Sambut Tahun Baru Islam 1441 H, KUA Kecamatan Pa'jukukang Bantaeng Gelar Pawai Kreasi Budaya

Pa'jukukang, (Inmas Bantaeng) - Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1441 Hijriyah yang jatuh pada Sabtu (31/8/19) petang ini, KUA dan Pemerintah Kecamatan Pa'jukukang menggelar Pawai Muharram atau Pawai  Kreasi Budaya dan Tausiyah Hijriyah.

Pawai diikuti oleh sekitar 30 kelompok Majelis Taklim se Kec. Pa'jukukang, para siswa mulai tingkat SD/MI hingga SMA/MA se Kec. Pa'jukukang serta sejumlah kelompok dan organisasi Masyarakat  diantaranya Badan otonom NU (GP Ansor dam IPNU IPPNU serta masyarakat umum lainnya.

Mengulang kesuksesan kegiatan Lomba Shalawatan yang digelar beberapa waktu yang lalu, KUA Kec. Pa'jukukang beserta jajaran kembali berhasil menggandeng Pemerintah Desa se-Kec. Pa'jukukang, organisasi keagamaan dan kominutas pemuda untuk ikut serta menjadi bagian dalam pelaksanaan Pawai dalam rangka memperingati 1 Muharram 1441 Hijriyah ini.




Kegiatan ini dinahkodai oleh Ketua Tim Penggerak PKK Desa Nipa-Nipa, ibu Hj Salma Parela sebagai Ketua Panitia.

Dalam laporannya Hj Salma menyampaikan "pergunakanlah jabatan yang kita miliki untuk kemajuan agama dan bangsa karena kita tak selamanya menjabat" Tuturnya dihadapan peserta pawai sesaat sebelum pelepasan, bertempat kompleks Pasar Lambocca Bantaeng.

Pawai Kreasi Budaya menyambut Tahun Baru 1441 H ini start dari pasar lambocca dan Finish di kompleks SMA 3 Bantaeng ynag dilanjutkan dengan Tausiyah menyambut Tahun Baru Islam 1441 H yang dibawakan oleh Ustadz H. Arifuddin, Lc.




Dalam kegiatan ini Panitia menyediakan sejumlah doorprize bagi peserta pawai mulai dari hadiah hiburan sampai hadiah utama, dan untuk kreasi budaya yang ditampilkan masing-masing peserta pawai, panitia juga menyediakan hadiah menarik.

Dan berikut ini adalah kafilah atau barisan yang mendapatkan juara untuk lomba pawai kreasi budaya sebagai berikut:

  1. Juara 1 kafilah Desa Borongloe
  2. Juara 2 kafilah Desa Biangloe
  3. Juara 3 kafilah Desa Nipa-Nipa

Sambut 1 Muharram 1441 H, Pemkab Bantaeng Akan Menggelar Pawai Hijratur Rasul Dan Tabligh Akbar

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1441 Hijriyah yang jatuh pada hari Sabtu ba'da maghrib tanggal 31 Agustus 2019, Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam hal ini Bagian ADM. Kesra Setda Bantaeng akan menggelar Pawai Hijratur Rasul dan Tabligh Akbar yang akan dilaksanakan pada hari Ahad tanggal 1 September 2019 yang juga bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1441 H.

Pawai Hijratur Rasul akan dilaksanakan mulai pukul 06.00. wita, start dan Finish bertempat di Lapangan Pantai Seruni Bantaeng dengan berpakaian putih-putih, sedang Tabligh Akbar akan dilaksanakan di Masjid Agung Syekh Abdul Gani jalan Elang, Kec. Bantaeng, Kab. Bantaeng pada pukul 19.00 wita (Shalat Isya secara berjamaah).

Kementerian Agama Kab. Bantaeng dalam kegiatan ini, sesuai dengan penyampaian Sekda Bantaeng akan berpartisipasi pada pengaturan/pengarahan peserta Pawai.

Pawai Hijratur Rasul menurut rencana akan dihadiri dan dilepas langsung oleh bapak Bupati Bantaeng Dr. H. Ilham Azikin di Tribun Seruni pada pukul 07.00. wita dan diperkirakan peserta pawai akan tiba kembali di lapangan Pantai Seruni setelah melewati rute yang telah ditentukan pada pukul 08.00. wita untuk istirahat.

Sementara itu Tabligh Akbar akan menghadirkan Ustadz Dr. KH. M. Yunus Samad, Lc, MM sebagai pembawa tausiyah dan sekaligus memimpin do'a bersama menyambut tahun baru Islam 1441 H.

Kegiatan yang sama juga digelar di tingkat Kecamatan yakni di Kec. pa'jukukang yang juga akan menggelar Pawai yang diberi nama Pawai Kreasi Budaya Pa'jukukang yang akan digelar sehari lebih awal yakni pada hari Sabtu, tanggal 31 Agustus 2019. (mhd)


Jum'at Terakhir Di Tahun 1440 H, Kakan Kemenag Bantaeng Kembali Melaksanakan Safari Subuh Berjamaah

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Jum'at 30 Agustus 2019 atau bertepatan dengan 29 Dzulhijjah 1440 H, adalah merupakan Jum'at terakhir di penanggalan tahun Islam 1440 Hijriyah.

Di detik-detik penghujung Tahun 1440 Hijriyah ini dijadikan oleh bapak Kepala Kantor Kemenag Bantaeng, Dr. H. Muhammad Yunus, M.Ag, sebagai momentum dalam menyemangati program Safari Subuh Berjamaah di Masjid yang telah dicanangkannya beberapa tahun terakhir ini.

Shalat Subuh merupakan shalat yang istimewa dari shalat-shalat lainnya, selain terdapat banyak sekali keutamaan didalamnya, untuk menunaikannya penuh dengan perjuangan. Dimana kita harus melawan rasa kantuk yang luar biasa serta berkuat untuk bangkit meninggalkan kasur yang empuk dan selimut yang hangat diruangan yang sejuk.

Di dalam adzan subuh juga ditambahkan kalimat Assholaatu khairum minan naum yang artinya “Shalat itu lebih baik daripada tidur”.

Subuh ini, bersama rombongan, bapak Kakan Kemenag kembali mengejar keberkahan dan keutamaan shalat subuh berjamaah di salah satu masjid di Kec. Bissappu Kab. Bantaeng.

Dengan didampingi Kepala Seksi Bimas Islam Bapak Drs.H.M. Ribi, MM yang juga Plt Seksi Pendidikan Madrasah, bapak Dr. H. Muhammad Yunus melakukan safari shubuh berjamaah di Masjid Nurul Rahmat Panaikang Kec. Bissappu Kab. Bantaeng.

Sebelum memasuki waktu shalat Shubuh, Kakan Kemenag bersama Jamaah yang terdiri dari siswa(i) MTs/MA Ma'arif Panaikang Kec. Bissappu melakukan shalat Tahajjud secara bersama.

Turut hadir Pengawas Madrasah
Abdul Salam, S.Ag. S.Pd.i, M.Pdi, Penyuluh Agama Islam (PNS) Kec. Bissappu,
Baharuddin. S.Ag, MM, Penyuluh Agama Islam Non PNS Kec. Bissappu, Jamaluddin, S.Ag dan beberapa orang guru pada MTs/MA Ma'arif Panaikang Bantaeng.


Ada banyak sekali keutamaan shalat Subuh berjamaah, diantaranya adalah

- Berada dalam Jaminan Allah,
Sebagaimana hadit Nabi yang berbunyi :“Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163)

- Disaksikan oleh para Malaikat
Orang yang melakukan shalat Subuh berjamaah di masjid akan disaksikan oleh para malaikat yang bertugas di malam hari dan para malaikat yang bertugas di siang hari. Karena ketika waktu subuh tiba, bergantian para malaikat yang bertugas pada malam hari akan naik ke langit dan para malaikat yang bertugas pada siang hari turun ke bumi.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Malaikat-malaikat siang bergantian mendampingi kalian dengan malaikat-malaikat malam, dan mereka berkumpul pada waktu sholat Subuh dan Ashar. Setelah itu, malaikat yang semalaman menjaga kalian naik ke langit, lalu Allah bertanya kepada mereka – dan Dia lebih tahu tentang mereka-, ‘Bagaimana kalian tinggalkan hamba hamba Ku?’ Mereka menjawab, ‘Kami meninggalkan mereka dalam keadaan sholat, dan kami datang kepada mereka ketika mereka sholat,” (HR Bukhari)

-Dijauhkan dari Sifat Munafik
“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim no. 651)

-Mendapatkan Keutamaan Shalat Sepanjang Malam
Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)

-Dilapangkan Rezeki
Pernah suatu ketika Nabi SAW shalat subuh. Begitu selesai, beliau pun kembali ke rumah dan mendapati putrinya Fathimah ra sedang tidur. Kemudian beliau pun membalikkan tubuh Fatimah dengan kaki beliau, kemudian mengatakan kepadanya, “Hai Fathimah, bangun dan saksikanlah rezeki Rabb-mu karena Allah membagi-bagikan rezeki para hamba antara shalat subuh dan terbitnya matahari.”(H.R. Baihaqi).

-Kunci Kemenangan
“Rasulullah apabila hendak menyerbu suatu kaum, beliau menundanya hingga tiba waktu subuh.” (HR Bukhari) Dikisahkan pasca meletusnya perang Mesir-Israel tahun 1973 ada seorang tentara Mesir yang mengajak berbicara tentara Yahudi yang paham bahasa Arab. Tentara Mesir itu berkata, “Demi Allah, kami akan memerangi dan mengalahkan kalian sampai ada di antara kalian yang bersembunyi di balik pohon dan batu, kemudian pohon dan batu itu mengatakan,’hai hamba Allah, hai muslim, ini ada Yahudi di belakangku, ke mari dan bunuhlah dia.’” Tentara Yahudi menjawab, ”Semua itu tidak akan terjadi sebelum shalat subuh kalian sama dengan shalat Jumat.”

- Lebih Baik dari pada Dunia dan Seisinya
“Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.” (HR. Muslim 725) dan ini hanya ada dalam waktu subuh.

-Shalat Subuh adalah Penyelamat dari Neraka
“Tidak akan masuk neraka, orang yang melaksanakan shalat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya,” (H.R. Muslim).

