Bantaeng Sudah Mulai Terapkan Aplikasi SIMKAH Berbasis Website

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam telah meluncurkan program layanan Kantor Urusan Agama (KUA) berbasis Teknologi Informasi dengan dirilisnya aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) berbasis website.

Aplikasi ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja layanan KUA dengan mengedepankan aspek kemudahan dan transparansi layanan pada KUA.

Aplikasi SIMKAH berbasis website ini dirancang terintegrasi dengan aplikasi Sistem Informasi dan Administrasi Kependudukan (SIAK), Sistem Penerimaan PNBP online (SIMPONI) dan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP).

Aplikasi SIMKAH berbasis website ini juga dimaksudkan untuk memudahkan pengelolaan administrasi nikah rujuk, penggunaan data berbasis data kependudukan, pelaporan dan penyampaian data yang tepat dan akurat.


Sosialisasi ke seluruh jajaran baik di tingkat Kanwil hingga ke tingkat Kabupaten/Kota dalam hal ini Seksi Bimas Islam beserta Kantor Urusan Agama Kecamatan telah intensif dilaksanakan.

Baru-baru ini, melalui Bidang Urais Binsyar Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulsel, telah dilaksanakan Bimbingan Teknis Aplikasi SIMKAH Web bertempat di Ibis Styles Hotel Sam Ratulangi Makassar. (27-29 September 2018).

Dalam kegiatan tersebut, Kemenag Bantaeng mengutus 2 orang operator SIMKAH KUA Kecamatan yaitu Muslimin dari KUA Kec. Gantarangkeke dan Awal dari KUA Kec. Tompobulu.

Dari hasil bimbingan teknis selama 2 hari di Ibis Styles Hotel Sam Ratulangi Makassar ini serta berkat sosialisasi secara masif yang dilakukan jajaran Bidang Urais Binsyar Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulsel selama ini dan tentunya tak lepas pula dari bimbingan Admin Kabupaten HM. Rajab, kini SIMKAH berbasis Website telah berhasil diterapkan di beberapa KUA dalam wilayah Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng.

Gambar diatas merupakan print out dari beberapa Kartu Nikah yang berhasil dilakukan oleh para operator KUA Kecamatan dengan menggunakan aplikasi SIMKAH berbasis website.

"Syukur Alhamdulillah SIMKAH berbasis Web ini sudah dapat diaplikasikan pada sejumlah KUA Kecamatan, kendala utama sebenarnya adalah masalah jaringan, namun Insya Allah kami bertekad dalam waktu dekat seluruh KUA Kecamatan se Kab. Bantaeng telah dapat menerapkan aplikasi ini dan semua pencatatan nikah yang terdaftar di KUA akan diinput ke dalam aplikasi SIMKAH berbasis website ini". Harap HM. Rajab. (mhd)

Kemenag Bantaeng Berkabung, Salah Seorang ASN Berpulang Ke Rahmatullah

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Tak berselang begitu lama setelah dibesuk oleh bapak Kepala Kantor Kemenag Bantaeng beserta sejumlah ASN lainnya, Fatmawati, S.PdI, Guru MTs Muhammadiyah Ereng-Ereng, Kec. Tompobulu Bantaeng telah dikhabarkan meninggal dunia.

 "Inna lillahi wa Innaa ilaihi Raji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah sdri Fatmawati, S.Pd.I pada pukul 16.01. Wita sore." Demikian kabar tentang meninggalnya ASN Kemenag Bantaeng tersebut yang disampaikan pertama kali oleh salah seorang rekannya dari Lantai 7 RSUD Prof . Anwar Makkatutu Kab. Bantaeng, Senin (3 September 2018).

"Duka cita mendalam dari kami segenap keluarga besar Kemenag Bantaeng, semoga almarhumah husnul khatimah serta keluarga yang ditinggal diberi ketabahan. Terutama anak-anaknya yang masih sangat belia semoga Allah SWT membukakan rahmat dan karunia buatnya dalam menjalani cobaan ini. Aamiin Ya Robbal Alamiin. Demikian Kepala Kantor Kemenag Bantaeng bapak H. Muhammad Yunus menyampaikan ungkapan bela sungkawanya melalui WhatsApp.

Sejumlah ucapan bela sungkawa lainnya pun mengalir dari para ASN Kemenag Bantaeng antara lain dari bapak Kasubag Tata Usaha H. Muh Ahmad Jailani.

" إنا لله وإنا إليه راجعون....
اللهم اغفر لها وارحمها وعافها واعف عنها و أكرم نزلها ووسع مدخلها و اجعل الجنة مثواها....
لها الفاتحة....
Atas nama Pribadi, Keluarga dan Institusi, kami menyampaikan Turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya almarhumah Ibu Fatmawati,S.PdI (Guru MTs Muhammadiyah Ereng-Ereng), semoga almarhumah Husnul khatimah dan Keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran menerima Musibah ini". Tulis H. Ahmad Jailani.

Sementara itu, Kepala Seksi PD Pontren Dra. Hj. St. Wahni, M.Pd yang juga unsur pimpinan PD Aisyiyah Bantaeng juga menyampaikan bela rasa sungkawanya:
"Inna lillahi wa Innaa ilaihi rojiun, Keluarga besar majelis Dikdasmem PDM Bantaeng turut berduka cita yang mendalam, mudah-mudahan beliau mendapat tempat yang layak di sisi Allah Rabbul aalamin. aamiin". Demikian ungkapan Hj. St. Wahni.

