Quba dan berakhir di Aula Arafah Kompleks Asrama Haji Sudiang Makassar.


Pawai/defile peserta yang disaksikan langsung oleh bapak Kakanwil Kemenag Sulsel didampingi jajaran Kepala Bidang lingkup Kanwil Kemenag Sulsel serta para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota ini, Kontingen Kabupaten Bantaeng tampil di barisan terdepan disusul Kab. Barru dan seterusnya dan ditutup oleh kontingen Kab. Wajo (diurut berdasarkan abjad).

Dan ketika prosesi Pembukaan yang diawali dengan defile kontingen peserta tersebut, salah satu cabang lomba yakni cabang Pencak Silat Tunggal Putra dan cabang Pencak Silat Tunggal Putri telah memulai pertandingannya di waktu yang bersamaan.

Dan dari arena Pencak Silat tunggal Putri, sebuah kabar gembira menjadi penyemangat dan spirit bagi kontingen Kab. Bantaeng dimana Pesilat Putri Kab. Bantaeng berhasil keluar sebagai Juara I dan menyumbangkan  Emas pertama untuk Kab. Bantaeng.

Selamat buat Kontingen Kab. Bantaeng, semoga emas pertama buat Kontingen Kab. Bantaeng ini menjadi awal yang baik dan menjadi spirit atau penyemangat bagi anggota kontingen lainnya dalam mempersembahkan yang terbaik bagi Kontingen Kab. Bantaeng. (mhd)

MA Muhammadiyah Panaikang Bantaeng Bekali Guru Dan Siswa Ilmu Jurnalistik

Bantaeng, (Inmas Bantaeng)-
MA Muhammadiyah Panaikang merupakan salah satu Madrasah di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan yang saat ini terus berbenah diri dan terus menghadirkan terobosan-terobosan baru demi peningkatan mutu pendidikan pada Madrasah tersebut.

Baru-baru ini, Kamis (19/09/19) MA. Muhammadiyah Panaikang kembali menghadirkan suatu terobosan baru yakni pembekalan ilmu jurnalistik kepada guru dan siswa, yang mana selama ini masih jarang dilakukan oleh Madrasah/Sekolah lain.

Pelatihan Jurnalistik yang dipelopori oleh guru Informatika MA. Muhammadiyah Panaikang Haeruddin, S.Pd ini diikuti sebanyak 7 orang guru dan 2 orang siswa.

Pelatihan ini diharapkan bisa menghasilkan guru dan siswa yang melek akan berita, mengingat saat ini begitu banyak berita hoaks yang sangat meresahkan masyarakat. Dengan adanya pelatihan ini juga diharapkan menjadi awal lahirnya jurnalis-jurnalis hebat dan amanah yang akan menulis maupun menerbitkan berita dengan jujur dan sesuai realitas.

“Kegiatan seperti ini sudah lama kami nanti sejak lama dan kami berharap berawal dari pelatihan ini ke depan disediakan wadah untuk mengembangkan bakat dan minat kami dalam hal jurnalistik ini.” Tutur salah satu peserta pelatihan jurnalistik MA. Muhammadiyah Panaikang.

Pada pelatihan ini para peserta dibekali ilmu-ilmu tentang jurnalistik yang meliputi tentang teknik dan kode etik jurnalistik serta pemanfaatan sosial media di era milenial. Selain itu para peserta juga nantinya bisa menerbitkan berita secara online baik di media online MA Muhammadiyah Panaikang sendiri mauoun media-media online lainnya setelah mereka dinyatakan lulus dan sudah layak menerbitkan berita.

Kepala Madrasah ibu Sitti Nurbaya, S.Ag pun merespon positif Pelatihan ini dan akan terus mendukung inovasi-inovasi yang berbau positif kedepan di Madrasah tersebut.

“Saya akan dukung terus inovasi-inovasi yang dilakukan tenaga pendidik maupun siswa di Madrasah ini selama itu hal baik”. Ungkapnya.



KTU Kemenag Melepas Secara Resmi Kontingen POSPEDA Kabupaten Bantaeng

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Dalam rangka pemberangkatan kontingen Kabupaten Bantaeng untuk mengikuti POSPEDA (Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Daerah) VIII Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2019 di Kompleks Asrama Haji Sudiang Makassar, Kasubbag TU Kantor Kemenag Bantaeng mewakili Kakan Kemenag melepas secara resmi para peserta bertempat di halaman Kantor Kemenag Bantaeng (Jum'at, 20/9/19).

Kontingen POSPEDA Kab. Bantaeng yang terdiri dari 18 orang santri yang berasal dari 5 Pondok pesantren se Kab. Bantaeng akan mengikuti 11 cabang lomba yang akan berlangsung selama kurang lebih 2 hari di Kompleks Asrama Haji Sudiang Makassar (23 - 24 September 2019).

Ke 18 orang peserta yang akan mewakili Kab. Bantaeng ini adalah:

  1. Jabal Cabang Atletik 
  2. Santi Yuliani Cabang Atletik 
  3. Zulkifli Cabang Atletik
  4. Tenri Ajeng Cabang Atletik
  5. Aditya Cabang Pencak Silat Kelas B
  6. Putri Andini Cabang Pencak Silat Kelas B
  7. Usman Cabang Pencat Silat Kelas C
  8. Rahmi Cabang Pencat Silat Kelas C
  9. Asdar Cabang Pencat Silat Kelas D
  10. Serly Cabang Pencat Silat Kelas D
  11. Emil Jihad Cabang Pencat Silat Tunggal
  12. Sindy Aulia Cabang Pencat Silat Tunggal
  13. Ibrahim Cabang Pidato Bahasa Indonesia (Putra)
  14. Evhy Cabang Pidato Bahasa Indonesia (Putri)
  15. Andi Ahmad Fathir Azikin Cabang Pidato Bahasa Inggris (Putra)
  16. Wanda Nurfadilla Cabang Pidato Bahasa Inggris (Putri)
  17. Syahrul Ramadhan Cabang Pidato Bahasa Arab (Putra)
  18. Uji Anggraeni Cabang Pidato Bahasa Arab (Putri)

Para peserta tersebut diatas didampingi oleh 5 orang pelatih dan 4 orang ofisial.

Kasubbag TU dalam amanatnya menyampaikan selamat kepada para peserta untuk mengikuti POSPEDA tingkat provinsi Sulawesi Selatan.

