Camat Pa'jukukang Sambangi Para Peserta Terbaik I MTQ Tingkat Kabupaten Bantaeng Untuk Serahkan Bonus


Pa'jukukang, (Inmas Bantaeng) - Teladan yang baik dari seorang pemimpin telah dicontohkan oleh Camat Pa'jukukang A. Rigas Panawang Hakim.

Setelah sukses mengikuti perhelatan Akbar MTQ Tingkat Kab. Bantaeng Tahun 2020 yang dipusatkan di Kec. Gantarangkeke (17-22 Februari 2020), meski tidak berhasil masuk 3 besar namun, bapak Camat Pa'jukukang sangat mengapresaiasi semangat dan kerja keras semua kafilah kontingen Kec. Pa'jukukang dalam mengikuti perhelatan Akbar tahunan dalam rangka membumikan Al Qur'an di Bumi Butta Toa Tercinta ini.

Atas prestasi yang telah diraih para peserta yang telah mengharumkan Kecamatan Pa'jukukang pada MTQ ke-32 Tingkat Kab. Bantaeng tahun 2020, Camat Pa'jukukang memberi bonus atau hadiah kepada peserta terbaik 1 antara lain kepada:

1. Juara I Tilawah dewasa atas nama Hafsah.
2. Juara I Hafidz 10 Juz atas nama Narti
3. Juara I Hafidz 20 Juz atas nama Ahmad Rizal dan
4. juara I Bintang vocalis atas nama Mantawati.

"Untuk menyerahkan bonus atau hadiah tersebut, tidak tanggung-tanggung, Camat Pa'jukukang A. Rigas Panawang rela menyusuri alamat rumah para peserta terbaik 1". Ungkap Hamzah yang mendampingi pak Camat.

"Ini betul-betul kejadian yang langka yang dilakukan seorang pejabat dan patut dicontoh oleh pejabat lainnya". Tuturnya.

"Spontan para peserta tersebut merasa kaget karena tidak pernah terjadi sebelumnya dan mereka terlihat sangat bahagia terpancar diraut muka dari para peserta yang disambangi pak Camat untuk menyerahkan langsung hadiah atau bonus tersebut". Tuturnya lagi.

"Sekalipun dalam MTQ kali ini, Kecamatan Pa'jukukang belum mampu meraih 3 besar, namun Apresiasi dari pemerintah Kecamatan Pa'jukukang InSyaa Allah menjadi motivasi/ penyemangat bagi semua peserta yang terlibat serta semua masyarakat Kecanatan Pa'jukukang, semoga kedepan Kecamatan Pa'jukukang kembali meraih kembali kejayaannya yang pernah diraih pada tahun-tahun sebelumnya". harap Hamzah.

"Untuk itu atas nama seluruh peserta, peserta, panitia, dan official MTQ serta mewakili seluruh masyarakat Pa'jukukang kami mengucapkan terima kasih dan doa terbaik buat bapak camat dan ibu agar mendapat keberkahan hidup, sehat dalam menjalankan Amanah". Ucapnya haru.

69 PENYULUH NON PNS LINGKUP KEMENAG BANTAENG RESMI TERIMA SK

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Penyuluh Non PNS lingkup Kantor Kemenag Bantaeng patut bersyukur dan berbangga hati setelah pada pagi hari ini (Jum'at, 28 Februari 2020), bertempat di Hotel Ahriani Kab. Bantaeng, ke 69 Penyuluh Non PNS tersebut menerima Surat Keputusan Kakanwil Kemenag Sulsel tentang Pengangkatan Penyuluh Non PNS di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan untuk Masa Bhakti 2020-2024

SK Penyuluh Non PNS bagi 69 Penyuluh Non PNS lingkup Kantor Kemenag Bantaeng yang dinyatakan lulus dalam rekrumen Penyuluh Non PNS Tahun 2019 yang lalu diserahkan secara resmi oleh Kepala Bidang Penais Zawa pada Kanwil Kemenag Sulsel Drs. H. Rappe, M.Pd mewakili bapak Kakanwil kepada Kepala Kantor Kemenag Bantaeng Dr. H. Muhammad Yunus, M.Ag untuk kemudian diserahkan kepada masing-masing yang bersangkutan

Penyerahan SK tersebut dirangkaian dengan kegiatan Bimbingan peningkatan Kompetensi Penyuluh Agam Islam Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng yang dilaksanakan oleh Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam).

Kegiatan Bimbingan bagi seluruh jajaran Penyuluh Agama Islam lingkup Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng (PNS dan Non PNS) dengan tema "Meningkatkan Kompetensi Penyuluh Agama Islam Yang Amanah, Kreatif dan Inovatif Dalam Penyebaran Informasi, Komunikasi dan Edukasi Yang Berbasis Agama dan Budaya Lokal Menuju Indonesia Maju" ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Bantaeng Dr. H. Muhammad Yunus, M.Ag didampingi Kepala Seksi Bimas Islam. Drs H. M. Ribi, MM. Turut hadir Penyelenggara Zakat Wakaf Kantor Kemenag Bantaeng Husnaeni, S.Ag sebagai nomenklatur baru yang berada dibawah naungan Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag Sulsel.

Kepala Kantor Kemenag Bantaeng dalam sambutannya sebelum membuka bimbingan secara resmi, tak lupa menyampaikan selamat kepada 69 Penyuluh Non PNS yang pada hari menerima SK secara resmi.

Lebih lanjut Kakan Kemenag mengingatkan mengenai 3 fungsi yang harus di fahami dan harus dimiliki oleh seorang Penyuluh.

Yang pertama adalah Fungsi Informatif, yang kedua fungsi edukatif dan ketiga fungsi konsultatif dan untuk mewujudkan ke 3 fungsi diatas lanjut Kakan Kemenag, tidaklah mudah, akan tetapi memerlukan keahlian dan kompetensi tersendiri.

Kakan Kemenag juga menyinggung masalah metode kepenyuluhan yang diterapkan di tengah-tengah masyarakat. Menurutnya Metode ceramah bukan lagi metode yang paling tepat yang diterapkan di tengah-tengha masyarakat dewasa ini akan tetapi lebih dari itu masyarakat membutuhkan ketauladanan yang baik dari pribadi masing-masing penyuluh.

Dalam kesempatan itu, Kepala Kantor Kemenag Bantaeng memberikan sebuah tantangan kepada para Penyuluh Agama Islam yang juga sekaligus sebagai saran kepada bapak Kepala Bidang Penais Zawa agar dalam kapasitasnya sebagai Penyuluh Agama Islam di tengah-tengah masyarakat, hendaknya didepan rumah masing-masing penyuluh supaya memasang spanduk atau baliho yang bergambarkan foto penyuluh yang bersangkutan dan bertuliskan bahwa rumah tersebut adalah rumah seorang penyuluh agama Islam.

Sementara itu, Kabid Penais Zawa dalam sambutannya tak lupa menyampaikan salam dan permohonan maaf dari bapak Kakanwil yang sedianya beliau yang akan menyerahkan SK Penyuluh Non PNS tersebut akan tetapi karena padatnya agenda dan acara beliau sehingga penyerahan SK Non PNS tersebut diamanahkan kepadanya.

