Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Di awal pekan minggu pertama bulan November 2018, atau bertepatan dengan Senin tanggal 5 November 2018, Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng kembali menggelar apel pagi dengan pembina apel bapak H. Muh Ahmad Jailani, S.Ag, MA, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag Bantaeng
Mengawali amanatnya, terlebih dahulu bapak Kasubag TU mengabsen satu-persatu stafnya pada Sub bagian Tata Usaha yang terdiri dari: Urusan Kepegawaian, Urusan Keuangan, dan Urusan Umum termasuk staf/pelaksana Kehumasan.
Hal tersebut dilakukan karena menurut bapak Kasubag Tata Usaha, pekan pertama itu merupakan awal untuk memulai aktivitas.
Yang kedua menurut bapak Kasubag TU bahwa sesuai informasi dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, saat ini masih sedang dilaksanakan audit kinerja khususnya di bidang pengelolaan Barang Milik Negara (BMN).
Untuk itu bapak Kasubag TU menghimbau kepada seluruh stafnya khususnya pengelola Barang Milik Negara (BMN) untuk menyelesaikan dan merapikan laporannya.
Dan kepada para Kepala Seksi dan penyelenggara, bapak Kasubag TU berharap untuk dapat berkoordinasi dengan pengelola barang milik negara dalam hal memastikan keberadaan dan kondisi Barang Milik Negara pada satker atau unit kerja masing-masing.
Dalam kesempatan itu, H. Ahmad Jailani juga tak lupa mengajak segenap peserta apel untuk turut mendoakan seluruh korban kecelakaan yang menimpa salah satu maskapai penerbangan di negara kita beberapa waktu yang lalu sembari berdo'a semoga seluruh warga Kementerian Agama khususnya Kementerian Agama Kab. Bantaeng dapat dijauhkan dari segala malapetaka dan segala marabahaya dalam melaksanakan seluruh aktivitasnya, terlebih saat ini Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng sedang mengikuti kegiatan Nasional di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dimana Bapak Kepala Kantor bersama Ibu serta bapak Kepala Seksi PAIS turut menghadiri kegiatan dimaksud.
Dan terkahir terkait penilaian kinerja ASN, bapak Kasubag TU menyampaikan kabar gembira bahwa memasuki triwulan ke 3 tahun 2018 ini, Kementerian Agama Kab. Bantaeng masuk dalam zona yang sangat aman utamanya dalam sisi ketepatan waktu pelaporan dengan posisi nilai 83%.
Untuk itu Kasubag TU menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada staf yang menangani pelaporan tersebut beserta seluruh staf/pelaksana pada setiap seksi yang menyajikan laporan dimaksud. (mhd)
Para Pimpinan Pondok Serahkan Butir-Butir Rekomendasi Hasil Dialog Hari Santri Ke Kemenag Bantaeng
Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Setelah menyerahkan Butir-butir rekomendasi kepada bapak Bupati Bantaeng pada Rabu 31 Oktober 2018, kini para pimpinan pondok pesantren yang tergabung dalam MMPP (Majelis Musyawarah Pondok Pesantren) juga menyerahkan rekomendasi yang sama kepada Kementerian Agama Kab. Bantaeng dalam hal ini Seksi PD Pontren Kantor Kemenag Bantaeng.
Butir-butir rekomendasi sebagai tindak lanjut dari kegiatan Dialog dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-3 tahun 2018 tingkat Kab. Bantaeng, merupakan hasil kerja Tim Perumus Majelis Musyawarah Pondok Pesantren Kabupaten Bantaeng pada tanggal 25 Oktober 2018 yang lalu bertempat di Pondok Pesantren Khairul Ummah Desa Pattallassang, Kec. Tompobulu, Kab. Bantaeng yang terdiri dari:
Butir-butir rekomendasi sebagai tindak lanjut dari kegiatan Dialog dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-3 tahun 2018 tingkat Kab. Bantaeng, merupakan hasil kerja Tim Perumus Majelis Musyawarah Pondok Pesantren Kabupaten Bantaeng pada tanggal 25 Oktober 2018 yang lalu bertempat di Pondok Pesantren Khairul Ummah Desa Pattallassang, Kec. Tompobulu, Kab. Bantaeng yang terdiri dari:
- KM. Hamzah Israil, S.PdI, MA
- Hasanuddin Arasy, S.Ag, M.PdI
- KH. Ahmad Kurnia, S.Ag
- A. Rafiuddin Jufri, Lc
- Fhajri Amal, S.Pd
- KM. Muslimin Bohari, S.PdI
- Kamaruddin Rahimi, S.Pd, M.Pd
- Muh. Ridwan, S.PdI,
Adapun butir-butir rekomendasi yang telah berhasil durumuskan tersebut memuat beberapa point penting antara lain:
I. Untuk Pemerintah Daerah
- Meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bantaeng untuk menerbitkan Peraturan Bupati ( Perbub ) dari Perda No. 5 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Diniyah Non Formal dan Pondok Pesantren)
- Pemerintah Daerah menganggarkan Biaya Makan Minum tambahan bagi santri Pondok Pesantren yang mukim.
