MTs Ma'arif NU Lasepang Bantaeng Gelar Porseni Antar Siswa

Lasepang, (Inmas Bantaeng) - Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan perlu adanya strategi yang tepat selain mutu pembelajaran, salah satu kegiatan tahunan yang selalu menjadi agenda rutin pada sebuah lembaga pendidikan yakni PORSENI (Pekan Olahraga dan Seni) tak pernah terlupakan.

PORSENI memang bukan barang asing lagi bagi para pelajar. PORSENI merupakan sebuah wadah dimana Siswa(i) dapat menyalurkan minat, bakat dan hobinya.

Dalam lingkup madrasah, PORSENI biasanya dilaksanakan setiap tahunnya setelah Ujian Semester. Dan kegiatan Ujian Semester pada sejumlah madrasah telah selesai dilaksanakan.

Kegiatan yang diperlombakan dalam Porseni ini adalah mencakup kegiatan Olahraga Seni, Keagamaan dan Kebersihan. Dengan tujuan untuk mempererat hubungan antara siswa, baik kakak kelas maupun adik kelas, serta guru dan staf yang ada di Madrasah.

Kegiatan Porseni yang menjadi liputan tim Humas Kantor Kemenag Bantaeng kali ini adalah kegiatan Porseni pada MTS MA'ARIF NU Lasepabg Bantaeng.


Adapun Jenis Lomba yang akan diikuti oleh para siswa di madrasah selama sepekan ini menurut keterangan salah seorang panitia Asrul Aminuddin adalah :

Bidang Olahraga
1. Volly
2. Takraw

Bidang Kesenian
1. Tari Kreasi

Bidang Keagamaan

1. Ceramah
2. Adzan

Bidang UKS/Kebersihan
1. Lomba Kebersihan Kelas dan Administrasi kelas.

PORSENI MTs. Ma'arif Lasepang Tahun Pelajaran 2018/2019 di buka secara resmi oleh Kepala Madrasah Tsanawiyah Ma'arif Lasepang ibu Fatmawati, S.Pd.I. dan ditandai dengan service pertama Bola Volly oleh ketua Panitia Pelaksana.

Usai pembukaan kemudian dilanjutkan Pawai bersama Siswa(i) dan Guru. Kegiatan PORSENI yang akan betlangsung selama 5 hari kedepan ini diikuti oleh seluruh dewan guru beserta Staf dan seluruh siswa siswi MTs Ma'arif Lasepang.

Kamad MTs Ma'arif La sepang Ibu Fatmawati, S.Pd berharap kegiatan ini berjalan dengan lancar dan semoga dapat senakin mempererat tali silaturahmi antar adik dan kakak kelasnya. (asr/mhd)

Pokjahulu Kemenag Bantaeng Terbentuk, H. Hamka Terplilih Jadi Ketua

Bantaeng. (Inmas Bantaeng) - Bertempat di D' Taman Kafe & Resto, pertemuan yang digagas oleh para penghulu fungsional Kementerian Agama Kab. Bantaeng terlaksana hari ini, Selasa 4 Desember 2018

Pertemuan para Penghulu lingkup Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng ini merupakan pertemuan perdana sejak dilantik beberapa waktu yang lalu oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng.

Pertemuan dihadiri dan dibuka langsung bapak Kepala Kantor Dr. H. Muhammad Yunus, S.Ag, M.Ag didampingi Kepala Sub. Bagian TU H. Muh Ahmad Jailani, S.Ag, MA dan Kepala Seksi Bimas Islam Drs. H. M. Ribi, MM

Pertemuan perdana ini mengagendakan pembentukan pengurus Pokjahulu Kemenag Kab. Bantaeng disamping membahas beberapa aturan baru berkenaan dengan juknis pelayanan nikah yang tertuang dalam PMA Nomor 19 tahun 2018 dan beberapa Kepdirjen yang menjadi juknis pelaksanaannya antara lain Kepdirjen No. 977 tahun 2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembantu Pegawai Pencatat Perkawinan dan Kepdirjen 713 tahun 2018 tentang Penetapan Formulir Laporan Pencatatan Perkawinan atau Rujuk

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng mengapresiasi pertemuan ini dan berharap dengan terbentuknya pengurus pokjahulu untuk yang pertama kalinya ini, penghulu Kab. Bantaeng bisa meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya sehingga bisa meningkatkan kwalitasnya dalam memberikan pelayanan nikah kepada warga Bantaeng.

Diharapkan pula pokjahulu bisa menjadi sarana atau tempat diskusi dan sharing pendapat bagi penghulu dalam mencari solusi pemecahan masalah kepenghuluan.

Setelah dibuka secara resmi oleh Kakan Kemenag, petemuan kemudian fokus membahas tentang aturan-aturan yang termaktub dalam PMA dan Perdirjen dimaksud, yang notabene banyak hal yang baru, diantaranya adanya beberapa blanko baru dan perubahan nama P3N menjadi P4 dalam aturan tersebut juga dituangkan bahwa pengangkatan P4 hanya untuk tipologi D1 dan D2.