Selanjutnya H. Rappe dalam arahannya, mengaku materinya telah diborong oleh bapak Kepala Kantor Kemenag Bantaeng dalam sambutannya diawal acara pembukaan tadi.

Beliau hanya menyampaikan secara umum mengenai tupoksi dan kriteria seorang Penyuluh sebagai salah satu profesi

Kriteria sebuah profesi lanjut mantan Kabag TU Kanwil Kemenag Sulsel ini antara lain adalah :
- Dididik dan dilatih khusus untuk profesi itu
- Terikat oleh sebuah kode etik jabatan, dalam menjalankan profesinya.
- Prosesi itu dihargai dengan gaji tinggi (high salary).
- Terikat dalam rasa kesejajaran (Esprit de Corps)
- Ada wadah Pengembangan Profesi (Pokjaluh)
- Pemangku Profesi selalu merefresh dan mengupdate ilmunya

Akhirnya mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulsel, Kabid Penais Zawa menyampaikan selamat bertugas kepada 69 Penyuluh Non PNS lingkup Kemenag Bantaeng.

Pengurus DPD PGMI Kabupaten Bantaeng Akan Dikukuhkan, Pengurus Melakukan Audience Dengan Kepala Kantor Kemenag

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Setelah PGRI Cabang Khusus Kemenag Bantaeng menggelar konferensi untuk memilih kepengurusan baru masa bakti 2020-2025, PGMI (Persatuan Guru Madrasah Indonesia) yang merupakan organisasi prosesi khusus guru madrasah akan menggelar Rapat Kerja yang dirangkaikan dengan pengukuhan Pengurus DPD PGMI Kab. Bantaeng masa bakti 2019-2024

Sehubungan dengan itu, jajaran pengurus PGMI Kab. Bantaeng dipimpin ketuanya Salam, S.Ag, S.Pd, M.Pd melakukan audience dengan bapak Kepala Kantor Kemenag Bantaeng pada Kamis (27/2/2020) pagi.

Dari hasil Audience tersebut, bapak Kepala Kantor Kemenag Bantaeng merespon dengan baik rencana pengurus DPD PGMI dan Panitia Raker PGMI untuk melaksanakan pengukuhan DPD PGMI kab. Bantaeng yang menurut rencana akan dilaksanakan pada tanggal 21 maret 2020

Kakan Kemenag Bantaeng menyarankan dalam kegiatan tersebut diupayakan menghadirkan bapak Bupati Bantaeng, dan bapak Kakan Kemenag bersedia mendampingi Panpel untuk melakukan audience dengan bapak Bupati dalam jangka waktu dekat ini.

Lebih Kakan Kemenag memberikan saran tekhnis mengenai pembayaran iuran anggota PGMI dan berharap supaya cepat direalisasikan, karena menurut Kakan Kemenag iuran anggota adalah ruhnya organisasi. Pungkasnya.

Selain dengan Kepala Kantor Kemenag Bantaeng, pengurus DPD PGMI Kab. Bantaeng juga menemui Kepala Sub Bagian Tata Usaha H. Muhammad Tahir dan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah H. Ahmad Jailani guna meminta arahan dan petunjuk-petunjuknya demi kelancaran rencana dimaksud.

Didampingi Kadis Dikbud, Kakan Kemenag Mewisuda 371 Santri TPA Se Kecamatan Bantaeng

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantaeng kembali menggelar wisuda santri-santriwati TKA/TPA se Kecamatan Bantaeng Tahun 2020, bertempat di Gedung Balai Kartini Kab. Bantaeng, (Kamis, 27 Februari 2020).

Wisuda Santri-Santriwati TKA-TPA dengan tema "Mencetak Generasi Qur'an Yang Beriman Dan BerAkhlak Mulia" diikuti sebanyak 371 wisudawan dari 39 TKA-TPA se Kecamatan Bantaeng ditambah 4 SD yakni: SD 5 Lembang Cina, SD 7 Letta, SD Inpres Tappanjeng dan SD Inpres Teladan Merpati, demikian disampaikan Ketua Panitia Sopyan Yasri dalam laporannya.

Hadir Bupati Bantaeng yang diwakili oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Bantaeng H. Abd. Haris dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng Dr. H. Muhammad Yunus, M.Ag didampingi Kepala KUA Kecamatan Bantaeng H. Hamka, S.Ag.

Sopyan Yasri lebih lanjut melaporkan bahwa prosesi Wisuda Santri yang digelar siang ini diawali dengan ujian munaqish sejak tanggal 18 Januari 2020 yang dilaksanakan di KUA Kecamatan hingga 10 hari sebelum pelaksanaan wisuda siang ini.

Jumlah wisudawan tahun ini meningkat dari tahun lalu (tahun 2019 : 287 wisudawan), terlihat dari banyaknya pendaftar sejak dibuka tanggal 2 Februari 2020 hingga sehari sebelum wisuda.

Dilanjutkan Sopyan bahwa dari hasil munaqish santri yang digelar panitia, pihaknya melakukan evaluasi.

"Bahwa secara umum anak-anak kita telah berhasil mengenal huruf-huruf Al Qur'an, akan tetapi kami himbau kepada para ustadz dan ustadzah pembina TKA/TPA untuk lebih memperhatikan mengenai makharijul huruf serta Bacaan dan praktek shalat dan wudhu". Tutur Penyuluh Fungsional KUA Kecamatan Bantaeng ini.

Ditekankan Sopyan bahwa wisuda ini hanya sampai pada pengenalan huruf, sehingga jangan kemudian setelah wisuda para santri tidak mau mengaji lagi. Ujarnya.

"Untuk itu dihimbau kepada para orang tua santri untuk terus mendorong anak-anaknya agar terus mempelajari dan mendalami Al Qur'an". Imbuhnya.

"Akhirnya diucapkan banyak terima kasih kepada para pembina TKA/TPA serta seluruh pihak yang telah melakukan pembinaan guna mengawal dan mengenalkan Al Qur'an ini kepada anak-anak kita". Pungkasnya.

Sementara itu Kakan Kemenag Bantaeng dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada para santri dan orang tua santri yang diwisuda hari ini.

"Kewajiban mengajar Al Qur'an sesungguhnya melekat kepada kita sebagai orang tua". Tutur Kakan Kemenag.

"Untuk itu, atas nama orang tua santri saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ustadz-ustadzah yang telah mendidik anak-anak kita dengan penuh ketulusan dan keikhlasan sehingga bisa mengenal huruf, bisa memahami Makharijul Huruf dan bisa memahami Al Quran sehingga pada siang hari ini telah dinyatakan khatamul Al Qur'an". Tambahnya.

Dilanjutkan Kakan Kemenag bahwa mengajar AlQur'an bukanlah pekerjaan mudah, akan tetapi jauh lebih berat dan memiliki nilai yang jauh lebih tinggi ketimbang mengajar ilmu-limu yang lainnya,

Diungkapkan pula bahwa sepanjang pemantauan Kakan Kemenag, masih banyak TPA/TKA kita yang memprihatinkan, dari mulai sarana hingga pengadaan Al Qur'an.