- Pemerintah menyiapkan sarana belajar dan asrama bagi setiap pondok pesantren melalui dana hibah dan atau APBD pokok pada setiap tahun anggaran.
- Pemerintah Daerah memberikan bantuan biaya peningkatan Sumber Daya Manusia ( SDM ) bagi Pimpinan Pengelolah Pondok Pesantren dan Diniyah.
- Pemerintah Daerah meningkatkan Insentif Pimpinan, Pembina, dan Biaya Operasional Pondok Pesantren serta guru Diniyah.
- Pemerintah Daerah mensejajarkan Hari Santri Nasional dengan hari Nasional lainnya ( Penganggaran, libur dan bentuk pertisipasi lain dari berbagai pihak)
- Pemerintah Daerah memberikan beasiswa bagi santri berprestasi ( hafidz/hafidzah, Qari/Qari’ah, seni dan olahraga)
- Pemerintah menyiapkan fasilitas penunjang keuangan Pondok Pesantren ( Mesin Jahit, ternak dan lainnya ) sesuai bakat dan kemampuan Pondok Pesantren masing-masing.
- Pemerintah Daerah menyiapkan kendaraan dinas untuk membantu memperlancar berbagai kegiatan Pondok Pesantren.
II. Untuk Kementerian Agama Kab. Bantaeng
- Kementerian Agama mengevaluasi ulang kelayakan lembaga Pondok Pesantren di Kab. Bantaeng.
- Melibatkan potensi Pondok Pesantren dalam penepatan Dewan Hakim dan panitia pada setiap musabaqah
- Melakukan seleksi (Sertifikasi/pengakuan ) Dewan Hakim Musabaqah oleh lembaga berwenang.
III. Untuk Majelis Musyawarah Pondok Pesantren (MMPP) Kab. Bantaeng
- Rapat Koordinasi dengan Pemerintah Daerah, Kementerian Agama dan Pimpinan Pondok.
- Bekerjasama dengan Kementerian Agama Kab. Bantaeng dalam menjaga dan meningkatkan kualitas Pondok Pesantren
- Pondok Pesantren yang bergabung pada lembaga MMPP adalah Pondok Pesantren yang memenuhi syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh MMPP
- Kriteria Pondok Pesantren yang akan menerima bantuan telah mendapatkan Rekomendasi dan lembaga MMPP Kab. Bantaeng.
- Setia Pondok Pesantren menyetor sumbangan kepada lembaga MMPP sebesar Rp. 100.000,-/bulan.
Penyerahan rekomendasi oleh para pimpinan pondok yang dipimpin oleh Ketua dan Sekretaris MMPP Kab. Bantaeng ini diterima oleh Fajri, SH mewakili Kepala Seksi PD Pontren sebagai leading sektor.
Menurut Ketua MMPP Kab. Bantaeng KM. Hamzah Israil, S.PdI, M.PdI bahwa Pemerintah Kabupaten Bantaeng menyambut baik rekomendasi yang diserahkan oleh para pimpinan pondok karena pada dasarnya sejalan dengan visi misi pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng yang mengusung tagline BERIMAN ini.
Untuk itu, Bupati Bantaeng dalam audiens dengan para pimpinan pondok di Rujab Bupati Bantaeng kemarin meminta kepada para pimpinan pondok dibawah naungan MMPP ini untuk melakukan verifikasi data mengenai kondisi pondok pesantren yang ada di Kab. Bantaeng terkait jumlah santri baik yang mondok maupun yang tidak mondok, para kyai serta pembina pondok pesantren dan lain-lain.
Semoga Rekomendasi yang diserahkan ini dapat membawa keberkahan bagi dunia pendidikan keagamaan di Kab. Bantaeng khususnya Pondok Pesantren dan dan tentunya seluruh masyarakat Kab. Bantaeng pada umumnya. (mhd)
Menurut Ketua MMPP Kab. Bantaeng KM. Hamzah Israil, S.PdI, M.PdI bahwa Pemerintah Kabupaten Bantaeng menyambut baik rekomendasi yang diserahkan oleh para pimpinan pondok karena pada dasarnya sejalan dengan visi misi pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng yang mengusung tagline BERIMAN ini.