Dan Pengawas Madrasah Abd. Salam, S.Ag, S.Pd, M.Pd pun tak ketinggalan menyampaikan ungkapan yang sama: "Innalillahi wainna ilaihi rojiun....kami pokjawas kementerian agama turut berduka cita atas meninggalnya ibu Fatmawati, S.PdI. semoga husnul khotimah aamin.. ya rabbal alamin.

Menurut rencana, almarhumah akan dikebumikan hari ini di Desa Labbo Kec. Tompobulu Bantaeng. (mhd)

Rombongan Jemaah Haji Kloter 9 Sinjai Mengalami Kecelakaan Di Bantaeng



Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Perjalanan Jemaah Haji Kloter 9 Kab. Sinjai dari Asrama Haji Sudiang Makassar menuju Bumi Panrita Kitta mengalami sedikit gangguan. Pasalnya, dua armada bus Damri yang mengangkut Jemaah Haji saling bertabrakan di Jalan Poros Kabupaten Bantaeng, Senin (3/9/2018).

Humas Kemenag Sinjai Arfhain yang dihubungi Humas Kemenag Bantaeng terkait kejadian ini membenarkan hal tersebut. Arfhain mengatakan kecelakaan ringan sesama rombongan tersebut diakibatkan salah seorang pengemudi bus mengerem secara mendadak yang mengakibatkan mobil bus yang berada tidak jauh di belakangnya menanduk bus tersebut.

“Iya, rombongan sementara terhenti karena ada gangguan sedikit, mobil bus Jemaah saling bertubrukan di daerahta bro,” kata Arfhain kepada Humas Kemenag Bantaeng yang dihubungi via telepon.

Meski demikian, Fhay menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun akibat peristiwa ini 2 mobil bus Damri yaitu rombongan 5 dan rombongan 6 mengalami pecah kaca bagian depan dan yang satunya lagi mengalami penyok pada bagian belakang.

Perjalanan sempat terhenti beberapa saat, namun setelah kerusakan dapat diatasi, rombongan Jemaah Haji yang berjumlah 234 orang ini kembali melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Sinjai dan rombongan tiba di Masjid Agung Nujumul Ittihad Cakkempong Sinjai dengan selamat. (arfh/mhd)

Tingkatkan Akreditasi Madrasah, MIS As-Salam Bungung Pandang Bantaeng Divisitasi Asesor BAN-S/M

Pa'jukukang, (Inmas Bantaeng) - Kegiatan Visitasi Akreditasi oleh BAN-S/M (Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah) Provinsi Sulsel kembali digelar hari ini (Senin, 3 September 2018) pada salah satu madrasah dalam lingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng.

Setelah kegiatan visitasi pada MAS As'adiyah Dapoko Kec. Eremerasa berjalan dengan lancar pada Jum'at (31/8) hingga sabtu (1/9) kemarin, kali ini dengan tim yang berbeda, BAN-S/M Sulsel juga melakukan visitasi pada madrasah lainnya yakni MIS As-Salam Bungung Pandang Desa Papanloe Kec. Pa'jukukang, Kab. Bantaeng.

Dengan tim yang terdiri dari 2 orang asesor yakni bapak Sultan Beddu dan Ibu Hj. Fatmawati ini visitasi di MIS As Salam Bungung pandang dilaksanakan selama 2 hari yakni tanggal 3 dan 4 September 2018.

Visitasi diawali dengan temu awal yang dihadiri oleh ibu Ketua Yayasan Assalam Hj. St. Subaedah Alam bersama Ketua Komite Madrasah Bapak Ramli, S.Pd serta Kepala Madrasah Jabal Nur S.Pd.

Sebagaimana pada MAS As'adiyah Dapoko, di MIS Assalam Bungung Pandang tim Assesor juga melakukan penilaian atas 8 Standar Penilaian Akreditasi yakni:

1. Standar Isi,
2. Standar Proses,
3. Standar Kompetensi Lulusan,
4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan,
5. Standar Sarpras.
6. Standar Pengelolaan.
7. Standar Pembiayaan.
8. Standar Penilaian Pendidikan.

Bermula dari kolong rumah sang Kadus 7 tahun yang lalu, lembaga pendidikan yang kemudian diberi nama MIS Assalam Bungung Pandang ini memulai perjalanannya dalam mendidik anak bangsa demi memenuhi kebututhan pendidikan di desa yang sedikit agak terpencil ini yang mana saat itu jarak terdekat Sekolah Dasar (SD) dari desa tersebut sejauh 5 Km.

Dengan semangat dan niat yang tulus dari para pendiri, dengan kurun waktu kurang lebih 7 tahun sejak berdiri (2011) kini madrasah ini telah memiliki sarpras yang cukup memadai.

Sebuah progress yang cukup cepat atas kerja keras sang Kepala KUA yang juga sebagai Ketua Yayasan Assalam bekerjasama dengan putra sang Kadus yang saat itu dipercayakan sebagai Kepala MIS pertama dalam mencari sumber-sumber dana guna membangun dan membiayai operasional madrasah ini.

Semoga visitasi madrasah untuk akreditasi pada MIS As Salam Bungung Pandang untuk yang pertama kali ini membuahkan hasil yang memuaskan sesuai yang diharapkan bersama. Amiin ya Robbal Alamiin. (mhd)