Besok, Tim Dakwah Safari Ramadhan Kabupaten Bantaeng Mulai Jalan

Bantaeng, (Humas Bantaeng) - Dalam rangka penerangan dan Dakwah Islamiyah pada bulan Suci Ramadhan 1437 H / 2016 M, Pemerintah Kab. Bantaeng bekerja sama dengan pihak Legislatif, MUI, dan Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng melaksanakan kegiatan Safari  Ramadhan Tingkat Kabupaten Bantaeng.

Sehubungan dengan itu siang tadi, Rabu tanggal 8 Juni 2016 bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng diadakan rapat pemantapan dan sosialisasi jadwal Safari Ramadhan yang dipimpin oleh bapak Wakil Bupati Bantaeng Ir. H. Muh. Yasin, MT sebagai penasehat II Tim Safari Ramadhan Tahun 1437 H / 2016 M



Tim yang diketuai (umum) oleh Sekretaris Daerah Kab. Bantaeng ini beranggotakan 42 orang yang akan bertugas pada 8 Kecamatan dengan jadwal safari Ramadhan yang dimulai pada tanggal 9 Juni 2016 / 4 Ramadhan 1437 H sampai dengan tanggal 16 Juni 2016 / 11 Ramadhan 1437 H.

Sebagai Ketua Pelaksana III pada Susunan Tim Penerangan/Dakwah Safari Ramadhan Tahun 1437 H / 2016 M, Kepala Kantor Kemenag Kab. Bantaeng mendapat jadwal Safari Ramadhan besok malam tanggal 9 Juni 2016 atau malam ke-5 Ramadhan 1437 H yang dipimpin langsung oleh Bupati Bantaeng dengan lokasi Masjid Nurul Yaqin Campaga Loe Kel. Bonto Jaya, Kec. Bissappu, sementara Kasub Bag TU Kantor Kemenag Bantaeng sebagai Sekretaris II Tim Safari Ramadhan Kabupaten pada hari I besok akan bertugas sebagai Penceramah pada Mesjid Babussalam Panaikang, Kel. Bonto Manai Kec. Bissappu dengan Tim yang diketuai oleh Kepala Kejaksaan Negeri

Untuk Selengkapnya Jadwal Safari Ramadhan dapat di unduh pada tautan berikut ini:

Para Pimpinan Ponpes Bantaeng Ajukan 5 Butir Rekomendasi Ke Pemkab

Bantaeng, (Humas Bantaeng) - Dalam rangka penguatan program pemerintah dibidang lembaga pendidikan keagamaan, Majelis Musyawarah Pondok Pesantren (MMPP) Kab. Bantaeng merumuskan butir-butir rekomendasi untuk diajukan kepada pemerintah daerah. Adapun point-point rekomendasi tersebut sebagai berikut:

1. Menjadikan Pondok Pesantren sebagai bagian prioritas program pemerintah Kab. Bantaeng pada setiap tahun anggaran berjalan,
2. Peningkatan kapasitas pimpinan dan pembina pondok pesantren,
3. Melibatkan pimpinan pondok pesantren dalam setiap perumusan program keagamaan Kab. Bantaeng,
4. Meninjau ulang pengelolaan MTQ setiap tahun yang memprihatinkan,
5. Menjadikan pondok pesantren sebagai solusi atas berbagai masalah sosial (kondisi darurat) yang melanda anak bangsa.

Hal tersebut disampaikan oleh para pimpinan pondok pesantren se-Kab. Bantaeng dalam acara rapat dengar pendapat dengan pemerintah dalam hal ini Wakil Bupati Bantaeng Ir. H. Muh. Yasin. MT dan Komisi I DPRD Kab. Bantaeng yang diwakili oleh Muh. Asri Bakri, SE, sementara dari Kementerian Agama Kab, Bantaeng didampingi oleh Kakan Kemenag H. Muhammad Yunus, S.ag, M.Ag beserta jajarannya sebagai leading sektor.






