Santri MA DDI Mattoanging Bantaeng Ini Wakili Sulsel Pada PPSN Tingkat Nasional

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Seleksi Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) tingkat Provinsi Sulsel tahun 2018 yang digelar Bidang PD Pontren Kanwil Kemenag Sulsel telah usai.

Ratusan peserta utusan dari Pondok Pesantren Kabupaten/Kota yang terdiri dari sanggah putra dan sanggah putri telah berlaga dengan mempersembahkan keterampilan individu terbaik serta kekompakan dan kerjasama tim yang dimiliki.

Bidang PD Pontren dibawah kendali Kabid H. Faturrahman sebagai pelaksana kegiatan telah bekerja secara maksimal mulai dari pembukaan hingga acara ini berakhir dengan penilaian dewan juri yang sangat obyektif dari Kwarda Pramuka Sulsel.

Perhelatan 3 tahunan yang dilaksanakan Bidang PD Pontren Kanwil Kemenag Sulsel ini merupakan kegiatan berjenjang mulai tingkat Kabupaten/Kota hingga ke tingkat nasional. PPSN tingkat Nasional akan berlangsung di Bumi Perkemahan Abdurrahman Sayouti Musa Jambi 1-7 Oktober 2018 mendatang.

Muh Ahsan Taqwim, santri kelas XII IPA MA DDI Mattoanging Bantaeng adalah 1 dari 20 peserta dari Kab. Bantaeng yang berhasil lolos untuk mewakili Sulawesi Selatan dalam ajang Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) 2018 di Provinsi Jambi.

Berikut nama-nama santri peserta PPSN yang berhasil lolos dalam seleksi tingkat Prop. Sulsel, berdasarkan hasil Pengumuman dari Dewan Juri:

Sangga utuh dari Kab.Gowa :
1. Muh Rahman
2. Rifki Nur Arrasyid
3. Zulkifli
4. Nur Rahmat Rasuli
5. Aldrian Ardin
6. Ammar Qurrata A’yun
7. Bagas Raka Bayu Saputra
8. Wagyta Wicaksana Syah

Sangga Partisipatif (Putra) :
1. Muh.Rival Rivaldi (Makassar)
2. Makmur (Takalar)
3. Akbar (Jeneponto)
4. Muh. Ahsan Taqwim (Bantaeng)
5. Fadel Khaliq Akramullah (Sinjai)
6. Syahrul Ramadhan (Wajo)
7. M.Abd Khaliq Mushab (Barru)
8. M.Zikrullah (Soppeng)

Sangga Partisipatif Putri:
1. Misbahul Jannah (Bulukumba)
2. Nur Fatiha (Bone)
3. Sri Wahyuni (Parepare)
4. Maisarah (Pinrang)
5. Mutmainnah (Enrekang)
6. Salwa (Sidrap)
7. Nurul Hikmah (Luwu Timur)
8. Siti Rahmiah (Maros)


Putra pasangan bapak Muh. Jufri dan
Ibu Hudaya ini merupakan 1 dari 10 peserta yang berasal dari Pondok Pesantren DDI Mattoanging Bantaeng yang merupakan santri anggota KOPASDA (Komando Pasukan Darudda’wah) binaan kak Syahrul Thaha dan kak A. Faisal Ismail yang mana kegiataan pramuka ini adalah salah satu kegiatan yang dibina secara intensif di Pondok Pesantren DDI Mattoanging.

Mari do'akan santri kita yang akan mewakili Sulsel di tingkat Nasional ini tetap diberi kesehatan dan kekuatan dalam mengemban amanah sebagai wakil Sulsel di ajang Perkemahan Pramuka Santri Nusantara tingkat Nasional nanti. (mhd).

MA Ma'arif Panaikang Bantaeng Gelar Pelatihan Sekaligus Pembukaan Gugus Depan Pramuka

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Selama berdirinya sejak tahun 1996 hingga sekarang, baru kali ini di MA. Ma'arif Panaikang Bantaeng dilaksanakan pelatihan sekaligus pembukaan Gugus Depan Pramuka, Rabu (1 Agustus 218).

Inisiasi kegiatan ini berawal ketika salah seorang guru MA. Ma'arif Panikang Hj. Sahra Rahman sukses mengikuti kursus mahir dasar pramuka tingkat Kab. Bantaeng beberapa waktu yang lalu dengan nilai terbaik.

Menurut Hj. Sahrah, selama berdirinya, MA Ma'arif Panaikang memang belum mempunyai pembina pramuka yang bersertifikat sebagai pembina. Kegiatan pramuka yang selama ini berjalan di MA. Ma'arif panaikang hanya mengikut di MTs. Ma'arif Panaikang yang kebetulan satu kompleks.

Acara pembukaan latihan pramuka di hadiri langsung oleh KAPUSDIKLAT CAB. Pramuka Bantaeng bersama beberapa orang pelatih dan Dewan Kwartir Cabang.