Untuk itu Kakan Kemenag mengharap agar para orang tua turut memperhatikan lembaga-lembaga TKA/TPA yang ada di kelurahan dan desa masing-masing

"Akhirnya atas nama Keluarga besar Kementerian Agama Kab. Bantaeng menyampaikan selamat kepada para Santri-santriwati yang pada hari ini Khatamul Qur'an, saya yakin dari wisuda yang dilaksanakan hari ini akan lahir Hafidz-hafidzah ataupun Qari-Qari'ah yang akan berprestasi baik di tingkat Kabupaten hingga ke tingkat provinsi". Ucapnya menutup sambutannya.

Senada dengan Kakan Kemenag, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan dalam sambutannya juga yakin dari 371 santri TKA/TPA yang diwisuda hari ini, akan lahir Qari-Qari'ah serta hafidz hafidzah yang akan berprestasi hingga ke tingkat Provinsi

Selanjutnya, Abd. Haris sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini.

"Apa yang kita laksanakan pada hari ini, Selangkah lebih maju lagi dalam memerangi buta aksara Al Qur'an di Kabupaten Bantaeng". Tuturnya.

Menurutnya, kedepan pihaknya berwacana, pembinaan TPK/TPA yang selama ini ditangani oleh Bagian Kesra Setda Bantaeng akan diupayakan untuk dialihkan ke Desa/Kelurahan.

"Saya yakin dari 67 Desa/Kelurahan yang ada di di Kab. Bantaeng, jika semuanya aktif dalam pembinaan TKA/TPA maka saya yakin dan percaya tidak ada lagi yang buta huruf Al Qur'an".  Ucapnya.

Lebih jauh dari itu Abd Haris juga mengungkapkan rencananya kedepan untuk mengembangkan Madrasah Diniyah yang berbasis Sekolah Reguler.

"Saya ini alumni Diniyah, untuk itu saya bersama adinda saya, Kepala Kantor Kemenag Bantaeng akan mengembangkan program Dininiyah Takmiliyah yang berbasis Sekolah Reguler. Ini Pekerjaan Rumah juga buat Kepala Kantor Kemenag Bantaeng.". Bebernya.

"Dan jika ini berjalan dengan baik,
TPQ berjalan dengan baik, Diniyahnya berjalan dengan baik, dan Pendidikan Regulernya juga berjalan dengan baik maka Insya Allah 3 pilar pembangunan yakni pembangunan Spritual, pembangunan emosional dan pembangunan intelektual akan mudah tercapai". Imbuhnya.

Kepada pihak KUA Kecamatan, Kadis mengusulkan kedepan bahwa sebagai salah satu syarat dalam menikahkan anaknya, calon pengantin harus mengantongi  sertifikat khatam Al Qur'an.

Kepada para pembina TKA/TPA Abd Haris berjanji akan memperjuangkan kesejahteraan para ustadz-ustadzah yang selama ini kurang mendapat perhatian dari Pemerintah.

"Saya menilai selama ini tidak berbanding lurus antara upaya pembinaan baca tulis Al Qur'an dengan tingkat kesejahteraan para pembinanya". Ungkapnya.

"Untuk itu saya berharap para pembina TKA/TPA ini kedepan akan mendapat perhatian yang lebih dari apa yang telah dilakukan selama ini". Ucapnya.

Prosesi Wisuda juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada 3 orang guru atau pembina TKA/TPA terbaik dan juga penghargaan 10 orang santri terbaik.

Buka Konfercab PGRI Kemenag Bantaeng, Kakan Kemenag Berbagi Pengalaman Dalam Mengurus Organisasi

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Bertempat di Gedung PGRI Kab. Bantaeng, PGRI Cabang Khusus Kementerian Agama Kab. Bantaeng menggelar Konferensi Cabang untuk memilih Kepengurusan masa bakti 2020-2025, sekaligus untuk pertanggung jawaban pengurus masa bakti 2019-2024. (Rabu, 25/2/2020).

Pembukaan Konfercab diikuti oleh segenap jajaran pengurus Cabang Khusus Kemenag Bantaeng dan jajaran Pengurus Ranting dibawah naungan Cabang Khusus Kemenaga Bantaeng yang berjumlah 8 Ranting.

Hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng membuka secara resmi Konferensi PGRI Cabang Khusus Kementerian Agama Kab. Bantaeng sekaligus memberikan sambutan dan arahan.

Turut hadir Ketua PGRI Kab. Bantaeng yang diwakili oleh Ketua Bidang Informasi dan komunikasi PGRI Kabupaten Bantaeng Muh. Yusuf, S.Pd, M.Pd serta jajaran Pengawas Madrasah lingkup Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng.

Konferensi PGRI Cabang Khusus Kemenag Bantaeng demgan tema: "Mewujudkan PGRI Sebagai organisasi Profesi Yang Terlindungi dan Tercerahkan Dalam Meningkatkan Pendidikan Pada Era Digitalisasi 4.0". ini diikuti sebanyak 64 peserta yang mengantongi hak suara, terdiri dari 24 Pengurus Cabang dan 40 orang pengurus ranting (masing-masing Ranting mengutus 5 orang pengurus) yang terdiri dari :
1. Ranting Bantaeng Barat
2. Ranting Bantaeng Tengah
3. Ranting Bantaeng Timur
4. Ranting MIN
5. Ranting MTsN
6. Ranting MAN
7. Ranting MIS Tompobulu
8. MTs/MA Tompobulu.

Ketua PGRI Cabang Khusus Kemenag Bantaeng masa bhakti 2014-2019 Muh. Arif Phieter dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-setingginya kepada bapak Kepala Kantor Kemenag Bantaeng yang telah menyempatkan waktu untuk menghadiri Pembukaan Konfercab krdua ini di tengah kesibukan-kesibukan beliau yang sangat padat.

Ucapan yang sama pula disampaikan kepada Ketua PGRI Kab. Bantaeng serta seluruh anggota PGRI yang hadir

Lebih lanjut Arif menuturkan pengalamannya dalam memimpin dan menbesarkan organisasi prosesi guru ini selama 5 tahun dengan segala suka dan dukanya.

Arif mengakui bahwa urat nadi dari sebuah organisasi termasuk PGRI adalah iuran, karena segala sesuatu yang akan kita laksanakan tidak terlepas dari persolan anggaran. Akunya.

"Untuk itu terima kasih kepada segenap anggota yang telah dengan ikhlas menyumbangkan sebagian rezekynya untuk membesarkan organisasi PGRI ini sayang mengucapkan banyak terima kasih". Imbuhnya.

Akhirnya Ketua PGRI Cabang Khusus Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng yang sehari-harinya bertugas pada MTsN Bantaeng ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-sebesarnya kepada segenap jajaran pengurus dan anggota PGRI Cabang Khusus Kemenag Bantaeng jika selama dalam kepemimpinannya ada hal-hal yang tidak berkenan.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng dalam sambutan dan arahannya mengungkapkan rasa bahagia berada ditengah-tengah para guru dalam acara Konfercab PGRI Cabang Khusus Kemenag ini.