Ajang POSPEDA ini lanjut Kasubag, adalah merupakan bagian dari upaya yang dilakukan Kementerian Agama untuk memperlihatkan kepada masyarakat umum bahwa di Pondok Pesantren itu tidak hanya tempatnya untuk belajar Kitab kuning, Fiqhi, berdzikir, berdoa dan semua ritual lainnya, akan tetapi juga di dlaamnya juga ditempa di bidang Olah Raga, Keterampilan dan seni.

Akhirnya Kasubag berharap kepada para peserta untuk dapat menampilkan kemampuan maksimalnya guna mempersembahkan yang terbaik bagi Kab. Bantaeng.

"Persoalan juara bukanlah tujuan utama Kementerian Agama Kab. Bantaeng mengutus anak-anak ku sekalian, akan tetapi kesungguhan, kedisiplinan anak-anakku sekalian dalam menampilkan yang terbaik dalam mengikuti ajang ini, Insya Allah akan memberikan hasil yang maksimal untuk Butto Toa Bantaeng. tercinta". Tutur Kasubbag TU.

KUA Pa'jukukang Bantaeng Jalin Kerjasama Dengan Bungkesmas UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Rabu, 18 september 2019, Kepala KUA Kec. Pa'jukukang Bantaeng menerima kunjungan silaturrahmi Direktur Bungkesmas UIN Syarif Hidayatullah (Syahid) Jakarta, Dr. Amelia Fauzia yang juga sekaligus sebagai Ketua Jurusan Program Magister sejarah Islam UIN Jakarta, Fellowship researcher di UNSW Australia.

Turut bersama beliau, Sri hidayanti M.Ed, Manager program STF UIN Jakarta, yang juga sebagai Manager Bungkesmas UIN Jakarta dan Dosen di FEB UIN Jakarta.

Bungkesmas UIN Syahid Jakarta, Lewat LKKNU Bantaeng, telah banyak membantu masyarakat yg menjadi peserta bungkesmas.

Sebagaimana diketahui, LKKNU bantaeng yang diketuai oleh Hamzah Syihab, merupakan mitra strategis Bungkesmas di sulsel bagian selatan, dalam menjalankan program-program kemanusiaannya.

"Berapa haripun anda rawat inap dirumh sakit, bila anda peserta bungkesmas, akan disantuni oleh Bungkesmas dan LKKNU sebanyak 100 ribu perhari". Kata Sri Hidayanti.

Kunjungan silaturrahim dari para penentu kebijakan di bungkesmas tersebut, merupakan apresiasi bungkesmas, setelah pihaknya menjadi sponsor dalam kegiatan Deklarasi Anti Narkoba dan pagelaran Nada dan dakwah Kec. Pa'jukukang yang diadakan oleh KUA Kec. Pa'jukukang pada 5-8 agustus 2019 yang lalu.

Kepala KUA Pa'jukukang, M. Anwar Tabrani berharap kerjasama ini akan terus berlanjut dalm even-even lain di KUA Pa'jukukang. (desa/mhd)

Genjot Minat Baca Al Qur'an, KUA Kecamatan Pa'jukukang Inisiasi Gerakan Wakaf Buku Iqra

Pa'jukukang, (Inmas Bantaeng) - KUA Kecamatan Pa'jukukang Bantaeng saat ini lagi giat-giatnya mendongkrak minat baca Al Qur'an bagi masyarakat sekitar khususnya para jemaah masjid di wilayah binaan para Penyuluh KUA Kec. Pa'jukukang.

Gerakan ini digagas dan diinisiasi oleh Kepala KUA Pa'jukukang didukung oleh para penyuluh yang tergabung dalam FK-PAI Kec. Pa'jukukang mengingat pembinaan baca tulis Al Qur'an selama ini hanya menyentuh kalangan anak-anak melalui TPA/TPQ.

"Yang melatar belakangi gerkaan ini adalah rendahnya minat baca tulis Al Qur'an di wilayah Kec,  Pa'jukukang, disamping itu juga kurangnya perhatian keluarga- muslim untuk mempelajari Al Qur'an dan masih kurangnya perhatian pemerintah dalam pengadaan Iqro dan Al Qur'an di desa-desa terpencil". Tutur Kepala KUA Kec. Pa'jukukang Drs. Anwar Tabrani, MM kepada Humas Kemenag Bantaeng saat usai menyerahkan wakaf buku Iqra kepada Ketua Majelis Taklim As-Salam Bungung Pandang Desa Papanloe.

Penyerahan buku Iqra di Masjid As-Salam Bungung Pandang Desa PapanLoe ini merupakan yang pertama sejak gerakan Wakaf Al Qur'an Iqro ini diluncurkan.

Kitab yang berisi Iqra' 1-6 ini merupakan sumbangan dari para donatur baik perorangan maupun instansi yang tergerak untuk membantu dan mendukung gerakan Wakaf Al Qur'an Iqra Kec. Pa'jukukang ini.

Menurut Nurlinda, S Ag, salah satu inisiator gerakan Wakaf Al Qur'an Iqra' ini, penyerahan Buku Iqra ini akan terus digulirkan hingga seluruh Majelis Ta'lim Se Kec. Pa'jukukang akan tersentuh secara menyeluruh.

Untuk itu Kepala KUA Kec. Pa'jukukang beserta segenap jajaran hingga saat ini terus menggalang para donatur yang berminat untuk Berwakaf buku Iqra

"Bagi yang mau menyumbang, Silahkan menghubungi kami di KUA Kec. Pa'jukukang, kami siap menjemput sumbangan kitab Iqro lengkap untuk disalurkan ke Masyarakat Kec. Pa'jukukang yang masih memerlukan pembinaan baca tulis Al Qur'an". Himbau Kepala KUA kepada seluruh Masyarakat Bantaeng, sebagaimana gencar di tayangkan di sosial media. (mhd).

Tingkatkan Layanan KUA, Bimas Islam Kemenag Bantaeng Gelar Bimtek

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Kantor Urusan Agama Kecamatan (KUA)
adalah unit pelaksana teknis pada Kementerian Agama, berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur
Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan secara operasional dibina oleh Kepala Kantor Kementerian Agama
Kabupaten/Kota sebagaimana PMA 34 tahun 2016.

