Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Senin, 10 Juni 2019 merupakan awal pertama masuk sekolah pasca libur hari raya Idul Fitri 1440 H.
Bagi siswa-siswi MTs Ma'arif NU Lasepang, hari pertama masuk sekolah diisi dengan acara silaturahim dan halal bihalal yang dilanjutkan dengan Ujian Semester T.A 2018-2019.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh ibu Kepala Madrasah Fatmawati S.Pd.I setelah apel dan dihadiri oleh segenap jajaran dewan guru MTs dan MA Ma'arif Lasepang dan Siswa Siswi MTS Ma'arif NU Lasepang.
Kegiatan yang berlangsung di halaman MTS Ma'arif Lasepang berjalan dengan lancar dan sukses sekaligus Di rangkaikan parade oleh anggota scout Pramuka MTs Ma'arif Lasepang.
Di ujung acara seluruh peserta halal bihalal mendapat Amanat dari ibu kepala Madrasah di Dalam arahannya beliau memberikan motivasi untuk belajar menjelang semester ini agar dapat memperoleh hasil yang maksimal.
Kemudian beliau juga mengingatkan agar menuntaskan seluruh syarat dalam mengikuti Ujian diantaranya melengkapi catatan dan tugas tugas yang belum terselesaikan
Sebagai penutup seluruh siswa siswi saling berjabat tangan saling maaf memaafkan dengan seluruh guru dan teman temannya. (asr/mhd).
Buka Pentas PAI, Kakan Kemenag Bantaeng Berharap Para Peserta Dapat Mengulang Prestasi Tahun Sebelumnya
Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Digelar dihari pertama kerja pasca cuti bersama libur hari raya idul Fitri 1440 H, Pekan Keterampilan dan Seni (Pentas) PAI tahun 2019 tingkat Kab. Bantaeng dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Bantaeng Dr. H. Muhammad Yunus, M.Ag, Senin, (10/6/19) siang, ba'da Dhuhur, bertempat di aula Kantor Kemenag Bantaeng.
Kegiatan 2 tahunan pada Seksi PAIS Kantor Kemenag Bantaeng ini diikuti sebanyak 123 orang peserta dari siswa SD, SMP, dan tingkat SMA/SMK se Kab. Bantaeng dengan 10 jenis lomba yang dipertandingkan antara lain: MTQ, LPP (Lomba Pidato PAI), MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur'an), LCP (Lomba Cerdas Cermat), Lomba Kaligrafi Islam (LKI), Lomba Seni Nasyid (LSN), Lomba Debat PAI (LDP), Lomba Kreasi Busana (LKB), Lomba Penulisan Cerita Remaja Islam (Ceris), dan Lomba Penulisan Karya Ilmiah Remaja PAI (KIR-PAI).
Pembukaan dihadiri oleh segenap Kepala Seksi, Penyelenggara Syariah, jajaran Pengawas Madrasah/PAI lingkup Kantor Kemenag Bantaeng serta para peserta dan pendamping.
Acara diawali dengan Laporan Ketua Panitia, dalam hal ini Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam pada Sekolah (PAIS) Kantor Kemenag Bantaeng H. Muhammad Arfah, S.Ag.
Kepada bapak Kepala Kantor, H. Arfah melaporkan bahwa: "Kegiatan ini sedianya akan dilaksanakan pada bulan Ramadhan yang baru saja berlalu, namun berhubung karena anak-anak sekolah semua sudah pada libur, akhirnya dilaksanakan pada hari pertama masuk sekolah ini". Tuturnya.
Bahwa Pentas PAI lanjut Kasi PAIS merupakan wahana kompetisi dalam mengaktualisasikan dan menumbuhkembangkan minat serta bakat peserta didik dari jenjang SD sampai SMA/SMK.
"Kegiatan ini merupakan wadah Pembinaan dan aktualisasi bagi peserta didik untuk menerima, memahami, mendalami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari". Tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Bantaeng Dr. H. Muhammad Yunus dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Seksi PAIS beserta jajarannya atas terselenggaranya Pentas PAI pada hari pertama kerja pasca cuti bersama libur Hari Raya Idul Fitri 1440 H.
