Plh Kakan Kemenag Bantaeng Buka Rakor Guru PAI Se Kab. Bantaeng


Bantaeng, (7/9) - Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng melalui Seksi PAIS (Pendidikan Agama Islam pada Sekolah), menggelar Rapat Koordinasi Penguatan Data Emis Pendidikan Agama Islam, bertempat di Gedung PGRI Kab. Bantaeng, Kamis (7/9/2017).

Rakor dihadiri oleh kurang lebih 300 Guru Pendidikan Agama Islam mulai tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK se Kab. Bantaeng, baik PNS maupun Non PNS dan baik yang sudah Sertifikasi maupun yang belum Sertifikasi namun sudah terdaftar di Aplikasi Simpatika.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha yang juga Plh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng, Bapak H. Muh. Ahmad Jailani, S.Ag, MA berkesempatan membuka secara resmi Rapat Koordinasi didampingi oleh Kepala Seksi PAIS Bapak H. Muhammad Arfah, S.Ag, serta para pengawas PAI.

Rakor membahas tentang SOSIALISASI APLIKASI SIMPAI PKG GPAI & PKB GPAI.

H. Muh. Ahmad Jailani dalam sambutannya menyampaikan bahwa seorang Guru selayaknya harus dapat diGugu dan ditiRu.

"Bahwa untuk menjadi seorang guru di era teknologi dan informasi yang semakin canggih dewasa ini, maka mau tidak mau harus mampu menguasai perangkat-perangkat teknologi tersebut, baik itu Komputer (laptop) maupun Smartphone Android". Tuturnya

"Jika dahulu orang dikatakan Buta Huruf apabila tidak memahami aksara baik huruf latin maupun huruf Arab, maka sekarang kita akan dikatakan Gaptek apabila tidak dapat menguasai atau memahami perangkat-perangkat teknologi tersebut". Tambahnya

Sebelum mengakhiri sambutannya, Plh Kepala Kantor Kemenag Bantaeng ini tak lupa mengingatkan kepada seluruh peserta Rakor bahwa Jemaah Kloter 2 Upg Makassar yang mana terdiri dari jemaah asal Kab. Bantaeng, Kab. Soppeng dan Kota Makkasar dijadwalkan akan tiba di Bandara Sultan Hasanuddin pada hari Jumat tanggal 8/9/2017 pukul 22.45 dan diperkirakan akan tiba di Bantaeng Sabtu dini hari di Balai Kartini.

"Saya yakin dari seluruh peserta Rakor ini ada keluarganya yang berangkat haji tahun ini, olehnya itu, saya berharap kepada kita semua untuk bersama-sama mendoakan seluruh jemaah kita semoga tetap diberikan kesehatan kekuatan dan keselamatan hingga tiba kembali di tanah air dengan membawa predikat haji mabrur". Pungkasnya. (Mhd)



Suscatin Berganti Nama, 11 Pasang Catin Ikut Bimwin Di KUA Kec. Bantaeng

Bantaeng, (6/9) - Setelah berjalan selama kurang lebih 8 tahun (sejak 2009), Suscatin (Kursus Calon Pengantin) yang merupakan bimbingan dan pembekalan singkat bagi calon pengantin sebelum menjalani kebidupan berumah tangga, kini berganti nama menjadi Bimwin (Bimbingan Perkawinan).

Menurut keterangan H. Muh. Syarif Hidayat Hasibu, Lc, MA, Penghulu Fungsional pada KUA Kec. Bantaeng: "Bimwin ini seharusnya mulai diberlakukan sejak awal bulan September 2017 dan anggarannya diambil dari biaya nikah yang disetor catin ke rekening Kemenag Pusat. Kegiatan ini dikoordinir langsung oleh Seksi Bimas Islam dengan peserta minimal 15 pasang catin (30 orang) setiap kegiatan, dengan jumlah materi 16 jam pelajaran dan diadakan selama 2 hari". Kata Syarif Hidayat

Hal itu dibenarkan oleh H. Muh. Rajab, S.Ag, pelaksanan pada Seksi Bimas Islam Kantor Kemenag Bantaeng: "Kalau kegiatan yang ada RAB nya sebanyak 5 Angkatan dengan jumlab peserta sebanyak 30 oang (15 pasang) dengan 16 jampel, sekarang sementara dalam tahap persiapan". Demikian penjelasan HM Rajab.

Sementara itu menurut keterangan H. Syarif: "Seiring dengan perubahan bentuk kegiatan tersebut dan sambil menunggu kesiapan secara teknis dari Seksi Bimas Islam Kantor Kemenag Bantaeng, KUA Kec. Bantaeng pada hari Senin yang lalu (4/9), telah mengadakan Suscatin atau bimbingan perkawinan (Bimwin) secara mandiri dan catin yang mengikuti hingga mencapai 11 pasang (22 orang), hal ini menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat dalam hal tertib administrasi pencatatan nikah". Tutur H. Syarif.


"Aturan pelaksanaan suscatin yang sekarang berganti label "Bimbingan Perkawinan" (BimWin) sudah bisa mencapai 97% catin sanggup memenuhi aturan yang berlaku.". Lanjutnya.