KUA Kecamatan merupakan instansi penyelenggara layanan publik yang berfungsi memberikan layanan dan bimbingan masyarakat yang meliputi: layanan nikah rujuk, bimbingan perkawinan, perwakafan, zakat, kemasjidan, keluarga sakinah, dan penerangan agama Islam dan bimbingan manasik haji.

Paradigma baru layanan-layanan KUA Kecamatan tersebut diatas setidaknya mengandung 8 asas atau prinsip yakni:
  1. Sederhana.: prosedur pelayanan harus dibuat mudah.
  2. Setiap pelayanan mengacu pada standar operasional prosedur (SOP).
  3. Cepat, tak boleh ditunda-tunda. Pelayanan harus langsung diberikan saat diperlukan.
  4. Transparan. Publik berhak mengakses informasi publik apa pun yang diperlukannya.
  5. Efisien. Selain cepat pelayanan juga diberikan dengan efisien..
  6. On time, adalah disiplin diri untuk mengerjakan sesuatu sesuai dengan jadwal.
  7. Ekonomis. Prinsip ekonomi adalah mengeluarkan sumber daya yang seminimal mungkin untuk mendapatkan keuntungan sebesar mungkin, dan
  8. Memadai atau layak. Pelayanan apa pun yang diberikan harus layak dinikmati, tidak ala kadarnya, apalagi asal-asalan.

Guna mendukung optimalisasi layanan-layanan di KUA Kecamatan tersebut, Ditjen Bimas Islam telah membeelakukan teknologi informasi antara lain:

  1. Aplikasi E-Monitoring KUA agar semua KUA memasukan data KUA  kedalam aplikasi tersebut;
  2. Aplikasi system informasi PNBP online, agar semua setoran langsung ke rekening kas negara, tidak melalui petugas KUA;
  3. Aplikasi simkah berbasis web, agar semua data nikah masuk ke dalam aplikasi simkah.

Keunggulan SIMKAH berbasis Web :

  1. Data nikah terintegrasi dengan data kependudukan
  2. Data Nikah tersimpan dalam data base
  3. SIMKAH;
  4. Seluruh variabel data nikah dapat
  5. ditampilkan secara Nasional;
  6. Aplikasi SIMKAH Web dapat diintegrasikan dengan Aplikasi lain n seperti BPJS, TASPEN, portal layanan WNI KEMENLU.
Sehubungan dengan itu dalam rangka pembinaan dan bimbingan kepada jajaran KUA Kecamatan, Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng melalui Seksi Bimas Islam telah mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Layanan KUA berbasis IT (SIMKAH) pada Rabu (18/9/19) bertempat di Aula Kantor Kemenag Bantaeng..

Bimtek dibuka secara resmi oleh Kasubbag Tata Usaha Kantor Kemenag Bantaeng H. Muh. Ahmad Jailani, S.Ag, MA mewakili Kepala Kantor didampingi Kasi Bimas Islam Drs. H. M. Ribi, MM.



Bimtek yang berlangsung sehari ini diikuti oleh 22 orang peserta yang terdiri dari para Kepala KUA bersama para staf/operator layanan berbasis IT pada 8 KUA Kecamatan ditambah staf/operator di Seksi Bimas Islam. (mhd).

Siswa MA Muhammadiyah Bantaeng Juara I Pencak Silat Tingkat Sulsel

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Berlangsung di GOR Gubernuran Prov. Sulsel, telah digelar kejuaraan Tapak Suci Tingkat Usia dini, Pra Remaja dan Remaja Regional se Sulawesi Selatan pada Rabu-Sabtu (11-14/9/19).

Kejuaraan yang dilaksanakan secara berkala ini digelar oleh Perguruan Seni Bela Diri Tapak Suci Provinsi Sulawesi Selatan untuk melahirkan bibit-bibit berbakat yang memiliki prestasi dunia di cabang olah raga pencak silat.

Kejuaraan ini diikuti 290 peserta dari beberapa daerah dan sekolah se-Sulawasi Selatan.

Pada kejuaraan pencak silat ini, salah seorang siswa MA. Muhammadiyah Panaikang, Herman Jaya yang saat ini duduk di kelas XII IIS keluar sebagai juara I di kelasnya

Peraturan pertandingan pada kejuaraan ini menggunakan peraturan Pencak Silat Tapak Suci sistem gugur dan bagan pertandingan tersusun secara otomatis oleh sistem IT berdasarkan TB/BB toleransi 2 kg.

Kejuaraan ini ditutup dengan tradisi Tapak Suci dan penyerahan Medali kepada para juara.

Kakan Kemenag Bantaeng Hadiri Pembukaan KSM Tingkat Nasional Di Manado, Sulut


Manado, (Inmas Bantaeng) - Diikuti sebanyak 550 siswa dari seluruh Indonesia yang merupakan hasil seleksi dari 146.000 pelajar di tingkat provinsi, Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Nasional Tahun 2019 dibuka hari ini secara resmi oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bertempat di Novotel Hotel, Manado, Sulawesi Utara. (Selasa, 17/9/19).

Ketua panitia yang juga Direktur Kurikulum Sarana Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Ditjen Pendis melaporkan bahwa kegiatan KSM tingkat tahun 2019 Nasional di Manado ini mempertandingkan tiga tingkatan lomba KSM mulai dari tingkat SD/MI, MTsN/SMP dan MA/SMA dengan menggunakan sistem computer based test (CBT) yang bertujuan untuk membuktikan madrasah hebat dan bermartabat.

Peserta KSM merupakan siswa terbaik pada setiap bidang studi dari seluruh provinsi di Indonesia yang telah melalui seleksi KSM secara berjenjang mulai dari tingkat Kabupaten/Kota.

"Kemenag coba tawarkan soal sains yang ada dalam Alqur'an dan tetap  mengkaji konsep keislaman mensejajarkan siswa dalm dan luar negeri, menjadikan siswa calon yang memahami keislaman," tutur Ahmad Umar.

Sementara itu Menag LHS dalam sambutannya mengatakan,  Kompetisi Sains Madrasah (KSM) diharapkan menjadi momentum melahirkan Habibie-Habibie baru di negara tercinta ini.




''Apapun bidang yang dikembangkan dan menjadi ahli, jadikan keahlian itu menjadi ruh, nilai-nilai agama untuk hadir mewarnai setiap kehidupan,'' kata Menag.