Lebih lanjut Kakan Kemenag menyampaikan selamat kepada para peserta karena telah terpilih mewakili sekolahnya masing-masing untuk berlaga guna memperebutkan tempat mewakili Sulawesi Selatan pada Pentas PAI tingkat Provinsi Sulsel bahkan mewakili Sulsel pada Pentas PAI tingkat Nasional tahun ini yang akan digelar di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan.
Untuk itu Kakan Kemenag berharap kepada para peserta untuk dapat mengulang prestasi gemilang yang pernah diraih Kab.Bantaeng bahkan hingga ketingkat Nasional pada tahun-tahun sebelumnya.
Kakan Kemenag juga berpesan kepada para dewan juri untuk dapat melaksanakan tugas penjurian dengan baik dan se objektif mungkin guna menghasilkan juara-juara yang betul-betul kapabel dan punya kompetensi yang maksimal. (mhd)
Kegiatan 2 tahunan pada Seksi PAIS Kantor Kemenag Bantaeng ini diikuti sebanyak 123 orang peserta dari siswa SD, SMP, dan tingkat SMA/SMK se Kab. Bantaeng dengan 10 jenis lomba yang dipertandingkan antara lain: MTQ, LPP (Lomba Pidato PAI), MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur'an), LCP (Lomba Cerdas Cermat), Lomba Kaligrafi Islam (LKI), Lomba Seni Nasyid (LSN), Lomba Debat PAI (LDP), Lomba Kreasi Busana (LKB), Lomba Penulisan Cerita Remaja Islam (Ceris), dan Lomba Penulisan Karya Ilmiah Remaja PAI (KIR-PAI).
Pembukaan dihadiri oleh segenap Kepala Seksi, Penyelenggara Syariah, jajaran Pengawas Madrasah/PAI lingkup Kantor Kemenag Bantaeng serta para peserta dan pendamping.
Acara diawali dengan Laporan Ketua Panitia, dalam hal ini Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam pada Sekolah (PAIS) Kantor Kemenag Bantaeng H. Muhammad Arfah, S.Ag.
Kepada bapak Kepala Kantor, H. Arfah melaporkan bahwa: "Kegiatan ini sedianya akan dilaksanakan pada bulan Ramadhan yang baru saja berlalu, namun berhubung karena anak-anak sekolah semua sudah pada libur, akhirnya dilaksanakan pada hari pertama masuk sekolah ini". Tuturnya.
Bahwa Pentas PAI lanjut Kasi PAIS merupakan wahana kompetisi dalam mengaktualisasikan dan menumbuhkembangkan minat serta bakat peserta didik dari jenjang SD sampai SMA/SMK.
"Kegiatan ini merupakan wadah Pembinaan dan aktualisasi bagi peserta didik untuk menerima, memahami, mendalami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari". Tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Bantaeng Dr. H. Muhammad Yunus dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Seksi PAIS beserta jajarannya atas terselenggaranya Pentas PAI pada hari pertama kerja pasca cuti bersama libur Hari Raya Idul Fitri 1440 H.
Lebih lanjut Kakan Kemenag menyampaikan selamat kepada para peserta karena telah terpilih mewakili sekolahnya masing-masing untuk berlaga guna memperebutkan tempat mewakili Sulawesi Selatan pada Pentas PAI tingkat Provinsi Sulsel bahkan mewakili Sulsel pada Pentas PAI tingkat Nasional tahun ini yang akan digelar di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan.
Untuk itu Kakan Kemenag berharap kepada para peserta untuk dapat mengulang prestasi gemilang yang pernah diraih Kab.Bantaeng bahkan hingga ketingkat Nasional pada tahun-tahun sebelumnya.