Demikianlah beberapa keutamaan dari Shalat Subuh berjamaah di masjid, semoga  aktifitas yang telah dicanangkan oleh bapak Kepala Kantor Kemenag Bantaeng ini dapat dijadikan motivasi bagi seluruh lapisan masyarakat khususnya para siswa madrasah dalam meraih keberkahan Allah SWT dengan senantiasa melaksanakan shalat berjamaah dimasjid khususnya di waktu subuh sebagaimana yang diharapkan bersama dan tidak hanya menjadi program belaka. (mhd).

Siswa MTs Muhammadiyah Bantaeng Turut Ambil Bagian Dalam Peringatan Hari Anak Nasional 2019

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2019 diperingati untuk tingkat nasional dan tingkat Provinsi di Makassar pada tanggal 23 Juli 2019, dan pada Kamis, (29/8), bertempat di Gedung Balai Kartini Bantaeng, diperingati pula untuk tingkat Kabupaten Bantaeng.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Bantaeng, H Ilham Azikin didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng, Hj Sri Dewi Yanti, Ketua DPRD sementara yang baru saja dilantik serta sejumlah unsur Forkopimda lainnya, para Kepala OPD, Camat, Lurah dan Kepala Desa se Kab. Bantaeng,

Turut Hadir Kepala Kantor Kemeng Bantaeng, Dr. H. Muhammad Yunus, M.Ag, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bantaeng, Hj Rahmah Arsyad, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bantaeng, Vinka Nandakasih serta sejumlah Tokoh Pendidikan, Tenaga Pendidik dan ratusan pelajar SD, SMP dan SMA se-Kabupaten Bantaeng.

Dalam kesempatan ini, MTs Muhammadiyah Bantaeng turut mengambil bagian dalam beberapa lomba tradisional yang selenggarakan oleh Forum Anak Butta Toa (FABT) Kab. Bantaeng sebagai rangkaian peringatan Hari Anak Nasional yang dilakasanakan di Sport Center Pantai Seruni Kab.  Bantaeng diantaranya Padende, hadang, bakiak, dan lain-lain.

Dari beberapa lomba yang diikuti, MTs Muhammadiyah Bantaeng berhasil meraih juara 2 pada cabang Bakiak Putra dan juara 3 bakiak putri serta juara harapan 1 pada cabang hadang putri dan juara harapan 1 lomba padende.



Hadiah diserahkan langsung oleh Bupati Bantaeng didampingi Ibu Ketua TP PKK Hj. Sri Dewi Yanti Ilham, bersama Ketua DPRD sementara yang baru saja dilantik dan beberapa pejabat lainnya.

Bupati Bantaeng berpesan bahwa pemenuhan Hak-hak anak adalah tanggungjawab kita bersama dan pemerintah memastikan hadir dan selalu ada untuk memenuhi kebutuhan dan hak-hak anak.

Bupati kemudian mengucapkan "Selamat Hari Anak Nasional. Beliau berharap prestasi dan capaian progres yang dimiliki daerah ini bersama FABT serta seluruh elemen yang bersatu padu dengan Pemerintah terus ditingkatkan dimasa mendatang.

"Kalau daerah lain hari ini mencanangkan membangun anak, di Bantaeng anak sudah membangun. Semoga semangat ini kita bisa tingkatkan dan berbuat lebih baik", harap dia. (slh/mhd)

Kakan Kemenag Bantaeng Hadiri Peringatan HAN 2019

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Dihadiri langsung oleh Bupati Bantaeng, H Ilham Azikin didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng, Hj Sri Dewi Yanti, serta unsur Forkopimda, para Kepala OPD, Camat, Lurah dan Kepala Desa se Kab. Bantaeng, Pemerintah Kab. Bantaeng berkerjasama Forum Anak Butta Toa (FABT) menggelar peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2019.

Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2019 diperingati untuk tingkat nasional dan tingkat Provinsi di Makassar pada tanggal 23 Juli 2019, dan pada hari ini (Kamis, 29/8/19) diperingati pula untuk tingkat Kabupaten Bantaeng, bertempat di Gedung Balai Kartini Bantaeng, Kamis (29/08/19) pagi.

Turut Hadir Kepala Kantor Kemeng Bantaeng, Dr. H. Muhammad Yunus, M.Ag, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bantaeng, Hj Rahmah Arsyad, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bantaeng, Vinka Nandakasih serta sejumlah Tokoh Pendidikan, Tenaga Pendidik dan ratusan pelajar SD, SMP dan SMA se-Kabupaten Bantaeng.

Ilham Azikin dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya terhadap Forum Anak Butta Toa (FABT). Betapa tidak, forum anak SulSel serta forum anak di Kabupaten/Kota di SulSel terbentuk berkat inisiasi dari FABT.

"Kita bersyukur bahwa Forum Anak Butta Toa menjadi inisiator terbentuknya forum anak di Sulawesi Selatan. Juga Musrenbang Anak yang kita laksanakan di Kabupaten Bantaeng menjadi yang pertama dan inisiator di Sulawesi Selatan", tuturnya.

Bupati bergelar Doktor Pemerintahan itu kemudian mengucapkan "Selamat Hari Anak Nasional. Dia berharap prestasi dan capaian progres yang dimiliki daerah ini bersama FABT serta seluruh elemen yang bersatu padu dengan Pemerintah terus ditingkatkan dimasa mendatang.

"Kalau daerah lain hari ini mencanangkan membangun anak, di Bantaeng anak sudah membangun. Semoga semangat ini kita bisa tingkatkan dan berbuat lebih baik", harap dia.

Dirinya juga menyampaikan untuk dapat memenuhi beragam kebutuhan anak Bantaeng melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Hal itu tergambar jelas dalam Visi dan Misi lalu dituangkan kedalam RPJMD Kabupaten Bantaeng tahun 2018-2023.

Ada 10 hal penting yang menjadi harapan anak Bantaeng seperti diutarakan FABT dalam pembacaan Suara Anak Bantaeng. Salah satunya mendorong Pemerintah dan Legislatif menuntaskan lahirnya Peraturan Daerah (Perda) terkait Perlindungan Anak.

HAN tingkat Kabupaten Bantaeng juga dihadiri Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel), Askari. Dia menyampaikan bahwa forum anak di Kabupaten Bantaeng merupakan yang pertama di SulSel.

"Memang kalau melirik sejarah, forum anak Bantaeng inilah yang pertama di Sulawesi Selatan. Oleh karenanya Bantaeng harus jadi piloting project di Sulawesi Selatan", ungkapnya.

Menurutnya status itu menjadi sangat strategis untuk menghadapi tantangan yang semakin berat di masa mendatang. Salah satunya terkait pernikahan dini anak yang terus meningkat.

Forum anak diharapkan menjadi bagian penggerak dalam rangka menurunkan angka pernikahan dini anak melalui sosialisasi yang lebih optimal kepada masyarakat.

Di tingkat nasional, SulSel masuk tiga besar angka pernikahan dini anak. Sementara di SulSel, Kabupaten Bone dan Soppeng berada di urutan teratas dibanding Bantaeng yang jauh diurutan bawah.

Meski begitu, Askari berharap hal tersebut tidak membuat seluruh pihak lengah karena tren kekerasan perempuan dan anak semakin hari semakin bertambah.

"Untuk anak-anakku sekalian coba perkuat kampanye pernikahan usia anak di desa. Ini menjadi tugas kita, nanti akan kita launching juga program Masjid Ramah Anak untuk seluruh Kabupaten/Kota di SulSel", ujarnya.

Peringatan HAN kali ini diwarnai penyerahan beberapa hadiah bagi pemenang lomba yang dilaksanakan FABT dan sejumlah penghargaan. Diantaranya penghargaan kepada Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) sebanyak 12 OPD, dan termasuk diantaranya adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng.


Penghargaan sama diberikan kepada Komunitas, Pemerintah Desa, Pengusaha dan Media. Mereka adalah elemen penting menuju Bantaeng sebagai Kabupaten Layak Anak, dengan sejumlah perannya mewujudkan kondisi ramah anak di bidangnya masing-masing. Mengantar Bantaeng menerima penghargaan KLA kategori Madya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia pada peringatan HAN di Makassar.

Penghargaan itu diserahkan oleh Kadis PMDPPPA Kabupaten Bantaeng, Chaeruddin Arsyad kepada Bupati Bantaeng dan diserahkan lagi kepada Ketua FABT, Ahmad Fathanah As'ad berupa Piala dan Piagam Penghargaan.

25 Anggota DPRD Bantaeng Resmi Dilantik, Kakan Kemenag Bacakan Do'a

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Terhitung sembilan partai politik berhasil mendudukkan kadernya ada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Bantaeng untuk periode tahun 2019-2024 antara lain Partai Keadilan Sejahtera 4 kader, Partai Gerakan Indonesia Raya 2 kader, Partai Nasional Demokrat 2 kader, Partai Kebangkitan Bangsa 3 kader, Partai Persatuan Pembangunan 5 kader, Partai Amanat Nasional 4 kader, Partai Demokrat 2 kader, Partai Golongan Karya 2 kader, dan Partai Hati Nurani Rakyat 1 kader.

Ke 25 calon legislatif terpilih pada Pemilihan Legislatif tahun 2019 ini resmi dilantik dan diambil sumpahnya melalui Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Peresmian Pemberhentian dan Peresmian Pengangkatan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantaeng Masa Jabatan 2019-2024. Pelantikan berlangsung di Ruang Sidang Paripurna Gedung DPRD Kab. Bantaeng, pada Rabu (27/8/19)

Rapat Paripurna Istimewa dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Bantaeng, H. Abd. Rahman dan disaksikan oleh Bupati Bantaeng, H. Ilham Azikin, Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, para unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Anggota DPRD terpilih Provinsi Sulawesi Selatan, A. Sugiarti Mangun Karim, para Anggota Dewan Periode 2014-2019, serta para Kepala SKPD lingkup Pemkab Bantaeng.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan penghargaan dan hormat kepada seluruh anggota DPRD Kabupaten Bantaeng masa jabatan 2014-2019 yang baru saja mengakhiri masa tugasnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng Dr. H. Muhammad Yunus, M.Ag berkenan membacakan do'a.