Menurut Menag, sosok B.J. Habibie tidak ada yang tidak kenal, keahliannya, kecerdasannya, dan kepintarannya,  serta mampu memadukan antara iman dan takwa dan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dikatakan Menag, pak Habibie adalah salah satu tokoh yang berjasa dalam pendirian MAN IC. "Adanya MAN Insan Cendekia (IC) adalah cikal bakal hasil inisiasi dari bapak B.J. Habibi," tandas Menag yang juga mengaku sebagai alumni madrasah di Jakarta.

Pada kesempatan itu, Menag berpesan kepada para siswa madrasah peserta KSM, 4 hal, yakni;

  1. Meningkatkan potensi yang dimiliki dan menunjukkan kepada dunia bahwa kita bangga dengan madrasah.
  2. Menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran,
  3. Menunjukkan bahwa sebagai peserta KSM yang notabene anak madrasah, bukan anak sembarangan  dan merupakan orang orang pilihan,S
  4. Menag berharap agar KSM ini dapat dijadikan momentum silaturrahmi, berkumpul dengan siswa siswa terbaik dari seluruh Indonesia.

Acara dihadiri Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Anwar Abubakar, Kabid Penmad, H. Masykur, Kasubbag Inmas, H. Sopyan Akhmad, dan para kepala Kemenag Kab./Kota se Sulsel. Turut hadir Kakan Kemenag Bantaeng Dr. H. Muhammad Yunus, M.Ag beserta Ibu Ketua DWP Hj. St. Hasnah S.Ag

Dalam kesempatan itu, Menag meminta peserta menunjukkan potensi, dan mempelajari semua hal yang terjadi dalam mengembangkan wawasan ke depan.

Sebelumnya Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven O. E. Kandow, mengatakan, siswa atau pelajar harus berbekal budi pekerti yang terutama, dan peningkatan sumber daya manusia. Menurut Wagub, Sulut pernah tuan rumah MTQ Nasional pada zamannya, sehingga tidak khawatir jika menjadi tuan rumah pada even-even nasional, ke depan dia minta agar Sulut bisa ditunjuk lagi jadi tuan rumah MTQ/STQ. (mhd)

Jajaran ASN Kemenag Bantaeng Ikuti Upacara HKN Tingkat Kabupaten

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Tanggal 17 pada setiap bulan berjalan diperingati jajaran ASN di seluruh Indonesia sebagai Hari Kesadaran Nasional (HKN) dengan mengikuti Upacara Bendera.

Pada tanggal 17 September 2019 ini, jajaran ASN Kementerian Agama Kab. Bantaeng kembali mengikuti Upacara Hari Kesadaran Nasional bersama jajaran Pemerintah Kab. Bantaeng bertempat di lapangan Pantai Seruni Bantaeng.


Upacara HKN ini dihadiri oleh Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, para unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, para Kepala SKPD, para Camat, Lurah dan Kepala Desa, serta seluruh Aparatur Sipil Negara lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng.

Sementara itu bapak Sekertaris Daerah Abd. Wahab, SE, M.Si dalam upacara Hari Kesadaran Nasional kali ini bertindak selaku Inspektur Upacara.

Dalam Amanatnya Sekda Bantaeng menyampaikan bahwa Hari kesadaran Nasional ini merupakan moment yang paling penting dalam menyikapi dan memahami bagaimana tugas dan fungsi sebagai ASN pasca penetapan undang-Undang No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Kedepan ada beberapa hal yang menjadi tugas pengurus dalam menjalankan roda organisasi KORPRI diantara lain Agar para anggota KORPRI/Korps ASN berkomitmen dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan peranannya sebagai Abdi Negara dan Abdi Masyarakat". Tutur Sekda

Lebih lanjut Sekda menyampaikan bahwa momentum Hari Kesadaran Nasional ini juga dalam rangka memaknai serta mengamalkan kode etik dan doktrin KORPRI/Korps ASN yang ditindak lanjuti dalam sikap, perilaku, budaya yang bersih dan bertanggung jawab, membina kerjasama yang didasari persatuan dan kesatuan.

Hari Kesadaran Nasional ini menurut Sekda juga dimaksudkan untuk
peningkatan semangat dan tradisi perjuangan PNS (Anggota KORPRI) dalam meningkatkan kesejahteraan anggota Korpri lainnya.

Disampaikan pula bahwa Pegawai Negeri dalam hal ini anggota Korpri adalah pegawai dan pejabat birokrasi pemerintahan yang bertugas menjalankan kebijakan umum secara profesional.

"Saya mengajak seluruh ASN untuk mengingat kembali apa sebenarnya tugas kita sebagai ASN. Dalam menjalankan tugas dan kewajiban, Pegawai Negeri harus bersikap profesional, tidak memihak kepada kepentingan perseorangan maupun golongan", ujar Sekda.

Terkhusus menjelang pemilihan Kepala Desa mendatang, dikatakan ASN harus menjadi contoh terdepan dalam mengawal pemilihan sehingga dapat berlangsung aman dan tertib serta netral.

Tiba Di Asrama Haji Sudiang, Karmila, Peserta KSM Asal Bantaeng Jalani TC Sebelum Ke Menado


Makassar, (Inmas Bantaeng) - Menjelang keberangkatan kontingen Sulawesi Selatan untuk mengikuti ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Nasional tahun 2019, para peserta mendapatkan pembinaan atau pembekalan melalui Training Centre (TC) khusus selama beberapa hari di Asrama Haji Sudiang Makassar yang telah berlangsung sejak 13 September hingga 15 September 2019.

Pada KSM kali ini, Sulawesi Selatan akan mengutus sebanyak 18 siswa-siswi Madrasah untuk mengikuti KSM tingkat Nasional pada 16 - 20 September 2019 di Manado, Sulawesi Utara.

Salah satu peserta KSM berasal dari Kabupaten Bantaeng utusan MA Ma'arif NU Lasepang atas nama Karmila, siswa kelas XII MIA I.

Karmila didampingi oleh Kepala Madrasah St. Asma Azis dan Wali Kelas XII MIA I Ibu Hijriah, S.Pd.

