Tahun Ajaran Baru, MTs NT Tompong Galakkan Shalat Dhuha & Dhuhur Berjamaah Bagi Siswa & Guru

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Yayasan Pendidikan Nahdlatut Thawalib Tompong Bantaeng dibawah kepemimpinan Ketua Yayasan H. Thamrin Labandu, S.Sos dalam mewujudkan program kerja barunya di Tahun Pelajaran baru 2019-2020 menerapkan Shalat Dhuha dan Shalat Dhuhur berjamaah setiap harinya pada siswa dan Tenaga Pengajarnya.

Untuk Shalat Dhuhur berjamaah diwajibkan 15 menit sebelum waktu dhuhur segenap guru, staf dan siswa sudah berada di masjid Taqwa Tompong yang dikenal sebagai masjid tertua di Kabupaten Bantaeng.

Menurut ustadz Muhammad Yusuf R yang baru beberapa pekan mendapat amanah dari Ketua Yayasan sebagai Kepala di MTs NT Tompong ini, ada banyak keutamaan dari shalat berjamaah tersebut dan untuk mengenalkan keutamaan shalat dhuha kepada siswa, Pimpinan mengajak stakeholder dan ustadz-ustadzah untuk membimbing dan mengajari cara bacaan dan tata cara pelaksanaan sholat dhuha kepada siswa.

Kegiatan ini melibatkan sekira 80an siswa dan 18 Guru pada madrasah dibawah naungan Yayasan Nahdlatut Thawalib Tompong ini yakni : MTs NT Tompong dan MA NT Tompong. Sholat dhuha dilaksanakan pada pukul 07. 00 wita sampai dengan pukul 07:30 wita di lapangan sekolah dan Shalat Duhur secara berjamaah dilaksanakan di Masjid Taqwa Tompong yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari MTs/MA NT Tompong.





“Kami ingin menanamkan kebiasaan melaksanakan ibadah dhuha sedari kecil pada anak-anak agar nantinya menjadi budaya pada kehidupan mereka” Kata Kamad M. Yusuf R.

Sebagai pimpinan yang baru, Yusuf memperkenalkan Visi dan Misi barunya yakni, Visi : ” Soleh, Berprestasi “, dan Misi:  "Menciptakan siswa yang unggul dan berprestasi dengan menanamkan ilmu agama islam dengan cara mengajak siswa untuk sholat dhuha bersama-sama sebelum memulai kegiatan belajar mengajar (KBM)".

Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenalkan lebih dalam kepada Siswa dan guru untuk lebih percaya diri dan bangga sebagai bagian dari Proses berkelanjutan Yayasan Nahdlatut Thawalib Tompong.

Setelah selesai pelaksanaan sholat dhuha, para siswa dan guru menuju kelasnya masing-masing untuk melaksanakan kegiatan belajar mangajar. (ysf/mhd)

Kakan Kemenag Bantaeng Ikut Saksikan Proses Pengamatan Hilal Penentuan 1 Dzulhijjah 1440 H

Makassar, (Inmas Bantaeng) -  Berlangsung di lantai atas gedung Mall GTC Tanjung Bunga Makassar, Badan Hisab Rukyat Prov. Sulsel menggelar pengamatan hilal untuk penentuan 1 Dzulhijjah 1440 H. (Kamis, 1 Agustus 2019).

Dalam kesempatan itu, hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng Dr. H. Muhammad Yunus, M.Ag bersama Penyelenggara Syariah Abd. Halim Yakub, S.Ag, MM.

Turut hadir Ketua Badan Hisab Rukyat Prov.Sulsel Drs. Abbas Fadil, MM, Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Bapak Ka.Kanwil Kemenag Prov. Sulsel yang masing-masing menyampaikan Sambutannya secara berurut.

Beberapa Kabid lingkup Kanwil Kemenag Sulsel serta KaKanKemenag Kabupaten/Kota dan Penyelenggara Syariah se-Sulsel juga turut hadir diacara yang berlangsung menjelang terbenamnya matahari pada Kamis (1/8) petang tersebut.


Dari hasil pengamatan hilal untuk penentuan 1 Dzulhijjah 1440 H tersebut diperoleh tinggi haqiqih hilal sebesar 3° 21', dan tinggi lihat hilal sebesar 2° 46'. Posisi Hilal 1° 31' sebelah utara matahari dan lama hilal diatas ufuk 0j 14m, sehingga disimpulkan, 1 Dzulhijjah 1440 H jatuh pada hari Jum'at tanggal 2 Agustus 2019 dan Idul Adha 10 Dzulhijjah 1440 H jatuh pada hari Ahad 11 Agustus 2019.

Data tersebut diatas diperoleh dari EPHEMEIRS Hisab Rukyat Kementerian Agama RI dan program WIN HISAB dari Kementerian Agama RI. (hlm/mhd).