Kakan Kemenag juga berpesan kepada para dewan juri untuk dapat melaksanakan tugas penjurian dengan baik dan se objektif mungkin guna menghasilkan juara-juara yang betul-betul kapabel dan punya kompetensi yang maksimal. (mhd)
Hari Pertama Masuk Sekolah Di Sejumlah Madrasah Bantaeng, Siswa Disambut Ujian Semester
Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Senin, 10 Juni 2019 merupakan hari pertama masuk sekolah pasca libur hari raya Idul Fitri 1440 H sekaligus hari pertama pelaksanaan ulangan atau Ujian Akhir Semester T.A 2018-2019 bagi siswa/santri di sejumlah Madrasah.
Di Madrasah Aliyah, SMP-IT maupun Tsanawiyah pada Ponpes As'adiyah Dapoko Kab. Bantaeng kegiatan Ujian Akhir Semester Genap T.A 2018-2019 ini dibuka secara resmi saat apel pagi hari ini dirangkaikan dengan acara silaturahim dan halal bihalal bersama segenap jajaran Pimpinan Pondok Pesantren beserta seluruh dewan guru dan santri-santriwati.
Di Madrasah Aliyah, SMP-IT maupun Tsanawiyah pada Ponpes As'adiyah Dapoko Kab. Bantaeng kegiatan Ujian Akhir Semester Genap T.A 2018-2019 ini dibuka secara resmi saat apel pagi hari ini dirangkaikan dengan acara silaturahim dan halal bihalal bersama segenap jajaran Pimpinan Pondok Pesantren beserta seluruh dewan guru dan santri-santriwati.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Pondok Pesantren ini diikuti oleh seluruh pegawai, guru dan santri-santriwati Pondok Pesantren As'adiyah Dapoko.
Acara halal bi halal dimulai dengan sambutan dari kepala Madrasah Aliyah As'adiyah Dapoko Gurutta KM Sudirman Sappara, S. Pd. I.
Di ujung acara seluruh peserta halal bihalal mendapat nasehat dari Pimpinan Pondok Pesantren As'adiyah Dapoko Gurutta KM. Hamzah israil, S. Pd. I., MA. Dalam arahannya beliau memberikan tips-tips agar santriwan-santriwati dapat memperoleh hasil yang maksimal dan memuaskan, diantaranya adalah ikhlas dan bersungguh-sungguh, ikhlas dalam artian menjalankan kewajiban sebagai seorang santri/pelajar, ikhlas dalam melaksanakan Ujian, ikhlas dalam mematuhi aturan Pesantren maupun peraturan saat ujian berlangsung.
"Bersungguh-sungguh dalam mempelajari maupun memahami mata pelajaran yang sudah disampaikan oleh para asatidz/guru selama 6 bulan ini. Bersungguh-sungguh memohon kepada Allah agar diberikan kemudahan dalam memahami pelajaran. Insya Allah dengan dua hal ini kalian akan bisa menghadapi ujian dengan tenang sehingga hasilnya akan memuaskan sesuai dengan harapan". Tutur pak Kyai.
Tak lupa beliau juga mengingatkan santri agar selalu jujur, tidak mencontek saat mengerjakan ujian, karena nilai dalam raport bukanlah tujuan utama melainkan akhlaq yang baik. "Apalah arti nilai bagus kalau hasil mencontek..?". Tambahnya.
Sebagai penutup disampaikan doa semoga keberkahan dan persatuan selalu melingkupi seluruh civitas akademika Pondok Pesantren As'adiyah Dapoko. Dan acara pun berkhir yang dilanjutkan dengan saling berjabat tangan saling maaf memaafkan dengan seluruh pegawai, guru dan santri-santriwati Pondok Pesantren. (Abd/mhd).
"Bersungguh-sungguh dalam mempelajari maupun memahami mata pelajaran yang sudah disampaikan oleh para asatidz/guru selama 6 bulan ini. Bersungguh-sungguh memohon kepada Allah agar diberikan kemudahan dalam memahami pelajaran. Insya Allah dengan dua hal ini kalian akan bisa menghadapi ujian dengan tenang sehingga hasilnya akan memuaskan sesuai dengan harapan". Tutur pak Kyai.