Karmila merupakan peringkat 11 dari 16 besar di cabang Mapel Kimia Terintegrasi tingkat MA/SMA pada KSM tingkat Sulsel tahun 2019.

Sementara itu, menurut rencana, Kepala Kantor Kemenag Bantaeng Dr. H. Muhammad Yunus, M.Ag juga akan turut menyaksikan Pembukaan KSM tingkat Nasional di kota Menado ini bersama sejumlah Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota lainnya.

Pada Kompetisi Sains Madrasah kali ini, Kabupaten Bone yang merupakan Juara Umum I KSM Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2019 tampak mendominasi daftar peserta, disusul Kota Makassar sebagai Juara Umum II, sementara peserta lainnya berasal dari Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Sidrap, Pangkep, Bantaeng, Gowa dan Jeneponto.

Hadir menyaksikan dan memberikan arahan kepada para peserta TC, Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulsel H. Masykur, S.Pd, M.Pd.I, Kasi Pendidikan Madrasah Hj. Hajerah, S.Ag, MM.

Pelatih atau narasumber pada Training Center ini berasal dari madrasah/sekolah unggulan antara lain SMAIT Athira Makassar dan juga beberapa dari siswa berprestasi.

Kontingen Sulawesi Selatan ini menurut jadwal akan bertolak menuju Kota Manado besok siang didampingi oleh sejumlah Tim ofisial.

Pembukaan KSM Tingkat Nasional menurut rencana juga akan dihadiri oleh Kakanwil Kemenag Sulsel beserta Kepala Bidang Pendidikan Madrasah serta sejumlah Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota Se Sulsel. 

Semoga kontingen yang solid dengan  didukung oleh pembina dan tim ofisial yang mumpuni dapat mengangkat citra madrasah dan mengharumkan nama Sulawesi Selatan di tingkat Nasional.

Dengan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) ini juga tentunya diharapkan mampu memupuk motivasi siswa untuk terus mencintai dan bergairah mempelajari bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Setelah memiliki dan mengamalkan ajaran agama Islam yang kuat dan menjadi panutan bagi yang lainnya,

Dan sebagai anak bangsa yang baik dan berakhlakul karimah, diharapkan setiap siswa madrasah/sekolah mampu
membangun bangsa khususnya di bidang IPTEK yang semakin hari semakin tak terpisahkan dari kehidupa masyarakat saat ini.

Selain itu, dari kompetisi ini diharapkan dapat melahirkan sumber daya manusia yang berkarakter kuat, kokoh, tahan uji dan memiliki kemampuan yang handal dibidang nya dan mampu berkreasi memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. 

Jelang KSM Tingkat Nasional, 18 Siswa Madrasah Wakil Sulsel Ikuti TC

Makassar, (Inmas Sulsel) - Jelang keberangkatan kontingen Sulawesi Selatan untuk mengikuti ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Nasional tahun 2019, para siswa madrasah yang mewakili Sulawesi Selatan mendapatkan Pembinaan atau pembekalan melalui Training Centre (TC) khusus selama beberapa hari di Asrama Haji Sudiang Makassar yang telah berlangsung sejak 13 September hingga 15 September 2019.

Pada KSM kali ini, Sulawesi Selatan akan mengutus sebanyak 18 siswa-siswi Madrasah untuk mengikuti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Nasional pada 16 - 20 September 2019 di Manado, Sulawesi Utara.

Kabupaten Bone sebagai Juara Umum I KSM Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2019 tampak mendominasi daftar peserta disusul Kota Makassar sebagai Juara Umum II, sementara peserta lainnya berasal dari Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Sidrap, Pangkep Bantaeng, Gowa dan Jeneponto.

Hadir menyaksikan dan memberikan arahan kepada para peserta TC, Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulsel H. Masykur, S.Pd, M.Pd.I, Kasi Pendidikan Madrasah Hj. Hajerah, S.Ag, MM.

Pelatih atau narasumber pada Training Center ini berasal dari madrasah/sekolah unggulan antara lain SMAIT Athira Makassar dan juga beberapa dari siswa berprestasi.

Kontingen Sulawesi Selatan ini menurut jadwal akan bertolak menuju Kota Manado besok siang didampingi oleh sejumlah Tim ofisial.

KSM Tingkat Nasional menurut rencana akan dihadiri oleh Kakanwil Kemenag Sulsel beserta Kepala Bidang Pendidikan Madrasah serta sejumlah Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota Se Sulsel. 

Semoga kontingen yang solid dengan  didukung oleh pembina dan tim ofisial yang mumpuni dapat mengangkat citra madrasah dan mengharumkan nama Sulawesi Selatan di tingkat Nasional.

Dengan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) ini juga tentunya diharapkan mampu memupuk motivasi siswa untuk terus mencintai dan bergairah mempelajari bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Setelah memiliki dan mengamalkan ajaran agama Islam yang kuat dan menjadi panutan bagi yang lainnya,

Dan sebagai anak bangsa yang baik dan berakhlakul karimah, diharapkan setiap siswa madrasah/sekolah mampu
membangun bangsa khususnya di bidang IPTEK yang semakin hari semakin tak terpisahkan dari kehidupa masyarakat saat ini.

Selain itu, dari kompetisi ini diharapkan dapat melahirkan sumber daya manusia yang berkarakter kuat, kokoh, tahan uji dan memiliki kemampuan yang handal dibidang nya dan mampu berkreasi memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. 

KEPALA KANTOR KEMENAG BANTAENG HADIRI SALAT GAIB DAN ZIKIR BERSAMA UNTUK BJ HABIBIE

Makassar, (Inmas Bantaeng) - Berlangsung di Halaman Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, masyarakat Sulawesi Selatan menghadiri sholat ghaib untuk Almarhum presiden RI ke-3 Bj Habibie yang dirangkaikan dengan Dzikir bersama. Kamis (12/9) malam. 

Sholat ghaib dilaksanakan ba'da Maghrib dan dilanjutkan dengan dzikir dan doa bersama untuk mendoakan alm. BJ Habibie agar dilapangkan jalannya menghadap sang pencipta.

Hadir sejumlah pejabat daerah diantaranya Gubernur Sulsel Prof. HM. Nurdin Abdullah, Ketua DPRD Sulsel M Roem, segenap Forkopimda Sulsel serta Penjabat Wali Kota Makassar, M Iqbal Suhaeb, tokoh masyarakat, tokoh agama, ulama, para kyai, imam besar Masjid Al Markaz dan dan tokoh-tokoh wanita majelis taklim.

