Inilah Salah Satu Kelompok Binaan Penyuluh Agama Islam Kec. Pa'jukukang Kab. Bantaeng


Bantaeng, (2/11) - TPA Al-Mujahidin yang terletak di Kampung Bakara, Desa Pajujukang, Kab. Bantaeng merupakan salah satu kelompok binaan Penyuluh Agama Islam Kec. Pa'jukukang, Kab. Bantaeng.

TPA Al-Mujahidin yang berdiri sejak tahun 2008 ini memiliki santri santriwati kurang lebih 100 orang dengan tenaga Pengajar yang terdiri dari Ust. Kammisi (penyuluh Non PNS yang juga sebagai pendiri TPA), Salmawati (istri ust. Kammisi yang juga Ketua Majelis Taklim. Al-Ikhlas Muslimat NU), Kamaruddin, S.Pd.I, Syahruni, dan Arifuddin yang dikoordinir oleh FK-PAI Kec. Pa'jukukang.

Hingga saat ini, menurut keterangan Ibu Nurlinda, S.Ag, salah seorang penyuluh fungsional KUA Kec. Pa'kukukang, TPA Al-Mujahidin ini Alhamdulillah sudah melahirkan beberapa orang Hafidz/ Hafidzah, dan baru-baru ini sempat diliput oleh salah satu TV Swasta Nasional yakni Tv One dalam acara Pesona Desa.




Sistem pembelajaran yang diterapkan di TPA ini menurut Ibu Nurlinda adalah sesuai dengan silabus BKPRMI dengan tahap pembelajaran mulai dari Iqro', Tadarrus, Tahsin dan Tahfidz dengan jadwal pembelajaran setiap hari (kecuali ahad) mulai pukul 14.00.wita hingga masuk waktu Ashar (Shalat Ashar berjamaah di Masjid), Khusus Tahsin dan Tahfidz ba'da  magrib sampai Isya.

PASMA MA Muhammadiyah Bantaeng Lebih Elegan Dan Berkemajuan

Bantaeng, (2/11) - Kegiatan latihan Paskibraka Bantaeng menuju era baru dengan pakaian putih hitam menjadikan Pasukan Paskibaraka Madrasah (PASMA) MA Muhammadiyah Bantaeng lebih menarik dan elegan.

Latihan yang dilaksanakan secara rurin setiap kamis dan sabtu ini diikuti oleh 21 orang peserta yang terdiri dari 7 orang perempuan dan 14 orang laki laki.

Latihan yang dibina langsung oleh purna paskib tahun 2014 Sunardi ini sangat menekankan pada kedisplinan dan ketekunan

Kegiatan PASMA yang di gelar secara rutin di MA Muhammadiyah Bantaeng ini merupakan persiapan dalam rangka pengukuhan paskibraka sekolah serentak tahun 2018 dan seleksi Paskib kab. Bantaeng  tahun 2018.

Kegiatan ini menurut Wakil Kepala Madrasah H. Salahuddin, HR menambah kedisiplinan dan wawasan siswa siswa ma muhammadiyah bantaeng, mereka yang ikut ini merupakan siswa-siswi pilihan hasil seleksi yang dilakukan di madrasah.

Kab. Bantaeng Satu-Satunya Di Sulsel Yang Anggarkan Bantuan Melalui APBD Untuk Santri Pasca Dikterapan

Bantaeng, (1/11) - Perjuangan Seksi PD Pontren Kantor Kemenag Bantaeng bersama MMPP (Majelis Musyawah Pondok Pesantren) dalam memperjuangkan nasib santri kurang mampu yang ditampung di berbagai pondok pesantren dalam lingkungan Kantor Kemenag Kab. Bantaeng akhirnya menuai hasil menggembirakan.

Anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu korban kekerasan orang tua, korban eksedus daerah konflik dan anak jalanan yang ditampung di Pondok Pesantren ini dulunya dibiayai melalui Program Dikterapan Kementerian Agama di era Presiden SBY, namun sejak tahun 2015 yang lalu program ini telah berakhir, dan selama tahun 2016 mereka dibiayai oleh Ponpes masing-masing.

Dan berkat upaya yang masif serta lobi yang intens oleh Seksi PD Pontren Kementerian Agama Kab. Bantaeng  bersama segenap anggota Majelis Musyawarah Pondok Pesantren (MMPP), tahun 2017 ini mereka akan dibiayai oleh Pemkab Bantaeng melalui Dana APBD bahkan dengan kuota yang jauh lebih besar dari Program Dikterapan yakni sebanyak 411 orang santri, sehingga bantuan Lauk pauk ini bukan hanya dirasakan oleh santri eks Dikterapan namun juga oleh santri lainnya, meskipun nominal yang diterima lebih sedikit.

Sehubungan dengan itu bertempat di ruangan Bagian Kesra Setda Bantaeng, Rabu (1/11), Seksi PD Pontren Kantor Kemenag Bantaeng diwakili oleh dua orang staf, Fajri, SH dan Nurahyani, S.Pd.I, menyerahkan data 411 orang Santri dari 13 Pondok Pesantren se Kab. Bantaeng kepada Bagian Kesra Setda Bantaeng guna mendapatkan bantuan lauk pauk dimaksud dengan Total bantuan sebesar Rp.710.208.000, yang telah dianggarkan melalui APBD Kab. Bantaeng Tahun 2017.