Untuk itu, Bupati Bantaeng dalam audiens dengan para pimpinan pondok di Rujab Bupati Bantaeng kemarin meminta kepada para pimpinan pondok dibawah naungan MMPP ini untuk melakukan verifikasi data mengenai kondisi pondok pesantren yang ada di Kab. Bantaeng terkait jumlah santri baik yang mondok maupun yang tidak mondok, para kyai serta pembina pondok pesantren dan lain-lain.
Semoga Rekomendasi yang diserahkan ini dapat membawa keberkahan bagi dunia pendidikan keagamaan di Kab. Bantaeng khususnya Pondok Pesantren dan dan tentunya seluruh masyarakat Kab. Bantaeng pada umumnya. (mhd)
Kasubag Inmas Kanwil Kemenag Sulsel Monitoring Data Keagamaan Di Kantor Kemenag Bantaeng
Bantaeng, (Inmas Bantaeng) – Dalam rangka validitas dan sinkronisasi data keagamaan pada jajaran Kanwil Kemenag Sulsel Sub Bagian Informasi dan Humas pada Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel melakukan kunjungan kerja di Kantor Kemenag Bantaeng, (Selasa, 30 Oktober 2018).
Rombongan terdiri dari Kasubag Informasi dan Humas, H. Sopyan Akhmad beserta staf Pengolah Data Muh. Fadli dan Fatri Andy,
Selain di Kemenag Bantaeng, rombongan juga mengunjungi beberapa Kemenag Kabupaten lainnya yakni Kab. Gowa, Takalar dan Jeneponto pada 29-30 Oktober 2018.
Pelaksanaan ini lanjut H. Sopyan adalah bertujuan menampilkan kualitas Data dan Informasi yang nantinya akan disajikan kepada masyarakat luas. Mekanisme alur data pun sebaiknya dapat dikelola secara berjenjang hingga pada akhir penyajiannya nanti, tambahnya.
Hal ini juga dimaksudkan sebagai bentuk pelaksanaan sinkronisasi, data pada setiap bidang Kanwil Kemenag Sulsel kemudian dibandingkan data yang dimiliki oleh masing-masing kabupaten/kota
Menurut H. Sopyan, data yang diterima dalam bentuk hard copy atau soft copy tersebut selanjutnya akan diolah dan difinalisasi oleh Tim Data Keagamaan Kanwil sebelum dicetak dan diterbitkan dalam bentuk Buku Data Keagamaan tahun 2017/2018 Kemenag Sulsel. (mhd)
Rombongan diterima oleh pelaksana Humas pada Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag Bantaeng Mahdi Bakri, SE mewakili Kasubag Tata Usaha.
Menurut Kasubag Informasi dan Humas Kanwil Sulsel, H. Sopyan Akhmad data perlu dikelola dengan baik, akurat dan berkesinambungan karena memiliki fungsi yang sangat penting bagi keberlangsungan roda organisasi.
Selain di Kemenag Bantaeng, rombongan juga mengunjungi beberapa Kemenag Kabupaten lainnya yakni Kab. Gowa, Takalar dan Jeneponto pada 29-30 Oktober 2018.
Pelaksanaan ini lanjut H. Sopyan adalah bertujuan menampilkan kualitas Data dan Informasi yang nantinya akan disajikan kepada masyarakat luas. Mekanisme alur data pun sebaiknya dapat dikelola secara berjenjang hingga pada akhir penyajiannya nanti, tambahnya.
Hal ini juga dimaksudkan sebagai bentuk pelaksanaan sinkronisasi, data pada setiap bidang Kanwil Kemenag Sulsel kemudian dibandingkan data yang dimiliki oleh masing-masing kabupaten/kota
Menurut H. Sopyan, data yang diterima dalam bentuk hard copy atau soft copy tersebut selanjutnya akan diolah dan difinalisasi oleh Tim Data Keagamaan Kanwil sebelum dicetak dan diterbitkan dalam bentuk Buku Data Keagamaan tahun 2017/2018 Kemenag Sulsel. (mhd)
H. Muhammad Yunus Raih 2 Keberkahan Besar Dalam Karir Dan Akademik Di Kabupaten Bantaeng
Makassar, (Inmas Bantaeng) - Tuhan ternyata mentakdirkan bapak H. Muhammad Yunus meraih gelar Doktornya ditahun ketiga menjabat sebagai Kepala Kantor Kemenag di Kabupaten Bantaeng.
Meski sebenarnya, kuliah pada program Doktor Universitas Muslim Indonesia Makassar ini telah dilakoninya sejak masih bertugas di Kemenag Wajo sebagai Kasubag TU yang dalam perjalanannya nyaris putus ditengah jalan ketika akhirnya diberi amanah menjadi Kepala Kantor Kemenag di Kab. Bantaeng.