Dirinya mengaku selalu bersemangat jika menghadiri kegiatan-kegiatan PGRI karena mantan Ka TU Kemenag Kab. Wajo ini dulunya adalah seorang guru

Sejak tahun 2000, saya sudah menjadi Pengurus PGRI, mengajar sejak tahun 93 di MTsN Model Makassar sambil kuliah. Sebagai guru Komputer, kemudian terangkat tahun 1997." Tuturnya.

Terkai pengalaman berorganisasi, Kakan Kemenag menceritakan terhitung setidaknya ada 13 organisasi yang tengah di gelutinya, dan semuanya tercatat sebagai pengurus inti

Namun dari semua organisasi yang dimasuki tersebut, Kakan Kemenag mengaku yang paling mudah diurus adalah organisasi PGRI ini.

Kakan Kemenag Bantaeng yang merupakan Wakil Ketua NU Provinsi Sulawesi Selatan dan juga Ketua Forum Kakan Kemenag Se Sulsel ini punya prinsip "Berfikir dan bekerja bukan sekedar mengerjakan sesuatu tapi dirunut dalam hati untuk kemudian dilaksanakan dengan penuh ikhlas"

Lebih lanjut Doktor di bidang Manajemen Pendidikan Islam ini menuturkan mengenai apa arti guru yang sebenarnya.

Guru berasal dari bahasa sansekerta yang yang mempunyai 2 makna.

Makna pertama : Gu- Ru artinya gelap-cerah yang bermakna bahwa seorang guru itu mampu merubah gelap menjadi Cerah.
Tugas kita salah bagaimana merubah hu menjadi ru

Sedang makna yang kedua menurut Kakan Kemenag adalah Guru yang bermakna : berat, artinya merubah Gu (gelap) menjadi ru (Cerah) adalah merupakan sebuah pekerjaan yang berat,

"Apalagi dengan kondisi sekarang di Era Digitalisasi 4.0 atau era Revolusi Induatri
Dulu kita menggunakan tenaga, sekarang semua serba digital ". Imbuhnya.

Ditambahkannya bahwa PGRI adalah suatu organisasi yang luar biasa dan sebagai sebuah organisasi yang luar biasa maka untuk membangun dan mengembangkannya diperlukan networking atau jaringan yang kuat dan kokoh, dan untuk membangun networking tersebut tentunya tidak akan mudah jika semua anggota tidak bersatu.

Dan kepada calon pengurus baru yang akan memimpin PGRI Cabang khusus Kemenag Bantaeng 5 tahun kedepan Kakan Kemenag berpesan

Yang pertama, kerjakan sesuatu sebelum kita diperintahkan maka niscaya kita akan selangkah lebih maju.

Yang kedua adalah Semakin kita berorganisasi maka Insya allah maka akan semakin terlatih kita untuk menghadapi tekanan-tekanan baik

Dan yang ketiga adalah Jangan pernah menghindari masalah karena semakin banyak masalah yang kita hadapi maka semakin kuat kita menghadapi masalah-masalah tersebut

Akhirnya Kakan Kemenag mengucapkan selamat memilih pemimpin baru untuk masa bhakti tahun 2020-2025 semoga PGRI Cabang Khusus Kemenag Bantaeng semakin jaya kedepan dan semakin mampu membawa aspirasi dan mengakomodir kepentingan-kepentingan para guru. (mhd)



Buka Rakor Pengelola Dana Bos, Kakan Kemenag Bantaeng Titip 4 Hal

Bantaeng, (Humas Kemenag Bantaeng) - Diikuti para Kepala Madrasah pada semua tingkatan Pendidikan, mulai tingkat RA (Raudhatul Athfal) hingga tingkat MA (Madrasah Aliyah), Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelola Dana Bos Madrasah dan BOP RA tingkat RA, MI, MTs dan MA se Kab. Bantaeng digelar Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) bertempat di Aula Gedung PGRI Kab. Bantaeng (Senin, 24/2/2020).

Rapat Koordinasi digelar dalam rangka penyamaan persepsi tentang Pengelolaan Dana BOS Madrasah dan BOP RA baik pemanfaatan maupun pertanggung jawaban dengan mengusung Tema : Mekanisme Pengelolaan Anggaran Keuangan Negara Yang Akuntabel Dan Transeparan"

Hadir bapak Kepala Kantor Kemenag Bantaeng Dr. H. Muhammad Yunus, S.Ag, M.Ag yang sekaligus membuka secara resmi Rapat Koordinasi didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah H. Muh Ahmad Jailani, S.Ag, MA dan unsur Pokjawas Madrasah.

Rakor juga menghadirkan Kepala Seksi Pidana Khusus (KASI PIDSUS) Kejaksaan Negeri Bantaeng BUDIMAN ABDUL KARIB, SH yang dalam kesempatan itu juga bertindak selaku Narasumber.

Kepala Kantor Kemenag Bantaeng dalam sambutan dan arahannya menyampaikan beberapa poin-poin penting dihadapan para Kepala Madrasah terkait pengelolaan Dana Bos Madrasah
















Dalam pengelolaan Dana BOS Madrasah yang setiap dekade nominalnya mengalami peningkatan yang signifikan ini, Kakan Kemenag menitipkan 4 pesan yang perlu dimiliki oleh para pengelola, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan antara lain:

1. Perencanaan. Dalam hal perencanaan, menurut Kakan Kemenag, dibutuhkan Keterbukaan atau transparansi agar kita dapat melakukan perencanaan dengan lebih baik, karena menurutnya Siapa yang gagal merencanakan sebuah program berarti dia telah merencanakan sebuah kegagalan, dan siapa yang yang berhasil merencanakan sebuah program berarti dia telah merencanakan sebuah keberhasilan.


2. Pelaksanaann Anggaran. Dalam hal Pelaksanaan Anggaran, menurut Kakan Kemenag diperlukan 3 hal penting yakni: Akuntabel, Transparan dan Integritas.

3. Evaluasi. Terkait evaluasi, Kakan Kemenag berpesan Jangan berhenti untuk senantiasa melirik kebelakang untuk melakukan evaluasi atas apa yang telah dilakukan untuk kemudian dilakukan tindak lanjut pada semua aspek, tidak hanya pada segi anggaran, akan tetapi juga pada sektor-sektor lainnya.

4. Pelaporan. Menurut Kakan Kemenag, karena kegiatan ini sudah setiap tahun dilaksanakan, maka tentunya dari tahun ke tahun seharusnya kita bisa melaksanakan dengan baik berdasarkan pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya sehingga dalam hal pelaporan ini semua madrasah bisa melaksanakan dengan lebih baik dan lebih tepat waktu.

