Dalam Perayaan Maulid yang dihadiri oleh ratusan "warga" lingkup Kantor Kemenag Kab. Bantaeng itu berlangsung sangat meriah Hikmah Maulid dibawakan oleh Al-Muqarram K.H. Amirullah Dg. Sibali (dari Makassar).
Perayaan Maulid Nabi Muhammad, SAW oleh DWP Kantor Kemenag Kab. Bantaeng
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng menyelenggarakan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang berlangsung di halaman Kantor Kemenag Bantaeng pada Hari Kamis tanggal 12 Februari 2015, pukul 08.30 WITA
Dalam Perayaan Maulid yang dihadiri oleh ratusan "warga" lingkup Kantor Kemenag Kab. Bantaeng itu berlangsung sangat meriah Hikmah Maulid dibawakan oleh Al-Muqarram K.H. Amirullah Dg. Sibali (dari Makassar).
Dalam Perayaan Maulid yang dihadiri oleh ratusan "warga" lingkup Kantor Kemenag Kab. Bantaeng itu berlangsung sangat meriah Hikmah Maulid dibawakan oleh Al-Muqarram K.H. Amirullah Dg. Sibali (dari Makassar).
PP No 48 Tahun 2014 tentang Tarif Biaya Nikah
Pemerintah Mengeluarkan PP No 48 Tahun 2014 tentang Tarif Biaya Nikah yang ditetapkan pada tanggal 27 juni 2014 oleh Presiden Republik Indonesia Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono.
Peraturan Pemerintah di bawah ini merupakan perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2004 Tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Departemen Agama
Dengan dikeluarkannya PP No 48 Tahun 2014 ini, maka PP No.47 tahun 2004 yang mengatur tentang biaya administrasi pencatatan nikah dan cerai, tidak berlaku lagi sehingga biaya nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) dihapus. Langkah tersebut juga untuk memberantas maraknya pungutan liar dan pemberian gratifikasi kepada penghulu.
"Langkah penghapusan PP Nomor 47 tahun 2004 adalah goodwill (kemauan baik, red) dari pemerintah bagi masyarakat," kata Inspektur Jenderal Kemenag M Jasin.
Menurut M Jasin, yang juga mantan Wakil Ketua KPK, langkah tersebut sebagai
tindakan preventif untuk memberantas maraknya pungutan liar dan pemberian
gratifikasi kepada penghulu.
"Kalau ketentuan itu diberlakukan, maka amplop-amplop untuk tanda terima kasih kepada penghulu dilarang," ungkap M Jasin.
"Kalau ketentuan itu diberlakukan, maka amplop-amplop untuk tanda terima kasih kepada penghulu dilarang," ungkap M Jasin.
PP No 48 Tahun 2014 diatas dapat didownload disini
Penilaian Prestasi Kerja PNS
Menjelang akhir tahun setiap Pegawai
Negeri Sipil (PNS) atau sekarang disebut sebagai Aparatur Sipil Negara
(ASN) diwajibkan untuk mendapatkan penilaian atas pekerjaan/ kinerja
dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya dalam penyelenggaraan pemerintah.
Penilaian atas pekerjaan pegawai negeri sipil ini dituangkan dalam
bentuk Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil atau
yang lebih dikenal dengan DP3 PNS. Namun DP3 PNS tersebut memiliki
banyak kelemahan sehingga disempurnakan dengan Penilaian Prestasi Kerja PNS.
Download :
Kelemahan
yang utama dari DP3 adalah tidak dapat digunakan dalam menilai dan
mengukur seberapa besar produktivitas dan kontribusi PNS terhadap
organisasi. Hal ini disebabkan penilaian prestasi kerja pegawai dengan
menggunakan metode DP3 tidak didasarkan pada target tertentu. Untuk itu
diterbitkanlah Peraturan Pemerintah Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2011 Tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil yang dijadikan dasar dalam penyempurnaan pelaksanaan penilaian PNS.
Penilaian prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil
dilaksanakan secara sistematis yang penekanannya pada tingkat capaian
sasaran kerja pegawai atau tingkat capaian hasil kerja yang telah
disusun dan disepakati bersama antara Pegawai Negeri Sipil dengan
Pejabat Penilai.
Berdasarkan pasal 4 PP No. 46 Tahun 2011, penilaian prestasi kerja PNS dibagi dalam 2 (dua) unsur yaitu :
1. Sasaran Kerja Pegawai (SKP) merupakan
rencana kerja dan target yang akan dicapai oleh seorang PNS dan
dilakukan berdasarkan kurun waktu tertentu. Sasaran kerja pegawai
meliputi beberapa aspek :
- Kuantitas merupakan ukuran jumlah atau banyaknya hasil kerja yang dicapai oleh seorang pegawai.
