Wabup Muh Yasin Buka Pelatihan Muballigh MUI Kab. Bantaeng

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Sebanyak 114 Penyuluh Agama Islam Non PNS lingkup Kantor Kemenag Bantaeng, diikutkan dalam kegiatan Pelatihan Muballigh dan Muballighah Angkatan I Tahun 2016 yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Bantaeng,

Pelatihan Muballigh dan Muballighah yang dilaksanakan selama 3 hari (4-6 Desember 2016) ini dibuka oleh Wakil Bupati Bantaaeng Drs. H. Muhammad Yasin, MT, bertempat di Masjid Jami Rahmat Tappanjeng, Kec. Bantaeng, Kab. Bantaeng.

Turut hadir dalam pembukaan Pelatihan Muballigh dan Muballighah tersebut Kakan Kemenag Bantaeng H. Muhammad Yunus, S.Ag., M.Ag yang sekaligus bertindak sebagai pembawa materi pertama dengan judul Metodelogi Tasauf, sedang KM Hamzah Israil, S.PdI. MA, hadir mewakili Ketua MUI Kab. Bantaeng sekaligus membawakan materi ke II dengan judul: Amar Ma'ruf Nahi Mungkar.

Selain itu hadir pula unsur Kepolisian dari Polres Bantaeng, Kabag Kesra Setda Bantaeng Drs. Muh. Saeruddin, M.Si, Ketua FKUB Kab. Bantaeng Dr. H. Muh. Natsir HM, S.PdI, MM dan kepala KUA Kec. Tompobulu H. Hamka, S.Ag, serta beberapa tamu dan undangan lainnya.

Kakan Kemenag Bantaeng H. Muhammad Yunus, S.Ag, M.Ag dalam arahannya kepada para Penyuluh Non PNS Kemenag Bantaeng tahun 2016, menyampaikan bahwa "Menjadi seorang Penyuluh Agama itu tidak boleh cengeng, maka setiap penyuluh harus stop update status cengeng" Demikian Kakan Kemenag.









Panitia Rekrutmen PAH 2017 Kemenag Bantaeng Jaring 69 Nama

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Berdasarkan hasil tes tertulis dan tes wawancara yang diikuti oleh 103 orang peserta pada tanggal 20 - 21 November 2016, Panitia Rekrutmen Penyuluh Agama Honerer atau Non PNS Kantor Kemenag Bantaeng untuk Tahun Aggaran 2017, akhirnya menetapkan 69 nomor peserta yang dinyatakan lulus untuk menjadi calon tenaga Penyuluh Agama Islam Non PNS lingkup Kantor Kemenag Bantaeng.

Ke 69 Calon Penyuluh Agama Islam Non PNS tersebut nantinya akan ditempatkan pada 8 KUA Kecamatan se Kab. Bantaeng dengan distribusi sebagai berikut: 10 orang di tempatkan di KUA Kec. Bissappu, 10 orang di KUA Kec. Bantaeng, 9 orang di KUA Kec Tompobulu, 6 orang di KUA Kec Uluere, 8 orang di KUA Kec. Eremerasa, 10 orang KUA Kec. Pa'jukukang, 8 orang di KUA Kec. Sinoa dan 8 orang di KUA Kec. Gantarangkeke.

Menurut Kasi Bimas Islam Drs. H. Muhammad Yassar, ke 69 Calon Penyuluh Agama Islam Non PNS tersebut akan menerima SK dan mulai bertugas pada awal Januari 2017 di KUA masing-masing.

Berikut Pengumuman Hasil Tes Tertulis dan tes Wawancara tersebut.




Sambut Tamu Dari Pusdiklat Pendidikan Agama dan Keagamaan Kemenag RI, Pemkab Bantaeng Undang Makan Malam

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Atas Koordinasi dan mediasi Kakan Kemenag Bantaeng H. Muhammad Yunus, S.Ag, M.Ag, bapak Wakil Bupati Bantaeng, H. Muhammad Yasin, MT, atas nama Pemkab Bantaeng mengundang para tamu dari Badan Litbang serta Diklat Kementerian Agama RI, beserta para peserta Workshop Model Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan pada Pesantren Maritim di Wilayah Tertinggal, untuk menghadiri Welcome Dinner atau makan malam bersama di Sentra Kuliner Pantai Seruni Bantaeng, Rabu 30 November 2016.

