Pendaftaran Ditutup, Bantaeng Kemah Madrasah Bakal Diikuti 62 Madrasah


Bantaeng, (2/12) - Sebanyak 62 Madrasah se Kab. Bantaeng dipastikan akan turut meramaikan perkemahan "Bantaeng Kemah Madrasah (BKM) 2017" yang akan dihelat mulai tanggal 27 sampai dengan 30 Desember 2017 di lapangan sepakbola Parelah Dampang Kec. Gantarangkeke setelah panitia menutup pendaftaran peserta pada tanggal 30 November 2017 yang lalu.
Menurut Sekretaris Panitia HAB 72 tingkat Kemenag Bantaeng Fajri, SH, setelah Pendaftaran Bantaeng Kemah Madrasah (BKM) dan pendafaran cabang-cabang lomba ditutup pada hari Kamis 30/11/2017, jumlah pendaftar untuk tingkat MI adalah sebanyak 18 lembaga, MTs sebanyak 26 lembaga dan MA sebanyak 18 Lembaga.

Sementara untuk cabang futsal, total pendaftar sebanyak 21 tim, sedang untuk kegiatan bhakti sosial donor darah pendaftaran dibuka sampai hari H (untuk sementara, pendaftar sebanyak 50 orang), untuk pendaftar pada cabang lain akan disampaikan kemudian.

Menurut Fajri, technical meeting BKM dan Futsal akan digelar pada hari Rabu tanggal 6 Desember 2017 bertempat di aula Kantor Kemenag Bantaeng sakaligus penyerahan final juknis. Untuk itu Fajri berharap kepada semua pembina pramuka pada masing-masing lembaga dan koordinator tim futsal di masing-masing lembaga yang sudah terdaftar pada panitia kabupaten agar hadir pada technical meeting dimaksud.


ASN Kemenag Bantaeng Ini Raih Gelar Doktor Bersama Bapak Kakanwil


Makassar, (2/12) - Bertempat di hotel Four Point by Sheraton Makassar, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar mewisuda 850 mahasiswanya dari berbagai program studi, Sabtu (2/12/2017).

Wisuda yang berlangsung selama dua hari ini mewisuda masing-masing 797 program Magister dan 53 lulusan program doktor. serta program strata satu (S1) dari FAI sebanyak 33 orang.

850 wisudawan tersebut berasal dari 13 program studi. Tiga diantaranya program doktor yaitu Ilmu Menajemen, Ilmu Hukum dan Menajemen Pendidikan Islam, sementara 10 lainnya merupakan program Magister, yakni Magister Menajemen, Ilmu Hukum, Pendidikan Agama Islam, Akuntansi, Ilmu Ekonomi, Menajemen Pesisir dan Trknik Kelautan, Teknik Kimia, Agroteknologi, Teknik Sipil, dan Magister Kesehatan.

Wisudawan terbanyak pada program Magister Ilmu Hukum dengan jumlah 227 wisudawan disusul Magister Menajemen dengan 221 wisudawan.

Sementara Lulusan Magister Menajemen Pesisir dan Teknik Kelautan serta Magister Agroteknologi menempati lulusan yang terkecil dengan jumlah lulusan sebanyak 14 wisudawan.

Dalam wisuda tersebut terdapat 13 lulusan terbaik dan salah satunya adalah Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan, Dr Wahid Tahir dengan Indeks Prestasi Kumulatif 3.9 dalam pada program studi Doktor Menajemen Pendidikan Islam.

Sementara itu pada kesempatan tersebut turut diwisuda bapak GAFRAWI, SH.,MH. (Kepala KUA Kec. Bissappu, Kab. Bantaeng) pada Program Pascasarjana bidang Ilmu Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

Meski tidak termasuk sebagai salah satu dari 13 wisudawan terbaik, namun Gafrawi berhasil mempertahankan Disertasinya yang berjudul.: "HAKIKAT FUNGSI PENGADILAN AGAMA DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERCERAIAN DI SULAWESI SELATAN" dengan predikat Sangat Istimewa.

Berikut daftar lulusan terbaik berdasarkan prodi:
  1. Doktor Ilmu Menajemen : Dr Ishaq Runi
  2. Doktor Ilmu Hukum : Dr Nasrullah Arsyad
  3. Doktor Menajemen Pendidikan Islam : H Abd Wahid Tahir
  4. Magister Menajemen : Yanti Aryani
  5. Magister Ilmu Hukum : Rahmi Sahabuddin
  6. Magister Pendidikan Agama Islam : Ahmad Jazil
  7. Magister Akuntansi : Ardiansyah
  8. Magister Ilmu Ekonomi : A Isfira Rosany
  9. Magister Menajemen Pesisir dan Teknik Kelautan : Toni 
  10. Magister Teknik Kimia : Al Mukmin Umar
  11. Magister Agroteknologi : Andi Yuli Tenriawaru
  12. Magister Teknik Sipil : M Junaid Salam
  13. Magister Teknik Mesin : Kartika Aminuddin
Selamat buat Bapak Kakanwil Dr. H. Abd Wahid Thahir, M.Ag dan Kepala KUA Kec. Bissappu Kab. Bantaeng Dr. Gafrawi, MH, atas gelar Doktor yang diraihnya, semoga membawa keberkahan tersendiri bagi diri dan keluarga serta bagi kemaslahatan ummat.