Bupati menyampaikan bahwa ke depan hubungan harmonis antara DPRD dan Pemerintah Daerah yang selama ini sudah terbina dengan baik dapat dipertahankan. Nilai-nilai utama budaya Sipakatau, Sipakainga' dan Sipakalebbi, kiranya menjadi landasan dalam membina hubungan antara Pemerintah Daerah dan DPRD.

Bupati juga mengajak kepada seluruh anggota DPRD yang terhormat, untuk menyamakan irama dan gerak langkah, agar visi pembangunan Kab. Bantaeng lima tahun ke depan dapat diwujudkan. "Hanya dengan kolaborasi dan sinergitas yang kuat, program pembangunan dapat dilaksanakan danengurangi hambatan yang mungkin timbul", ucap Bupati.

Ditunjuk selaku Pimpinan Sementara Ketua DPRD masa jabatan 2019-2024 Hamsyah, A.Md dari Partai Persatuan Pembangunan, sedang Pratita Nareswari Putri Wijaya selaku Wakil Pimpinan Sementara. (mhd)



PENTAS PAI Tingkat Nasional 2019 Akan Digelar Di Sulsel, 1 Orang Peserta Asal Bantaeng Turut Perkuat Sulsel


Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Mengawali aktifitas di pekan terakhir pada bulan Agustus 2019, jajaran Kantor Kementerian Agma Kab. Bantaeng kembali menggelar apel pagi, (Senin, 26/8/19).

Apel pagi dihadiri oleh Kakan Kemenag Dr. H. Muhammad Yunus, M.Ag beserta jajaran pejabat struktural dan fungsional antara lain Kasubbag Tata Usaha, para Kepala Seksi/penyelenggara, serta jajaran Pengawas Madrasah/PAI dan seluruh karyawan/karyawati di oingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng.


Bertindak selaku pembina Apel, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) H. Muhammad Arfah, S.Ag sedang pemimpin barisan, Fafri. SH, Staf/Pelaksana pada Seksi PD Pontren.

Kasi PAIS dalam amanahnya menyampaikan bahwa PENTAS PAI atau  Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam Tingkat Nasional tahun 2019 tidak lama lagi akan digelar dan yang akan menjadi tuan rumah pada Pelaksanaan PENTAS PAI tingkat Nasional 2019 ini adalah Provinsi Sulawesi Selatan.

"Pentas PAI Tingkat Nasional IX tahun 2019 ini akan dilaksanakan di Asrama Haji Sudiang, Makassar, pada tanggal 9-14 Oktober 2019". Tutur H. M. Arfah.

Kegiatan Pentas PAI yang merupakan agenda dua tahunan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam bidang kreatifitas dan seni pendidikan agama Islam ini akan menjadi ajang kompetisi bagi peserta terbaik perwakilan provinsi dari seluruh Indonesia.

Kabupaten Bantaeng pada Pentas PAI Tingkat Nasional tahun 2019 ini berhasil mencatatkan 1 orang wakilnya untuk turut memperkuat provinsi Sulawesi Selatan bersama 23 peserta lainnya

Adalah Sahrul utusan dari SMA IT Khaerul Ummah Pattallassang Kec. Tompobulu yang pada gelaran Pentas PAI tingkat provinsi Sulsel 2019 yang dilaksanakan di Asrama Haji Sudiang Makassar beberapa waktu yang lalu berhasil keluar sebagai juara I pada cabang MTQ tingkat SMA/SMK (putra).

Semoga Sahrul dapat mengharumkan nama Kab. Bantaeng dan tentunya provinsi Sulawesi Selatan di ajang PENTAS PAI Tingkat Nasional ini. Demikian harapan Kepala Seksi PAIS H. Muhammad Arfah. (mhd)

Diikuti 60 Penyuluh Agama Se Indonesia, Penyuluh Non PNS Bantaeng Di Urutan 15, Dan Penyuluh PNS Soppeng Di Urutan 11

Jakarta, (Inmas Bantaeng) - Setelah mengikuti seluruh tahapan lomba yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat Kabupaten, hingga tingkat Nasional, sebanyak 12 Penyuluh Agama Islam yang terdiri dari 6 penyuluh agama PNS dan 6 Penyuluh agama Non PNS dari seluruh Indonesia telah membuktikan kapasitasnya sebagai penyuluh agama teladan tingkat Nasional tahun 2019.

Malam puncak penganugerahan atas 12 Penyuluh Agama Islam Teladan Tingkat Nasional tahun 2019 dilangsungkan di Hotel Holiday Jl. Gajah Mada, Jakarta Barat, Rabu (21/8/19).

Acara dihadiri oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, para Kakanwil Kemenag Provinsi dan Ka Kankemenag Kab/Kota, serta sejumlah bupati dan wali kota se Indonesia.

Turut hadir dalam kesempatan ini, Kakan Kemenag Kab. Bantaeng Dr. H. Muhammad Yunus, S.Ag, M.Ag dan Kakan Kemenag Kab. Soppeng Dr. H. Huzaemah, M.Ag, mendampingi Kakanwil Kemenag Sulsel H. Anwar Abubakar, S.Ag, M.Pd.

12 penyuluh teladan yang terdiri dari 6 Penyuluh PNS dan 6 Penyuluh Non PNS telah terpilih dan berhak mendapatkan penghargaan dari Kementerian Agama tahun ini berupa piagam dan uang pembinaan yang diserahkan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin didampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Bimas (Bimbingan Masyarakat) Islam, Muhammadiyah Amin.

Ajang pemilihan penyuluh teladan tingkat Nasional PNS 2019 ini menjadi perhelatan kesembilan kalinya, sementara untuk penyuluh Non PNS Teladan tingkat nasional 2019 merupakan kali kedua.

Kepada para peraih anugerah Penyuluh Teladan Nasional tahun 2019, Menag mengajak untuk memaknai anugerah sebagai kehormatan dan kemuliaan dalam menjalani tugas fungsi penerangan dan penyuluh kepada umat Islam. Ia juga mengimbau kepada penyuluh untuk mengedepankan rasa syukur dengan menjalani fungsi dan tanggung jawab sebagai penyuluh agama Islam sesuai esensi agama itu sendiri.

Berikut daftar penyuluh agama Islam PNS dan Non PNS peraih anugerah Penyuluh Teladan tahun 2019 untuk kategori Terbaik dan Harapan:

Penyuluh Agama Islam PNS:
  1. Terbaik I, Aiman Sholeha, utusan Provinsi Lampung
  2. Terbaik II, Shohibul Izhar, utusan Provinsi Jawa Timur
  3. Terbaik III, Siti Murdlijati Fauziah, utusan DKI Jakarta
  4. Harapan I, Moh Rosihin, utusan Provinsi Bali
  5. Harapan II, Nur Budi Handayani, utusan Provinsi Jawa Tengah
  6. Harapan III, Muhammad Kastawi, utusan Provinsi Sumatera Selatan

Penyuluh Agama Islam Non-PNS:
  1. Terbaik I, Heri Putra Effendi, utusan Provinsi Bengkulu
  2. Terbaik II, Ratna Ulfatul Fuadiyah, utusan Provinsi Jawa Tengah
  3. Terbaik III, Muhammad Faizin, utusan Provinsi Gorontalo
  4. Harapan I, Ahmad Syarif Fathoni, utusan Provinsi Jawa Timur
  5. Harapan II, Wahyu Hasanah, utusan Provinsi D.I Yogyakarta
  6. Harapan III, Ida Widaningsih, utusan Provinsi Jawa Barat.
Sedang Penyuluh Teladan utusan provinsi Sulawesi Selatan yang terdiri dari Penyuluh Non PNS asal Kab. Bantaeng atas nama Hamzah, S.PdI pada Pemilihan Penyuluh Teladan Tingkat Nasional kali ini harus puas diposisi 15 besar sementara Penyuluh PNS asal Kab. Soppeng Hj Masniah, S.Ag menempati urutan ke 11. Sukses buat Penyuluh teladan kita, semoga kedepan dapat mempersembahkan yang lebih baik lagi buat Provinsi Sulawesi Selatan serta Kabupaten yang kita cintai bersama. (mhd)

PORSADIN IV Tingkat Kabupaten Bantaeng Sukses Digelar, Ini Para Juara Yang Akan Diutus Ke Tingkat Provinsi

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - PORSADIN (Pekan Olah Raga dan Seni antar Santri Diniyah) IV tingkat Kab. Bantaeng tahun 2019 yang mempertandingkan 5 cabang lomba (Putra-Putri) sukses digelar Seksi PD Pontren Kantor Kemenag Bantaeng pada Kamis, 22 Agustus 2019.

PORSADIN IV tingkat Kab. Bantaeng tahun 2019 yang dibuka secara resmi Kasubbag Tata Usaha Kantor Kemenag Bantaeng H. Muh. Ahmad Jailani, S Ag, MA mewakili Kakan Kemenag didampingi Kasi PD Pontren Dra. Hj. St. Wahni, M.Pd bertempat di aula Kantor Kemenag Bantaeng ini diikuti sebanyak 74 santri dari 14 MDT (Madrasah Diniyah Takmiliyah) se Kab. Bantaeng,

Kegiatan tahunan pada Seksi PD Pontren Kantor Kemenag Bantaeng yang mengusung Tema : "Memperkokoh kebersamaan dan kesatuan dalam mewujudkan Generasi Indonesia Yang Berkarakter" ini akhirnya menjaring 8 orang santri yang akan mewakili Kab. Bantaeng pada Lomba PORSADIN tingkat Provinsi Sulsel tahun 2019 yang akan digelar 1 September 2019 mendatang bertempat di MAN 2 Model Makassar.