Rakor Pokjaluh Bahas Antisipasi Berkembangnya Ajaran Sempalan Di Kabupaten Bantaeng

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Sudah menjadi kesepakatan dari seluruh anggota Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kemenag Bantaeng bahwa Rapat Koordinasi (Rakor) Pokjaluh Kemenag Bantaeng yang dilaksanakan setiap bulan  secara bergilir di setiap Kecamatan digelar di lokasi wisata pada kecamatan masing-masing.

Hal ini dimaksudkan agar selain dalam rangka menyamakan persepsi dalam hal Kepenyuluhan juga diharapakan agar bisa menjadi ajang refreshing bagi para penyuluh setelah sebulan melakukan pembinaan dan penyuluhan di wilayah kerja masing-masing.

Rakor kali ini (Juli 2019) panitia memilih lokasi di destinasi Permandian Erbol Kec. Tompobulu sebagai tempat pelaksanaan.

Hadir Ketua Pokjaluh Drs. Sulaiman bersama Sekretarisnya Sopyan Y, S Ag, M.SosI. sedang Rapat dipimpin oleh Saharuddin, S.Ag, Penyuluh KUA Kec. Eremerasa.

Pada kesempatan ini dibahas tentang kepekaan penyuluh terkait dengan aliran sempalan dan mengantisipasi berkembangnya aliran sempalan di Kabupaten Bantaeng, salah satunya adalah ajaran puang La'lang yang diduga keras masih berkembang di Kab. Bantaeng.


Dalam Rakor kali ini juga diisi dengan penyampaian hasil Bimtek Keuangan keluarga oleh Sopyan Yasri, yang pada intinya diharapkan penyuluh membina keluarga-keluarga yang baru menikah agar didampingi untuk membuat perencanaan keluarga.

Usai Rapat, kegiatan selanjutnya diisi dengan acara rekreasi di kolam renang Erbol dengan airnya yang sejuk dan pemandangannya yang begitu asri dan menyejukkan jiwa. (spy/mhd).




Penyuluh Agama Islam Non PNS Kemenag Bantaeng Akhirnya Berhak Mewakili Sulsel Ke Tingkat Nasional

 
Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Setelah melalui seluruh tahapan penilaian lomba Penyuluh Agama Islam Teladan PNS dan Non PNS tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2019, Hamzah, S.Pd.I, Penyuluh Agama Islam Non PNS asal Kabupaten Bantaeng akhirnya berhasil keluar sebagai Juara I dan berhak untuk mewakili Sulawesi Selatan pada Pemilihan Penyuluh Agama Islam Teladan Tingkat Nasional Tahun 2019 yang dijadwalkan akan dilaksanakan di Jakarta. dalam bulan Agustus 2019 ini

Hamzah yang merupakan penyuluh agama Non PNS KUA Kecamatan Pa'jukukang Kab. Bantaeng ini mengungguli 2 rival lainnya di peringkat 3 besar Pemilihan Penyuluh  Agama Islam Teladan tingkat provinsi Sulawesi Selatan yakni Muammar Hijaz, S.Th.I, Penyuluh Non PNS asal Kab. Sidrap dan Akhmad Bertanamal Patappa, SE, Penyuluh Non PNS asal Kab. Tana Toraja yang keluar sebagai juara II dan III.

Ucapan selamat, apresiasi dan dukungan pun mengalir dari segenap jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng baik melalui media sosial maupun secara langsung kepada sang penyuluh yang dijuluki Ustadz 3 Dimensi ini.

"Alhamdulillah... Selamat buat dinda ust hamzah atas predikat juara 1 penyuluh teladan tk. Propinsi Sulsel. Semoga membawa berkah sekaligus menjadi motivasi bagi teman2 para penyuluh untuk terus berinovasi mendedikasikan diri menjadi yg terbaik guna kemaslahatan umat. Selamat dan terima kasih atas kerja tulus dan ihlasnya membawa nama harum Bantaeng tercinta". Ucap Kakan Kemenag Dr. H. Muhammad Yunus melalui group WhatsApp Kemenag Bantaeng.

Ibu Ketua DWP Kantor Kemenag Bantaeng pun tak ketinggalan menyampaikan ucapan selamat. "Alhamdulillah, selamat buat ust Hamzah sekeluarga". Tulis Ibu Hj. St. Hasnah Yunus di group yang sama.

Ucapan selamat dan dukungan dari jajaran pimpinan Kementerian Agama Kab. Bantaeng lainnya pun mengalir diantaranya dari Kasubbag TU H.M. Ahmad Jailani, S Ag, MA.

"Selamat atas prestasi yang telah diraih oleh Adinda Hamzah, S.PdI (Penyuluh Non PNS Kemenag Btg) sbg Juara I tk.prov.sulsel.. Semoga dpt mengharumkan nama Bantaeng dan Sulsel d Level Nasional...*REWAKO BANTAENG...*" Ucapnya bangga.