Berlangsung di ruang rapat Wakil Bupati Bantaeng, para pimpinan pondok pesantren yang dikoordinir oleh KM. Hamzah Israil, S.PdI, MA selaku ketua MMPP dan Hasanuddin Arasy, S.Ag, M.PdI sebagai sekretaris masing-masing menyampaikan pendapatnya guna mendukung butir-butir rekomendasi yang diajukan.

Sungguh suatu moment yang cukup bersejarah demi memperjuangkan nasib pondok pesantren dan pendidikan diniyah di Kab. Bantaeng sebagai solusi dan sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan nasib anak bangsa ditengah keterpurukan mental yang melanda dewasa ini dan terimakasih kepada Pemerintah Daerah yang serius membicarakan dan akan merealisasikan butir-butir rekomendasi/program yang diajukan.




Dalam rangka penguatan program pemerintah dibidang lembaga pendidikan keagamaan, Majelis Musyawarah Pondok Pesantren (MMPP) Kab. Bantaeng merumuskan butir-butir rekomendasi untuk diajukan kepada pemerintah daerah. Adapun point-point rekomendasi tersebut sebagai berikut: 1. Menjadikan Pondok Pesantren sebagai bagian prioritas program pemerintah Kab. Bantaeng pada setiap tahun anggaran berjalan, 2. Peningkatan kapasitas pimpinan dan pembina pondok pesantren, 3. Melibatkan pimpinan pondok pesantren dalam setiap perumusan program keagamaan Kab. Bantaeng, 4. Meninjau ulang pengelolaan MTQ setiap tahun yang memprihatinkan, 5. Menjadikan pondok pesantren sebagai solusi atas berbagai masalah sosial (kondisi darurat) yang melanda anak bangsa. Hal tersebut disampaikan oleh para pimpinan pondok pesantren se-Kab. Bantaeng dalam acara rapat dengar pendapat dengan pemerintah dalam hal ini Wakil Bupati Bantaeng dan Komisi I DPRD Kab. Bantaeng diwakili oleh Muh. Asri Bakri, SE, sementara dari Kementerian Agama Kab, Bantaeng didampingi oleh Kakan Kemenag beserta jajarannya sebagai leading sektor.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/humasbtg/mmpp-bantaeng-ajukan-5-rekomendasi-ke-pemkab_57575476d07a61f30c080455
Dalam rangka penguatan program pemerintah dibidang lembaga pendidikan keagamaan, Majelis Musyawarah Pondok Pesantren (MMPP) Kab. Bantaeng merumuskan butir-butir rekomendasi untuk diajukan kepada pemerintah daerah. Adapun point-point rekomendasi tersebut sebagai berikut: 1. Menjadikan Pondok Pesantren sebagai bagian prioritas program pemerintah Kab. Bantaeng pada setiap tahun anggaran berjalan, 2. Peningkatan kapasitas pimpinan dan pembina pondok pesantren, 3. Melibatkan pimpinan pondok pesantren dalam setiap perumusan program keagamaan Kab. Bantaeng, 4. Meninjau ulang pengelolaan MTQ setiap tahun yang memprihatinkan, 5. Menjadikan pondok pesantren sebagai solusi atas berbagai masalah sosial (kondisi darurat) yang melanda anak bangsa. Hal tersebut disampaikan oleh para pimpinan pondok pesantren se-Kab. Bantaeng dalam acara rapat dengar pendapat dengan pemerintah dalam hal ini Wakil Bupati Bantaeng dan Komisi I DPRD Kab. Bantaeng diwakili oleh Muh. Asri Bakri, SE, sementara dari Kementerian Agama Kab, Bantaeng didampingi oleh Kakan Kemenag beserta jajarannya sebagai leading sektor.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/humasbtg/mmpp-bantaeng-ajukan-5-rekomendasi-ke-pemkab_57575476d07a61f30c080455