"Meski sistem pembelajaran sebagai bentuk pembekalan singkat belum maksimal, tetapi Kementerian Agama terus berusaha membuat regulasi yang tepat bagaimana pasangan catin bisa menerima bekal dalam waktu singkat, yang pada akhirnya diharapkan bisa meningkatkan kwalitas hidup berkeluarga dengan indikasi kesejahteraan hidup yang tidak hanya dilihat dari kemapanan ekonomi, tetapi pondasi dan nilai-nilai keagamaan bisa menjadi dasar sehingga bisa menurunkan angka perceraian, dan semua arahan dan bimbingan ini tentu saja tidak bisa didapatkan bagi pelaku nikah siri". Demikian penjelasan Penyuluh Fungsional jebolan Al Ahzar Kairo Mesir ini kepada Humas Kemenag Bantaeng. (Mhd)

Jelang Kedatangan Jemaah Haji, Pemkab Bantaeng Gelar Rapat Persiapan Penjemputan

Bantaeng, (5/9) - Berlangsung di Ruang Rapat Asisten II Setda Bantaeng, Selasa (05/09/2017) Plh Kepala Kantor Kemenag Bantaeng Bapak H. Muhammad Ahmad Jailani, S.Ag, MA didampingi Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Bapak H. Muhammad Tahir, S.Ag, MM menghadiri Rapat pemantapan penjemputan jemaah haji kloter 2 Kab. Bantaeng di Asrama Haji Sudiang Makasar.

Rapat dihadiri pula oleh beberapa unsur terkait antara lain Kabag Kesra Setda Bantaeng Bapak Drs. Muh. Saeruddin, M.Si, unsur Kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan dari Kantor Kesbangpol Bantaeng.

Menurut rencana, jamaah haji Kabupaten Bantaeng tiba di tanah air melalui Debarkasi UPG-Makassar pada tanggal 8 September 2017 pukul 22.45.Wita dan diperkirakan tiba di Bantaeng pukul 03.00. Wita dini hari di Gedung Balai Kartini Bantaeng.

Seperti diketahui, saat ini Jemaah Haji Kab. Bantaeng (183) yang tergabung dalam Kloter 2 UPG-Makassar bersama jemaah haji Kab. Soppeng (253) dan jemaah haji Kotamadya Makassar (14) baru saja selesai melaksanakan rangkaian Ibadah Armina (Arafah Musdhalifa dan Mina), dan telah kembali ke pemondokan untuk melaksanakan tawaf ifadah dan sai serta tawaf wada (tawaf perpisahan) sebelum meninggalkan Mekkah menuju tanah air.

Demi menyambut kedatangan jamaah haji tersebut, Pemerintah Kabupaten Bantaeng bekerjasama dengan seluruh unsur terkait diatas akan memperketat mekanisme penjemputan. Hal ini dimaksudkan demi mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan misalnya hilangnya barang-barang bawaan jemaah, juga demi mengantisipasi membludaknya para keluarga jamaah yang datang menjemput di Gedung Balai Kartini Bantaeng. (Mhd)

Hindari Muharram, Catin Di Bantaeng Ramai Nikah Di Bulan Dzulhijjah

Bantaeng, (5/9) - Setelah lepas bulan Dzulqae'dah, kini Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan kembali ramai oleh para calon pengantin yang hendak mendaftarkan pernikahannya di bulan Dzulhijjah.

Di KUA Kec. Pa'jujukang misalnya, menurut keterangan Ibu Nurlinda, S.Ag, salah seorang penyuluh fungsional di KUA ini, pelayanan suscatin sejak hari pertama kerja pasca Hari Raya Idul Adha (senin, 4/9 red), tampak cukup ramai.

Hal tersebut menurut Nurlinda dikarenakan selepas bulan Haji nanti masyarakat kembali akan dihadapkan pada pandangan klasik mengenai bulan Muharram sebagai permulaan Tahun Hijriyah, sebagaimana pandangan terhadap bulan cipi' atau Dzulqaiddah, yang mana pada bulan itu umumnya masyarakat juga memilih untuk menghindari menikahkan anaknya.

"Alhamdulillah, para peserta suscatin hari ini (Senin 4/9 kemarin, Red) datang dari berbagai Desa se-Kec. Pa'jukukang, mereka semua berjumlah 10 pasang namun 2 orang diantaranya, pasangannya tidak hadir sebab sudah di Suscatin di daerah masing-masing" Ujar Nurlinda

"Fenomena ini biasanya akan berlangsung sepanjang bulan Dzulhijjah karena pada umumnnya masyarakat merasa ragu melakukan atau memulai suatu pekerjaan di bulan Muharram apalagi pas 1 Muharram dan ini sudah melekat/ membudaya di tengah-tengah masyarakat, tak ayal, KUA pun menjadi sesak oleh catin beserta keluarga yang menyertainya guna berlomba-lomba mendaftar Suscatin di bulan iin. Ujarnya lagi.

"Meskipun sebagian besar masih berpandangan seperti diatas, namun tetap masih ada juga yang tetap meyakini akan kebaikannya, dan disinilah peran para penyuluh Agama Islam itu ditentukan, guna memberikan pencerahan kepada masyarakat mengenai pandangan-pandangan yang tidak Islami tersebut". Pungkasnya kepada Humas Kemenag Bantaeng yang dihubungi melalui WhatsApp.