Usai diskusi, acara dilanjutkan dengan pemilihan pengurus Pokjahulu Kab. Bantaeng, dan berdasarkan hasil suara terbanyak, terpilih bapak H. Hamka, S.Ag (Kepala KUA Kec. Tompobulu) sebagai Ketua, didampingi H. Syarief Hidayat Hasibu, Lc, MA (Penghulu Fungsional KUA Kec. Bantaeng) sebagai Sekretaris dan Zainuddin, S.Ag (Penghulu Fungsional KUA Kec. Bissappu) sebagai Bendahara.

Acara ditutup dengan bersantap siang di teras rumah makan dan cafe D' Taman bersama Kakan Kemenag, Kasubag TU, Kasi Bimas Islam dan para penghulu yang terdiri dari para penghulu yang mendapat Tugas Tambahan sebagai Kepala KUA Kecamatan ditambah 4 orang penghulu fungsional.

Akhirnya segenap penghulu Kemenag Bantaeng yang kini telah memiliki wadah resmi sebagaimana Pokjaluh (Kelompok Kerja Penyuluh) mengucapkan terimakasih atas kehadiran bapak Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng, Kasubag TU serta Kepala Seksi Bimas Islam pada pertemuan ini sehingga terbentuk Kelompok Kerja para penghulu Kemenag Bantaeng ini.




Ustadz Kecil Kembali Sampaikan Kultum Di Hadapan Jemaah Mushallah Kantor Kemenag Bantaeng

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Bertindak selaku naib pada kegiatan Kultum di Mushallah Al Ikhlas Kantor Kemenag Bantaeng, penyuluh fungsional KUA Kec. Bantaeng ini kembali berdiri dihadapan jemaah guna menyampaikan tausiyahnya, ba'da Shalat Dhuhur (Senin, 3 Desember 2018).

Abd. Azis Lallo, S.Ag yang menggantikan jadwal Kepala KUA Kec. Bissappu Dr. Gafrawi Kadir, MH yang berhalangan hadir kembali mengingatkan bahwa memperingati maulid Nabi Muhammad SAW adalah sangat penting pada saat ini sebab dengan maulid akan diurai kembali kisah-kisah Rasulullah SAW yang perlu kita teladani.

Namun perlu dijadikan catatan bahwa tidak semua yang terjadi pada diri Nabi Muhammad SAW wajib kita ikuti. Sebagai contoh Nabi beristri 9, ada yang mengatakan 11, nah bahagian ini yang menurut Ustadz Azis Lallo atau yang berjuluk Ustadz Kecil ini tidak wajib untuk diteladani sebab sangat kurang diantara kita yang mampu berbuat adil, meskipun semua laki-laki normal mau melakukannya.

Dan catatan kecil yang kedua adalah bahwa di saat ini banyak sifat istimewa Nabi yang telah hilang di negeri kita tercinta ini, diantaranya adalah kemampuan untuk menutupi aib sesama, sebab kenyataan mengajarkan kepada kita bahwa begitu banyak saudara kita yang gemar mencari kekurangan dan kesalahan sesama hanya karena kepentingan kecil, bukankah dunia ini sungguh sangat kecil jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat?.

Sementara Rasulullah SAW pernah berpesan bahwa siapa yang menutupi aib seseorang di dunia ini maka Allah akan menutupi aibnya di akhirat kelak.

Dan yang kedua lanjut Ustad Azis, yang seakan hilang saat ini adalah rasa takut mengambil hak orang lain, sebagai contoh banyaknya orang yang mampu yang sangat gembira memakan beras untuk orang miskin (Raskin), padahal itu bukan haknya. Sementara Rasulullah SAW pernah gelisah di tempat tidurnya dan tak bisa tidur hanya karena memungut sebiji kurma di pinggir jalan dan memakannya dengan pertimbangan nanti terbuang buang busuk atau terinjak binatang atau manusia..  Kegelisahan beliau karena tak tahu siapa pemilik sebiji kurma itu

Kakan Kemenag Bantaeng Hadiri Dialog DMI Sulsel

Makassar, (Inmas Bantaeng) - Bertempat di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Dewan Masjid Indenesia (DMI) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar acara Dialog Strategi Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid, Senin 3 Desember 2018.

Dialog menghadirkan narasumber Dr. Imam Shamsi Ali, MA, Presiden Nusantara Foundation yang merupakan pendiri Pondok Pesantren pertama di Amerika Serikat.

Dialog dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Bapak Andi Sudirman Sulaeman, ST didampingi Ketua DMI Provinsi Sulawesi Selatan Bapak Mayjen TNI (Purn) H, M. Amin Syam.

Hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota Se Sulsel, para jajaran pengurus DMI tingkat Provinsi dan pengurus DMI Kabupate/Kota, serta perwakilan Pengurus Masjid se Kota Makassar.

Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng Bapak Dr. H. Muhammad Yunus. S.Ag., M.Ag yang juga merupakan unsur Pengurus Dewan Masjid Indenesia (DMI) Provinsi Sulawesi Selatan.

Acara Dialog terlaksana atas kerja sama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulawesi Selatan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. (mhd)