Dalam acara ini, bertindak selaku pembina upacara, Kamabigus MA.Ma'arif panaikang kakak. H. Ribi, yang dalam amanatnya menyampaikan ucapan terima kasih serta permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam pelaksanaan kegiatan tersebut terdapat kesalahan dan kekeliruan karena ini adalah langkah awal sebagai pembelajaran kedepan.(sahra/mhd)

Penyuluh KUA Eremerasa Bantaeng Sosialisasi Program Imunisasi MR

Eremerasa, (Inmas Bantaeng) - Penyuluh Agama KUA Eremerasa Kab. Bantaeng melaksanakan kegiatan Bimbingan dan penyuluhan Agama Islam yang dirangkaikan dengan sosialisasi program Imunisasi MR di Desa Pa'bumbungan Kec. Eremerasa, Selasa, 31 Juli 2018, berempat di Mesjid Nurul Huda Libboa, yang di hadiri Kepala Desa Pa'bumbungan bersama ketua TP PKK, Babinsa Desa Pa'bumbungan, Tim Penyuluh agama yang terdiri dari Saharuddin, S.Ag, Ramli, S.Pd, Asdar, S.Hi, Khaedir, S.Pd.I, serta perwakilan 9 Majelis Taklim se Desa Pa'bumbungan.

Kepala Desa Pa'bumbungan dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan di Desa Pa'bumbungan ini dianggarkan dalam APBDesa Tahun 2018, termasuk kegiatan-kegiatan Majelis taklim.

Kegiatan diawali sosialisasi mengenai  program imunisasi vaksin Measles Rubella (MR) oleh penyuluh agama sedang jadwal imunisasi akan dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2018, bagi anak yang berusia diatas 9 bulan sampai 15 tahun sehingga orang tua diharapkan dapat berperan aktif dalam program untuk kesehatan anaknya sendiri.

Sosialisasi ini merupakan peran kemitraan antara kementerian Agama dengan kementerian kesehatan.dilanjutkan  dengan materi BPAI oleh Saharuddin.S.Ag yang membahas keutamaan berqurban.


Dalam materinya menyampaikan bahwa qurban adalah ibadah yang hukumnya Sunnah muakkadah dilakukan bagi umat islam pada 10 sampai 13 Zulhijjah dengan menyembelih hewan berupa kambing atau domba,sapi,kerbau dan atau unta setelah selesai shalat idul adha.Adapun keutamaan  qurban menurut saharuddin.S.AA adalah pertama, amal yang sangat dicintai Allah  yang dikerjakan di hari nahr, kedua merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW. ketiga merupakan ibadah yang utama;sebagai tanda syukur kepada-Nya, seperti Firman Allah dalam QS.Alkautsar :1-3 : "sungguh kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak maka shalatlah karena tuhanmu dan berqurbanlah sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah)". Keempat, Bukti ketaqwaan hamba kepada Allah, kelima, qurban akan memperkuat persaudaraan sesama umat Islam dengan adanya pembagian daging Qurban,sehingga memberikan kegembiraan kepada sesama umat Islam dan tentunya memberikan makanan yang kaya akan protein dan gizi. dan Keenam, setiap helai bulu hewan yang diqurbankan akan dihitung Allah dengan pahala.

Diakhir materinya Saharuddin menyampaikan Hadits Nabi "Barang siapa yang memiliki kekayaan dan tidak mau berqurban maka janganlah mendekati tempat shalat kami" (HR.Ahmad,Ibnu Majah dan Hakim), sehingga umat yang mampu hendaklah berupaya untuk selalu berqurban.Kegiatan ditutup dengan dialog.(shr/mhd)

KKN UNHAS Gelar Penyuluhan Bahaya Pernikahan Dini Di Desa Labbo Kecamatan Tompobulu Bantaeng

Tompobulu, (Inmas Bantaeng) - Bertempat di Aula Kantor Desa Labbo Kec. Tompobulu, KKN UNHAS Tematik Desa sejahtera Mandiri posko Desa Labbo, Kec. Tompobulu, Kab. Bantaeng menggelar kegiatan Penyuluhan Bahaya Pernikahan Dini, Rabu, 1 Agustus 2018,

Kepala KUA Kec. Tompobulu H. Hamka, S.Ag berkesempatan menjadi salah satu narasumber yang menurut kordes KKN Unhas, program ini merupakan usulan masyarakat pada rapat program kerja.

Kepala KUA Kec. Tompobulu H. Hamka, S.Ag dalam paparan materinya menyampaikan bahwa pernikahan di usia dini sangat penting untuk dihindari karena bahayanya sangat besar, yaitu menghilangkan masa muda anak untuk melanjutkan pendidikan, merusak masa depan anak, secara fisik dan psikis menjadi suami dan istri bahkan orang tua serta sistem reproduksi belum siap untuk hamil dan melahirkan serta sangat rawan kematian ibu dan anak.

Untuk itu, lanjut H. Hamka, bahwa orang tua, pendidik, penyuluh maupun tokoh-tokoh masyarakat harus berperan aktif mensosialisasikan bahaya dan mencegah terjadinya pernikahan dini ini.

Dalam kegiatan yang dihadiri para kepala dusun, dan sejumlah majelis taklim itu, Kepala KUA juga mensosialisasikan masalah-masalah pernikahan lainnya yang dilayani di KUA. 

Turut hadir Saharuddin S.Ag penyuluh Agama Islam Fungsional yang juga Ketua BPD Desa Labbo, Kec. Tompobulu.