Dalam rangka penguatan program pemerintah dibidang lembaga pendidikan keagamaan, Majelis Musyawarah Pondok Pesantren (MMPP) Kab. Bantaeng merumuskan butir-butir rekomendasi untuk diajukan kepada pemerintah daerah. Adapun point-point rekomendasi tersebut sebagai berikut: 1. Menjadikan Pondok Pesantren sebagai bagian prioritas program pemerintah Kab. Bantaeng pada setiap tahun anggaran berjalan, 2. Peningkatan kapasitas pimpinan dan pembina pondok pesantren, 3. Melibatkan pimpinan pondok pesantren dalam setiap perumusan program keagamaan Kab. Bantaeng, 4. Meninjau ulang pengelolaan MTQ setiap tahun yang memprihatinkan, 5. Menjadikan pondok pesantren sebagai solusi atas berbagai masalah sosial (kondisi darurat) yang melanda anak bangsa. Hal tersebut disampaikan oleh para pimpinan pondok pesantren se-Kab. Bantaeng dalam acara rapat dengar pendapat dengan pemerintah dalam hal ini Wakil Bupati Bantaeng dan Komisi I DPRD Kab. Bantaeng diwakili oleh Muh. Asri Bakri, SE, sementara dari Kementerian Agama Kab, Bantaeng didampingi oleh Kakan Kemenag beserta jajarannya sebagai leading sektor.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/humasbtg/mmpp-bantaeng-ajukan-5-rekomendasi-ke-pemkab_57575476d07a61f30c080455
Dalam rangka penguatan program pemerintah dibidang lembaga pendidikan keagamaan, Majelis Musyawarah Pondok Pesantren (MMPP) Kab. Bantaeng merumuskan butir-butir rekomendasi untuk diajukan kepada pemerintah daerah. Adapun point-point rekomendasi tersebut sebagai berikut: 1. Menjadikan Pondok Pesantren sebagai bagian prioritas program pemerintah Kab. Bantaeng pada setiap tahun anggaran berjalan, 2. Peningkatan kapasitas pimpinan dan pembina pondok pesantren, 3. Melibatkan pimpinan pondok pesantren dalam setiap perumusan program keagamaan Kab. Bantaeng, 4. Meninjau ulang pengelolaan MTQ setiap tahun yang memprihatinkan, 5. Menjadikan pondok pesantren sebagai solusi atas berbagai masalah sosial (kondisi darurat) yang melanda anak bangsa. Hal tersebut disampaikan oleh para pimpinan pondok pesantren se-Kab. Bantaeng dalam acara rapat dengar pendapat dengan pemerintah dalam hal ini Wakil Bupati Bantaeng dan Komisi I DPRD Kab. Bantaeng diwakili oleh Muh. Asri Bakri, SE, sementara dari Kementerian Agama Kab, Bantaeng didampingi oleh Kakan Kemenag beserta jajarannya sebagai leading sektor.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/humasbtg/mmpp-bantaeng-ajukan-5-rekomendasi-ke-pemkab_57575476d07a61f30c080455

