Dampang, (Inmas Bantaeng) - Jemaah calon haji Kab. Bantaeng yang tergabung dalam kloter 15 Embarkasi UPG Makassar bersama JCH Kab. Takalar tak lama lagi akan terbang menuju tanah suci Mekkah guna menunaikan rukun Islam yang ke 5.
185 JCH ditambah 1 orang TPHD (Tim Pemandu Haji Daerah) atau yang sekarang disebut sebagai Tim Pamantau Kesehatan Haji Daerah (TPKHD) asal Bantaeng ini menurut jadwal akan masuk asrama haji Sudiang Makassar pada tanggal 27 Juli 2018 pukul 08.00 wita dan keesokan harinya, tepatnya pada pukul 00.45. Wita lewat tengah malam, atau Sabtu dini hari tanggal 28 Juli 2018, ke 186 JCH Bantaeng bersama 264 JCH Takalar ini akan bertolak menuju Madinah Al Munawwarah termasuk Jemaah Haji Gelombang Pertama.
Dari 186 JCH Kab. Bantaeng ini beberapa diantaranya merupakan ASN Kemenag Bantaeng antara lain Kamad MTsN Bantaeng Dra. St. Ramliah, M.Pd dan Kepala Madrasah MTs Ihya Ulumiddin Bantaeng St. Rohani Majid, M.Pd,I.
Di MTsN Bantaeng hari ini (Senin, 23/7/18) tampak digelar do'a bersama untuk ibu Kepala Madrasah yang tak lama lagi akan berangkat menunaikan ibadah haji dan selama di tanah suci, pelaksana tugas Kepala MTsN Bantaeng diamanahkan kepada bapak Muhammad Kasim, S,PdI, M.PdI. Do'a bersama diikuti oleh seluruh peserta upacara baik siswa maupun dewan guru.
Upacara bendera juga dirangkaikan dengan perpisahan atau pelepasan salah seorang guru MTsN Bantaeng atas nama Rusydaeni Djabbar yang mendapat tugas di tempat baru yakni di MTs Ma'arif Lasepang Bantaeng. (mhd)
Hasil Dari Mengayuh Becak, Warga Kel. Bonto Lebang Kec. Bissappu Kab. Bantaeng Ini Daftar Haji 9 Tahun Yang Lalu
Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Tahapan perjalanan ibadah haji musim haji tahun 1439 H / 2018 M sudah dimulai, Kloter pertama embarkasi UPG (Makassar) telah diberangkatkan beberapa hari yang lalu dan baru saja kloter 9 Kab. Sinjai yang bergabung dengan Makassar dan Maluku Utara diterbangkan dini hari tadi pada pukul 01.00 wita (Senin, 23 Juli 2018).
Sementara untuk 186 JCH Kab. Bantaeng yang akan bergabung dengan 264 JCH Kab. Takalar pada Kloter 15 akan terbang menuju Madinah Almunawwarah pada hari Sabtu tanggal 28 Juli 2018 pukul 00.45.wita dini hari.
Tak banyak yang tahu bahwa dari 186 JCH Kab. Bantaeng ini ternyata ada seorang diantaranya yang berprofesi sebagai seorang tukang becak, sebuah profesi yang boleh dikata cukup jauh dari kata mampu sebagai salah satu syarat atas perintah berhaji yang diwajibkan Allah SWT atas hambanya bukan..?
Namun tidak demikian dengan Syamsuddin Bin H. Cago yang selama kurang lebih 9 tahun yang lalu berprofesi sebagai tukang becak dan telah mendaftarkan dirinya untuk berangkat haji melalui Seksi PHU Kantor Kemenag Bantaeng pada tahun 2009 yang lalu bahkan sempat tertunda karena harus membiayai kakaknya yang mau jadi TKI di Jepang waktu itu.
Menurut keterangan salah seorang tetangga beliau yang juga merupakan teman sekolah semasa SMP, Hj. Sahra Rahman, Syamsuddin bin H. Cago yang beralamat di Beloparang Kel. Bonto Lebang. Kec. Bissappu, tepatnya di belakang Kantor Camat Bissappu ini memang berprofesi sebagai tukang becak seperti yang disampaikan, selama kurang lebih 9 tahun yang lalu hingga menikah dengan gadis asal sengkang kurang lebih 7 tahun yang lalu dan saat ini keduanya sudah dikaruniai seorang anak laki-laki yang baru masuk kelas 1 SD.