Ke 8 santri yang merupakan para juara I di setiap cabang lomba tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Muh. Nur, juara I lomba Lari Sprit Putra utusan MDT. Darul Ilmi SD Inp. Pullauwweng.
  2. Iqzanul Waliq Nurul, juara I lomba Lari Sprit Putri utusan MDT. Darul Ilmi SD 09 Lembang
  3. Nur Syam Lomba Pidato Bhs. Indonesia Putra usulan MDT Al- Mustarayyan
  4. Nur Indah yani juara I Pidato Bhs. Indonesia Putri utusan MDT Darul Ilmi SD 09 Lembang,
  5. Farel Rafael Setiawan, juara I Lomba Puisi Islami Putra utusan MDT. Darul Ilmi SD 09 Lembang
  6. Naurah, Juara I Lomba Puisi Islami putri, utusan MDT. Ma'arif Lumpangang
  7. Muh. Aqil Nizan Tahfidz Juz 30 Putra, utusan MDT Al- Mustarayyan,
  8. Izza Octa Happy, juara I Lomba Tahfidz Juz 30 Putri utusan MDT. Nurul Rahmat SD Inp. Lonrong
Sedang untung cabang lomba cerdas cermat tidak dilombakan di tingkat provinsi

Semoga para duta-duta Kab. Bantaeng ini bisa mempersembahkan yang terbaik di tingkat Provinsi dan selanjutnya semoga dapat mewakili Sulawesi Selatan pada PORSADIN tingkat Nasional tahun 2019 di Bangka Belitung nanti.




Selengkapnya daftar nama Juara PORSADIN IV tingkat Kab. Bantaeng tahun 2019 adalah sebagai berikut:

1. Lari Sprint Putra:
  1. Muh. Nur juara 1 asal MDT. Darul Ilmi SD Inp. Pullauwweng
  2. Fandi Ardiansyah Juara II asal MDT Nurul Rahmat Lonrong
  3. Yusri Juara III asal MDT Darul Ilmi SD 09 Lembang

2. Lari Sprint Putri
  1. Iqzanul Waliq Nurul Juara I asal MDT. Darul Ilmi SD 09 Lembang
  2. A. Fitri Juara II asal MDT. Ma'arif Lumpangang
  3. Nur Husnah Juara III asal MDT. Nurul Rahmat Lonrong

3. Pidato Bahasa Indonesia Putra 
  1. Nur Syam Juara I asal MDT Al- Mustarayyan
  2. Nur Alam Alwansyah Juara II asal MDT Darul Ilmi SD 09 Lembang
  3. Muhammad Reski Ramadhan Juara III asal MDT. DDI Mattoanging

4. Pidato Bahasa Indonesia Putri
  1. Nur Indah yani, Juara I asal MDT .Darul Ilmi SD 09 Lembang
  2. Nabila Nadya Putri Juara II asal MDT. Nurul Rahmat Lonrong
  3. Muflihatul Khaerat Juara III asal MDT .Al- Mustarayyan

5. Puisi Islami Putra 
  1. Farel Rafael Setiawan Juara I, asal MDT. Darul Ilmi SD 09 Lembang
  2. Dwi Andika Putra Juara II asal MDT. DDI Mattoanging
  3. M. Ilham juara III asal MDT. Muhammadiyah Rappoa

6. Puisi Islami Putri
  1. Naurah Juara I asal MDT. Ma'arif Lumpangang
  2. Nur Azkiyah Said Juara II asal MDT. Yafqah Tombolo
  3. Annisa Hildayanti juara III asal MDT .Darul Ilmi SD 09 Lembang

7. Lomba Tahfidz Juz 30 Putra
  1. Muh. Aqil Nizan Juara I asal MDT .Al- Mustarayyan
  2. A.Muhammad Ilham Nur Juara II asal MDT. Muhammadiyah Rappoa
  3. Muh. Nizar juara III asal MDT. Guppi Jatia.

8. Lomba Tahfidz Juz 30 Putri
  1. Izza Octa Happy Juara I asal MDT. Nurul Rahmat SD Inp. Lonrong
  2. Sulaiha Juara II asal MDT. Al- Mustarayyan
  3. Nur Sahira juara III asal MDT.Darul Ilmi 09 Lembang


KTU Kemenag Bantaeng Hadiri Pertemuan Koordinasi Tim KOMPAK dan Konsultasi Penyusunan DAP

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Berlangsung di Hotel Ahriani Bantaeng, Pertemuan Koordinasi Tim KOMPAK dan Konsultasi Penyusunan District Action Plan (DAP) Kabupaten Bantaeng dibuka Kamis . (22/08/19) pagi oleh Wakil Bupati Bantaeng, H Sahabuddin.

Pertemuan Koordinasi dalam rangka Memasuki fase kedua Program KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan) tahun 2019-2022 di Kabupaten Bantaeng, dijadwalkan berlangsung hingga Jum'at, 23 Agustus 2019.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pimpinan SKPD, diantaranya Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah, H Hartawan Zainuddin, beberapa perwakilan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) serta Camat dan perwakilan instansi vertikal seperti Kementerian Agama.

Dalam kesempatan ini Kasubag Tata Usaha H. Muh Ahmad Jailani, S.Ag, MA hadir mewakili bapak Kepala Kantor Kemenag Bantaeng.

Ahmar Djalil selaku Provincial Manager KOMPAK Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel) mengatakan bahwa peserta pertemuan merupakan orang-orang yang didelegasikan berdasarkan Keputusan Bupati Bantaeng.

Beberapa diantara peserta merupakan orang baru bergabung ke dalam Tim Koordinasi Pelaksana Program KOMPAK Kabupaten Bantaeng Tahun 2019-2022.

"Mungkin ada anggota Tim Teknis yang baru karena ada yang pindah dari OPD satu ke yang lainnya. Makanya perlu kita refesh dan menyesuaikan SK Bupati", tutur Ahmar.

Lebih lanjut kata Ahmar, penyesuaian juga serta merta harus dilakukan terhadap sektor mana saja yang akan menjadi sasaran implementing KOMPAK di Bantaeng.

"Dulu di fase pertama KOMPAK, kita lakukan pendekatan project. Sekarang melalui pendekatan tema sektor", jelasnya.

Jika dulu kata dia, semua sektor digarap mulai pendidikan, kesehatan, pertanian, sampai ke sektor kependudukan. Di fase kedua mengerucut pada sektor tertentu saja sesuai hasil assestment KOMPAK bersama Pemerintah Kabupaten Bantaeng.

Dari sektor sasaran itu, satu diantaranya diterangkan bahwa KOMPAK saat ini semakin intens menyasar komoditi rumput laut dan kopi pada sektor kelautan dan perkebunan.

"Sampai saat ini sudah ada beberapa proses kita lalui. Ini terkait bagaimana intervensi kami terhadap kegiatan tersebut untuk menjadikannya sebagai piloting", bebernya.

Menanggapi itu, Sahabuddin yang membacakan sambutan tertulis Bupati Bantaeng mengajak peserta pertemuan pro aktif untuk bisa memahami program KOMPAK. Seperti apa dan bagaimana langkah yang harus diambil, baik bagi mereka yang sudah lama maupun masih baru bergabung bersama KOMPAK.

"Manfaatkan sebaik mungkin pertemuan ini dalam rangka upaya kita semua mengambil bagian meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tentu saja lawannya adalah menurunkan angka kemiskinan", imbuh Wabup Bantaeng.

Dia juga mengapresiasi penuh peran maksimal yang dipersembahkan KOMPAK sejak hadir di Bantaeng tahun 2017 lalu. Menurutnya KOMPAK telah berkontribusi banyak terhadap akselerasi dan percepatan pembangunan pada kota berjuluk Butta Toa (Tanah Tua) ini.

"Mari kita berkolaborasi dan memanfaatkan kehadiran KOMPAK sebaik-baiknya. Kehadiran KOMPAK sudah banyak membantu Pemda", pungkasnya.

Pertemuan serupa disiapkan dilaksanakan minimal 2 atau 3 kali dalam setahun. Dengan begitu akan diperoleh capaian yang diharapkan, termasuk untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi untuk kemudian didapatkan solusi penanganan.

Oleh Ahmar kembali dipaparkan jika koordinasi yang dibangun pihaknya itu dalam rangka menyamakan persepsi sekaligus langkah mentoring awal kepada OPD sebagai unit pelaksana teknis di lapangan terhadap program dan kegiatan.

Pada perjalanannya akan menghasilkan rumusan dokumen dari piloting tersebut. Ahmar menegaskan jima dokumen itu dapat diimplementasikan pada sektor maupun komoditi lainnya yang ada di Kabupaten Bantaeng.

Senada disampaikan Community Engagement Coordinator KOMPAK, Sarwansah Sahabuddin. Dia menerangkan metode mentoring yang diberikan KOMPAK diarahkan agar OPD bisa mandiri dalam menjalankan kegiatannya.

"Harapan kita, Pemkab Bantaeng dalam hal ini OPD terkait nantinya akan mandiri menjalankan program dan kegiatannya. Mentoring kita berikan lagi misalnya ada kendala. (mhd)

Kakan Kemenag Bantaeng Hadiri Malam Anugerah Penyuluh Agama Islam Teladan 2019

 
Jakarta, (Inmas Bantaeng) - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI telah menuntaskan seluruh tahapan Pemilihan Penyuluh Agama Islam PNS dan Non PNS Teladan tingkat Nasional tahun 2019, setelah 60 Penyuluh Teladan dari Seluruh Provinsi se Indonesia telah tampil menyampaikan makalahnya di hadapan dewan juri bertempat di Hotel Holiday Jl. Gajah Mada, Jakarta Barat, pada Selasa 20 Agustus 2019.

Malam anugerah penyuluh Agama Islam Teladan 2019 sebagai malam puncak penganugerahan atas 12 Penyuluh Agama Islam Teladan Tingkat Nasional tahun 2019 yang digelar Rabu (21/8/19) malam dihadiri oleh Kakanwil Kemenag Provinsi dan Kepala Kankemenag Kab/Kota, serta para bupati dan wali kota se Indonesia.

Turut hadir Kakan Kemenag Kab. Bantaeng Dr. H. Muhammad Yunus, S.Ag, M.Ag dan Kakan Kemenag Kab. Soppeng Dr. H. Huzaemah, M.Ag, mendampingi Kakanwil Kemenag Sulsel H. Anwar Abubakar, S.Ag, M.Pd.



Sebanyak 12 penyuluh teladan yang terdiri dari 6 Penyuluh PNS dan 6 Penyuluh Non PNS telah terpilih dan berhak mendapatkan penghargaan dari Kementerian Agama tahun ini.