Para tamu dari Pusdiklat Pendidikan Agama dan Keagamaan Kemenag RI bersama 75 orang peserta workshop yang berasal dari Provinsi Sulbar, Sultra dan Sulsel ini selama 3 hari (29 Nopember -1 Desember 2016) telah menempati semua kamar Hotel yang tersedia di Pantai Marina Kab. Bantaeng dalam rangka pelaksanaan Workshop berskala Regional yang dipusatkan di Kab. Bantaeng ini, .

Sungguh menjadi kesan tersendiri bagi para panitia dan peserta workshop setidaknya yang berasal dari luar Kab. Bantaeng, karena selain selama 3 hari berturut-turut menikmati keindahan Pantai Marina, salah satu destinasi wisata pantai andalan Kab. Bantaeng, para peserta juga berkesempatan menikmati indahnya suasana pantai Seruni sambil menikmati jamuan makan malam bersama bapak Wakil Bupati Bantaeng.

Ungkapan rasa senang dan puas dilontarkan oleh para peserta workshop dan juga panitia dari pusat atas suasana serta pelayanan yang memuaskan dari tuan rumah selama workshop.

Semoga workshop kali ini menjadi pintu atas kegiatan-kegiatan berskala regional bahkan Nasional lainnya khususnya di Kementerian Agama kedepan untuk di pusatkan di Kab. Bantaeng. Amiin.












Puslitbang Pendidikan Agama Dan Keagamaan Kemenag RI Gelar Workshop Di Bantaeng

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Puslitbang Pendidikan Agama Dan Keagamaan, Badan Litbang Serta Diklat Kementerian Agama RI menggelar Worshop Model Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan (Pesantren) Wilayah Maritim di daerah tertinggal, yang berlangsung selama 3 hari (29 Nopember - 1 Desember 2016), bertempat di Marina Beach Hotel, Pantai Marina, Desa Baruga Kec. Pa'jukukang Kab. Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan.

Workshop yang diikuti oleh 75 orang peserta perwakilan dari Pondok Pesantren yang berasal dari Provinsi Sulbar, Sultra dan Sulsel sendiri ini dibuka oleh Kepala Puslitbang Pendidikan Agama Dan Keagamaan, Dr. H. M. Hamdar Arraiyyah, M.Ag, didampingi Kabid Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sulsel Dr. H. Kaswad Sartono mewakili Kakanwil Kemenag Sulsel dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng H. Muhammad Yunus, S.Ag, M.Ag (Selasa, 29/11/2016)

Kegiatan Workshop yang dilaksanakan di lokasi wisata Pantai Marina dengan menggunakan semua kamar hotel yang tersedia, baik di Hotel Utama Marina Beach hingga ke Cottage ini berlangsung cukup lancar dan sangat interaktiv dengan materi-materi yang dibawakan oleh Narasumber yang antara lain berasal dari Balitbang dan Diklat Kemenag RI, Universitas Hasanuddin, BLA Makassar, Dinas Perikanan dan Kelautan Kanwil Provinsi Sulsel, Kakan Kemenag Bantaeng, Komunitas Pesisir dari Kab. Talalar dengan materi-materi sebagai berikut :

1. Pengembangan Ekonomi melalui Pesantren di kawasan maritim:Tantangan dan Peluang,
2. Islam dan budaya kemaritiman di pesisir Sulawesi,
3. Sistem Pengelolaan Pendidikan Pesantren,
4. Pengembangan potensi Ekonomi maritim melalui pesantren
5. Model pengembangan pendidikan keagamaan di wilayah pesisir
6. Model dan strategi pengembangan kemandirian ekonomi Pesantren Maritim, dan
7. Sistem pengembangan pendidikan keagamaan berbasis ekonomi di kawasan maritim.

Workshop ditutup siang tadi oleh Kabid Litbang Pendidikan Non Formal dan Informal Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Badan Litbang serta Diklat Kementerian Agama RI, Dr. Muh. Murtado di Baruga Kr. Latippa Marian Beach Hotel Kab. Bantaeng, Kamis tanggal 1 Desember 2016, dengan harapan semoga kegiatan yang berskala regional yang dipusatkan di Kab. Bantaeng ini dapat memberi manfaat kepada seluruh peserta dalam mengembangkan pendidikan Agama dan Keagamaan di Pondok pesantren masing-masing khususnya di wilayah maritim/pesisir.