FKUB Bantaeng Gelar Rapat Pemantapan Workshop FKUB Sulawesi Selatan Bagian Selatan Selatan

Bantaeng, (22/1) - Dipimpin oleh Ketua FKUB Kab. Bantaeng Dr. H. Muh. Natsir HM, S.Pd.I, MM didampingi Sekretaris FKUB H. Muh. Ahmad Jailani, S.Ag.,MA, FKUB Kab. Bantaeng menggelar Rapat Pemantapan Workshop FKBU Sulawesi Selatan, Selatan.Selatan, bertempat di Sekretariat FKUB Kab. Bantaeng, (Selasa, 22/1)
Rapat Persiapan Workshop FKUB menghasilkan beberapa keputusan antara lain: agar panitia secepatnya menyurat ke Kantor Kemenag dan pengurus FKUB Kab/Kota se Sulawesi Selatan bagian Selatan-Selatan untuk menjadi peserta yang terdiri dari 7 Kabupaten.

Adapun Kabupaten yang dimaksud antara lain adalah: Kab. Gowa, Kab. Takalar, Kab. Jeneponto, Kab. Bantaeng sendiri, Kab. Bulukumba, Kab. Sinjai dan Kab. Selayar.

Panitia juga merumuskan tema sentral yakni: "Cerdas berbaur diatas perbedaan Ras dan Agama".

Adapun Narasumber yang akan mengisi Workshop FKUB adalah:

  1. Prof. Dr. Ir. HM. Nurdin Abdullah, M.Agr (Bupati Bantaeng)
  2. Prof. Dr. H. Abd.Rahim Yunus, MA (Ketua FKUB Prov.Sul-Sel)
  3. Prof. Dr. H. Arfin Hamid, SH.,MH (Ketua Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme Prov.Sul-Sel).

Menurut rencana Workshop juga akan dihadiri Bapak Dr.H.Abd.Wahid Tahir, M.Ag (Kakanwil Kemenag Prov.Sul-Sel ) sekaligus memberikan sambutan dan arahan.

Survey Menetapkan: Lokasi Pelaksanaan MTQ Tahun 2018 Tingkat Kab. Bantaeng Dipusatkan Di Kecamatan Ini

Bantaeng, (22/1) - Dipimpin langsung oleh Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Bantaeng, bapak H. Syamsul Suli, SE, MM, Panitia MTQ Tahun 2018 tingkat Kab. Bantaeng melakukan survey lokasi atas rencana pelaksanaan MTQ XXXI Tingkat Kab. Bantaeng.

Adapun sesuai rencana, MTQ XXXI Tingkat Kab. Bantaeng akan dilaksanakan pada tanggal 19-24 Februari 2018, namun lokasi pelaksanaan yang semula direncanakan dipusatkan di Kec. Pa'jukukang sebagai alternatif I, serta Kec. Bisapppu dan Kec. Uluere sebagai alternatif II dan III akhirnya kemungkinan besar ditetapkan diluar dari ketiga alternatif lokasi tersebut diatas.

Beranggotakan setidaknya 5 orang anggota tim survey yang terdiri antara lain: Kabag Kesra Setda Bantaeng beserta salah seorang staf/Kepala Seksi, Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Bantaeng beserta staf, dan beberapa anggota tim lainnya, hari ini (Senin, 22/1/2018) melakukan survey ke lokasi rencana pelaksanaan kegiatan didampingi sejumlah unsur terkait antara lain Kepala Desa, Camat/Sekcam serta Kepala KUA Kecamatan.

Namun atas dasar masukan-masukan dan pertimbangan-pertimbangan dari berbagai pihak termasuk dari para Camat dari ke 3 Kecamatan yang menjadi alternatif diatas, Tim kemudian akhirnya juga mengarahkan sasaran survey ke Kecamatan yang tidak menjadi alternatif lokasi pelaksanaan sebelumnya yaitu Kec. Eremerasa.

Atas hasil survey yang dilakukan pada lokasi tersebut, tim yang diketuai oleh bapak Asisten II ini kemungkinan besar menetapkan lokasi pelaksanaan akan dipusatkan di Kecamatan ini, hal ini mengingat kondisi geografis dan demografis serta iklim yang cukup mendukung sebagaimana mendukungnnya seluruh unsur terkait dan stake holder yang ada.

Jadi berdasarkan hasil Keputusan Rapat Persiapan dan hasil survey lokasi hari ini, MTQ XXXI Tingkat Kab. Bantaeng tahun 2018 akan dilaksanakan pada tanggal 19 - 24 Februari 2018 dan dipusatkan di Kec. Eremerasa, sambil menunggu hasil Keputusan Ketua LPTQ Kab. Bantaeng.







Mengawali Tahun 2018, Kasi Penmad Kemenag Bantaeng Harap Staf Identifikasi Tupoksi Masing-Masing

Bantaeng, (22/1) - Apel Pagi awal pekan ketiga di bulan Januari pada Kantor Kemenag Bantaeng hari ini kembali digelar, bertempat di halaman Kantor Kemenag Bantaeng, (Senin, 22/1/2018).

