Workshop Kurikulum Ismuba Di Ponpes Ahlu Shuffah Bantaeng Diikuti Guru-Guru Dari 4 Kabupaten


Bantaeng, (Inmas Bantaeng) -Workshop Kurikulum Ismuba (Al Islam, Kemuhammadiyaan dan Bahasa Asing) Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Sulawesi Selatan digelar di Ponpes Ahlu Shuffah Muhammadiyah Bantaeng Kelurahan Karatuang Kec. Bantaeng.

Workshop yang akan berlangsung sejak Jum'at 22/2 hingga Ahad 24/2/ 2019 ini diikuti oleh guru-guru dari 4 Kabupaten yang mengabdi pada lembaga pendidikan Muhammadiyah.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada guru – guru Al-Islam, Kemuhammadiyahan dan Bahasa Asing di Madrasah naungan Muhammadiyah yang berada di Zona III yaitu Bulukumba, Sinjai, Selayar dan Bantaeng sendiri sebagai tuan rumah.

Menurut Ketua Panitia Saharuddin, S.Pd.I., M.Pd.I yang mengabdi pada MA Muhammadiyah Panaikang Bantaeng dalam laporannya mengatakan Jumlah peserta kegiatan Workshop zona III ini secara keseluruhan adalah sebanyak 50 orang yang berasal dari 4 Kabupaten diatas.

Dalam kesempatan ini, turut hadir ibu Dra. Hj. St. Wahni, M.Pd yang juga Kepala Seksi PD Pontren Kantor Kemenag Bantaeng.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bantaeng (H.M Amri Pakkanna) sangat mengapresiasi kegiatan ini, beliau menyampaikan bahwa pemberian pemahaman tentang kurikulum ISMUBA di lingkungan Pendidikan Muhammadiyah sangatlah penting. (Shr/mhd)


MA Muhammadiyah Panaikang Bantaeng Siap Hadapi UN-BK Dan UAMBN-BK 2019

Bantaeng, (Inmas Bantaeng)Menghadapi Ujian Akhir yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini, Baik Ujian Nasional dan Ujian Akhir Madrasah yang berbasis Komputer MA Muhammadiyah Panaikang melaksanakan Persiapan. mulai dari pembenahan labolatorium komputer sampai persiapan peserta didik yang akan mengikuti ujian nasional

Peserta Ujian Nasional yang ikut pada tahun ini berjumlah 30 Orang terdiri dari 14 Orang Peserta didik jurusan IPA dan 16 Orang dari jurusan IPS.

MA Muhammadiyah Panaikang telah mengikuti simulasi sebanyak dua kali, masing-masing simulasi UNBK dan UAMBN BK, yang dibimbing oleh Proktor (Rizal Agustira R, S.Pd) dan Teknisi (Haeruddin) MA Muhammadiyah Panaikang.

Persiapan dipantau langsung oleh Ibu Kepala Madrasah (St. Nurbaya, S.Ag), didampingi oleh Wakamad, beliau berharap pelaksanaan Ujian ini berjalan dengan lancar tanpa kendala. (Ar/mhd)

PMR As'adiyah Dapoko Ikuti Kemah PMR Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - PMR As’adiyah Dapoko menjadi salah satu peserta dalam kemah PMR tingkat madya dan wira se-Sulawesi Selatan, bertajuk Gebyar Aksi Relawan Muda (Garuda).
Kegiatan ini dilaksanakan KSR PMI Unit Markas Kab. Bantaeng. Bertempat di lapangan sepakbola Moti, Desa Bajiminasa, Kec. Gantarangkeke, Kab. Bantaeng.

Kegiatan yang akan berlangsung tanggal 20 hingga 25 Februari 2019 tersebut dimeriahkan dengan beberapa lomba antar peserta kemah.

Dalam kegiatan kali ini, Ponpes As’adiyah Dapoko mengutus PMR Madya As’adiyah Dapoko (se-tingkat SMP) sejumlah 20 orang dan PMR Wira As’adiyah Dapoko (se-tingkat MA) sebanyak 24 orang.

Menurut Muhammad Sattar, Pembina PMR As’adiyah Dapoko, “Keikutsertaan PMR As’adiyah Dapoko dalam kegiatan kali ini bertujuan untuk semakin memperkenalkan As’adiyah Dapoko kepada masyarakat luas, kegiatan ini juga menjadi sebuah pembuktian bahwa santri As’adiyah bukan hanya jago dalam hal keagamaan, tetapi juga mampu bersaing dalam ke-ekstrakurikuler-an khususnya dalam kegiatan PMR”.