Turut hadir  dan Kakanwil Kemenag Sulsel Anwar Abu Bakar didampingi Kepala Kantor Kemenag Bantaeng H. Muhammad Yunus beserta Kepala Kemenag Kabupaten/Kota lainnya.





"Sholat ghaib ini kita lakukan untuk mendoakan beliau semoga perjalanannya menghadap sang khalik dengan tenang dan dilapangkan kuburnya, kuburnya dijadikan taman surga, amalnya diterima di sisi Allah" ucap Nurdin Abdullah.

Sholat ghaib, dzikir dan doa bersama ini juga dimaksudkan untuk mendoakan keluarga Almarhum agar diberi ketabahan dan keikhlasan.

"Kita juga hadir untuk mendoakan seluruh keluarga yang ditinggalkan semoga semuanya iklhas diberi ketabahan dan kesabaran menghadapi cobaan ini" tambah Gubernur Sulawesi Selatan.

Ia juga kembali mengucapkan ungkapan belasungkawanya mewakili pemerintah provinsi Sulawesi Selatan dan masyarakat Sulawesi Selatan.

"Atas nama pemerintah provinsi Sulawesi Selatan dan seluruh masyarakat mengucapkan belasungkawa dan duka yang mendalam" ungkap mantan Bupati Bantaeng ini.

Habibie dikenang sebagai Tokoh nasional yang cerdas. Tidak hanya cerdas ia adalah salah satu Tokoh Nasional yang mampu menyeimbangkan antara kepentingan duniawi dan iman dan takwa.

"Pak Habibie adalah tokoh yang sangat inspiratif, disamping kontribusi gagasan beliau terhadap Sulsel, Negara dan Dunia, selain bisa membanggakan kita, beliau mampu mengcombine ilmu pengetahuan dan teknologi maupun iman dan taqwa" jelas Alumni Unhas ini.

Untuk mengenang Habibie pemerintah provinsi Sulawesi Selatan akan mengabadikan nama presiden RI ke-3 ini agar generasi muda akan selalu mengingatnya.

"Tentu kita akan mengenang beliau dengan membuat sesuatu apakah nama jalan, ataukan kita akan membuat monument. Tentu ini harus dikenang oleh semua generasi-generasi pelanjut dan tentu sekarang kewajiban kita adalah melanjutkan cita-cita beliau" tutup Nurdin Abdullah.

Shalat ghaib ini selain dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan prof. H.M Nurdin Abdullah, hadir juga Ketua DPRD Sulsel, HM Roem,

Kakan Kemenag Bantaeng Resmi Melantik Kepala MIN Bantaeng

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Setelah kurang lebih 4 bulan tanpa pejabat definitif, Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Bantaeng akhirnya resmi dilantik hari ini (Jum'at, 13/9/19) oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng Dr. H. Muhammad Yunus, M.Ag, bertempat di Aula Kantor Kemenag Bantaeng.

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Fungsional Kepala MIN Bantaeng lingkup Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng ini dihadiri oleh segenap Pejabat Struktural dan Pejabat fungsional lingkup Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng.

Turut hadir Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kantor Kemenag Bantaeng Hj. St. Hasnah, S.Ag.

ASN yang dilantik sebagai Kepala MIN Bantaeng adalah bapak Syahrun Hidayat, S.Pd.I yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala MIS Borongkapala Kec. Tompobulu, sementara Fahmi Dahlan, S.Ag, MA yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala MIN Bantaeng dan menjadi Plt selama kurang lebih 4 bul telah beralih sebagai Pengawas Madrasah sejak dilantik pada tanggal 1 April 2019 yang lalu oleh Kakan Kemenag Bantaeng.

Kakan Kemenag Bantaeng Dr. H. Muhammad Yunus, M.Ag dalam sambutannya usai melantik dan mengambil Sumpah Jabatan Kepala MIN Bantaeng menyampaikan ucapan Selamat kepada bapak Syahrun Hidayat beserta Ibu Ketua DWP MIN Bantaeng Ibu St. Hasnah Syahrun.

"Sesungguhnya pelantikan ini hanya berpindah tempat saja, karena pada hakikatnya, dimana pun kita mengabdi
yang dinilai adalah ketulusan hati kita" Tutur Kakan Kemenag

"Jabatan itu sesungguhnya adalah sesuatu yang melekat pada diri kita, hari ini bisa saja melekat pada kita, besok lusa boleh jadi akan berpisah dari kita, sebagaimana surah yang dibacakan oleh H. Amiruddin sebagai pembaca ayat suci Al Qur'an". Tambahnya.

Dalam QS. Ali Imran ayat 26 yang dibacakan tersebut Allah berfirman
Allahumma malikal mulki tu'til mulka man tasya' wa tanzi'ul mulka mim man tasya', wa tu'izzu man tasya' wa tudzillu man tasya' biyadikal khoir innaka 'ala kulli syai-in qodir

Yang artinya:

"Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki."

"Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki."

"Di tangan Engkaulah segala kebajikan."

"Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

(QS 3 Ali 'Imron ayat 26)

"Sesungguhnya, madrasah yang kita bina adalah sebuah kehormatan dan sebuah kemuliaan bagi kita karena disana ada lahan pahala". Ujar Kakan Kemenag.

"Untuk itu, sebagai guru atau tenaga pendidik, kita dituntut untuk senantiasa mencari cara atau metode yang baik dalam membina anak didik kita". Tambahnya lagi.

Lebih lanjut Kakan Kemenag Bantaeng menuturkan bahwa Kepala Madrasah adalah Guru yang mendapatkan Tugas tambahan managerial pada madrasah, sehingga kepadanya tidak lagi diwajibkan untuk melakukan tugas tatap muka, mengajar di kelas.

"Seorang Kepala Madrasah yang baik menjadi sokoguru, yang menjadi visioner, maka setelah dilantik menjadi Kepala Madrasah maka semua tanggung jawab proses pendidikan dan pembelajaran di kelas adalah menjadi tanggung jawab Kepala Madrasah". Imbuhnya.