Bertindak selaku Pembina apel pagi kali ini, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) bapak Drs. H. A. Muh. Baedawi, MM sedang pemimpin barisan oleh Ahmad, Staf Sub bagian Tata Usaha.

Apel pagi dihadiri oleh bapak Kepala Kantor, Kasubbag Tata Usaha, para Kepala Seksi/ Penyelenggara, anggota Pokjawas, serta para staf/pelaksana.


Menurut Kasi Pendmad dalam amanatnya sebagai Pembina apel pagi perdanya di tahun 2018 ini menyampaikan bahwa tugas seorang aparatur itu secara umum ada dua macam, ada tugas rutin dan tugas non rutin.

"Tugas rutin itu adalah tugas yang kita susun berdasarkan tupoksi (job) masing-masing, sedang tugas non rutin itu adalah yang insidentil yang mungkin ada di DIPA dalam bentuk monitoring, dalam bentuk pertemuan-pertemuan dan lain sebagainya". Tutur pak Kasi.

"Inilah yang kadang-kadang masih kurang dipahami oleh para staf, bahwa seakan-akan kegiatan non rutin inilah yang menjadi fokus, kalau tidak ada kegiatan-kegiatan seperti monitoring atau pertemuan-pertemuan, maka dianggap tidak ada pekerjaan". Ujarnya

Kenapa ini terjadi, menurut Kasi Pendma, karena mungkin tidak jelasnya uraian tugas atau uraian pekerjaan masing-masing dari staf/pelaksana yang bersangkutan.

Oleh sebab itu beliau mengingatkan kembali kepada segenap ASN khususnya pada Seksi Pendidikan Madrasah dan tentunya juga untuk seksi-seksi atau unit-unit kerja yang lain mewakili pimpinan agar senantiasa mengidentifikasi uraian tugas/job masing-masing apalagi dalam memasuki/mengawali tahun baru 2018 ini, sebagaimana yang beliau telah susun dan terapkan kepada segenap staf/pelaksana pada Seksinya.

"Di Seksi Pendidikan Madrasah, Setiap selesai apel seperti ini, saya selalu meminta kepada seluruh staf untuk masuklah kita duduk-duduk dulu di meja masing-masing untuk melihat-lihat kembali uraian tugas kita, seperti apa operasional pekerjaan kita". Tuturnya lagi.

Ditambahkannya pula bahwa, di Seksi Pendidikan Madrasah, menurut pak Kasi, meskipun Uraian Tugas itu sudah dibagi ke masing-masing staf yang berjumlah 5 orang itu dan sudah didistribusi sesuai dengan bidangnya masing-masing, akan tetapi secara umum mereka tetap bekerja secara tim atau team work, yang artinya bahwa, bagi staf yang menangani masalah dana BOS, diharapkan juga dapat menguasai masalah EMIS dan demikian pula sebaliknya,

Kemudian, beliau juga melaporkan kepada bapak Kepala Kantor bahwa pada jajaran Kepala Madrasah, pihaknya telah membentuk Kelompok Kerja Kepala Madrasaah di seluruh tingkatan, mulai RA hingga ke tingkat MA, dan demi memperlancar komunikasi dan informasi diantara anggota, beliau telah membentuk group WhatsApp pada kelompok masing masing sehingga menurut dia tidak ada alasan lagi bagi setiap Kepala Madrasah beserta anggotanya untuk tidak mengetahui mengenai berbagai informasi  yang bersumber dari dan ke group/kelompok masing-masing. Demikian amanat yang disampaikan oleh salah satu ASN senior pada Kantor Kemenag Kab. Bantaeng ini.

Jelang MTQ 2018, Para Calon Dewan Hakim Dibekali Pelatihan


Bantaeng, (20/1) - Dalam rangka pelaksanaan MTQ Tahun 2018 tingkat Kabupaten/Kota se Sulsel, LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Pelatihan Perhakiman MTQ yang akan berlangsung selama 2 hari (20 - 21 Januari 2018) bertempat di Kampus II Ponpes Tahfidzul Qur'an Imam Ashim, Jln Tamangapa Antang, Makassar.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 150 orang peserta  dari 24 Kabupaten/Kota Se Sulsel termasuk utusan dari LPTQ Kab.Bantaeng yang berjumlah 14 orang.

Para peserta pelatihan dibekali tentang tata cara penilaian Dewan Hakim pada MTQ sesuai dengan aturan yang terbaru dari LPTQ Nasional.

Adapun utusan LPTQ Bantaeng diantaranya: Dr. H. Muh. Natsir HM, S.PdI., MM, H. Muh. Ahmad Jailani, S.Ag.,MA, Husnaeni, S.Ag, Drs. H. Muh.Ribi, MM, Abd. Halim Yakub, S.Ag, H. Muh. Arfah, S.Ag, H. Rusdiawan, S.Hi., M.Hi, Mardiana, S.PdI, Hj. Harmiyah Hadi, S.Ag, H. M. Rajab, S.Sos., S.PdI, Amiruddin, S.PdI, Sahruddin B, S.Ag., M.PdI.