- Kualitas merupakan ukuran mutu setiap hasil kerja yang dicapai oleh seorang pegawai.
- Waktu merupakan ukuran lamanya proses setiap hasil kerja yang dicapai oleh seorang pegawai.
- Biaya merupakan besaran jumlah anggaran yang digunakan setiap hasil kerja oleh seorang pegawai.
2. Perilaku kerja
merupakan setiap tingkah laku, sikap atau tindakan yang dilakukan oleh
seorang PNS yang seharusnya dilakukan atau tidak dilakukan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Adapun unsur
perilaku kerja meliputi :
- Orientasi pelayanan merupakan sikap dan perilaku kerja PNS dalam memberikan pelayanan kepada yang dilayani antara lain meliputi masyarakat, atasan, rekan sekerja, unit kerja terkait, dan/atau instansi lain.
- Integritas merupakan kemampuan seorang PNS untuk bertindak sesuai dengan nilai, norma dan etika dalam organisasi.
- Komitmen merupakan kemauan dan kemampuan seorang PNS untuk dapat menyeimbangkan antara sikap dan tindakan untuk mewujudkan tujuan organisasi dengan mengutamakan kepentingan dinas daripada kepentingan diri sendiri, seseorang, dan/atau golongan.
- Disiplin merupakan kesanggupan seorang PNS untuk menaati kewajiban dan menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan atau peraturan kedinasan yang apabila tidak ditaati atau dilanggar dijatuhi sanksi.
- Kerja sama merupakan kemauan dan kemampuan seorang PNS untuk bekerja sama dengan rekan sekerja, atasan, bawahan baik dalam unit kerjanya maupun instansi lain dalam menyelesaikan suatu tugas dan tanggung jawab yang diembannya.
- Kepemimpinan merupakan kemampuan dan kemauan PNS untuk memotivasi dan mempengaruhi bawahan atau orang lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya demi tercapainya tujuan organisasi.
Penyusunan Sasaran Kerja Pegawai (SKP)
diwajibkan bagi seluruh PNS/ASN yang dibuat setiap awal tahun anggaran
(2 Januari) yang didalamnya memuat kegiatan tugas jabatan dan target
yang harus dicapai dalam kurun waktu penilaian yang bersifat nyata dan
dapat diukur. SKP tersebut harus disetujui dan ditetapkan oleh Pejabat
Penilai sebagai kontrak kerja. Untuk tata cara penyusunan Sasaran Kerja Pegawai dapat mengikuti link ini.
Penilaian Sasaran Kerja Pegawai dilaksanakan
setiap akhir tahun anggaran (31 Desember) dengan membandingkan capaian
dan target yang telah diperjanjikan diawal tahun/kontrak kerja dan
ditambahkan dengan tugas-tugas tambahan lainnya. Format Sasaran Kerja Pegawai dapat didownload disini.
Penilaian
akhir dari prestasi kerja adalah dengan cara menggabungkan penilaian
SKP dengan penilaian perilaku kerja. Bobot nilai dari masing-masing
adalah 60% bagi unsur SKP dan 40% bagi unsur perilaku kerja. Nilai
prestasi kerja dinyatakan dalam angka dan sebutan sebagai berikut.
a. 91 – ke atas: sangat baik
b. 76 – 90: baik
c. 61 – 75: cukup
d. 51 – 60: kurang
e. 50 ke bawah: buruk
b. 76 – 90: baik
c. 61 – 75: cukup
d. 51 – 60: kurang
e. 50 ke bawah: buruk
Pelaksanaan penilaian prestasi kerja PNS melalui penyusunan SKP akan aktif dilaksanakan sejak 1 Januari 2014. Penilaian prestasi kerja PNS dan SKP selanjutnya dijadikan salah satu syarat dalam Usul Kenaikan Pangkat oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Semoga dengan adanya sistem penilaian kerja PNS
ini dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalisme ASN/PNS dalam
menjalankan tugas sebagai aparatur negara serta dijadikan bahan dalam
pengembangan karir ASN/PNS.
Download :
Kepala Kantor Kemenag Bantaeng dari Masa ke Masa
Jawatan Urusan Agama Kab.
1951 - 1972 : S. Yasid Nasar
Kantor Perwakilan Dep. Agama Kab.
1972 - 1074 : K. H. Yusuf Harun
Kantor Perwakilan Depag Kab. Bantaeng
Kantor Departemen Agama Kab. Bantaeng
1985 - 1989 : K. H. Abd. Malik Gassing
Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng
Langganan:
Postingan (Atom)