Buka MQK VI 2017, Menag Minta Pemda Benahi Aturan Yang Membatasi Keberpihakan Terhadap Pesantren Dan Madrasah Diniyah

Jepara, (2/1) - Bertepatan dengan hari raya Maulid Nabi Muhammad SAW, MQK (Musabaqah Qira'atul Kutub) ke - 6 tingkat Nasional Tahun 2017 dibuka secara resmi oleh Menteri Agama RI H Lukman Hakim Saifuddin di komplek Ponpes Raudlotul Mubtadi’in Balekambang Jepara Jawa Tengah, Jum'at (1/11).

Dalam sambutannya, Menag LHS mengawali dengan menyampaikan salam dari Presiden Joko Widodo, sekaligus menyampaikan permohonan maaf bapak Presiden karena tidak bisa hadir menyapa para santri secara langsung.

LHS menyatakan ‘’Pesantren merupakan miniatur Indonesia. Pesantren merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah bangsa,’’ tegas Menag


Bisa jadi tanpa pesantren, kata Menag, belum tentu negara ini ada. Untuk itu, sudah selayaknya pemerintah pusat dan pemerintah daerah membuktikan kepeduliannya membantu pesantren

“Kami akan terus meningkatkan alokasi APBN untuk pesantren. APBD juga sudah sepatutnya menyediakan alokasi yang cukup untuk pesantren di daerahnya masing-masing,” tuturnya.

"Pemerintah Daerah sudah seharusnya peduli dengan layanan pendidikan di daerahnya, termasuk pesantren dan madrasah diniyah,” lanjutnya.

Oleh karena itu Menag minta agar aturan yang membatasi keberpihakan Pemda terhadap pesantren dan madrasah diniyah, bisa segera dibenahi. Demikian juga pemerintah pusat akan melakukan harmonisasi lintas kementerian dan lembaga, guna membangun sinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Tandas Menag.

Kontingen Sulawesi Selatan pada kesempatan ini menurunkan kafilah sebanyak 74 orang yang terdiri dari 26 peserta, official dan pendamping. Turut Hadir Kepala Kantor Kemenag Bantaeng Bapak H. Muhammad Yunus, S.Ag, M.Ag bersama Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ibu Dra. Hj. St. Wahni, M.Pd yang turut mendampingi 1 orang peserta dari Kab. Bantaeng mewakili Sulsel.


Kakan Kemenag Bantaeng Beserta Kasi PD Pontren Ikuti Pembukaan MQK VI Tingkat Nasional Di Jepara, Jateng

Jepara, (1/11) - Musabaqah Qira'atul Kutub (MQK) merupakan kegiatan tiga tahunan yang menjadi ajang kompetisi membaca, menerjemahkan, dan menjelaskan isi kandungan kitab kuning.

Presiden Joko Widodo yang dijadwalkan akan membuka acara Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) tingkat Nasional ke - 6 tahun 2017 pada hari Jumat (1/12/2017), batal hadir.

Upacara pembukaan dipusatkan di Aula Pondok Pesantren Raudlotul Mubtadi’in Balekambang Jepara Jawa Tengah. Hadir pada kesempatan itu, antara lain Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Dr. H. Nur Ahmad MA, Gubernur Jateng H. Ganjar Pranowo, Pengasuh Pesantren Balekambang KH Muhammad Makmun Abdullah, Bupati/ Walikota di Jateng serta para kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag).

Hadir pula Kepala Kantor Kemenag Kab. Bantaeng bapak H. Muhammad Yunus, S.Ag, M.Ag, bersama Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ibu Dra. Hj. St. Wahni, M.Pd yang duduk di deretan para Kepala Kantor Kemenag Kab/Kota se Sulsel.

Acara Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Nasional ke VI yang menempati lahan 25 hektar di komplek Ponpes Raudlotul Mubtadi’in Balekambang Jepara Jawa Tengah ini dibuka oleh Menteri Agama RI Bapak H. Lukman Hakim Saifuddin.

Menag LHS mengawali sambutannya dengan menyampaikan salam dari Presiden Joko Widodo, sekaligus menyampaikan permohonan maaf bapak Presiden RI karena tidak bisa hadir menyapa para santri secara langsung. ‘’Pesantren merupakan miniatur Indonesia. Pesantren merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah bangsa,’’ tegas Menag.

Sementara itu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam sambutannya tak lupa mengajak delegasi pendamping kontingen MQK untuk berwisata keliling Jepara

"Jepara memiliki banyak sekali tempat indah. Jadi mereka akan keliling Jepara untuk melihatnya," ujar Ganjar.

MQK yang diikuti 26 santri dari Sulawesi Selatan dimana 1 diantaranya berasal dari Kab. Bantaeng ini akan berlangsung tanggal 1 hingga 6 Desember 2017.