Kakan Kemenag Baca Do'a di Pasar Murah Polisi Peduli Rakyat

Bantaeng, (Humas Bantaeng) - Dalam rangka memasuki bulan suci Ramadhan 1437 H, Polres Bantaeng menggelar launching pasar murah di halaman Mapolres Bantaeng
Pasar Murah Polisi Peduli Rakyat yang akan berlangsung mulai tanggal 1 s/d 27 Ramadhan 1437 H ini menurut Kapolres Bantaeng AKBP Affandi Kurniawan juga akan serentak dilaksanakan di seluruh Polsek jajaran Polres Bantaeng dengan tujuan agar seluruh masyarakat Kab Bantaeng dapat terjangkau dengan adanya Pasar Murah Polisi Peduli Rakyat ini.

Sementara itu Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah (NA) dalam sambutannya sekaligus membuka launching Pasar Murah Polisi Peduli Rakyat ini memberikan apresiasi dan menyambut baik kegiatan positif yang dilaksanakan jajaran Polres Bantaeng mulai awal Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri ini apalagi dengan meningkatnya harga-harga kebutuhan pokok akhir-akhir ini.

Usai pembacaan Do'a oleh Kakan Kemenag Bantaeng, Bupati beserta segenap tamu dan undangan diantaranya Ketua DPRD, Ketua Pengadilan Negeri, Kajari, Dandim 1410, dan undangan laiinya berkesempatan meninjau langsung stand pasar murah yang dikoordinir langsung oleh ibu ketua Persit Kartika Chandra Kirana Ibu Ny Affandi Kurniawan.

 




Sambut Ramadhan, Bupati Nurdin Abdullah Tarwih Pertama Di Masjid Raya Bantaeng

Bantaeng, (Humas Bantaeng) - Berdasarkan hasil sidang Isbat penentuan awal Ramadhan 1437 H / 2016 M yang digelar Kementerian Agama RI malam ini menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada malam ini 5 Juni 2016 sehingga besok Senin 6 Juni 2016 sudah mulai puasa. "Dari hisab dan laporan petugas yang melihat hilal, seluruh peserta sidang isbat menyepakati pada malam hari ini kita sudah masuk Ramadan. Secara mufakat disepakati Ramadhan tahun 1437 Hijriah akan dimulai besok hari Senin 6 Juni 2016,” kata Menag Lukman Hakim dalam jumpa pers di Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (5/6/2016).

Sementara itu, hasil pemantauan hilal yang dilakukan di Kabupaten Barru, oleh tim Balai Besar BMKG, dengan Kanwil Kementerian Agama  Prov Sulawesi Selatan, menemukan adanya hilal selama 0,14 detik saja, itu di akibatkan terhalang oleh Awan. Meski demikian ketinggian hilal dalam pengamatan singkat tersebut, sekitar 3 derajat dan 26 menit, sehingga bisa dipastikan bahwa sudah masuk 1 Ramadhan. “Namun tentunya masih menunggu hasil dari sidang isbat, yang dilakukan Menteri Agama di Jakarta,” kata Kepala Kementrian Agama Kanwil Provinsi sulawesi Selatan, Abd wahid Thahir, Minggu 5 Juni 2016.

Berdasarkan 2 hal tersebut diatas, Bupati Nurdin Abdullah atas nama Pemerintah menyampaikan bahwa malam ini kita sudah memasuki Ramadhan 1437 H, berarti Insya Allah besok kita sudah mulai berpuasa, hal tersebut disampaikan Nurdin Abdullah dalam sambutannya di hadapan Jemaah Masjid Raya Bantaeng usai melaksanakan Shalat Isya secara berjamaah malam ini

Lebih lanjut Bupati Nurdin Abdullah yang secara langsung diminta oleh penceramah tarwih KH. Arbiah Karib untuk menyampaikan sambutannya dihadapan jemaah, mengungkapkan bahwa Ramadhan tahun ini merupakan Ramadhan yang ke 8 bagi beliau sejak terpilih sebagai Bupati Bantaeng selama 2 periode. Beliau bersyukur karena tahun ini semua masyarakat khususnya masyarakat Kab. Bantaeng dapat melaksanakan ibdah puasa secara bersamaan dan semoga Idul Fitri nanti juga dirayakan secara bersamaan pula. Demikian harapan bapak Bupati Nurdin Abdullah.

Dihadapan para pengurus dan jemaah Masjid Raya Bantaeng, Nurdin Abdullah mengungkapkan bahwa untuk rencana pembangunan/rehab Masjid Raya Bantaeng ini Pemerintah Daerah awalnya menyiapkan dana sebesar 3 Milyar, namun Bupati ragu dana sebanyak itu tidak dapat dihabiskan tahun ini, maka untuk tahun ini dialokasikan 1 Milyar saja dulu, sisanya 2 Milyar menurut bupati Nurdin Abdullah akan digelontorkan tahun depan. "Mudah-mudahan dengan dana sebesar itu Masjid Raya kita ini akan tambah cantik, utamanya bagian depannya". Demikian harapan Bapak Bupati Nurdin Abdullah mengakhiri sambutannya, dan bersama-sama dengan warga, bupati kemudian melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah yang dipimpin oleh imam Ust. Abubakar, S.Ag, M.PdI.