Piagam dan uang pembinaan diserahkan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin pada malam Anugerah Penyuluh Agama Islam Teladan PNS dan Non PNS 2019 tersebut.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bimas Islam, Muhammadiyah Amin dalam laporannya mengatakan ajang Pemilihan Penyuluh Agama Islam Teladan tahun 2019 diikuti 60 peserta. Mereka adalah peserta terbaik hasil seleksi berjenjang yang dilakukan sejak tingkat kabupaten/kota dan provinsi.

"Inovasi dalam pemilihan penyuluh teladan tahun ini di mana kami mengundang pemerintah daerah seperti bupati dan walikota yang telah menaruh perhatian dengan membantu kendaraan operasional roda dua kepada penyuluh," ujar Muhammadiyah Amin.

Ajang pemilihan penyuluh teladan tingkat Nasional PNS 2019 ini menjadi perhelatan kesembilan kalinya. Sementara untuk penyuluh Non PNS Teladan tingkat nasional 2019 merupakan kali kedua.

Di acara tersebut, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak penyuluh agama Islam di Indonesia untuk mendakwahkan Islam sebagai agama yang menebarkan salam dan kedamaian.

"Agama itu mengajak kebajikan. Mari bawakan Islam dan dakwahkan Islam sebagai agama yang menebarkan salam dan kedamaian kepada siapa pun di mana pun dan kapan pun. Dakwah itu mengajak, bukan sebaliknya, agama membuat kita saling terpisah-pisah," ujar Menag.

Ia pun menyebut Islam adalah agama kemanusiaan dan hadir untuk mengangkat harkat martabat kemanusiaan sesuai perkembangan peradaban zaman. Inti ajaran Islam adalah kemanusiaan.

Menag kemudian mengajak kepada penyuluh sebagai garda terdepan untuk senantiasa menjaga dan memelihara warisan peninggalan yang baik baik dari para pendahulu.

Menurut Menag, apa yang telah diraih bangsa Indonesia dalam menjaga kerukunan antar umat beragama dan menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang dikenal dunia tidak bisa lepas dari nilai-nilai agama adalah buah dari apa yang disemai oleh para pendahulu.

Karena itu, menjadi tugas bangsa saat ini untuk melahirkan nilai-nilai maslahat atau inovasi sesuai konteks kekinian. Islam sangat peduli dengan aspek sosial dan semua itu bermuara pada kemanusiaan. Itulah esensi Islam di tengah kemajemukan.

Kepada para peraih anugerah Penyuluh Teladan Nasional 2019, Menag mengajak untuk memaknai anugerah sebagai kehormatan dan kemuliaan dalam menjalani tugas fungsi penerangan dan penyuluh kepada umat Islam. Ia juga mengimbau kepada penyuluh untuk mengedepankan rasa syukur dengan menjalani fungsi dan tanggung jawab sebagai penyuluh agama Islam sesuai esensi agama itu sendiri.

"Saya ikut merasakan problematika yang dihadapi para penyuluh agama Islam di lapangan dan saya sangat menyadarinya. Dan itu menjadi tanggung jawab kami dalam mencari solusinya," ucap Menag.

Berikut daftar penyuluh agama Islam PNS dan Non PNS peraih anugerah Penyuluh Teladan tahun 2019 untuk kategori Terbaik dan Harapan:

Penyuluh Agama Islam PNS:
  1. Terbaik I, Aiman Sholeha, utusan Provinsi Lampung
  2. Terbaik II, Shohibul Izhar, utusan Provinsi Jawa Timur
  3. Terbaik III, Siti Murdlijati Fauziah, utusan DKI Jakarta
  4. Harapan I, Moh Rosihin, utusan Provinsi Bali
  5. Harapan II, Nur Budi Handayani, utusan Provinsi Jawa Tengah
  6. Harapan III, Muhammad Kastawi, utusan Provinsi Sumatera Selatan

Penyuluh Agama Islam Non-PNS:
  1. Terbaik I, Heri Putra Effendi, utusan Provinsi Bengkulu
  2. Terbaik II, Ratna Ulfatul Fuadiyah, utusan Provinsi Jawa Tengah
  3. Terbaik III, Muhammad Faizin, utusan Provinsi Gorontalo
  4. Harapan I, Ahmad Syarif Fathoni, utusan Provinsi Jawa Timur
  5. Harapan II, Wahyu Hasanah, utusan Provinsi D.I Yogyakarta
  6. Harapan III, Ida Widaningsih, utusan Provinsi Jawa Barat.
Sedang Penyuluh Teladan Non PNS utusan Provinsi Sulawesi Selatan atas nama Hamzah, S.PdI yang merupakan Penyuluh Agama Islam asal Kec. Pa'jukukang Kab. Bantaeng pada Pemilihan Penyuluh Teladan Tingkat Nasional kali ini telah memberikan performa yang cukup maksimal namun karena persaingan yang cukup ketat dan sangat kompetitif, Hamzah hanya berhasil menempati urutan 15 besar sementara Penyuluh PNS asal Kab. Soppeng menempati urutan ke 11. Sukses buat Penyuluh teladan kita, semoga kedepan dapat mempersembahkan yang lebih baik lagi buat Provinsi Sulawesi Selatan serta Kabupaten yang kita cintai bersama. (mhd)

Bangun Karakter Siswa, MTs NT Tompong Bantaeng Programkan Shalat Dhuha, Dan Kultum Setiap Pagi

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Untuk membangun dan memperkuat karakter siswa, MTs NT Tompong membuat program shalat dhuha tiap-tiap kelas. Pelaksanaan shalat dhuha ini dimulai pukul 07.10 dan dilaksanakan di lapangan madrasah.

Seperti biasanya sebelum bel dibunyikan pertanda dimulainya proses pembelajaran, seluruh siswa langsung bersiap-siap mengambil air wudhu dan mengambil shaf di halaman sekolah yang telah dipersiapkan untuk melaksanakan sholat dhuha secara berjamaah.

Kegiatan yang telah diprogramkan pada kelas masing-masing ini dilaksanakan dengan tertib dan penuh khusyu.

Sebelumnya, Siswa secara bersama membaca surah Arrahman yang dilanjutkan shakat dhuha secara berjamaah bersama segenap guru dan staf Adm MTs NT Tompong Bantaeng dan Kepala Madrasah pun tampak ikut berbaur diantara siswa.

"Manfaat dari sholat dhuha diantaranya adalah membuat hati terasa tenang, mengatasi rasa gelisah, pikiran jernih dan masih banyak manfaat yang dapat dirasakan, Program ini sudah berjalan sejak kami bertugas menjadi kepala madrasah tanggal 2 -8-2019". Ungkap Kamad MTs NT Tompong.

Kepala MTs NT Tompong, Muh. Yusuf S.pd.I.,M.Si mengungkapkan, kegiatan shalat Dhuha adalah bentuk implementasi pembelajaran. “Kegiatan ini mengacu pada kompetensi inti menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya. Shalat dhuha dapat menguatkan karakter dan sikap spiritual religius dalam kerangka nilai-nilai keislaman,” ujarnya

Endang Putri, salah seorang Siswa kelas 9, mengaku merasa senang dengan pembiasaan shalat dhuha ini, karena fikiran jadi lebih jernih, fresh, hati tenang dan positif saat akan memulai proses kegiatan pembelajaran dimulai. Akunya

"Kami selaku Kepala Madrasah yang baru bertugas berkomitmen untuk membangun madrasah yang lebih baik. prinsip kami bahwa siswa yang brangkat dari rumahnya tentu mereka sudah melakukan sarapan Fisik dirmhnya dan kami di madrasah juga menyiapkan sarapan Rohani melalui shalat dhuha dan membaca Alquran". Tuturnya.

Adapun isi kultum yang disampaikan pada pagi hari ini adalah terkait bagaimana menanamkan kepada siswa dan guru untuk senantiasa Membaca alqur'an baik dan menanamkn nilai-nilai Al Qur'an di Madrasah maupun di rumah dan dilingkungan sekitar kita. (ysf/mhd)

Kantor Kemenag Bantaeng Inisiasi Kegiatan Bimtek Usulan Kenaikan Pangkat JFT


Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Dalam rangka pembinaan dan bimbingan kepegawaian bagi Jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng terkait kenaikan pangkat dan golongan, Kepala Kantor Kemenag Bantaeng menginisiasi kegiatan yang kemudian ditindak lanjuti oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha bersama Plt Kasi Pendidikan Madrasah Kankemenag Bantaeng dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) usul kenaikan pangkat jabatan fungsional tertentu dalam lingkup jajaran Kementerian Agama Kab. Bantaeng.

Bimtek yang dikemas dalam sebuah kegiatan bertajuk Bimbingan Teknis Usul Kenaikan Pangkat Dalam Rumpun Jabatan Fungsional Tertentu Lingkup Kantor Kemenag Bantaeng ini dilaksanakan di Aula Kantor BAZNAS Bantaeng jalan. Dr. Ratulangi Kel. Letta Kec. Bantaeng. (Kamis 22 Agustus 2019).

Bimtek diikuti sebanyak 125 orang peserta yang terdiri dari unsur Guru Madrasah, Pengawas Madrasah dan PAI, Penyuluh, Penghulu dan staf/pelaksana dilingkungan Kantor Kemenag Bantaeng.




Bimtek menghadirkan pengelola kepegawaian pada Biro Kepegawaian dan Ortala Kementerian Agama RI pusat sebagai narasumber yakni Bapak Maruli dan Bapak Sulaiman.

Bimtek yang berlangsung selama sehari ini dibuka secara resmi oleh bapak Kasubag Tata Usaha Kantor Kemenag Bantaeng H. Muh. Ahmad Jailani, S.Ag, M.A mewakili Kepala Kantor didampingi Kasi Bimas Islam Drs. H. M. Ribi, MM yang juga Plt Kasi Pendidikan Madrasah Kankemenag Bantaeng.

Dalam sambutannya H. Ahmad Jailani mewakili kepala kantor menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para narasumber yang telah berkenan hadir guna memberikan pencerahan kepada segenap jajaran Kementerian Agama Kab. Bantaeng terkait usul kenaikan pangkat jabatan fungsional tertentu.