Kepada segenap guru madrasah yang hadir Kakan Kemenag mengungkapkan bahwa
Proses Pendidikan dan Pembelajaran di sekolah atau di dalam kelas itu bukanlah nanti di dalam sebuah kelas itu ada seorang guru baru proses pembelajaran berjalan.

"Sesungguhnya Proses Pembelajaran itu dapat berjalan meskipun tidak ada guru  ada didalam kelas, akan tetapi bagaimana kita dapat menanamkan semangat dan kesadaran belajar kepada anak didik sejak dini sehingga meskipun guru tidak atau belum berada di dalam kelas namun proses pembelajaran dapat berjalan". Imbuhnya lagi

Kepada Pejabat yang dilantik beserta Ibu Ketua DWP, Kakan Kemenag mengingatkan bahwa prosesu Serah terima jabatan ini adalah sebuah formalitas dalam rangka meneguhkan sebuah keyakinan atau komitmen dan semangat kita untuk menjalani amanat yang diemban dengan penuh tanggung jawab.

Terakhir, Kakan Kemenag mengajak kepada pejabat yang dilantik serta segenap hadirin bahwa tidak ada petunjuk yang paling baik selain petunjuk dari sang Khalik.

"Sebelum kita memulai pekerjaan kita, marilah kita merenung dan mengintrospeksi diri sembari meminta petunjuk dari Allah SWT, agar pekerjaan dan tugas-tugas yang akan kita kerjakan mendapat berkah, Rahmat dan HidayahNya". Ucapnya.

Dan kepada segenap guru-guru MIN Bantaeng yang hadir Kakan Kemenag Bantaeng menyampaikan selamat telah mendapatkan Kepala yang baru dan berharap agar dapat menerima dengan baik pak Syahrun sebagai Kepala MIN Bantaeng yang baru untuk selanjutnya dapat segera berkolaborasi dan bekerjasama dengan baik.

Dan terakhir sekali Kakan Kemenag Bantaeng berpesan kepada segenap guru madrasah yang hadir untuk senantiasa memanfaatkan wadah yang ada antara lain KKG dan MGMP guna mengupdate dan berbagi informasi terkait seluk beluk dunia pendidikan termasuk dalam hal upgrade strata Kependidikan demi peningkatan kualitas keilmuan dan output proses pembelajaran. (mhd).

MA Muhammadiyah Bantaeng Gelar Lomba Kreatifitas Kelas Bertema Kelas Sehat Islami

Bantaeng, ((Inmas Bantaeng) - Bertemakan "kelas sehat Islami", MA Muhammadiyah Bantaeng menyelenggarakan kegiatan lomba kreativitas kelas.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Pengurus IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) Ranting MA Muhammadiyah Bantaeng dibawah koordinasi Wakamad Kesiswaan serta didukung oleh Kepala MA Muhammadiyah Bantaeng ini berlangsung selama 3 bulan dan telah dimulai pada tanggal 17 Agustus 2019 atau bertepatan dengan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-74.

Adapun kriteria penilain lomba terdiri dari kebersihan, kelengkapan, keindahan dan kekompakan.

"Salah satu penunjang sehingga proses pembelajaran bisa berjalan dengan baik diantaranya adalah jika ditunjang dengan sarana prasarana yang memadai salah satunya adalah ruang kelas yang bersih dan nyaman, untuk itu kami mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh Pengurus IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) Ranting MA Muhammadiyah Bantaeng dibawah koordinasi Wakamad Kesiswaan yang telah menyelenggarakan lomba kreativitas kelas". Tutur Kamad H. Salahuddin saat dihubungi Humas Kemenag Bantaeng (Kamis, 12/9/19).

"Lomba kreativitas kelas ini akan berlangsung selam 3 bulan dan telah dimulai sejak tanggal 17 Agustus 2019 yang lalu dan selama 3 bulan kedepan tetap menjaga kebersihan kelas". Ungkapnya.

Sementara itu Ketua IPM Ranting MA Muhammadiyah Bantaeng menjelaskan bahwa Ada dua hal penting sehingga kelas sehat Islami diangkat sebagai tema dalam lomba ini, yakni bahwa karena kebersihan adalah pangkal kesehatan dan Islami bahwa Islam sebagai tuntunan kita senantiasa mengajarkan kebersihan. Tutur Abd. Razak. (mhd)

POSPEDA VIII Tingkat Sulsel Akan Segera Dihelat, Seksi PD Pontren Kemenag Bantaeng Gelar Rapat Persiapan

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Dalam rangka persiapan pemberangkatan kontingen Kabupaten Bantaeng untuk POSPEDA (Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Daerah) VIII Tingkat Provinsi Sulsel Tahun 2019, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng Dra. Hj. St. Wahni, M.Pd mengundang lebih awal para peserta dan tim Official untuk mengikuti rapat persiapan pemberangkatan. (Rabu, 11/9/19).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ibu Kasi PD Pontren Dra. Hj. St. Wahni, M.Pd, bertempat di Aula Kantor Kemenag Bantaeng ini membahas mengenai persiapan-persiapan dalam rangka keberangkatan kontingen ke Makassar baik teknis maupun non teknis sekaligus juga memastikan kesiapan para peserta di setiap cabang.

POSPEDA VIII Tahun 2019 tingkat Provinsi Sulsel akan dilaksanakan di Asrama Haji Sudiang Makassar pada tanggal 23-24 September 2019 mendatang.

Pada POSPEDA kali ini, Kementerian Agama Kab. Bantaeng melalui Seksi PD Pontren akan mengutus 18 orang peserta pada 11 cabang yang dilombakan yakni:
  1. Atletik
  2. Pencak Silat Kelas B
  3. Pencak Silat Kelas C
  4. Pencak Silat Kelas D
  5. Pencak Silat Tunggal
  6. Pidato Bahasa Indonesia (pa)
  7. Pidato Bahasa Indonesia (pi)
  8. Pidato Bahasa Inggeris (pa)
  9. Pidato Bahasa Inggeris (pi)
  10. Pidato Bahasa Arab (pa)
  11. Pidato Bahasa Arab (pi)
Dalam rapat itu juga, para peserta dan offisial yang berjumlah kurang lebih 30 orang dibagikan seragam olah raga untuk dikenakan pada acara defile kontingen peserta saat pembukaan hingga acara penutupan.