Tak lupa beliau juga mengingatkan santri agar selalu jujur, tidak mencontek saat mengerjakan ujian, karena nilai dalam raport bukanlah tujuan utama melainkan akhlaq yang baik. "Apalah arti nilai bagus kalau hasil mencontek..?". Tambahnya.
Sebagai penutup disampaikan doa semoga keberkahan dan persatuan selalu melingkupi seluruh civitas akademika Pondok Pesantren As'adiyah Dapoko. Dan acara pun berkhir yang dilanjutkan dengan saling berjabat tangan saling maaf memaafkan dengan seluruh pegawai, guru dan santri-santriwati Pondok Pesantren. (Abd/mhd).
Hari Pertama Kerja, 1 Orang ASN Kemenag Bantaeng Tidak Hadir, Tim Sidak Telusuri Ke Rumah Sakit
Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Berdasarkan surat Menpan RB No. B/26/M.SM.00.01/2019 tentang Laporan Hasil Pemantauan Kehadiran Aparatur Negara Sesudah Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 H yang dikeluarkan pada 27 Mei 2019 yang ditujukan kepada para Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) Instansi Pusat dan Daerah, disebutkan bahwa Kemenpan RB mendorong para PPK dan Pejabat yang Berwenang (PyB) untuk memantau kehadiran ASN seusai Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 H, yakni hari Senin tanggal 10 Juni 2019.
Sehubungan dengan itu, Kanwil Kementerian Agama Prov. Sulsel melalui tim yang ditunjuk melakukan Sidak (Inspeksi Mendadak) atau Pemantauan hari pertama kerja pasca Cuti Bersama libur Hari Raya Idul Fitri 1440 H bagi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kantor Kemenag Bantaeng.
Tim yang diterima secara resmi oleh Kepala Kantor Bantaeng Dr. H. Muhammad Yunus. S.Ag., M.Ag bersama Kepala Sub Bagian Tata Usaha H. Muh Ahmad Jailani. S.Ag., MA ini terdiri dari :
- H. M. Bakri. SE., MM (Kepala Sub. Bagian Perencanaan dan Keuangan)
- H. Muhammad Amrullah. SE., MM (Kepala Sub. Bagian Hukum dan KUB)
- Mohammad Asta. S. Ag (Kepala Sub. Bagian Ortala dan Kepegawaian), dan
- H. Sopyan Akhmad. S. Kom. MM (Kepala Sub. Bagian Informasi dan Humas)
Setelah di Kantor Kemenag Bantaeng, Tim kemudian melanjutkan pemantauan ke unit-unit kerja dalam lingkup Kantor Kemenag Bantaeng antara lain KUA Kecamatan dan Madrasah Negeri dengan didampingi bapak Kasubag TU H. Ahmad Jailani.
Setelah mengumpulkan print out bukti kehadiran PNS/ASN pada hari pertama masuk kerja dari unit-unit kerja yang disetor melalui Urusan Kepegawaian Subbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng, dapat dilaporkan bahwa kehadiran ASN lingkup Kantor Kemenag Bantaeng pada hari pertama masuk kerja pasca cuti bersama libur hari raya Idul Fitri 1440 H ini adalah sebesar 99,01% atau 1 orang ASN tidak hadir karena sakit yang ditunjukkan dengan Surat Keterangan dari Klinik tempat ASN yang bersangkutan sedang dirawat 1 dan tim sidak pun menelusuri sekaligus membesuk hingga ke Rumah Sakit atau Klinik yang bersangkutan.
Laporan Hasil Pemantauan Kehadiran ASN tersebut kemudian dikirim ke Kanwil Kemenag Sulsel untuk selanjutnya diunggah melalui aplikasi https://sidina.menpan.go.id. (mhd).
Laporan Hasil Pemantauan Kehadiran ASN tersebut kemudian dikirim ke Kanwil Kemenag Sulsel untuk selanjutnya diunggah melalui aplikasi https://sidina.menpan.go.id. (mhd).
Langganan:
Postingan (Atom)





