Sambut Tahun Ajaran Baru Yayasan Ponpes Khairul Ummah Bantaeng Gelar Raker Dan Silaturrahim

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Mengawali tahun ajaran baru 2019/2020,  Yayasan Pondok Pesantren Khairul Ummah Kab. Bantaeng mengadakan kegiatan rapat kerja dengan para guru dan staff  yang dirangkaikan dengan silaturrahim dengan pemerintah daerah Kab. Bantaeng bertempat di Muntea, Kec. Uluere. (Sabtu, 13 Juli 2019)

Turut hadir dalam kegiatan yang diikuti sekira 50-an tenaga Pendidik dan Staff yang bernaung dibawah yayasan Khairul Ummah yang terdiri dari guru TK, SD SMP SMA serta MDTA/TPA ini antara lain unsur kepolisian, direktorat perpajakan dan dari Kementerian Agama Kab. Bantaeng.




Acara dibuka secara resmi oleh Bapak Wakil Bupati bantaeng H. Sahabuddin, yang dalam sambutannya kembali mempertegas komitmen pemerintah daerah untuk membangun lembaga pendidikan agama sebagaimana yang tertuang dalam Perda No. 5 tahun 2012 Tentang Pendidikan Diniyah Nonformal Dan Pondok Pesantren.

Ust. Hasanuddin Arasy, S.Ag., M.Pd.I selaku Pimpinan Pondok pesantren Khairul Ummah melaui laporannya menyampaikan bahwa kegiatan rapat kerja ini Inysa Allah akan dilaksanakan satu kali dalam dua tahun.

"Tentunya kami berharap dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi para guru dan kepala sekolah atau penanggunjawab satuan jenjang pendidikan masing-masing yang bernaung di Yayasan, baik peningkatan manajemen, pengelolaan administrsasi maupun peningkatan kwalitas-kwantitas anak didik dan tenaga pendidik". Tutur Hasan

"Disamping itu, kegiatan ini akan menjadi wadah silaturrahim dengan pemerintah daerah dan beberapa pihak-pihak terkait tentunya demi memperat ukhuwa dan untuk mewujudkan Kab. Bantaeng sebagai kota santri." Tambahnya.

Mewakili Kakan Kemenag Kab. Bantaeng hadir Abd. Salam, S.Ag, S.Pd, M.Pd, pengawas Madrasah tingkat menengah yang menyampaikan materi tentang Kebijkan Pemerintah Pada Pondok Pesantren.

Sementara itu Abd. Gaffar, SE selaku account representative direktorat pajak memaparkan tentang Sosialisasi Penggunaan Bantuan Sekolah dan dari pihak kepolisian membawakan materi tentang Membangun Sinergitas Dalam Mewujudkan Pesantren Yang Bermartabat.

“Alhamdulillah meskipun cuaca dingin sangat extrim di tempat ini (Muntea) peserta raker sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara selama dua hari”. Tutur KM Kaharuddin, selaku penanggung jawab acara.

“Untuk menunjang segala proses di Yayasan ini baik pembangunan sarana  termasuk pembinaan anak-anak yatim piatu di bidang tahfizhul qur’an perlu penggalangan orang-orang  mampu secara materi untuk menjadi donatur tetap di yayasan ini”. Ungkap Amiruddin selaku ketua Komisi yang membahas tentang Rekomendasi, internal yayasan dan eksternal pemerintah.

Kegiatan ini ditutup secara resmi menjelang siang oleh ibu ketua yasayan Hasnah, S.Ag, setelah penutupan, acara dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Kelas TK Kharul Ummah IV di Desa Mamampang, Bantaeng oleh Pimpinani pondok pesantren Khairul Ummah didampingi istri, Patmawati, S.Ag.,M.Pd. (Kepala TK Khairul Ummah I). (Amr/mhd)

Sambut Tim Penilai Lomba Penyuluh Teladan, Bupati Bantaeng Apresiasi Pencanangan Kampung Anti Narkoba



Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Bertempat di aula Kantor Desa Lumpangan Kec. Pa'jukukang Kab. Bantaeng, prosesi penyambutan Tim Penilai Lomba Penyuluh Teladan tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2019 digelar dalam suasana cukup meriah dan dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh agama/masyarakat Kab. Bantaeng. (Senin, 15 Juli 2019).