Kasubag TU juga tak lupa menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada segenap panitia pelaksana yang telah menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis ini dimana Panitia Pelaksana yang diketuai oleh Fahmi Dahlan, S.Ag, M.Pd.I, dengan Sekretaris, Sopyan Yasri, S.Ag, M.Sos.I dan bendahara oleh ibu Hj. St. Rohani Majid, S.Ag, MM ini baru terbentuk sehari sebelum kegiatan Bimtek ini dilaksanakan namun berkat kerjasama dan koordinasi yang baik dari segenap Panitia Pelaksana, Bimtek dapat terlaksana dengan baik. Ungkap Kasubag TU.

Akhirnya Kasubag TU berharap agar para peserta yang mengikuti kegiatan dengan biaya mandiri sesuai dengan yang ditetapkan panitia pelaksana ini dapat mengikuti Bimtek ini dengan baik dan berharap dengan Bimtek ini para aparatur sipil negara di lingkungan Kantor Kemenag Bantaeng khususnya Golongan IIIc sampai dengan IVa ini dapat tercerahkan terkait proses atau prosedur pengusulan kenaikan pangkat dalam hal ini usulan kenaikan pangkat dari IIIc ke IIId dan seterusnya hingga dari IVa ke IVb. (mhd)

Buka PORSADIN IV, KTU Kemenag Bantaeng Berharap Tanamkan Pendidikan Moral Dan Moderasi Beragama Sejak Dini

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Diikuti Sebanyak 74 santri dari 14 MDT (Madrasah Diniyah Takmiliyah) se Kab. Bantaeng, Pekan Olah Raga dan Seni antar Santri Diniyah (PORSADIN) tingkat Kab. Bantaeng tahun 2019 dibuka secara resmi Kasubbag Tata Usaha Kantor Kemenag Bantaeng H. Muh. Ahmad Jailani, S Ah, MA mewakili Kepala Kantor, didampingi Kepala Seksi PD Pontren Dra. Hj. St. Wahni, M.Pd bertempat di aula Kantor Kemenag Bantaeng (Kamis, 22/8/19).

Kegiatan tahunan pada Seksi PD Pontren Kantor Kemenag Bantaeng yang akan berlangsung selama sehari ini mengusung Tema : "Memperkokoh kebersamaan dan kesatuan dalam mewujudkan Generasi Indonesia Yang Berkarakter".

PORSADIN IV tingkat Kab. Bantaeng tahun 2019 ini mempertandingkan 5 cabang lomba yakni : Lomba Atletik (Lari Sprint) diikuti sebanyak 25 santri, Lomba Pidato Islami diikuti sebanyak 17 santri, Lomba  Cerdas Cermat diikuti 6 regu (masing-masing regu 3 orang santri) , Lomba Tahfidz diikuti 13 santri, dan lomba Puisi Islami diikuti 18 Santri demikian dilaporkan Ketua Panitia.



Para juara dari PORSADIN tingkat Kabupaten Bantaeng ini nantinya akan diutus mewakili Kab. Bantaeng pada PORSADIN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang akan digelar pada tanggal 1 September 2019 bertempat di MAN 2 Makassar.

Kasubbag TU H. Ahmad Jailani dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang setinggi-setingginya kepada Kepala Seksi PD Pontren beserta jajaran serta segenap Panitia Pelaksana dan para pembina MDT yang telah menggagas kegiatan PORSADIN ini meskipun diketahui bahwa kegiatan ini tidak didukung dengan ketersediaan dana pada DIPA Kantor Kemenag Bantaeng sebagaimana dilaporkan oleh Ketua Panitia, yang merupakan salah seorang pembina MDTA di Kab. Bantaeng yang juga adalah istri dari bapak Kasubag TU.


"Saya berharap kepada anak-anakku  sekalian agar dalam mengikuti PORSADIN ini, jangan hanya mencari juara tetapi lebih dari itu ini dapat dijadikan modal dalam menghadapi hidup yang semakin kompleks kedepan". Tuturnya

*Juara bukanlah yang utama, akan tetapi kesungguhan dan keseriusan anak-anakku dalam mengikuti lomba ini, yang mungkin kesempatan ini tidak dimiliki oleh anak-anak lain diluar sana, ini tentunya merupakan salah satu kebanggaan tersendiri". Tambahnya.

"Seni adalah mengola rasa, olahraga mengolah fisik, semoga dengan kegiatan ini, kita dapat menanamkan sifat saling memahami dan saling menghormati kepada sesama". Harapnya.

"Akhirnya atas nama Kepala Kantor Kemenag Bantaeng, saya berharap semoga dengan kegiatan PORSADIN Kab. Bantaeng ini kita dapat mengedepankan pendidikan moral dan moderasi beragama sejak dini kepada para anak didik". Imhuhnya.

"Dan kepada para peserta, saya mengucapkan selamat bertanding, semoga bisa bisa menghasilkan yang terbaik dan akan mewakili Kab. Bantaeng di tingkat Provinsi dan selanjutnya semoga dapat mewakili Sulawesi Selatan pada PORSADIN tingkat Nasional di Bangka Belitung nanti" Pungkasnya. (mhd)


Tim Sepak Takraw Putra MTsN Bantaeng Berhasil Pertahankan Gengsi


Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Pekan Olah Raga (POR) Pelajar tahun 2019 Kabupaten Bantaeng telah usai digelar diawal pekan bulan Agustus 2019 yang lalu. Dalam event ini, MTs Negeri Bantaeng berhasil meraih medali emas pada cabang Sepak Takraw putra.

Tim dibawah binaan Ismail, S.Or.,S.Pd. ini menurunkan pemain Muh. Nur Alimin sebagai tekon, Risal dan Riswan masing-masing sebagai apit. Hasil ini semakin menegaskan bahwa dalam setiap event olah raga dalam kancah Kabupaten, MTsN Bantaeng tidaklah dipandang sebelah mata sebab setiap tahunnya tidak pernah alpa dalam gelar baik itu dicabang atletik, bulutangkis putri, dan bola volley putri dan kali ini pada cabang sepak takraw.

Terkhusus cabang sepak takraw putra, kini kembali diuji kemampuannya dalam rangkaian lomba perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI Ke-74 tingkat kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng yang berlangsung di Moti Desa Baji Minasa. Pada event kali ini, yang turut berkompetisi sebanyak sebelas (11) sekolah/madrasah.
Menurut penuturan Pembina Takraw – Ismail, S.Or.,S.Pd bahwa di awal kompetisi, perjalanan Tim Takraw MTsN Bantaeng melaju dengan mulus, namun setelah memasuki babak semi final dipertemukan dengan SMP 4 Gantarang Keke yang melakukan perlawanan sengit yang membuat Ismail sebagai pembina agak was-was dan khawatir apalagi pada set pertama poin saling kejar mengejar bahkan sempat deuice. Namun pada akhirnya, permainan berhasil dimenangkan oleh MTsN Bantaeng dengan kemenangan dua set langsung.

Di babak final, tim Takrow MTsN Bantaeng kembali dipertemukan dengan tim takraw dari SMPN 1 Gantarang Keke. Pertandingan ini diakhiri dengan kemenangan dua set atas MTsN Bantaeng, yang kemudian dinobatkan sebagai peraih juara 1 dengan medali emas. Capaian ini membuat gengsi juara sepak takraw kabupaten berhasil dipertahankan. (abn/mhd)

Terkesan Sulit Naik Pangkat?. Kemenag Bantaeng Akan Undang Narasumber Dari Biro Kepegawaian Untuk Beri Pencerahan


Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Dalam rangka pembinaan dan bimbingan kepegawaian di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng, sub bagian tata usaha Kankemenag Bantaeng berencana akan menghadirkan pengelola kepegawaian pada Biro Kepegawaian Kementerian Agama RI untuk memberikan pencerahan kepada segenap jajaran Kementerian Agama Kab. Bantaeng yang menurut rencana akan dilaksanakan pada hari Kamis, 22 Agustus 2019.

Sehubungan dengan itu, bertempat di ruang Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kankemenag Bantaeng, siang ini, Kasubag TU H. M. Ahmad Jailani, S.Ag, M.A mengundang segenap jajaran untuk menghadiri Rapat Persiapan (Rabu, 21/8/19).

Rapat dipimpin langsung oleh Kasubbag Tata Usaha H. M. Ahmad Jailani, S.Ag, M.A didampingi Kepala Seksi Bimas Islam yang juga Plt Kasi Penmad Drs. H. M. Ribi, MM.

Rapat persiapan dihadiri antara lain oleh masing-masing Ketua KKM (Kelompok Kerja Madrasah) mulai tingkat MI, MTs, dan MA, Ketua Pokjaluh, Ketua Pokjahulu dan semua unsur Pokjawas Madrasah dan PAI.

Rapat membahas mengenai persiapan pelaksanaan Bimbingan dan Pembinaan Kepegawaian yang dikemas dalam kegiatan bertajuk "Bimbingan Teknis Usul Kenaikan Pangkat Dalam Rumpun Jabatan Fungsional Tertentu Lingkup Kantor Kemenag Bantaeng" yang menurut rencana akan dilangsungkan di Gedung BAZNAS Bantaeng, Jl. Dr. Ratulangi Kab. Bantaeng pada hari Kamis, tanggal 22 Agustus 2019.

Rapat menetapkan pula Panitia Pelaksana Kegiatan yang diketuai oleh Fahmi Dahlan, S.Ag, M.Pd.I, Sekretaris, Sopyan Yasri, S.Ag, M.Sos.I dan bendahara oleh ibu Hj. St. Rohani Majid, S.Ag, MM.

Adapun narasumber pada kegiatan Bimtek ini diantaranya adalah bapak Maruli, pelaksana Kepegawaian pada Biro Kepegawaian yang menangani kenaikan pangkat Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk wilayah sulsel khususnya guru, pengawas dan penghulu yang telah dikonfirmasi kesiapannya untuk hadir di acara tersebut.

"Alhamdulillah... Pak Maruli pengelola kepegawaian yang menangani kenaikan pangkat Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk wilayah sulsel khususnya guru, pengawas dan penghulu berkenan hadir ke Bantaeng untuk memberi bimbingan kepada pegawai. Semoga kehadiran beliau bersama tim dapat memberi solusi atas keluhan kawan-kawan guru dan pengawas yang selama ini terkesan sulit naik pangkat dan golongan". Demikian pesan singkat yang disampaikan bapak Kakan Kemenag Dr. H. Muhammad Yunus, M.Ag melalui WhatsApp, ketika menyambangi Biro Kepegawaian Kemenag RI pada Rabu, 21/8/19.