Menurut Kasi PD Pontren Kantor Kemenag Bantaeng Dra. Hj. St. Wahni, M.Pd, Kab. Bantaeng adalah satu-satunya di Sulsel yang menganggarkan bantuan untuk santri Pondok Pesantren yang kurang mampu melalui APBD.

Selain bantuan lauk pauk untuk santri kurang mampu ini, melalui Seksi PD Pontren pula, 13 Pimpinan Pondok Pesantren se Kab. Bantaeng akan menerima Insentif sebesar Rp. 750.000 perbulan selama setahun atau senilai total Rp. 117.000.000, yang juga dianggarkan melalui APBD Bantaeng Tahun 2017.

Sedang, 52 orang pembina Kitab Kuning pada 13 Pondok Pesantren se Kab. Bantaeng untuk basis pembinaan MQK (Musabaqah Qiraatul Kutub) akan menerima insentif sebesar Rp.250.000 perbulan selama setahun ditambah 82 orang guru diniyah dari 18 Diniyah Takmiliyah Ula dan Wustho se Kab. Bantaeng juga akan menerima insentif sebesar Rp. 250.000 perbulan teerhitung mulai Januari hingga Desember 2017.




PD Pontren Kemenag Bantaeng Berhasil Membuka Kran APBD Untuk Pembinaan Lembaga Pendidikan Keagamaan Islam Di Bantaeng

Bantaeng, (1/11) - Kementerian Agama Kab. Bantaeng melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) telah berhasil membuka kran anggaran APBD Pemkab Bantaeng untuk dialirkan ke sejumlah Lembaga Pendidikan Keagamaan Islam dalam lingkungan Kantor Kemenag Bantaeng.

Tidak tanggung-tanggung, total anggaran yang telah digelontorkan Pemkab Bantaeng melalui APBD Tahun 2017 (terhitung mulai Januari hingga Desember 2017) untuk Lembaga Pendidikan Keagamaan Islam khusus Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren di bawah koordinasi Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng ini mencapai satu Milyar Rupiah lebih atau tepatnya sebesar Rp. 1.229.208.000,-

Ada 4 Kran akun dari 2 Dinas terkait yang berhasil dibuka antara lain:

1. Tercatat sebanyak 411 orang Santri dari 13 Pondok Pesantren se Kab. Bantaeng untuk tahun 2017 akan menerima bantuan lauk pauk dengan nilai nominal sebesar Rp. 6.000 perhari (24 hari/bulan) selama setahun, sehingga jika ditotal maka sebanyak Rp.710.208.000, dana APBD Kab. Bantaeng akan mengalir ke sini.

2. Sementara itu sebanyak 13 Pimpinan Pondok Pesantren se Kab. Bantaeng akan menerima Insentif sebesar Rp. 750.000 perbulan selama setahun dan jika ditotal maka sebanyak Rp. 117.000.000, APBD Bantaeng akan dinikmati oleh para Pimpinan Pondok Pesantren

3. Sedang, 52 pembina Kitab Kuning dari 13 Pondok Pesantren se Kab. Bantaeng untuk basis pembinaan MQK (Musabaqah Qiraatul Kutub) akan menerima insentif sebesar Rp.250.000 perbulan selama setahun, sehingga jika ditotal jumlahnya mencapai Rp.156.000.000,

4. Dan tak ketinggalan 82 orang guru diniyah dari 18 Diniyah Takmiliyah Ula dan Wustho se Kab. Bantaeng juga akan menerima insentif sebesar Rp. 250.000, perbulan sehingga jika ditotal sebanyak Rp.246.000.000.

Semua pencapaian itu adalah hasil kerja keras Kepala Seksi PD Pontren beserta staf bersama unsur MMPP (Majelis Musyarah Pimpinan Pondok Pesantren) Kab. Bantaeng yang telah berhasil memediasi dan meyakinkan pihak Pemkab. Bantaeng dan pihak DPRD Kab. Bantaeng atas permasalahan yang sangat esensial dalam pembinaan lembaga pendidikan keagamaan Islam di Kab. Bantaeng yang perlu mendapatkan bantuan dari pihak Pemkab dan tentu saja hal itu tidak terlepas dari lahirnya Perda Kab. Bantaeng No 5 Tahun 2012 tentang Pendidikan Diniyah Formal dan Pondok Pesantren yang merupakan marwah bagi lembaga pendidikan keagamaan Islam di Kab. Bantaeng.

Keberhasilan Seksi PD Pontren Ibu Dra. Hj. St. Wahni, M.Pd bersama segenap unsur MMPP Kab. Bantaeng ini juga telah menghidupkan kembali 2 program Kementerian Agama yang terhenti baik karena telah selesai masa programnya yakni Program Dikterapan (Pendidikan Terpadu Anak Harapan) sejak tahun 2015, sehingga masa depan anak-anak kurang mampu yang ditampung di Pondok Pesantren kembali cerah, dan program bantuan Insentif bagi Guru Diniyah dari Kementerian Agama yang terhenti sejak tahun 2013.

Menurut ibu Hj. St. Wahni, keberhasilan ini tidak terlepas pula dari peran pihak DPRD Kab. Bantaeng dalam melakukan Pressure kepada panitia Banggar Eksekutiv Pemkab. Bantaeng sehingga Kab. Bantaeng merupakam satu-satunya Kabupaten yang menganggarkan pembinaan pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren dari 24 Kabupaten/Kota se Sulsel yang bersumber dari APBD.

Sukses buat seksi PD Pontren Kemenag Bantaeng, Selamat buat dunia Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren dan terima kasih buat Pemerintah Kabupaten Bantaeng.