Hadir Bupati Bantaeng yang diwakili oleh Asisten II bidang Kesra Setda Bantaeng H. Syamsul Suli, Kapolsek Pajukukang AKP Saharuddin, SH, Camat Pa'jukukang H. Jamaluddin, Kades Lumpangan Harun Rasyid, dan sejumlah tamu dan undangan lainnya. Hadir pula sejumlah Mahasiswa KKN UNHAS.

Seremoni penyambutan Tim Penilai Lomba Penyuluh teladan bertabur penampilan-penampilan kreasi seni dari kelompok-kelompok sanggar seni tradisional Kabupaten Bantaeng.

Tim Penilai tingkat provinsi terdiri dari: H. Misbah, S.Ag, MA, sebagai Ketua dengan anggota-anggota terdiri dari: Nanda Kuraisy, SEI, Dra. Nurasma, dan Hasan, S.Ag.

Verifikasi dan Monitoring peserta yang masuk tiga besar pada Lomba Penyuluh Agama Teladan tingkat provinsi Sulsel Sul-sel ini dirangkaikan pula dengan pencanangan Komitmen Kampung Anti Narkoba yang ditandai dengan pembubuhan tanda tangan pada papan pencanangan di kantor desa Lumpangan Kec. Pa'jukukang.

Bupati Bantaeng dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh bapak Asisten II H. Syamsul Suli menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bantaeng menyambut baik serta mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan verifikasi dan monitoring lomba penyuluh teladan tingkat provinsi yang dirangkaikan dengan Pencanangan Kampung Narkoba.

Bupati atas nama pemerintah juga tak lupa mengucapkan selamat datang kepada Ketua Tim Penilai beserta rombongan serta ucapan selamat kepada Penyuluh Agama Non PNS Kec. Pa'jukukang Kab. Bantaeng yang telah berhasil masuk urutan pertama 3 besar Lomba Penyuluh Teladan tingkat provinsi berdasarkan hasil seleksi yang dilaksanakan di Taraveller Hotel Phinisi Makassar beberapa waktu yang lalu.

Lebih lanjut Bupati mengapresiasi penyuluh agama Non PNS KUA Kecamatan Pa'jukukang yang telah manginisiasi kegiatan pencanangan Kampung Narkoba.

"Semoga dengan adanya kegiatan ini generasi muda kita menjadi lebih faham terhadap pengaruh buruk narkoba, sehingga harapan kita untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba dapat terwujud dengan mudah". Tuturnya.

"Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA), dengan berbagai implikasi dan dampak negatifnya merupakan suatu masalah Internasional maupun Nasional yang sangat kompleks, yang dapat merusak dan mengancam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara, serta dapat melemahkan ketahanan nasional dan menghambat jalannya pembangunan". Lanjut Bupati.

"Dampak bahaya dan korban narkotika dari tahun ke tahun semakin meningkat, bahkan sudah sangat meresahkan masyarakat dan membahayakan perkembangan generasi muda serta memerlukan penanganan yang terpadu dan serius. Oleh karena itu pemerintah Kabupaten Bantaeng telah bertekat bulat, bahwa penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba merupakan bahaya yang harus ditangani secara dini, dengan melibatkan seluruh potensi yang ada baik di pemerintah, masyarakat dan Seluruh Penyuluh Agama Islam yang ada di Kabupaten Bantaeng". Tambahnya.