Lebih lanjut mantan Ka TU Kemenag Wajo yang sebelumnya pernah berkecimpung di dunia pendidikan dengan menjadi Kepala Madrasah selama kurang lebih 5 tahun ini mengajak kepada para Kepala Madrasah peserta Rakor untuk senantiasa membangun karakter Madarasah yang baik

"Kita ini diberikan amanah oleh Allah untuk mengelola madrasah, maka mari jadikan ini sebagai ladang amal kita dengan mengelola madrasah ini dengan baik dan benar agar kelak menjadi pemberat amal kebajikan kita di hadapan Allah SWT" Tutur Kakan Kemenag.

Dalam mengelola madrasah, Kakan Kemenag mengajak kepada para Kepala Madrasah untuk menampakkan karakter yang menunjukkan perbedaan-perbedaan yang Islami dibanding dengan Sekolah-Sekolah Umum lainnya. (mhd)

MTQ Ke 32 Tingkat Kabupaten Bantaeng Tahun 2020 Ditutup, Ini Harapan Bupati

Dampang, (Humas Bantaeng) - Setelah berlangsung selama kurang lebih 5 hari (17-22 Februari 2020), Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke 32 Tingkat Kab. Bantaeng tahun 2020 akhirnya ditutup secara resmi malam ini oleh Sekreraris Daerah Abd. Wahab, mewakili Bupati Bantaeng, bertempat di lapangan sepak bola Parela Dampang, Kel. Gantarangkeke, Kec. Gantarangkeke (Sabtu, 22/02/2020).

Hadir Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Bantaeng H. Hartawan Zainuddin, yang dalam kesempatan ini membacakan Laporan sebagai Ketua Panitia.

Turut hadir unsur Forkopimda Kab. Bantaeng, para Kepala OPD lingkup Penkab Bantaeng, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng Dr. H. Muhammad Yunus, S.Ag, M.Ag besersama segenap jajaran, beserta Ibu Ketua DWP Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng Hj. St. Hasnah Yunus.

Mengawali sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kab. Bantaeng, Bupati Bantaeng menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Panitia Penyelenggara dan seluruh masyarakat Kab. Bantaeng pada umumnya terkhusus keluarga besar yang ada di Kelurahan Gantarangkeke, Kecamatan Gantarangkeke yang telah berupaya secara sungguh-sungguh dan maksimal serta penuh keikhlasan sehingga pelaksanaan MTQ ke 32 tingkat Kab. Bantaeng tahun 2020 ini dapat berjalan dengan aman, lancar dan sukses mulai pada saat pembukaan sampai dengan penutupan.

Dengan catatan bahwa untuk tahun yang akan datang atau tahun berikutnya, Bupati berharap panitia masih perlu mengevaluasi beberapa rangkaian kegiatan yang masih terdapat kekurangan-kekurangan didalamnya termasuk pada acara penutupan ini.

"Saya berharap kalau acaranya memang ada di dalam agenda kita, agar datanya terlebih dahulu disiapkan Demikian catatan penting bapak Bupati dalam pelaksanaan MTQ ini dengan harapan tentunya tidak mengurangi keberhasilan pelaksanaan yang telah berlangsung dengan lancar dan aman". Tutur Sekda membacakan sambutan tertulis Bupati Bantaeng.

Lebih lanjut bapak Bupati Dr. H. Ilham Azikin, M.Si menyampaikan harapannya pasca penyelenggaraan MTQ ini.

"Kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur'an sarat dengan Syi'ar Islam, akan menjadi mubassir jika tidak memberi bekas dan pengaruh terhadap perilaku dan kehidupan masyarakat muslim, untuk itu kedepan sangat diperlukan perhatian dan dan keterlibatan yang sungguh-sungguh agar serta tanggung jawab seluruh komponen ummat Islam dan jajaran pemerintah agar pasca penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an ini dapat memberikan manfaat dan pengaruh positif bagi pembinaan kehidupan keagamaan kita". Harap Bupati

"Oleh karena itu tertumpu harapan besar kepada semua pihak yang terkait agar pelaksanaan secara terencana, upaya pembibitan Qari' dan Qari'ah, Hafidz dan Hafidzah maupun cabang lainnya dengan mengembangkan potensi Sumber Daya Manusia yang kita miliki" Lanjutnya.

Tak lupa pula bapak Bupati dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh Dewan Hakim yang telah betugas pada MTQ kali ini yang telah menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dalam rangka menegakkan komitmen penyelenggaraan yang jujur, bersih dan berakhlak.

Ucapan yang sama juga disampaikan Bupati kepada seluruh Camat, Kementerian Agama beserta jajaran, Kantor Urusan Agama Kecamatan dan peserta MTQ yang telah bekerja keras dan berpartisipasi penuh dalam pelaksanaan MTQ ini

Dan kepada para pemenang, Bupati menyampaikan ucapan Selamat atas prestasi yang telah dicapai dan kemudian agar mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk mengikuti MTQ tingkat Provinsi yang akan dilaksanakan di Kabupaten Pangkep dan bagi peserta yang belum berhasil dalam MTQ ini Bupati berharap agar jangan berputus asa dan terus melakukan upaya guna meningkatkan kemampuan sehingga pada saatnya nanti mampu meraih prestasi sebagaimana yang diharapkan.

Pada Perhelatan Akbar 2 tahunan yang digelar secara bergantian dengan STQ (Seleksi Tilawatil Qur'an) ini, Kafilah Kontingen Kecamatan Bantaeng berhasil keluar sebagai Juara Umum I, disusul Kecamatan Tompobulu dan Kecamatan Uluere berturut-turut sebagai Juara Umum II dan III.

Acara penutupan MTQ ini juga dirangkaikan dengan pengundian hadiah Door Prize Umroh bagi para peserta, KUA Kecamatan dan Dewan Hakim MTQ yang pengundiannya dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kab. Bantaeng Abd. Wahab, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Bantaeng Hartawan dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng Dr. H. Muhammad Yunus, M.Ag

Dan yang beruntung mendapatkan hadiah door prize umroh kali ini adalah ananda Ahmad Fahrul dari unsur peserta sebagai juara 1 pada cabang tahfidz golongan 1 juz, Dr. Muh Aidil Sudarmono dari unsur Dewan Hakim dan Kepala KUA Kec Bissappu M. Ridwan, S.Ag dari unsur kepala KUA Kecamatan. (mhd)

MTQ XXXII Tingkat Kabupaten Bantaeng Cabang KTIQ Tembus Pukul 02.00 Dini Hari

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Hari kelima atau hari keempat pelaksanaan lomba MTQ XXXII Tingkat Kab. Bantaeng tahun 2020, pasca dibuka secara resmi oleh bapak Bupati Bantaeng pada Senin (17/2/2020)Al malam, semua cabang yang diperlombakan sudah memasuki babak Final.

Salah satu cabang lomba yang cukup seru dan sangat alot pelaksanaannya di babak Final adalah cabang Karya Tulis Ilmiah Al Qur'an (KTIQ) atau sebelumnya bernama Musabaqah Makalah Alquran (MMQ).

