Safari Ramadhan Di Kecamatan Ermes, Kakan Kemenag Bantaeng Kembali Paparkan Tupoksi Kementerian Agama

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Diawali dengan acara Buka Puasa bersama di Kantor Kecamatan, tim Safari Ramadhan tingkat Kab. Bantaeng kembali mengunjungi masyarakat hingga ke pelosok desa guna memberikan pencerahan di dalam bulan suci Ramadhan 1440 H/2019 M.

Di hari ke-3 pelaksanaan Safari Ramadhan tingkat Kabupaten Bantaeng ini, Tim menyasar 2 Kecamatan yakni Kec. Eremerasa dan Kec. Pa'jukukang.

Hadir dalam acara buka puasa bersama di Kantor Camat Eremmerasa bersama tim Safari Ramadhan, Bupati Bantaeng Dr. H. Ilham Syah Azikin beserta Ibu Ketua TP PKK Sri Dewi Yanti Ilham serta Sekretaris Daerah Abd. Wahab, SE, MM.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Bantaeng Dr. H. Muhammad Yunus, M.Ag dalam kesempatan ini juga tampak hadir bersama ibu Ketua DWP Hj. St. Hasnah Yunus, sebelum kemudian bersama tim  menuju wilayah sasaran.

Kakan Kemenag Dr. H. Muhammad Yunus dalam Safari Ramadhan hari (malam) ke-3 ini bertindak sebagai Ketua Tim dengan anggota antara lain terdiri dari Kaban Kepegawaian dan PSDM, Kabag Adm Keuangan dan Perencanaan, serta Direktur PDAM Bantaeng, sementara yang bertindak sebagai Muballigh atau penceramah adalah Ustadz Muhammad Nur, Staf KUA Kec. Eremerasa.



Adapun Desa yang menjadi wilayah kunjungan Kakan Kemenag bersama tim kali ini adalah Desa Mamampang, tepatnya di Masjid Nurul Hikmah di Dusun Arakeke.

Di Masjid ini, Kakan Kemenag Bantaeng selaku Ketua Tim kembali menyapa jemaah Shalat Tarwih dengan memaparkan Tupoksi Kementerian Agama terkait layanan-layanan yang dilakukan terhadap seluruh masyarakat terkait urusan pernikahan, haji, pendidikan, serta layanan-layanan lainnya seperti pengukuran arah kiblat masjid serta arah kiblat kuburan.

Terkait masalah pernikahan, Kakan Kemenag menyinggung masalah Fenomena Pernikahan Dini yang terjadi di  masyarakat hingga viral di media sosial bahkan di media-media online lainnya.

Bahwa pernikahan yang dibolehkan oleh Pemerintah sesuai Undang-Undang adalah Pernikahan dengan usia minimal 16 tahun bagi perempuan dan minimal 19 tahun bagi laki-laki.

"Namun jika si calon pengantin sudah mau seklaimi menikah atau keluarga calon pengantin, misalnya neneknya mau sekalimi melihat cucunya menikah padahal usianya belum diperbolehkan oleh pemerintah maka ada satu jalan yang bisa ditempuh yakni dengan mengajukan permohonan ke Pengadilan Agama untuk mendapatkan Dispensasi". Terang Kakan Kemenag.

"Cara lain yang biasanya ditempuh oleh keluarga si Catin yang masih dibawah umur adalah dengan menikahkan anaknya di bawah tangan atau tanpa sepengetahuan pemerintah setempat. Mungkin dari segi syariat bisa terpenuhi tapi yang jelas pernikahannya tidak akan tercatat pada instansi yang berwenang dalam hal ini Kantor Urusan Agama,". Tambahnya.

"Dan jika hal itu ditempuh maka pasangan  pengantin akan menghadapi beberapa konseksekwensi antara lain, tidak akan mendapat buku nikah, anak dari hasil pernikahannya nanti akan kesulitan untuk mendapatkan akte kelahiran, layanan BPJS dan semacamnya dan lain sebagainya.". Demikian Kakan Kemenag menutup sambutannya.