Menurut panitia, Bimtek yang akan berlangsung sehari ini diperuntukkan khusus untuk pengusulan kenaikan pangkat dari IIId ke IVa dan IVa ke IVb. (mhd)

Penyuluh Agama Asal Bantaeng Wakili Sulsel Di Ajang Pemilihan Penyuluh Agama Teladan Tingkat Nasional 2019


Jakarta, (Inmas Bantaeng) - Setelah melalui sejumlah tahapan mulai dari presentasi di tingkat kabupaten dan di tingkat provinsi, serta verifikasi dan monitoring di lapangan, hingga tahap penilaian portofolio dan video pendek yang dikirim langsung ke Kementerian Agama RI, kegiatan Pemilihan Penyuluh Agama Islam teladan kini memasuki tahapan puncak yakni Pemilihan Penyuluh Agama Islam teladan Tingkat Nasional tahun 2019 yang berlangsung di Jakarta (19-23 Agustus 2019) dan diikuti oleh 34 provinsi se Indonesia.

Pemilihan Penyuluh Agama Islam Teladan Tingkat Nasional tahun 2019 dibuka secara  resmi oleh Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Muhammadiyah Amin, M.Ag bertempat di Hotel Holiday Jl. Gajah Mada, Jakarta Barat, (Senin, 19/08/2019).

Dalam sambutanya, Muhammadiyah Amin menyampaikan bahwa Kementrian Agama merasa berhutang moral terhadap penyuluh agama Islam Non PNS yang telah memberikan kontribusi terhadap pembangunan bangsa dan negara termasuk menciptakan stabilitas keamanan terhadap faham-faham radikalisme dan terorisme yang fundamentalisem dan juga mendorong terciptanya masyarakat yg sejahtera melalui kelompok-kelompok produktif. Ungkapnya.

"Ajang lomba penyuluh ini bukan untuk saling memperlihatkan keunggulan peserta tetapi kementerian agama ingin mengukur secara umum sejauhmana penyuluh agama melakukan inovasi dalam perbaikan masyarakat". Tutur Dirjen.

Dalam lomba ini, Provinsi Sulawesi Selatan diwakili 2 orang peserta yakni: Hj Masniah, S.Ag, Penyuluh Fungsional (PNS) asal Kab. Soppeng dengan judul makalah "Peran Penyuluh Agama Islam Terhadap Peningkatan Ekonomi Masyarakat), dan Hamzah, S.Pd.I yang merupakan Penyuluh Non PNS asal Kab. Bantaeng dengan makalah berjudul  "Metode Pencegahan dan Penanganan Penyalahgunaan Narkoba".

Dalam ajang ini, peserta dari Sulawesi Selatan didampingi oleh Kepala Seksi Penyuluh Agama Islam Kanwil Kemenag Sulsel, H. Misbahuddin, MA, Kakan Kemenag Soppeng Dr. H. Huzaemah, M.Ag, Kepala Seksi Bimas Islam Kab. Soppeng, H. Muhammad Darwis, M.Ag, dan Ketua Pokjaluh Kab. Soppeng, Azsriana, S.Ag.,M.Pd.I.

Sedang Kepala Kantor Kemenag Bantaeng Dr. H. Muhammad Yunus, M.Ag, dijadwalkan hari ini akan hadir memenuhi undangan bersama bapak Bupati Bantaeng Dr. H. Ilham Syah Azikin guna menyaksikan penerimaan penganugrahan dari Bapak Menteri Agama RI.





Penyuluh Agama Teladan asal Bantaeng, Hamzah, S.Pd.I sukses memaparkan makalahnya dihadapan dewan juri yang berasal dari unsur akademisi dan budayawan pada Selasa malam pukul 22,30 di hotel Holiday Jl. Gajah Mada, Jakarta Barat, (20/08/19).

Mari bersama mendo'akan Penyuluh Agama Teladan asal Sulawesi Selatan khusunya Penyuluh Non PNS asal KUA Kecamatan Pa'jukukang Bantaeng ini agar sukses melangkah ke tahapan selanjutnya yakni tahap 6 besar, dan semoga utusan Sulawesi Selatan ini meraih hasil yang terbaik di ajang Pemilihan Penyuluh Agama Islam Teladan Tingkat Nasional Tahun 2019 ini. Amiin ya Robbal Almaiin. (hmz/mhd).


MTs Ma'arif Puro'ro Kecamatan Tompobulu Bantaeng Pertahankan Tradisi Juara 3 Tahun Berturut-Turut

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Siswa-siswi madrasah kembali menunjukkan kehebatannya setelah siswa-siswi MTs Ma'arif Puro'ro Kec. Tompobulu berhasil keluar sebagai juara umum I pada lomba perkemahan yang digelar dalam rangka merayakan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-74 tahun 2019 tingkat Kec. Tompobulu Kab. Bantaeng.

MTs. Ma'arif Puro'ro Kecamatan Tompobulu berhasil mengungguli 15 lembaga pendidikan lainnya yang terdiri dari 11 Madrasah dan 4 SMP,

MTs.Ma'arif Puro'ro yang setiap tahun mengikuti kegiatan ini, pada perayaan HUT RI ke 74 kali ini kembali menorehkan prestasi gemilang untuk yang ketiga kalinya dengan mempertahankan predikat juara umum I selama 3 tahun berturut-turut dengan perolehan poin sebanyak 30 poin dengan perhitungan : 3 poin untuk perolehan emas, 2 poin untuk perak dan 1 point untuk perunggu.

Adapun perolehan medali yang berhasil diraih MTs Ma'arif Puro'ro pada lomba perkemahan yang berlangsung selama 4 hari (15-18/8/19) di lapangan Sapa Bintoeng Banyorang Kec. Tokpobulu ini adalah sebagai berikut:

  1. Juara I Lomba Puisi
  2. juara I Lomba Da'i Cilik
  3. Juara I Lomba Catur PA
  4. Juara 2 Catur PA
  5. Juara 3 Catur PA
  6. Juara 2 Catur PI
  7. juara II Tari
  8. Juara II Tadarus,
  9. Juara 2 Volli PA,
  10. Juara 2 Takrow 
  11. Juara 2 Lomba Pionering,
  12. Juara 2 Yel-yel contest
  13. Juara II  LKBB PA
  14. Juara 2 LKBB PI
  15. Juara 2  Parade Semaphore

Dalam memeriahkan HUT RI ke 74 tahun 2019, yang pelaksanaanya dimeriahkan berbagai kegiatan lomba khususnya pelaksanaan di Kec. Tompobulu, yang diikuti oleh beberapa lembaga pendidikan baik pendidikan Umum dari tingkat SD,    SMP serta SMA.

Kamad MTs Ma'arif Puro'ro Muh. Adnan, S.PdI, M.Pdi secara pribadi dan kelembagaan menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada segenap dewan guru yang telah membina dan membimbing para siswa selama ini, semoga prestasi ini dapat dipertahankan demi menunjukkan bahwa Madrasah memang hebat dan bermartabat. (mhd).


Juara II Mapel Kimia Pada KSM Tingkat Sulsel 2019 , Siswa MA Ma'arif Lasepang Bantaeng Ini Masuk 16 Besar Se Sulsel

 
Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Suatu kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bagi MAS Ma'arif Lasepang Bantaeng dimana salah seorang siswanya berhasil menorehkan prestasi di tingkat Provinsi pada Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2019.

Adalah Karmila, siswa kelas II pada MAS Ma'arif Lasepang Bantaeng yang merupakan Juara I KSM Tingkat Kab. Bantaeng tahun 2019, berhasil keluar sebagai Juara II pada KSM Tingkat Provinsi Sulsel yang diikuti sebanyak 715 peserta dari 24 Kabupaten/Kota Se Sulsel.

Dari 11 bidang study yang dilombakan dengan sistem CBT (Computer Based Test), seluruh soal berasal dan disusun oleh tim dari Jakarta yang digelar secara Serempak se Indonesia. Hal ini untuk menjaga objektifitas dan kemurnian hasil lomba secara Nasional.

Kompetisi dibagi dalam 2 sesi , yaitu Sesi Pertama untuk Madrasah Ibtidaiyah dan Tsanawiyah menggunakan 10 Ruangan , sedangkan untuk sesi kedua untuk Madrasah Aliyah menggunakan 12 Ruangan yang dijaga oleh sejumlah pengawas dan Proktor untuk memastikan jaringan computer yang berjumlah hampir 400 unit digunakan oleh seluruh peserta selama mengikuti Lomba.

Berdasarkan hasil Test KSM yang penilaiannya juga menggunakan sistem komputer online, Kabupaten Bone keluar sebagai Juara Umum.

Para juara pertama di 11 cabang lomba pada semua tingkatan madrasah ini kemudian selanjutnya akan mewakili kontingen Sulsel pada KSM Tingkat Nasional yang akan digelar di Kota Manado pada bulan September Mendatang.

Seluruh pemenang KSM tingkat Provinsi Sulsel mendapatkan Piala, Piagam dan bingkisan hadiah oleh panitia pelaksana.

Karmila yang merupakan satu-satunya kontingen Kab. Bantaeng yang berhasil meraih juara dari 33 orang kontingen Bantaeng yang diutus ini, menurut panitia KSM Tingkat provinsi, Karmila menempati peringkat 16 besar dan kepadanya diberikan kesempatan untuk mengikuti KSM tingkat Nasional.




Namun karena kuota peserta dari Komite Penyelenggara KSM tingkat Provinsi hanya sampai 11 besar, maka untuk bisa ikut berangkat ke Menado, Karmila harus dibiayai secara mandiri oleh Komite Penyelenggara KSM tingkat Kabupaten Bantaeng atau Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng dalam hal ini Seksi Pendidikan Madrasah.