Dalam final KTIQ yang terdiri dari 3 finalis Pria dan 3 finalis wanita, setiap finalis wajib mempresentasikan hasil karyanya dihadapan para Dewan Hakim yang akan menguji dan menilai kemampuan para finalis dengan menggunakan media laptop dan LCD

Final KTIQ ini turut dihadiri dan disaksikan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng Dr. H. Muhammad Yunus, S.Ag., M.Ag., bersama Kepala Seksi Bimas Islam Drs. H.M. Ribi, MM., didampingi Sekcam Kec. Gantarangkeke, Kepala KUA Kec. Gantarangkeke, Kepala KUA Kec. Bantaeng serta turut disaksikan oleh para penonton pengunjung MTQ yang dilaksanakan di Masjid Taqwa, Dampang, Kec. Gantarangkeke!

Keseruan terlihat ketika para Dewan Hakim yang terdiri dari: 1) Dr. H. Muh. Natsir, MM. 2) Dr. Idil Sudarmono, M.Pd.I. dan 3) Mappasabbi, S.Ag., MA. yang masing-masing mengajukan sejumlah pertanyaan terkait penulisan karya tulis ilmiah dengan isi kajian Alquran yang diuraikan dalam paparan presentasi para finalis. Para finalis benar-benar diuji kemampuannya dalam menguraikan sejumlah pertanyaan dan sanggahan yang diajukan oleh para Dewan Hakim.

Karena alotnya final KTIQ ini sehingga tidak terasa waktu berjalan terus hingga tembus pukul 02.00 dini hari (malam sabtu). Inilah cabang lomba yang paling akhir selesai dan menutup seluruh rangkaian lomba MTQ XXXII Tingkat Kab. Bantaeng yang nantia memasuki ceremonial Penutupan secara resmi pada hari Sabtu (malam), 22 Februari 2020.

MTQ XXXII TINGKAT KABUPATEN BANTAENG AKAN SEGERA BERAKHIR, PARA DEWAN HAKIM GELAR RAPAT PENENTUAN JUARA

Dampang, (Inmas Bantaeng) - Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-32 Tingkat Kab. Bantaeng Tahun 2020 telah memasuki gelaran puncak pada Jum'at (21/2/2020) malam sejak dibuka oleh bapak Bupati Bantaeng pada Senin (17/2/20) malam di lapangan sepak bola Parela Dampang Kec. Gantarangkeke.

Selama kurang lebih 5 hari para Dewan Hakim dan segenap Panitia Pelaksana berjibaku siang dan malam sejak dari babak penyisihan hingga babak final menjalankan tugas dan fungsinya guna mengawal dan menyeleksi bibit-bibit unggul berprestasi di bidang tilawah Al Qur'an dan cabang-cabang turunannya.

Para Dewan Hakim yang berjumlah sekira 40 orang tersebut adalah mereka yang ahli di bidangnya masing-masing yang dalam perekrutannya telah melalu prosesi seleksi yang sedemikian ketat yang tujuannya tentu saja demi mendapatkan para jawara-jawara yang akan mewakili Kabupaten Bantaeng pada MTQ tingkat provinsi bahkan hingga ke tingkat Nasional.








Pagi ini, setelah semua cabang lomba telah menuntaskan seluruh penampilan pesertanya, Dewan Hakim tengah menggelar Rapat Penentuan Juara beetempat di Posko Dewan Hakim, Dampang Gantarangkeke (Sabtu, 22/2/2020). (mhd)


Jelang MTQ XXXII Tahun 2020 Tingkat Kabupaten Bantaeng, 33 Dewan Hakim Ikuti Pembekalan

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Pelaksanaan MTQ. Tingkat Kab. Bantaeng yang akan digelar pada tanggal 17-22 Februari 2020 di Kelurahan Dampang, Kec. Gantarangkeke didahului dengan orientasi/pembekalan kepada para calon Dewan Hakim.

Pelatihan dan Orientasi/Pembekalan bagi calon Dewan Hakim MTQ tingkat Kab. Bantaeng yang berlangsung selama dua hari di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng ini dibuka secara resmi oleh Bupati Bantaeng yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan H. Hartawan, SH., MH. pada hari Sabtu, 8 Februari 2020.

Hadir pada acara pembukaan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng Bapak Dr. H. Muhammad Yunus, S. Ag., M. Ag, Kabag Kesra Setda Bantaeng Syamsul Alam, S.IP, Kepala Sub. Bagian Tata Usaha Kemenag Bantaeng Bapak H. Muhammad Tahir, S.Ag., MM

Dalam pembekalan ini Pemerintah Kab. Bantaeng melalui Bagian Kesra sebagai leading sektor pelaksanaan MTQ menghadirkan sejumlah nara sumber yang memiliki kualifikasi sebagai Dewan Hakim Nasional maupun Daerah diantaranya KH. Syarifuddin Usman dan Dr. H. Muammar Bakri, MA. Serta Qari Internasional H. Bahri Waru dan Ust. Husain

Para calon Dewan Hakin MTQ. tersebut diberikan sejumlah materi pembekalan sebagai penguatan yang bersifat tekhnis, diantaranya: Teknik dan tata cara penilaian untuk masing-masing cabang yang dilombakan, Tekhnik pengaturan tugas bagi para Dewan Hakim MTQ yang sesuai dengan kualifikasi keilmuan masing-masing Dewan Hakim MTQ. Etika Dewan Hakim MTQ ketika sedang bertugas dalam setiap cabang lomba

Ditekankan pula tentang Syarat, Kualifikasi, komitmen dan integritas Dewan Hakim MTQ yang ditugaskan pada masing-masing cabang lomba.

Selain itu, para calon Dewan Hakim MTQ. Juga dibekali sejumlah pengetahuan yang berkaitan dengan penanganan masalah tekhnis yang biasa tidak terduga dalam pelaksanaan penilaian. Misalnya, jika tiba-tiba listrik padam, sementara lomba sedang berlangsung dengan mengandalkan alat bantu yang membutuhkan listrik, demikian juga dengan hal-hal tekhnis lainnya.

Pada hari kedua atau hari terakhir ini, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Syamsul Alam selaku penanggungjawab kegiatan sebelum menutup secara resmi kegiatan menyampaikan harapannya kepada 33 orang Dewan Hakim ditambah 6 orang Panitera ini.

"Dengan kegiatan Pembekalan/Orientasi Dewan Hakim ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi para Dewan Hakim MTQ yang akan bertugas sehingga dapat memberikan penilaian yang benar-benar objektif dan transparan".


Bangun Pendidikan Agama Islam Berkualitas, Kemenag Bantaeng Jalin Sinergitas Dengan AGPAII

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Bertempat di aula Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng, Seksi PAIS (Pendidikan Agama Islam pada Sekolah) menggelar Rapat Kordinasi (Rakor) bersama jajaran Pengurus DPD AGPAII Kab. Bantaeng. (Kamis, 6/02/20).

Rakor digelar dalam rangka membangun sinergitas untuk peningkatan kualitas Pendidikan Agama Islam di Kab. Bantaeng sesuai tema "Sinergitas Kementerian Agama dengan AGPAI Membangun Pendidikan Agama Islam Berkualitas di Kabupaten Bantaeng"


Rakor dihadiri oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag Bantaeng H. Muhammad Tahir, S.Ag., MM., Kepala Seksi PAIS Hj. St. Wahni, M.Pd., para Pengawas PAIS dan jajaran pengurus Assosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kab. Bantaeng.