Datang dengan motto “Coming Fighting And Winning”, menunjukkan semangat yang luar biasa dari para anggota PMR As’adiyah Dapoko, namun dalam hal target juara, Muhammad Sattar menuturkan tidak mempunyai target yang tinggi, karena mengingat PMR As’adiyah Dapoko belum terlalu lama, namun Muhammad Sattar juga berharap agar para santri As’adiyah Dapoko tetap menunjukkan semangat pantang menyerah dan berusaha memberikan yang terbaik bagi Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko.
(Ibnas/mhd)

Dewan Hakim STQH VII 2019 Kabupaten Bantaeng Kembali Galakkan Semangat Subuh Berjamaah Yang Dibarengi Kultum

Uluere, (Inmas Bantaeng) - Memasuki hari ke 3 pelaksanaan STQH VII Tingkat Kab. Bantaeng Tahun 2019, para peserta nampaknya sudah sedikit dapat beradaptasi dengan kondisi dan cuaca puncak gunung Loka Kec. Uluere.

Salah satu giatan dalam rangka menumbuh kembangkan kebiasaan shalat subuh berjamaah sebagaimana yang selalu digalakkan oleh bapak Kepala Kantor Kemenag Bantaeng juga tampak terus digalakkan oleh para dewan hakim di lokasi STQH ini.

Subuh ini dengan dikoordinir oleh Muh. Yusuf S.Pd.I., M.Si, salah seorang Dewan Hakim Tahfidz dan Hadits, para peserta STQH kembali memenuhi masjid Nurul Huda Loka untuk menunaikan Shalat Subuh secara berjamaah yang dilanjutkan dengan Kultum. (Sabtu, 23/2/19).

Shalat Subuh dipimpin oleh Ust. Muh. Yusuf sebagai imam, sedang Kultum Subuh kembali di isi oleh KM. H. Haris Nurdin, Lc untuk yang kedua kalinya.

Adapun Materi Kultum yang disampaikan H. Haris kali ini adalah mengenai Pentingnya Nikmat Keimanan.

Menurut Dewan Hakim Tahfidz dan Hadits STQH VII Tingkat Kab. Bantaeng Tahun 2019 ini, Nikmat keimanan adalah merupakan Nikmat yang sangat besar buat kita semua.

"Nikmat Allah yang paling besar terhadap kita adalah perintahnya kepada kita untuk beriman dan hidayah yang dia berikan kepada mereka". Tuturnya.

Merekalah orang yang paling besar nikmatnya secara mutlak yang disebutkan dalam firman Allah Ta'ala,

( اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ * صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ )

"Tunjukilah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang yang Engkau beri nikmat kepada mereka." (QS. Al-Fatihah: 6-7)

NIKMAT yang paling besar diberikan Allah kepada manusia sebagai hamba-Nya yang muslim adalah nikmat iman yang melebihi kenikmatan lainnya dalam bentuk apapun. Dengan iman dan hidayah tersebut, seseorang memiliki tuntunan dan tujuan hidup yang jelas baik ketika di dunia maupun di akhirat kelak.

Maka setelah seorang muslim tahu bahwa iman merupakan sesuatu yang penting dan berharga, maka ia wajib memberi perhatian dan perawatan lebih kepada iman ini, selalu menjaga hal-hal yang mengurangi iman dan memacu agar iman ini selalu naik.

Dan yang sangat penting ialah merawat supaya iman tidak hilang dalam dirinya, seseorang akan menjadikan masalah iman ini sebagai prioritas utama dalam hidupnya.

Namun demikian, kebanyakan dari umat Islam saat ini mengalami masalahuntuk bisa merasakan nikmatnya keimanan, lezatnya ketaatan, khusyuknya beribadah dan manisnya amal kebajikan karena menganggap iman itu bukan suatu nikmat terbesar. Tutupnya.

Demikian giat Subuh Berjamaah yang dilanjutkan dengan Kultum di Lokasi STQH VII Tingkat Kab. Bantaeng ini, semoga subuh berikutnya yang tersisa 2 hari pelaksanaan STQH ini akan lebih ramai dan semangat lagi. (ysf/mhd).