"Dalam upaya menjadi generasi muda penerus bangsa yang merupakan sumber daya potensial untuk merebut masa depan, generasi harus dapat meningkatkan kualitas diri dengan ilmu pengetahuan dan teknologi tentu dalam bingkai ajaran Agama Islam yang kita semua meyakini kebenarannya". Tambahnya lagi

"Akhirnya kami mengucapkan terima kasih dan Apresiasi kepada Penyuluh Agama Islam yang telah mendapatkan peringkat satu di ajang Lomba persentase Penyuluh Teladan Tingkat Provinsi sulawesi selatan, mewakili Kabupaten Bantaeng dengan tema: “ PERAN PENYULUH AGAMA ISLAM DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI DESA LUMPANGANG KEC. PA’JUKUKANG ”. Tutupnya. (mhd)

Tim Verifikasi Dan Monitoring 3 Besar Peserta Lomba Penyuluh Teladan Tingkat Provinsi Sulsel Sambangi Bantaeng


Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Tim Penilai lomba Pemilihan Penyuluh Teladan tingkat provinsi Sulsel yang terdiri dari: H. Misbah, S.Ag, MA, sebagai Ketua dengan anggota-anggota antara lain: Nanda Kuraisy, SEI, Dra. Nurasma, H. Amin Tohari, S PD.I dan Hasan, S.Ag pada hari Senin, 15 Juli 2019 telah mengunjungi Desa Lumpangan Kec. Pa'jukukang Bantaeng guna melakukan verifikasi dan monitoring objek binaan penyuluh Non PNS kantor Kemenag Bantaeng Hamzah, S.PdI yang keluar sebagai peringkat satu pada 3 besar Penyuluh Teladan tingkat Provinsi Sulsel tahun 2019.

Prosesi penyambutan Tim Penilai digelar dalam suasana cukup meriah dan dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh agama/masyarakat bertempat di aula Kantor Desa Lumpangan Kec. Pa'jukukang Kab. Bantaeng, (Senin, 15 Juli 2019).

Tampak hadir Bupati Bantaeng yang diwakili oleh Asisten II bidang Kesra Setda Bantaeng H. Syamsul Suli, Kapolsek Pajukukang, Camat Pa'jukukang H. Jamaluddin, Kades Lumpangan Muhammad Harum, dan sejumlah tamu dan undangan lainnya. Hadir pula sejumlah Mahasiswa KKN UNHAS.

Seremoni penyambutan Tim Penilai Lomba Penyuluh teladan bertabur penampilan-penampipan kreasi seni tradisional dari kelompok-kelompok sanggar seni tradisional Kabupaten Bantaeng.

Verifikasi dan Monitoring peserta yang masuk tiga besar pada Lomba Penyuluh Agama Teladan tingkat provinsi Sulsel Sul-sel ini dirangkaikan dengan pencanangan Komitmen Kampung Anti Narkoba.

Bupati Bantaeng dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh bapak Asisten II H. Syamsul Suli menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bantaeng menyambut baik serta mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan verifikasi dan monitoring lomba penyuluh teladan tingkat provinsi yang dirangkaikan dengan Pencanangan Kampung Narkoba.

Bupati atas nama pemerintah juga tak lupa mengucapkan selamat datang kepada Ketua Tim Penilai beserta rombongan serta ucapan selamat kepada Penyuluh Agama Non PNS Kec. Pa'jukukang Kab. Bantaeng yang telah berhasil menduduki peringkat I pada 3 besar Penyuluh Teladan tingkat provinsi hasil seleksi yang dilaksanakan di Taraveller Hotel Phinisi Makassar beberapa waktu yang lalu.

Lebih lanjut Bupati mengapresiasi penyuluh agama Non PNS KUA Kecamatan Pa'jukukang yang telah manginisiasi kegiatan pencanangan Kampung Narkoba.

"Semoga dengan adanya kegiatan ini generasi muda kita menjadi lebih faham terhadap pengaruh buruk narkoba, sehingga harapan kita untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba dapat terwujud dengan mudah". Tuturnya.

"Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA), dengan berbagai implikasi dan dampak negatifnya merupakan suatu masalah Internasional maupun Nasional yang sangat kompleks, yang dapat merusak dan mengancam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara, serta dapat melemahkan ketahanan nasional dan menghambat jalannya pembangunan". Lanjut Bupati.

"Dampak bahaya dan korban narkotika dari tahun ke tahun semakin meningkat, bahkan sudah sangat meresahkan masyarakat dan membahayakan perkembangan generasi muda serta memerlukan penanganan yang terpadu dan serius. Oleh karena itu pemerintah Kabupaten Bantaeng telah bertekat bulat, bahwa penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba merupakan bahaya yang harus ditangani secara dini, dengan melibatkan seluruh potensi yang ada baik di pemerintah, masyarakat dan Seluruh Penyuluh Agama Islam yang ada di Kabupaten Bantaeng". Tambahnya.

"Dalam upaya menjadi generasi muda penerus bangsa yang merupakan sumber daya potensial untuk merebut masa depan, generasi harus dapat meningkatkan kualitas diri dengan ilmu pengetahuan dan teknologi tentu dalam bingkai ajaran Agama Islam yang kita semua meyakini kebenarannya". Tambahnya lagi

"Akhirnya kami mengucapkan terima kasih dan Apresiasi kepada Penyuluh Agama Islam yang telah mendapatkan peringkat satu di ajang Lomba persentase Penyuluh Teladan Tingkat Provinsi sulawesi selatan, mewakili Kabupaten Bantaeng,
Dengan tema yang di sajikan “ PERAN PENYULUH AGAMA ISLAM DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI DESA LUMPANGANG KEC. PA’JUKUKANG ”. Tutupnya.




Perkuat Kelembangan PTSP, Kantor Kemenag Bantaeng Studi Banding Ke Kemenag Batu Jatim

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Setelah resmi di launching pada tanggal 17 Juni 2019 oleh Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan H. Anwar Abubakar, S.Ag, M.Pd, PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kantor Kementerian Agama Agama Kab. Bantaeng terus berupaya untuk berbenah dan melengkapi diri dengan perangkat-perangkat pendukung baik dari segi teknologi (IT) maupun dari segi managemen/administrasi serta teknis operasional pelayanan.

Dalam rangka merealisasikan PMA 65/2016 tentang pelayanan terpadu pada jajaran Kantor Kementerian Agama, Kantor Kemenag Kab. Bantaeng telah melaksanakan studi banding ke sejumlah Kantor Kemenag Kabupaten/Kota yang telah sukses mengembangkan PTSP guna menimba ilmu dan unduh informasi terakit Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Turut hadir pada kunjungan selama kurang lebih 4 hari di pulau jawa antara lain : Kepala Kantor Kemenag Kab. Bantaeng H. Muhammad Yunus, S.Ag, M.Ag Kasubbag Tata Usaha H. Muh Ahmad Jailani, para Kepala Seksi dan penyelenggara serta pelaksana di masing masing seksi dan unit kerja lainnya dengan jumlah rombongan sebanyak 22 orang.

Ada 2 Kantor Kementerian Agama yang menjadi rujukan kunjungan studi banding PTSP Kantor Kemenag Bantaeng ini, yakni Kantor Kementerian Agama Kota Batu Prov. Jawa Timur dan Kantor Kementerian Agama Kab. Sleman Prov. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kunjungan selama kurang lebih 4 hari dalam rangka merealisasikan PMA 65/2016 tentang pelayanan terpadu pada Kementerian Agama ini diawali di Kantor Kementerian Agama Kota Batu, sebuah kota di Provinsi Jawa Timur yang terletak 90 km sebelah barat daya Surabaya atau 15 km sebelah barat laut Malang. Kota Batu ini berada di jalur yang menghubungkan Malang-Kediri dan Malang-Jombang