Dalam Rakor ini, Kasi PAIS mengemukakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk membangun sinergitas antara Seksi PAIS pada Kemenag Bantaeng dengan jajaran DPD AGPAII Kab. Bantaeng, sehingga segala persoalan yang terkait dengan Pendidikan Agama Islam dapat teratasi dengan baik. Disamping itu, Rakor ini juga menjadi momen silaturahim bagi Kepala Seksi PAIS yang baru bertugas selama kurang lebih sebulan ini.

Sementara itu, Kasubag TU H. Muh. Tahir, S.Ag., MM. yang mewakili Kakan Kemenag dalam sambutannya mengharapkan agar GPAI yang tergabung dalam wadah AGPAII sebagai Mitra penting dari Kementerian Agama untuk tetap memperkuat kerjasama yang baik.

Beliau juga mengajak kepada jajaran AGPAII Kab. Bantaeng untuk meningkatkan kinerja para Guru Pendidikan Agama Islam karena GPAI memiliki peran yang sangat penting dalam peningkatan kualitas pendidikan Agama.

Disamping itu beliau juga menghimbau agar terbangun komunikasi yang baik, bahkan beliau menyatakan jika ada GPAI yang punya keperluan dapat menghubungi beliau kapan dan dimana saja dan tidak perlu merasa sungkan.

Ketua DPD AGPAII Kab. Bantaeng, Mappasabbi, S.Ag., MA. yang turut memberikan penjelasan terkait hubungan antara PAIS dgn AGPAII mengemukakan bahwa AGPAII adalah organisasi profesi yang bersifat mandiri akan selalu siap untuk berkolaborasi sebagai mitra kerja PAIS dalam pembinaan dan peningkatan kapasitas dan kualitas GPAI, khususnya di Kab. Bantaeng.


Dalam diskusi yang berkembang selama Rakor berjalan, sejumlah GPAI juga memberikan sumbang saran/masukan, namun yang banyak diungkap oleh para GPAI adalah permasalahan yang dihadapi GPAI di sejumlah Sekolah yaitu dengan meningkatnya jumlah atau persentase siswa yang tidak lancar bahkan ada yang tidak tau membaca Al-Qur'an. Kondisi tersebut dikemukakan oleh masing-masing perwakilan, baik di tingkat SD, SMP maupun SMA/SMK.

Masalah tersebut dipandang penting karena sangat berpengaruh pada ketuntasan hasil penilaian peserta didik, baik untuk syarat kenaikan kelas maupun untuk syarat kelulusan.

Oleh karena itu maka Kasi PAIS sepakat dengan Ketua DPD AGPAII Bantaeng bahwa permasalahan inilah yang dapat dijadikan rekomendasi dari DPD AGPAII untuk diajukan sebagai bahan pertimbangan kepada Pemerintah, baik Pemkab Bantaeng, Pemprov Sulsel, maupun Pemerintah Pusat, sehingga mulai dari muatan kurikulum Pendidikan Agama Islam sampai pada kebijakan Pemerintah di bidang Pendidikan Agama mendapatkan perhatian yang serius.

Rakor PAIS dengan jajaran DPD AGPAII Kab. Bantaeng kali ini menetapkan sejumlah hasil Rapat Kordinasi, antara lain:

1. PAIS bersama AGPAII akan terus memacu peningkatan kualitas pendidikan agama Islam

2. AGPAII diharapkan berperan aktif dalam merespon kebijakan pendidikan berupa "satu guru, satu inovasi".

3. Komunikasi dan kordinasi agar tetap intens dilakukan, baik antar jajaran GPAI maupun dengan jajaran PAIS.

4. Setiap GPAI agar selalu berupaya berbuat yang terbaik dimulai dari dirisendiri dan ditempat tugas masing-masing

5. DPD AGPAII Kab. Bantaeng diminta oleh forum dalan rakor tersebut untuk meneruskan rekomendasi kepada Pemerintah, baik Pemkab Bantaeng, Pemprov Sulsel, maupun pemerintah pusat tentang perlunya peningkatan dan penuntasan baca tulis Al-Qur'an di sekolah-sekolah sebagaimana masalah permasalahan yang banyak dikemukakan oleh para GPAI. ( (mps/mhd))

Test Rekrutmen Petugas Haji Tahap I Tingkat Kemenag Bantaeng Telah Selesai, Ini Daftar Peringkatnya

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Tes Kompetensi Tahap Pertama Rekrutmen Petugas Haji Kloter, Tingkat Kab. Bantaeng, Musim Haji Tahun 1441 H / 2020 M telah selesai digelar pada Selasa (4/2) siang bertempat di aula Kantor Kemenag Bantaeng yang diikuti 4 orang peserta.

Kuota petugas haji untuk Kabupaten Bantaeng tahun ini berdasarkan surat edaran Bidang PHU Kanwil Kemenag Sulsel, adalah untuk kategori Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI).

Dari hasil penilaian Administrasi dan test berbasis CAT (Android) yang diikuti 4 orang tersebut, Kementerian Agama Kab. Bantaeng telah merilis Daftar hasil Penilaian peserta Test yang ditanda tangani oleh Kepala Seksi PHU dan diketahui Kepala Kantor Kemenag Bantaeng, tertanggal 4 Februari 2020.

Menurut aturan yang telah ditentukan, 2 orang peserta yang memperoleh nilai tertinggi akan berhak untuk mengikuti tahapan selanjutnya yakni seleksi tahap kedua, yang akan dilaksanakan pada 13 Februari 2020 mendatang.

Siang ini, Daftar Penilaian PPIH Kloter (Pembimbing Ibadah Haji) Kemenag Bantaeng tersebut telah diserahkan secara langsung oleh Kakan Kemenag Bantaeng kepada Panitia Rekrutmen PPIH di Kanwil Kemenag Sulsel.

Adapun peringkat hasil penilaian rekrutmen PPIH Kloter tingkat Kemenag Bantaeng tersebut adalah sebagai berikut

1. H. Arifuddin, Lc, total nila : 62,8
2. H. Syarief Hidayat, Lc, MA, total nilai:57,8
3. Drs. H. M Ribi, MM total nilai : 28,4
4. Hj. Rohani, S.Ag, MM, total nilai : 12.

Selengkapnya Daftar Penilaian PPIH Kloter (Pembimbing Ibadah Haji) Kemenag Bantaeng tersebut dapat kita

KAKAN KEMENAG BANTAENG BUKA REKRUTMEN PETUGAS HAJI MUSIM HAJI 1441 H/2020 M

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Bertempat di Ruang Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Bantaeng, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng Bapak Dr. H. Muhammad Yunus, S.Ag., M.Ag didampingi Kasi PHU H. Muhammad Arfah, S.Ag dan Kasubag Tata Usaha H. Muhammad Tahir, S.Ag, MM membuka secara resmi Test Kompetensi Tingkat Pertama Rekrutmen Calon Petugas Haji Kloter Tingkat Kabupaten Bantaeng Tahun 1441 H/2020 M. (Selasa, 4 Februari 2020).