Setelah menikah, lanjut Hj. Sahra, Syamsuddin punya profesi baru sebagai petugas retribusi wisata budaya Daeng Toa Pakkalimbungan, karena kebetulan tanah yang dilewati menuju tempat wisata tersebut adalah tanahnya sehingga dialah yang diberikan wewenang oleh Pemda untuk mengurusinya sampai sekarang.
Dan menurut penuturan H. Sahra yang juga ASN Kemenag Bantaeng ini, selama beberapa tahun terakhir, Syamsuddin sudah tidak aktif lagi mengayuh becak, tapi tinggal mengolah kebun warisan orang tuanya serta menjadi petugas retribusi.
Jadi menurut Hj. Sahra, kemungkinan waktu mendaftar haji dulu adalah murni dari mengayuh becak, tapi pelunasannya mungkin sudah campur dengan hasil lainnya baik dari profesi barunya sebagai petugas retribusi maupun dari hasil kebun warisan orang tuanya itu. Jelas Hj. Sahra
Sementara untuk 186 JCH Kab. Bantaeng yang akan bergabung dengan 264 JCH Kab. Takalar pada Kloter 15 akan terbang menuju Madinah Almunawwarah pada hari Sabtu tanggal 28 Juli 2018 pukul 00.45.wita dini hari.
Tak banyak yang tahu bahwa dari 186 JCH Kab. Bantaeng ini ternyata ada seorang diantaranya yang berprofesi sebagai seorang tukang becak, sebuah profesi yang boleh dikata cukup jauh dari kata mampu sebagai salah satu syarat atas perintah berhaji yang diwajibkan Allah SWT atas hambanya bukan..?
Namun tidak demikian dengan Syamsuddin Bin H. Cago yang selama kurang lebih 9 tahun yang lalu berprofesi sebagai tukang becak dan telah mendaftarkan dirinya untuk berangkat haji melalui Seksi PHU Kantor Kemenag Bantaeng pada tahun 2009 yang lalu bahkan sempat tertunda karena harus membiayai kakaknya yang mau jadi TKI di Jepang waktu itu.
Menurut keterangan salah seorang tetangga beliau yang juga merupakan teman sekolah semasa SMP, Hj. Sahra Rahman, Syamsuddin bin H. Cago yang beralamat di Beloparang Kel. Bonto Lebang. Kec. Bissappu, tepatnya di belakang Kantor Camat Bissappu ini memang berprofesi sebagai tukang becak seperti yang disampaikan, selama kurang lebih 9 tahun yang lalu hingga menikah dengan gadis asal sengkang kurang lebih 7 tahun yang lalu dan saat ini keduanya sudah dikaruniai seorang anak laki-laki yang baru masuk kelas 1 SD.
Setelah menikah, lanjut Hj. Sahra, Syamsuddin punya profesi baru sebagai petugas retribusi wisata budaya Daeng Toa Pakkalimbungan, karena kebetulan tanah yang dilewati menuju tempat wisata tersebut adalah tanahnya sehingga dialah yang diberikan wewenang oleh Pemda untuk mengurusinya sampai sekarang.
Dan menurut penuturan H. Sahra yang juga ASN Kemenag Bantaeng ini, selama beberapa tahun terakhir, Syamsuddin sudah tidak aktif lagi mengayuh becak, tapi tinggal mengolah kebun warisan orang tuanya serta menjadi petugas retribusi.
Jadi menurut Hj. Sahra, kemungkinan waktu mendaftar haji dulu adalah murni dari mengayuh becak, tapi pelunasannya mungkin sudah campur dengan hasil lainnya baik dari profesi barunya sebagai petugas retribusi maupun dari hasil kebun warisan orang tuanya itu. Jelas Hj. Sahra
Bekerjasama Kades, Penyuluh Dan P3N Desa Papan Loe Bantaeng Beri Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah
Papan Loe (Inmas Bantaeng) - Ada 4 kewajiban muslim yang hidup terhadap muslim yang meninggal, yang sering disebut Fardhu Kifayah, meskipun istilah Fardhu kifayah itu sendiri sebenarnya bukan hanya untuk pengurusan jenazah saja.
Fardhu kifayah adalah setiap kewajiban yang bila telah dikerjakan oleh sebagian muslim, maka lepaslah kewajiban muslim yang lainnya antara lain menjawab salam, pengurusan jenazah, dan lain lain.
Adapun Fadhu kifayah untuk jenazah itu adalah :
1. Memandikannya
2. Mengapaninya
3. Menshalatkannya
4. Menguburkannya
Sehubungan dengaan itu, melalui Majelis Ta'lim Desa Papan Loe Kec. Pa'jukukang Kab. Bantaeng, kegiatan Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah se Desa Papan Loe digelar Sabtu (21 Juli 2018).
Bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan ini: Ustad Jabal Nur, S.Pdi, Pembantu Petugas Pencatat Nikah (P3N) Desa Papan Loe bersama Ustad Drs. H. Rajuddin Penyuluh Fungsional pada KUA Kec. Pa'jukukang.
Selaku Ka. KUA Kec. Pa'jukukang. H. Arifuddin, Lc mengapresiasi dan menghaturkan ucapan terima kasih kepada Bapak Kepala Desa Papanloe yang telah memfasilitasi kegiatan praktek penyelenggaraan jenazah Se Desa Papanloe tersebut, demikan pula kepada P3N Jabal Nur, S. Pdi dan Penyuluh KUA Kec. Pa'jukukang Drs. H. Rajuddin sebagai narasumber.
Kegiatan seperti ini tentu saja sangat bermanfaat bagi warga desa demi memberikan pemahaman kepada warga tentang tata cara penyelenggaraan jenazah yang benar sesuai tuntunan. (mhd)
Fardhu kifayah adalah setiap kewajiban yang bila telah dikerjakan oleh sebagian muslim, maka lepaslah kewajiban muslim yang lainnya antara lain menjawab salam, pengurusan jenazah, dan lain lain.
Adapun Fadhu kifayah untuk jenazah itu adalah :
1. Memandikannya
2. Mengapaninya
3. Menshalatkannya
4. Menguburkannya
Sehubungan dengaan itu, melalui Majelis Ta'lim Desa Papan Loe Kec. Pa'jukukang Kab. Bantaeng, kegiatan Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah se Desa Papan Loe digelar Sabtu (21 Juli 2018).
Bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan ini: Ustad Jabal Nur, S.Pdi, Pembantu Petugas Pencatat Nikah (P3N) Desa Papan Loe bersama Ustad Drs. H. Rajuddin Penyuluh Fungsional pada KUA Kec. Pa'jukukang.
Selaku Ka. KUA Kec. Pa'jukukang. H. Arifuddin, Lc mengapresiasi dan menghaturkan ucapan terima kasih kepada Bapak Kepala Desa Papanloe yang telah memfasilitasi kegiatan praktek penyelenggaraan jenazah Se Desa Papanloe tersebut, demikan pula kepada P3N Jabal Nur, S. Pdi dan Penyuluh KUA Kec. Pa'jukukang Drs. H. Rajuddin sebagai narasumber.
Kegiatan seperti ini tentu saja sangat bermanfaat bagi warga desa demi memberikan pemahaman kepada warga tentang tata cara penyelenggaraan jenazah yang benar sesuai tuntunan. (mhd)
Awali Tahun Pelajaran Baru, Komite Madrasah MAN Bantaeng Rapat Dengan Orang Tua Siswa
Rapat dipimpin oleh Ketua Komite Syahruddin Dahlan. S.Pd.,M.Pd, turut hadir Kamad MAN Bantaeng Drs. H. Syahruddin, R, MM, Wakamad Kesiswaan Nasiruddin, S.Ag serta para orang tua siswa.
Rapat komite Madrasah ini merupakan rapat tahunan yang diagendakan setiap awal tahun pembelajaran khususnya bagi peserta didik baru.
Pertemuan diawali dengan sambutan Kepala Madrasah Drs. H. Syahruddin R, MM. Dalam sambutannya H. Syahruddin menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh orang tua siswa atas kehadirannya dalam Rapat Komite ini.
Sementara itu Ketua Komite Syahruddin Dahlan, S.Pd. M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan bahwa menurut pengalaman yang lalu lalu, banyak siswa ketika belum punya kendaraan jarang masuk sekolah. namun ketika dibelikan kendaraan oleh orang tuanya, sekolah malah terlewati, untuk itu Syahruddin berpesan kepada para orang tua agar turut serta dan aktif melakukan kontrol dan pengawasan terhadap anaknya apalagi jika telah difasilitasi kendaraan. Tuturnya.
Adapun agenda inti dari pertemuan ini sebelum menghasilkan keputusan bersama, terlebih dahulu digelar dialog bersama para orangtua siswa sehingga melahirkan keputusan bersama khususnya dalam hal kedisiplinan belajar siswa di madrasah.
Panitia berharap semoga kegiatan ini membuahkan hasil dan mendapat ridha dari Allah SWT. Amin. (mhd)
Langganan:
Postingan (Atom)