Rombongan disambut dengan baik oleh Kepala Kantor beserta segenap keluarga besar Kementerian Agama Kota Batu, prosesi penyambutan dilaksanakan di aula Kankemenag Batu.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan pembacaan doa kemudian disusul penyampaian maksud dan tujuan kedatangan rombongan oleh Kakan Kemenag Bantaeng sambil memperkenalkan semua rombongan yang hadir.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi penayangan selayang pandang Kantor Kemenag Kota Batu, kemudian Sambutan Kepala Kantor Kemenag Kota Batu Drs. Nawawi, M.Fil.I dan terahir tanya jawab yang dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata dari masing-masing Kepala Kantor dan setelah ditutup, acara kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke ruang PTSP dan Seksi-Seksi/penyelenggara 

Kakan Kemenag Bantaeng Dr. H. Muhammad Yunus dalam kesempatan itu menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan bersama rombongan terkait dengan pelaksanaan PTSP demi menimba ilmu dan belajar mengenai sarana-prasarana pendukung, teknologi atau aplikasi yang digunakan, jenis-jenis layanan yang tersedia serta struktur organisasi/kelembagaan PTSP.

Dr. Muhammad Yunus juga tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas sambutan yang hangat dari segenap keluarga besar Kankemang Kota Batu dimana menurut keterangan Kepala Kemenag H. Nawawi, kunjungan Kankemenag Kab. Bantaeng ini merupakan kunjungan yang ke-26 terkait PTSP.

Ucapan selamat datang oleh kepala Kankemenag Kota Batu Drs. Nawawi, M.Fil.I, kemudian mengisi sesi berikutnya. 

Mantan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan, Madura ini memaparkan mengenai PTSP dari penayangan selayang pandang yang ditampilkan oleh Direktur PTSP Dicky, bahwa PTSP Kemenag Batu ini juga dimulai dari studi banding ke sejumlah Kantor Kemenag Kabupaten/Kota di Jawa Timur. 

Kota batu meski hanya terdapat 3 kecamatan yang terkenal dengan destinasi wisatanya, namun mempunyai semangat untuk merealisasikan PTSP sebagai amanat Menteri Agama ini demi memberikan rasa nyaman kepada masyarakat dengan menerapkan prinsip efisien, efektif, dan santun.

Ruangan depan Kantor Kemenag yang terletak di Jalan Sultan Agung ini dibuat senyaman mungkin, mirip ruangan di bank. Terdapat tiga loket di front office, mulai dari Loket 1 yang melayani urusan umum dan kesekretariatan, Loket 2 yang melayani pendidikan madrasah, pendidikan agama, dan keagamaan Islam, dan terakhir Loket 3 urusan haji dan umroh serta layanan keagamaan.

Masyarakat yang membutuhkan pelayanan perbankkan di Kantor Kemenag Kota Batu ini juga tidak perlu bingung dan repot, karena di tempat ini juga telah terdapat dua bank yang siap melayani masyarakat khususnya dalam pelayanan haji.

Salah satu keutamaan dari PTSP ini menurut Nawawi adalah masyarakat dapat terlayani dengan cepat dan mudah dan  pegawai bisa bekerja dengan tenang dan nyaman dengan prinsip layanan: keterpaduan, kesederhanaan, keteladanan, kepastian waktu, akurasi, keamanan dan kenyamanan.

Adapun jenis layanan yang diterapkan menurut Direktur PTSP yang juga pelaksana JFU Penyusuan Bahan Kerumahtanggaan Kantor Kemenag Kota Batu antara lain adalah: Layanan one step service, layanan two step service, layanan by pass service, 

Ruang pekayanan terbagi dalam: Ruang pelayana PTSP, ruang pelayanan umum, ruang konsultasi, ruang siskohat, dan ruang bank

PTSP Kankemenag Kota Bantu ini menurut Nawawi dibagun dengan niat kemauan dan komitmen yang tinggi, memadukan teori dengan kondisi yang ada, memahami sistem, dan  telaah terhadap PTSP melalui studi banding dengan prinsif amati, tiru, dan modifikasi.