Hadiri Puncak Peringatan HKG PKK Ke-47, Kakan Kemenag Didaulat Bacakan Do'a Untuk Ultah Ibu Bupati Ke-43

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-47 Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Bantaeng berlangsung meriah.

Kegiatan yang mengusung tema "Optimalisasi Kinerja PKK Untuk Bantaeng yang Lebih Baik", peringatan HKG - PKK ini dihadiri oleh Bupati Bantaeng, H. Ilham Azikin bersama Ketua TP. PKK, Hj. Sri Dewi Yanti, para unsur Forkopimda, Ketua GOW Bantaeng, Hj. Rahma Arsyad serta para Ketua PKK Kecamatan, Desa/Kelurahan.

Turut hadir Kepala Kantor Kemenag Bantaeng Dr. H. Muhammad Yunus, M.Ag beserta ibu Ketua DWP Hj. St. Hasnah, S.Ag.

Kegiatan ini merupakan momentum dalam menyamakan pandangan visi dan misi dalam meningkatkan fungsi kinerja PKK dalam melakukan hal-hal yang positif guna meningkatkan kreatifitas dan inovasi terhadap program-program PKK yang mana harus selaras dengan program pemerintah.

Ketua TP. PKK Bantaeng dalam sambutannya mengatakan bahwa sesuai dengan tema yang diusung, produktif, bersemangat dan penuh energi harus terus digelorakan ditengah-tengah kita semua, sebagai insan relawan yang dengan sadar mengabdikan diri untuk kepentingan masyarakat.

"Mari kita jadikan HKG ini sebagai momentum untuk melakukan evaluasi terhadap hal-hal apa yang sudah dilakukan PKK selama ini. Jangan pernah merasa berat dalam melakukan pengabdian untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat", ujarnya.

Lebih lanjut, Ketua TP. PKK Kab. Bantaeng mengajak seluruh kader PKK yang hadir pada kesempatan tersebut memperhatikan dua poin, yakni prioritaskan upaya penanganan stunting dan mengurangi sampah plastik mulai dari lingkungan terdekat. Mengingat dampaknya yang luar biasa negatif, baik bagi lingkungan maupun generasi penerus kita.

Sementara itu, Bupati Bantaeng, H. Ilham Azikin mengapresiasi terselenggaranua kegiatan HKG - PKK ini. Beliau menyampaikan bahwa HKG ini merupakam momentum yang memiliki arti strategis dalam pelaksanaan program PKK guna membangun dan meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan keluarga yang sejalan dengan program pemerintah.

Banyak hal yang menjadi harapan kita terhadap eksistensi dan keberadaan PKK, khususnya dalam keluarga, PKK menjadi gerbang pertama dalam pembangunan karakter anak agar bisa tumbuh dan berkembang dengan baik dan positif. PKK juga harus mampu mendukung setiap kegiatan suami yang terikat dengan pemerintahan", ujar Bupati.

Bupati juga mengajak seluruh jajaran aparatur pemerintah untuk bersama-sama memantapkan komitmen agar serius membenahi, memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Senantiasa memahami dan memaknai apa yang menjadi program Pemda serta dapat melanjutkan visi misi gerakan PKK dan melaksanakan 10 program pokok PKK.

Sebagai rangkaian HKG, telah dilaksanakan berbagai perlombaan, diantaranya lomba cerdas cermat, lomba penyuluhan 10 program pokok PKK, lomba dasa wisma, lomba administrasi PKK, dan bakti sosial di Desa Pa'bumbungang dan Desa Kayu Loe bekerjasama Dinas Kesehatan.

Di penghujung acara, panitia ternyata menyiapkan acara pamungkas yang lebih istimewa, dimana seluruh hadirin kemudian bersuka cita menyaksikan pemotongan tumpeng dan kue oleh Ketua TP. PKK yang sedang berulang tahun ke-43 tahun.

Dalam kesempatan itu, Kakan Kemenag Bantaeng didaulat untuk membacakan do'a untuk Ibu Bupati yang sedang berulang tahun. Berikut REKAMANNYA.

Usai Shalat Berjamaah, Siswa MA Muhammadiyah Bantaeng Auto Kumpul Dengar Kultum

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Kegiatan kultum atau kuliah tujuh menit merupakan kegiatan yang telah lama dilaksanakan secara rutin di MA Muhammadiyah Bantaeng.

Kegiatan yang tersistematis dan terstruktur ini menurut Kepla MA Muhammadiyah Bantaeng H. Salahuddin, SR, S.PdI, M.PdI telah berlangsung semenjak tahun 2012 tanpa dikoordinir secara langsung oleh guru pembimbing.

"Kegiatan ini telah berjalan dengan baik walapun awalnya masih perlu bimbingan, namun dengan sistem yang diterapkan dibawah koordinasi Wakamad Kesiswaan, kegiatan yang telah berlangsung sejak tahun 2012 ini telah menjadi pemandangan rutin setiap hari dengan rapi tanpa ada komando dari guru atau kepala madrasah, karena siswa sudah tau tugas dan wewenang masing, ada yang menjadi protokol ada yang bertugas mengabsen siswa ada yang bertugas memantau aktivitas teman teman. semuanya dilakukan oleh siswa dikontrol oleh pengurus IPM Ranting Muhammadiyah Bantaeng". Ungkap H. Salahuddin kepada Humas Kemenag Bantaeng. (Selasa, 10/9/19).

Setelah ceramah atau Kultum yang dilaksanakan secara bergiliran setiap hari, sesi selanjutnya adalah sesi kesimpulan maka siswa yang bertugas sebagai prokotkol menunjuk dua orang temannya untuk memberikan kesimpulan.

MA Muhammadiyah Bantaeng yang terletak di jantung kota Kabupaten, saat ini memang menjadi salah satu Madrasah/sekolah favorit di Kab. Bantaeng, dimana pembinaan yang yang dilakukan kepada para siswa sangat didukung dengan sarana dan prasarananya yang terbilang cukup lengkap dan memenuhi standar, mulai dari ruang kelasnya yang berlantai 2 hingga Laboratorium Komputerya dengan jaringan Internetnya yang cukup kencang dan jumlah PCnya yang paling banyak diantara madrasah se Bantaeng sehingga madrasah ini kerap dijadikan rujukan sebagai lokasi pelaksanaan lomba-lomba atau event bertaraf Nasional yang menggunakan media komputer dan jaringan.