Akan tetapi berkat dorongan dari para promotor, akhirnya semangatnya bangkit lagi untuk menyelesaikan study ditengah kesibukannya sebagai Kepala Kantor hingga tak ayal masa study S3 ditempuhnya selama 4,5 tahun.
Tak dapat dipungkiri bahwa dalam perjalanan kariernya sebagai ASN Kementerian Agama, mantan Kasubag TU Kemenag Wajo ini memperoleh 2 keberkahan besar selama hidupnya, yang pertama ketika mendapat promosi sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng dipenghujung tahun 2015 yang lalu dan yang kedua adalah meraih gelar tertinggi dalam bidang akademik yang keduanya diturunkan Allah SWT di Kab. Bantaeng.
Dalam sepatah kata yang disampaikannya usai pimpinan sidang menetapkan dirinya berhak menyandang gelar Doktor, anak dari seorang petani dan penjual di pasar ini mengaku tak pernah menyangka akan menyandang gelar tertinggi dalam bidang akademik ini, demikian pula ketika dipromosi menjadi Kepala Kantor.
Namun hasil memang tak pernah menghianati proses. usaha yang keras dan motivasi yang tinggi tanpa mengesampingkan pengabdian atas tugas dan amanah yang diembannya sebagai Kakan Kemenag Bantaeng telah mengantarkannya meraih gelar tertinggi di bidang akademik ini.
Dan bagi Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng, keberhasilan bapak H. Muhammad Yunus dalam meraih gelar Doktor ini tentunya menjadi sebuah catatan tersendiri dalam sejarah pejabat Kepala Kantor Kemenag Bantaeng dari masa kemasa dan telah menempatkan dirinya sebagai Kepala Kantor Kemenag Bantaeng pertama yang bergelar Doktor.
Sebuah profil yang sangat patut untuk diteladani bagi setiap ASN dalam menjalani karier baik dalam jabatan maupun dalam bidang akademik. Semoga apa yang telah disaksikan bersama ini menginspirasi segenap warga Kementerian Agama khususnya Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng. Amiin. (mhd).
Meski sebenarnya, kuliah pada program Doktor Universitas Muslim Indonesia Makassar ini telah dilakoninya sejak masih bertugas di Kemenag Wajo sebagai Kasubag TU yang dalam perjalanannya nyaris putus ditengah jalan ketika akhirnya diberi amanah menjadi Kepala Kantor Kemenag di Kab. Bantaeng.
Akan tetapi berkat dorongan dari para promotor, akhirnya semangatnya bangkit lagi untuk menyelesaikan study ditengah kesibukannya sebagai Kepala Kantor hingga tak ayal masa study S3 ditempuhnya selama 4,5 tahun.
Tak dapat dipungkiri bahwa dalam perjalanan kariernya sebagai ASN Kementerian Agama, mantan Kasubag TU Kemenag Wajo ini memperoleh 2 keberkahan besar selama hidupnya, yang pertama ketika mendapat promosi sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng dipenghujung tahun 2015 yang lalu dan yang kedua adalah meraih gelar tertinggi dalam bidang akademik yang keduanya diturunkan Allah SWT di Kab. Bantaeng.
Dalam sepatah kata yang disampaikannya usai pimpinan sidang menetapkan dirinya berhak menyandang gelar Doktor, anak dari seorang petani dan penjual di pasar ini mengaku tak pernah menyangka akan menyandang gelar tertinggi dalam bidang akademik ini, demikian pula ketika dipromosi menjadi Kepala Kantor.
Namun hasil memang tak pernah menghianati proses. usaha yang keras dan motivasi yang tinggi tanpa mengesampingkan pengabdian atas tugas dan amanah yang diembannya sebagai Kakan Kemenag Bantaeng telah mengantarkannya meraih gelar tertinggi di bidang akademik ini.
Dan bagi Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng, keberhasilan bapak H. Muhammad Yunus dalam meraih gelar Doktor ini tentunya menjadi sebuah catatan tersendiri dalam sejarah pejabat Kepala Kantor Kemenag Bantaeng dari masa kemasa dan telah menempatkan dirinya sebagai Kepala Kantor Kemenag Bantaeng pertama yang bergelar Doktor.
Sebuah profil yang sangat patut untuk diteladani bagi setiap ASN dalam menjalani karier baik dalam jabatan maupun dalam bidang akademik. Semoga apa yang telah disaksikan bersama ini menginspirasi segenap warga Kementerian Agama khususnya Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng. Amiin. (mhd).
Langganan:
Postingan (Atom)