"Selamat buat Pengurus, Pembina (Para Kepala KUA) dan Warga Pokjaluh (PNS dan Non PNS) yg telah mendukung penuh keikutsertaan Ust.Hamzah,S.PdI pd Lomba penyuluh Teladan tk. prov.sulsel...👍🤝👍" Tambahnya.

Sementara itu melalui group WhatsApp lainnya Kepala KUA Kec. Pa'jukukang Drs. M. Anwar Tabrani, MM juga menyampaikan ucapan selamat.

"Kepala KUA Kec. Pa'jukukang bersama staf, mengucapkan SELAMAT DAN SUKSES untuk Saudara Hamzah, S. Pd.i, atas prestasinya meraih JUARA 1, Lomba penyuluh teladan sulsel. Semoga prestasi tersebut dapat jadi pemicu dan pemacu semangat untuk penyuluh2 yg lain" Tulis Anwar Tabrani di Group WA KUA Pa'jukukang.

Tak ketinggalan pula apresiasi yang sama dilontarkan ibu Kasi PD Pontren Kemenag Bantaeng atas prestasi penyuluh Kemenag Bantaeng ini.

"Selamat dan In syaa Allah kerja berprestasi bermanfaat untuk semua  utamanya untuk keluarga nya pak Hamsah aamiin". Tulis Hj. St. Wahni di WA group Kemenag.

"Solutif dalam berfikir, Terukur dalam bertindak dan Inovatif dalam merancang kegiatan". Merupakan prinsip yang sejak lama dipegang oleh ustadz Hamzah yang pernah nyantri di Ponpes Ihya Ulumiddin Kampung Beru dan karena itulah ustadz ini dijuluki sebagai Ustadz 3 Dimensi oleh para rekan penyuluh lainnya.

Julukan 3 Dimensi diatas juga tercermin dari perilaku ustadz Hamzah yang menyelesaikan S1 nya di STAI Al Amanah Jeneponto dengan 3 prinsip yang dianutnya dalam bergaul dan bermasyarakat yakni
  • Menjadi sahabat dalam kondisi santai
  • Menjadi Guru saat memberi wejangan
  • Menjadi atasan dalam struktur birokrasi
Adapaun yang menjadi salah satu pilihan dalam melaksanakan tugas tugas kepenyuluhannya di tengah masyarakat adalah tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba, salah satu alasan ustadz Hamzah sehingga objek dijadikan sebagai titik perhatian karena menurut data yang diperolehnya, ada sebanyak 3,21% pengguna narkoba yang setara dengan 2.889.000 jiwa dari 90.000.000 jiwa kaum melinial di seluruh indonesia. Sulawesi selatan berada pada posisi ke 7 dari 34 provinsi dan Kab. Bantaeng berada pada posisi 19 dari 24 Kabupaten/kota.

Dikomunitas binaan ustadz Hamzah yang gemar berorganisasi sejak remaja ini, terdapat 10 orang yang terindikasi menjadi korban penyalahgunaan narkotika dan menurut pemantauan Ustadz Hamzah tidak tanggung tanggung fenomena ini sudah masuk ke lembaga pendidikan formal.

Kondisi ini sungguh sangat membahayakan bagi kemajuan suatu bangsa, melalui kondisi itulah ustadz hamzah memilih spesialis penyuluhannya yaitu Metode Pencegahan dan Penanganan Penyalahgunaan Narkotika dengan cara :
  • Melakukan edukasi, sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba melalui  bahasa agama,
  • Pengorganisasian pemuda-pemudi melalui Remaja masjid, Karang taruna, IPNU-IPPNU dan membentuk Komunitas Bengkel Literasi yang ada di Desa Lumpangang yang bebas diakses oleh semua kalangan
  • Membangun relasi ke semua stake holder,
  • Membangun kemitraan dengan pihak penegak hukum, Pemberdayaan dan perlindungan Anak  dan Pemerintah Desa Lumpangang,
  • Pendekatan terhadap korban,
  • Sosialisasi tentang pola asuh kepada orang tua sesuai tuntunan Agama,
  • Deklarasi pencanangan Kampung Anti Narkoba

Melalui kegiatan-kegiatan itulah para korban penyalahgunaan narkoba menyesali perbuatannya dan kembali melakukan kegiatan yang lebih positif dan angka pengguna dapat ditekan.

Mari bersama kita mendo'akan penyuluh agama Islam Non PNS Kemenag Bantaeng ini agar dapat mengharumkan nama Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Bantaeng pada khususnya di ajang Pemilihan Penyuluh Agama Islam Teladan Tingkat Nasional tahun 2019. (mhd)