Pendampingan Jemaah Haji Di Kecamatan Pa'jukukang Bantaeng Memasuki Pertemuan Ke-9

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Pendampingan jama'ah haji oleh penyuluh KUA Kec. Pa'jukukang memasuki pertemuan ke-9 dari 10 kali pertemuan yang direncanakan yang dijadwalkan setiap hari selasa.

Pertemuan yang dilakukan pada hari Selasa (14/5/19) di masjid Masjid Nurul Yaqin Kompleks SMA Tanetea Desa Nipa-Nipa ini menghadirkan pemateri ustadz H. Nasrullah Nonci, Lc (Penyuluh Agama Kec.Tompobulu) dengan materi mengenai praktek Thawaf dan Sa'i, setelah praktek memakai pakaian ihram telah disampaikan pada pekan sebelumnya

Turut mendampingi pemateri kali ini antara lain Ust. H. Rajuddin (Ketua FK-PAI Pa'jukukang) dan Nurlinda, S.Ag.

Para penyuluh baik penyuluh Fungsional maupun penyuluh non PNS hingga  pertemuan ke-9 ini telah melakukan pendampingan sesuai tugasnya masing-masing terhadap 23 orang calon jemaah (calhaj) Kec.Pa'jukukang musim haji tahun 1440 H/ 2019 M yang terdiri dari 11 orang laki-laki dan 12 orang perempuan yang tersebar di 10 Desa se Kec.Pa'jukukang.

Metode pendampingan yang dilakukan adalah dengan penyampaian materi serta praktek kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dan evaluasi.

Menurut laporan salah seorang penyuluh, Nurlinda, S.Ag, seluruh calon jemaah sangat antusias mengikuti pendampingan  meski ada beberapa jama'ah yang sempat absen karena sakit atau karena urusan penting lainnya.

"Ada beberapa jemaah lansia, dan 1 orang yang baru sembuh dari sakit yakni jama'ah yang tertunda keberangkatannya tahun lalu dikarenakan sakit". Ungkap Nurlinda.

"Kendalanya adalah bahwa dari seluruh calon jemaah yang kami dampingi ini, selain dari unsur lansia, beberapa diantaranya berlatar belakang pendidikan yang minim yang tentunya cukup mempengaruhi penyerapan dari materi yang disampaikan, sehingga beberapa materi harus disampaikan berulang-ulang". Ungkapnya lagi.

"Kami berharap semoga pendampingan yang dilakukan oleh para penyuluh KUA Kec. Pa'jukukang ini bisa sedikit menambah bekal pengetahuan bagi para calon jemaah". Harapnya.

Setelah pendampingan yang dilakukan oleh para penyuluh di masing-masing Kecamatan ini, para calon jemaah haji selanjutnya akan mengikuti kegiatan manasik haji tingkat Kabupaten dan tingkat Kecamatan dibawah koordinasi Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Bantaeng. (lnd/mhd).

Sambangi Warga Rutan Hari Ke-9 Ramadhan, Penyuluh Fungsional Kecamatan Bantaeng Ini Ingatkan Jangan Marah

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Bulan Ramadhan merupakan bulan ibadah yang didalamnya dilipat gandakan pahala dari setiap ibadah yang dilakukan.

Dihari ke 9 Ramadhan 1440 H / 2019 M ini, (Selasa, 14/5/19), penyuluh KUA Kec. Bantaeng tetap melaksanakan bimbingan penyuluhan kepada masyarakat binaan.

Ustadz Azis Lallo, S.Ag yang dijuluki Ustadz Kecil hari ini sesuai jadwal kembali menyambangi warga Rutan Bantaeng guna kembali mengingatkan bagaimana mengatasi rasa marah utamanya di dalam bulan Ramadhan.

Tema ini meskipun sudah banyak Muballigh menyampaikan tetapi moment Ramadhan ini sangat penting karena salah satu yang harus diperangi dalam diri kita ini adalah emosi atau marah.