Mari bersama kita do'akan semoga Karmila bisa berangkat ke Menado mewakili Provinsi Sulsel guna menunjukkan keunggulannya untuk berkompetisi dengan peserta dari Provinsi-provinsi lain se Indonesia. (mhd)

Ka TU Kemenag Bantaeng Hadiri Penandatanganan MoU Antara Pemkab Bantaeng Dengan PT. POS Indonesia

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) -
Penandatanganan MoU dan PKS Antara Pemerintah Kabupaten Bantaeng dengan PT. POS Indonesia tentang Pembayaran dan Pelimpahan Hasil Penerimaan Pajak Daerah Secara Elektronik Dan Penyerahan Alat Perekaman Transaksi dai Bank Sulselbar Kepada Pemerintah Kab. Bantaeng digelar Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kab. Bantaeng, bertempat di Tribun Lapangan Pantai Seruni Bantaeng. (Selasa, 20 Agustus 2019).

Hadir Bapak Wakil Bupati Bantaeng H. Sahabuddin mewakili Bupati Bantaeng, unsur Forkopimda, Kepala BPKD Bantaeng Ir. Muhammad Hero, Kepala Regional 10 PT. POS Indonesia Wilayah Sulawesi dan Maluku Renald Siahaan, Kepala PT. Pos Indonesia Cabang Bulukumba Rudy Syamsuddin, Pimpinan Cabang PT. Bank Sulsl Bantaeng, serta pimpinan Kepala SKPD lingkup Pemkab Bantaeng.

Tutut hadir Kepala Kantor Kemenag Bantaeng yang diwakili oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag Bantaeng H. Muh. Ahmad Jailani, S.Ag, M.A.

Adapun maksud dari kegiatan Penandatanganan MoU dan PKS ini adalah untuk melakukan ikatan kerjasama antara Pemerintah Kab. Bantaeng, dengan PT. POS Indonesia.

Selain itu melalui kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memberikan kemudahan pelayanan perpajakan Daerah serta untuk meningkatkan pengawasan dan monitoring perpajakan daerah serta untuk mengedukasi masyarakat sebagai wajib pajak atau subjek pajak untuk meningkatkan kepatuhan perpajakan daerah.

Sedang tujuan dari kegiatan ini adalah terbukanya akses pembayaran pajak daerah Kabupaten Bantaeng di seluruh wilayah Indonesia dan Optimalnya penerimaan sektor pajak daerah. Demikian disampaikan Ketua Pantia Tajuddin dalam laporannya.

Acara penantanganan MoU dirangkaikan dengan penyerahan alat perekaman elektronik dari Bank Sulselbar kepada para pelaku usaha di Kab. Bantaeng yang diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Bantaeng. (mhd)





Kakan Kemenag Bantaeng Hadiri Rapat Evaluasi Pemberangkatan Dan Persiapan Pemulangan Jemaah Haji

Makassar, (Inmas Makassar) - Dalam rangka Pemulangan Jamaah Haji Embarkasi Makassar musim haji tahun 1440 H/2019 M, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Rapat Pemantapan bertempat di Aula Haji Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (15/8/2019).

Rapat yang dipimpin oleh Plt Kabid Haji H. Natsir yang juga Kabid Urais ini dibuka secara resmi oleh Kakanwil H. Anwar Abubakar.


Rapat dihadiri oleh Kepala UPT Asrama Haji Sudiang, Perwakilan Polda Sulsel, Petugas Imigrasi Sulawesi Selatan, Pihak Maskapai Garuda, Petugas Bea Cukai, Otoritas Bandara, dan seluruh panitia Pemulangan Embarkasi Makassar.

Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kota/Kabupaten se Sulawesi Selatan, termasuk bapak Kepala Kantor Kemenag Bantaeng Dr. H. Muhammad Yunus,M

Kakanwil dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana karena proses Embarkasi kemarin berjalan dengan lancar tanpa kendala yang berarti.

Menurut jadwal, Kloter pertama Debarkasi Makassar akan tiba Tanggal 18 Agustus 2019, sementara jemaah haji Kab. Bantaeng yang tergabung dalam kloter 22 bersama jema'ah haji Kab. Bone, Kab. Gowa dan Prov. Papua Barat akan tiba di Bandara Sultah Hasanuddin pada tanggal 2-September 2019

Beberapa hal yang digaris  oleh Anwar terkait beberapa masalah yang setiap tahun menjadi kendala diantaranya mengenai keluarga yang menjemput jamaah haji di asrama haji.

Kakanwil juga mengungkapkan kepada seluruh panitia agar memperhatikan jumlah air zamzam yang dibawah ke daerah masing-masing agar tidak terjadi kekurangan jumlah. Selain itu  juga terkait dengan barang bawaan jamaah haji perlu dipahami prosesnya.

Diakhir sambutannya Kakanwil memohon keaktifan para panitia pemulangan masing-masing untuk mempersiapkan segala sesuatunya dan juga meminta membantu menjawab soal hoax banjir yang tersebar di media sosial tentang banjir yang terjadi di Mekah.

Dalam kesempatan tersebut pimpinan Rapat H. Natsir memberikan kesempatan kepada beberapa instansi untuk memaparkan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan atau dibutuhkan dalam proses pemulangan jamaah haji.

Sementara itu, Perwakilan Garuda Airlines mengungkapkan bahwa hingga saat ini jadwal pemulangan masih On Schedule karena pesawat yang menjemput jamaah haji saat ini berada di Kota Madrid dan langsung menuju ke Madinah utuk menjemput Jamaah haji.

Selain itu Otoritas Bandara, Winarto  juga mengungkapkan bahwa Air Seat Bus dan Aula Arafah harap disterilkan yang merupakan tempat paling secure karena masih termassuk international area.

Pihak beacukai pun turut berbicara dalam persiapan pemulangan jamaah haji, “Secara Kepabeanan kita lebih konsesn pemulangan dari pada embarkasi kemarin jadi kami sama dengan pihak otoritas bandara untuk mensterilkan aula bagasi dan aula penerimaan agar dapat dengan cepat melaksanakan tugas pemeriksaan kepada para jamaah haji.

Kemenag Bantaeng Berduka, Kakanwil Turut Sampaikan Belasungkawa

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng kembali berduka atas berpulangnya ke Rahmatullah salah seorang anggota keluarganya yang dimakamkan siang ini (Senin, 19/8/19)

Almarhum merupakan suami dari salah seorang Pengawas PAI yang tergabung dalam Pokjawas (Kelomok Kerja Pengawas) PAI Kemenag Bantaeng, Ibu Hj. St. Hasbiah Rajab, S.Ag.

Almarhum meninggal dunia pada hari Ahad, tanggal 18 Agustus 2019 karena sakit.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng Bapak Dr. H. Muhammad Yunus. S. Ag., M. Ag bersama Kepala Sub. Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag Bantaeng Bapak H. Muh Ahmad Jailani. S. Ag., MA serta segenap jajaran ASN lingkup Kantor Kemenag Bantaeng berkesempatan  melayat di rumah duka di jalan Sungai Bialo, Kel. Lembang Kec. Bantaeng.

Almarhum Muh Ali Dg Lawa Bin H. Abd Majid meninggalkan 9 orang anak dari perkawinan dengan istri pertamanya. Almarhum meninggal di usia 62 tahun.

Ungkapan belasungkawa pun mengalir dari segenap keluarga beaar dan kerabat almarhum serta dari jajaran Keluarga Besar Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng.

Dalam kesempatan itu, Kakanwil Kemenag Sulsel H. Anwar Abubakar juga berkenan menyampaikan ungkapan belasungkawa

"Atas nama Pribadi & Keluarga Kemenag Sulsel menyampaikan turut duka cita. Semoga Almarhum diterima amalx & diampunkan dosax, keluarga almarhum diberikan ketabahan & kesabaran. Aamiin YRA". Tulisnya menanggapi postingan di FB terkait berita duka dimaksud.

Sementara itu, salah seorang anggota Pokjawas PAI dari Kabupaten lain juga turut menyampaikan ungkapan yang sama

 "Innalillahiwainnailaihirojiun sy pengawas PAI takalar mengucapkan ikut berduka semoga arwahnya di terima disisi Allah SWT". Tulis Dahlia Hasid Hasan Palogai, salah seorang anggota Pokjawas PAI pada Kantor Kementerian Agama Kab. Takalar. (mhd).

Sopyan Yasri : Ada 4 Cara Untuk Menjadi Unggul

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Pada 2030-2040, Indonesia diprediksi akan mengalami masa bonus demografi, yakni jumlah penduduk usia produktif  15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif (dibawah 15 tahun dan diatas 64 tahun).

Pada periode tersebut, penduduk usia produktif diprediksi mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa.

Agar Indonesia dapat memetik manfaat maksimal dari bonus demografi, Agar
sumber daya manusia usia produktif yang melimpah harus diimbangi dengan peningkatan kualitas dari sisi pendidikan dan keterampilan, Hal ini berarti setiap pribadi harus menjadi unggul untuk dirinya dan bangsanya, menjadi unggul kita harus menjadi orang yang biasa tapu bukan biasa-biasa.

Demikian Sopyan Yasri memulai Kultumnya di hadapan Jemaah Shalat Dhuhur di Musholla Al Ikhlas Kantor Kemenag Bantaeng. (Senin, 19/8/19).

Melanjutkan Kultumnya, Sopyan tak lupa mengucapkan Dirgahayu Indonesia yang ke-74, SDM Unggul Indonesia maju.

"Itulah tema kemerdekaan tahun 2019 ini ini pertanda bagi seluruh bangsa Indonesia harus menyadari bahwa menghadapi bonus demografi Indonesia yang dimulai sekitar tahun 2030 dan berakhir tahun 2045 sudah saatnya dimulai dari sekarang. Hal ini berarti setiap pribadi harus menjadi unggul untuk dirinya dan bangsanya, menjadi unggul kita harus menjadi orang yang biasa tapu bukan biasa-biasa". Tuturnya

"Artinya menjadi unggul kita harus biasa
Tidak panatik pada cangkangnya, tetapi selalu berusaha keluar dari yang biasa-biasa (out of the box)". Tambahnya.

Ada 4  cara untuk menjadi unggul menurut Penyuluh Fungsional pada KUA Kec. Bantaeng ini, antara lain :

1. Niat ikhlas lillahi ta'ala
2. Pola fikir yang adaftif kreatif
3. Bekerja maksimal
4. Evaluatif produktif.

"Inilah makna Allah akan mengangkat derajat orang yg beriman dan berilmu diantara kamu". Tutupnya.