Kerja keras dan kerja ihlas dengan tidak berfikir yang muluk-muluk dengan memanfaatkan SDM dan sarpras yang ada ditengah keterbatasan anggaran juga menjadi prinsif kerja tim PTSP yang solid.

Dalam sesi tanya jawab yang dikoordinir oleh Direktur PTSP yang tanpa tunjangan jabatan itu juga dijelaskan mengenai juknis dan aturan PTSP yang termuat dalam KMA No. 109/2017 dan KMA no. 90 tahun 2018, bahwa PTSP adalah merupakan wadah untuk menenuhi pelayanan kepada masarakat dengan prinsip memudahkan, mendekatkan dan menyederhanakan semua layanan masyarakat.

Diakhir pertemuan diisi saling tukar cendera mata kenang-kenangan sebagai tanda dan ucapan terima kasih serta mempererat tali silaturrahim kedua belah pihak.

Dan sebuah kehormatan tersendiri dalam kunjungan studi banding PTSP ini adalah bahwa tepat pada tanggal 11 Juli 2019 ini, PTSP Kantor Kemenag Kota Batu genap berumur 1 tahun dan Peringatan 1 tahun PTSP Kantor Kemenag Kota Batu ini dihelat disela-sela acara penyambutan yang ditandai dengan pemotongan kue oleh Kankemenag Kota Batu. Potongan kue yang pertama diserahkan kepada Direktur PTSP dan potongan kue selanjutnya diserahkan kepada Kepala Kantor Kemenag Bantaeng.

Kunjungan berkahir sebelum pukul 12.00. wita waktu setempat dan selanjutnya rombongan mengisi waktu dengan berkunjung ke tempat-tempat wisata Kota Batu-Malang yang mendunia diantaranya wisata petik apel dan wisata kebun bunga Selecta yang cukup mendunia.

Di wisata petik apel, rombongan berkunjung ke salah kebun apel yang terletak diatas ketinggian dengan udaranya yamg sejuk dan pemandangan yang asri.

Di kebun ini kita boleh memetik dan makan apel sepuasnya dengan waktu yang bebas selama masih berada di dalam perkebunan dengan membayar tiket masuk.

Meski buahnya kecil-kecil, pohon apel ini tidak terlalu tinggi sehingga lebih mudah dijangkau. Walaupun berwarna hijau, apel malang ini rasanya manis dan daging buahnya terasa gurih.

Tempat wisata yang dikunjungi selanjutnya adalah kebun Bunga Selecta. Wisata Selecta Malang merupakan salah satu dari beberapa objek wisata favorit yang menarik di kota Batu, Malang.

Meski wisata Selecta telah berumur puluhan tahun, namun pengunjungnya masih tetap ramai

Daya tarik dari taman Selecta ialah memiliki udara sejuk, pemandangan taman indah nan bersih, sehingga membuat para pengunjung betah berlama lama di lokasi wisata Selecta, lokasi taman rekreasi Selecta berada di desa Tulungrejo, kecamatan Bumi Aji, kota Batu. Bila dari pusat kota letak nya berkisar 25 KM sedangkan dari pusat pemerintahan kota Batu kurang lebih hanya sekitar 4 KM.

Setelah puas dengan pemandangan wisata yang dikelilingi oleh bunga-bunga yang berwarna warni yang dilengkapi dengan berbagai macam wahana rekreasi seperti Kolam renang, Water Boom Anak,
Playground Anak, Taman Singa,
Sky Bike dan Roller Coaster rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju provinsi Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY) guna melakukan kunjungan studi banding PTSP di salah satu Kantor Kemenag Kabupaten yakni di Kabupaten Sleman. (mhd).