"Ada sahabat yang menghadap kepada Rasulullah dan bertanya : ya Rasulullah... Berilah aku nasehat agar dapat merasakan ketenangan dlm hidup ini... Nabi menjawab, LAA TAGDAB janganlah engkau mudah marah.. Kemudian sahabat itu bertanya lagi dengan pertanyaan yang sama tapi tetap Rasulullah menjawab yang sama, sampai tiga kali pertanyaan itu diulang dna jawabannya pun tetap sama. Itu berarti bahwa rasa marah harus diperangi". Tuturnya di hadapan warga Rutan

Apabila kita marah maka yang pertama kita lakukan adalah mengingat kpd Allah swt. Sering kita saksikan jika ada orang yang marah segera ada yg ingatkan ANNGNGU'RANGIKI.. artinya kembali ingat kpd Allah.. ALAA BIZIKRILLAAH TATHMAINNAL QULUUB dengan mengingat kepada Allah hati menjadi tenang.

Yang kedua menurut Ustadz Kecil, jika marah dalam keadaan duduk maka berdirilah dan jika marah dalam keadaan berdiri maka tinggalkanlah tempat. Semoga dengan situasi baru hati bisa tenang.

Jika masih belum tenang lanjut Ustadz Kecil maka langkah ketiga adalah pergilah berwudhu dan ucapkan Taawwuz, A'uzu billaahil minasysyaitanirrajiim lalu beristigfar.

Semoga resep ini membantu kita memerangi amarah dalam diri kita. Dan kita merasakan ketenangan lahir bathin. (azis

Safari Ramadhan Hari Kedua, Kakan Kemenag Bantaeng Ketua Tim Di Onto, Kasubag TU Muballigh Di Sampara

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Safari Ramadhan Tahun 1440 H/ 2019 M Tingkat Kabupaten Bantaeng (Senin, 13 Mei 2019) memasuki hari kedua sejak dimulai pada Ahad (12/5/19).

Sebagaimana hari pertama kemarin, ada 2 Kecamatan yang menjadi sasaran tim Safari Ramadhan kali ini yakni Kecamatan Bantaeng dan Kecamatan Pa'jukukang.

Safari Ramadhan di Kecamatan Pa'jukukang dihadiri oleh Bupati Bantaeng H. Ilham Syah Azikin sedang di Kecamatan Bantaeng dihadiri Wakil Bupati H. Sahabuddin.

Sementara itu di hari kedua ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng bapak Dr H. Muhammad Yunus mendapat jadwal sebagai Ketua Tim Safari di Kelurahan Onto Kec. Bantaeng dengan tim yamg terdiri dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan sebagai anggota dan Ust. H. Abd. Khaliq, S.PdI, M.PdI sebagai Mubaligh.

Safari Ramadhan hari kedua diawali dengan buka puasa bersama di Kantor Kecamatan masing-masing, bapak Kepala Kantor Kemenag tampak hadir beserta ibu Ketua DWP Hj. St. Hasnah Yunus di Kantor Camat Bantaeng.

Tampak hadir pula pada acara buka puasa di Kantor Camat Bantaeng ini Ka Subag TU Kantor Kemenag Bantaeng H. Muh Ahmad Jailani yang berdasarkan jadwal, Ketua DPC NU Kab. Bantaeng ini mendapat tugas sebagai Mubaligh di Masjid Nurul Ikhlas Kelurahan Mallilingi Kec. Bantaeng dengan Tim yang diketuai oleh bapak Ketua DPRD Kab. Bantaeng dan Kakan Kesbangpol dan Linmas Bantaeng, Faisal, S.STP, M.Si sebagai anggota.


Jadwal Safari Ramadhan selanjutnya yakni pada hari ketiga (Selasa, 14/5/19), Tim Safari tingkat Kabupaten kembali akan menyasar 2 Kecamatan yakni Kecamatan Eremerasa dan Kec. Bissappu.

Pada hari ke-3 kegiatan Safari Ramadhan 1440 H ini, Kakan Kemenag beserta tim akan mengunjungi Kec. Eremerasa tepatnya di Masjid Nurul Hikmah Arakeke Desa Mamampang dengan tim yang terdiri dari Kepala Badan Kepegawaian dan PSDM, Kabag Adm. Keuangan dan Perencanaan dan Direktur PDAM sebagai anggota serta ustadz Muhammad Nur sebagai Muballigh. (mhd)