Test Rekrutmen Calon Petugas Haji Kloter untuk musim haji tahun 1441 H/2020 M tingkat Kab. Bantaeng kali yang diikuti sebanyak 4 orang peserta yang telah dinyatakan lulus berkas ini turut dihadiri Tim Pemantau dari Bidang PHU Kanwil Kemenag Provinsi Sulsel.



Jumlah pendaftar petugas haji kloter untuk musim haji tahun 2020 tingkat Kab. Bantaeng kali ini agak sedikit berkurang dibanding pada tahun-tahun sebelumnya, hal ini dikarenakan Kab. Bantaeng pada musim haji kali ini hanya mendapat jatah petugas Pembimbing Ibadah haji (PPIH) dengan persyaratan-persyaratan yang cukup ketat sedemikian rupa, diantarnya peserta harus pernah berhaji dan mengantongi sertifikat haji.

Beberapa pendaftar petugas haji kloter yang mendaftar tahun lalu, pada tahun ini mencoba peruntungan pada jalur Petugas Haji Non Kloter, yang saat ini tahapan rekrutmennya juga sedang berlangsung di Kanwil Kemenag Sulsel.

Tes Kompetensi Tingkat Pertama Rekrutmen Calon Petugas Haji Kloter yang dilaksanakan secara serentak se Indonesia yang dimulai tepat pukul 10.00. wita (09.00.wib) ini menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test) dengan jumlah soal sebanyak 60 soal dan berakhir tepat pukul 11.00 wita (60 menit).

Kakan Kemenag Bantaeng dalam sambutannya sebelum membuka rekrutmen secara resmi, menyampaikan selamat kepada para peserta dan berharap dari 4 peserta yang ikut ini nantinya ada yang lolos sebagai petugas PPIH mendampingi jemaah haji pada musim haji tahun 1441 H/2020 M ini.

"Rekrutmen petugas haji ini cukup transparan dengan menggunakan sistem CAT, ini selangkah lebih maju dari sebelumnya, hal ini dilakukan Kementerian Agama tentunya dalam rangka merekrut petugas haji yang lebih profesional". Ungkap Kakan Kemenag.

"Dari 4 orang yang ikut Test CAT ini, nantinya akan dikirim 2 orang yang akan mendapatkan rekomendasi untuk mengikuti tes lebih lanjut di tingkat provinsi". Tambahnya.

"Dari segi kompetensi saya kira semua peserta tidak diragukan, akan tetapi dalam rekrutmen ini hanya 2 yang akan dikirim ke tingkat Kanwil, sehingga kami hanya mengikutkan 2 peserta". Imbuhnya.

Adapun para peserta yang ikut Test adalah sebagai berikut:

1. Drs. H. M Ribi, MM (Kasi Bimas Islam)

2. H. Arifuddin, Lc (Kepala KUA Kec. Gantarangkeke )

3. Hj. Rohani Madjid, S.Ag, MM, (Pengawas Madrasah Tingkat Menengah)

4. H. Syarief Hidayat, Lc, MA, (Penghulu Fungsional KUA Kec. Bantaeng)

7 ASN Kemenag Bantaeng Berebut Kuota Petugas Haji Non Kloter

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Selain Petugas Haji Kloter yang akan menyertai jemaah pada perjalanan haji tahun 1441 H/2020 M, disaat yang sama Kementerian Agama juga menggelar Rekrutmen petugas haji Non Kloter atau PPIH Arab Saudi yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam rekrutmen petugas haji yang digelar di aula lantai IV Gedung Haji Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulsel ini, 7 orang ASN Kemenag Bantaeng berhasil lolos berkas guna mengikuti seleksi Tahap I pada Selasa (4/02/2020) pagi bersama 100 orang ASN dari Kabupaten/Kota lainnya.

Ke 7 ASN tersebut adalah:

1. Jamaluddin, SE

2. Muhammad Hatta,S.Ag

3. Sopyan Yasri, S.Ag, M.Sos.I

4. Salam,S.Ag, S.Pd, M.Pd

5. Hasniah, SH, MH

6. Arief phiter, S.Ag, MM

7. NurLinda, S.Ag

Tes Rekrutmen Petugas Haji Kloter dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahap I ini diikuti sebanyak 223 orang dengan rincian: Ketua Kloter (TPHI) dan Pembimbing Ibadah Kloter (TPIHI) sebanyak 116 orang, sedang untuk PPIH Arab Saudi 107 orang. Tes Rekrutmen dibuka secara resmi oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sulsel, H. Abdul Wahid mewakili Kakanwil.

H. Abdul Wahid dalam sambutannya menyatakan bahwa melalui rekrutment petugas haji Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan, diharapkan para petugas haji nantinya dapat mengawal dan menghadirkan pelayanan, pembinaan dan perlindungan kepada Jemaah haji dengan professional, amanah dan memiliki komitmen yang tinggi terhadap kesuksesan pelaksanaan Haji.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Provinsi Sulsel H. Kaswad Sartono, mengungkapkan bahwa seleksi petugas hari ini merupakan tahap pertama, dimana tahap ini akan menjaring dua kali kuota terbaik untuk ikut dalam seleksi tahap kedua, yang dilaksanakan pada 13 Februari 2020 mendatang.

Berbeda dengan tahun lalu, seleksi kali di tingkat Kankemenag Kab/Kota tahun ini sudah menggunakan sistem Computer Assisted Test atau CAT. Menurut Kaswad, hal ini dilakukan agar proses seleksi lebih transparan dan akuntabel, serta terhindar dari praktek kolusi, korupsi, dan nepotisme. “Proses seleksi ini juga diawasi oleh tim Inspektorat Jenderal Kementerian Agama”. Jelasnya.

Para peserta Seleksi akan memperebutkan 32 kuota PPIH Kloter, terdiri dari 16 orang Ketua Kloter dan 16 orang Pembimbing Ibadah Kloter. Selain itu, ada juga 13 kuota untuk Penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji atau PPIH Arab Saudi,” lanjutnya.

Menurut Laporan Kepala Seksi Pembinaan Haji Reguler dan Advokasi Haji Kanwil Kemenag Sulsel, H. Solihin, tahun ini sulsel mendapat kuota petugas haji sebanyak 45 orang, dengan rincian 32 orang untuk Petugas Kloter (TPHI dan TPIHI), dan 13 orang PPIH Arab Saudi

Ditambahkan, soal CAT terdiri dari 100 soal pilihan ganda. Waktu pengerjaan paling lambat 60 menit. “Komposisi soal terdiri dari Pengetahuan Umum dan Regulasi Perhajian; Pengetahuan Manasik Haji, dan Pengetahuan Bidang Tugas,” jelas Solihin.

Selain Kemenag, seleksi petugas juga digelar oleh Kementerian Kesehatan. Ada 1.587 petugas kloter yang tergabung dalam Petugas Kesehatan Haji Indonesia dan PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan. (mhd)