358 Siswa MTs Ma'arif NU Lasepang Bantaeng Ikuti Ujian Semester Ganjil Tahun 2018/2019

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Sebanyak 358 orang siswa saat ini tengah mengikuti Ujian Semester Ganjil tahun 2018/2019 pada MTs Ma'arif NU Lasepang Bantaeng

Ujian semester ganjil dimulai pada hari Senin (26 November 2018) kemarin dan akan berlangsung selama 5 hari (Senin - Jum'at)

Memasuki hari kedua ini, menurut pemantauan salah seorang panitia Asrul Amiruddin, ujian semester berjalan dengan lancar dan aman.

Adapun jadwal lengkap ujian semester ganji pada MTs. Ma'arif NU Lasepang tersebut menurut Kepala Madrasah Fatmawati, S.Pd.I yang dihubungi Humas Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng adalah sebagai berikut:

Senin, 26,November 2018

  1. Bahasa Indonesia
  2. Akidah Akhlak
  3. IPS

Selasa, 27 November 2018

  1. IPA
  2. Al Quran Hadits
  3. Prakarya

Rabu, 28 November 2018

  1. Matematika
  2. Fiqih
  3. PKN

Kamis, 29 November 2018

  1. Bahasa Inggris
  2. SKI
  3. Penjaskesrek

Jumat, 30 November 2018

  1. Bahasa Arab
  2. Seni Budaya

Kakan Kemenag Bantaeng Beserta Jajaran Hadiri Upacara HUT PGRI Ke-73 Dan Peringatan Hari Guru Nasional 2018

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun PGRI ke-73 dan Hari Guru Nasional Tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Bantaeng menggelar upacara bendera bertempat di Lapangan Pantai Seruni Kab. Bantaeng. (Senin, 26 November 2018).

Pada peringatan Hari Guru Nasional dengan tema "Membangun Pendidikan Karakter Melalui Keteldanan Guru" kali ini bertindak selaku pembina upacara, Bapak Bupati Bantaeng Dr. H. Ilham Azikin yang dalam sambutannya membacakan sambutan seragam Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. H. Muhajir Efendi.

Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng bapak Dr. H. Muhammad Yunus, S.Ag, M.Ag beserta segenap jajaran baik dari kalangan guru, staf, maupun penyuluh/penghulu.







Dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Bantaeng, Mendikbud Muhajir Efendi menyampaikan bahwa Revolusi industri keempat yang sudah merambah semua sektor termasuk pendidikan. Diperlakukan guru yang profesional dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang super cepat untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar pada satuan pendidikan, untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dengan kompetensi global.

"Meski teknologi informasi terus berkembang, tetapi peran Guru sebagai pendidik tidak akan tergantikan, tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi setiap peserta didik," ujarnya

"Profesi guru sangat lekat dengan integritas dan kepribadian, guru tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan. Tetapi menanamkan nilai-nilai dasar pengembangan karakter peserta didik dalam kehidupan, termasuk pemanfaatan kemajuan teknologi informasi secara bijak." Tambahnya.

Ia juga mengajak semua peserta upacara untuk berdoa agar martabat guru semakin dijunjung tinggi seiring dengan meningkatnya profesionalisme, yang diikuti dengan peningkatan kesejahteraan dan dedikasi dalam menjalankan tugas.

"Tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi setiap peserta didik. Oleh sebab itu, profesi guru sangat lekat dengan integritas dan kepribadian, guru tidak hanya bertugas untuk mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didiknya", ujar Bupati.

Upacara kali ini dirangkaikan pula dengan penyerahan penghargaan kepada para guru favorit dan berdedikasi versi PGRI tahun 2018. (mhd)

Pengawas PAIS Kemenag Sulsel Ikuti Workshop Pokjawas Tingkat Sulsel Di Malino

Malino, (Inmas Bantaeng) - Diiukti sebanyak 30 orang Pengawas PAI dari 24 Kabupaten/Kota se Sulsel, Workshop Penguatan Instrumen Supervisi Akademik Pokjawas (Kelompok Kerja Pengawas) PAI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dibuka Sabtu, 24 November 2018 oleh Kabid PAI Kanwil Kemenag Sulsel Dr. H. Muh. Rasbi, SE, MM bertempat di Villa Bahagia Jl. Parang Bugisi Malino, Kabupaten Gowa.

Workshop berlangsung selama 2 hari, Sabtu hingga Ahad (24-25 November 2018) dengan menghadirkan Ketua Pokjawas Nasional Drs. H. Moh. Amin, M.Ag sebagai narasumber.

Pada kesempatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng mengutus salah seorang anggota Pokjawas PAI yakni bapak H. Abd. Khaliq, S.Ag, M.PdI


Kabid PAI  Dr. H. Muh. Rasbi, SE., MM dalam sambutanya menyampaikan bahwa Pengawas jangan pernah berhenti mengurusi pendidikan. Salah satu tupoksi pengawas adalah memberikan pembinaan kepada guru-guru.

"Maka dari itu pengawas itu adalah rujukan/tempat bertanya dan belajar buat guru-guru.". Tuturnya.

Tugas dan tanggung jawab pengawas kedepan semakin berat. Terkait kepengawasan, di Sulsel kurang lebih 9.800 guru PAI. Jadi mestinya 460 org pengawas PAI untuk semua jenjang, namun jumlah pengawas PAI yang ada sekarang hanya sekitar 160-an". Tambahnya.

Sementara itu Ketua Pokjawas Nasional Drs. H. Moh. Amin, M.Ag dalam materinya menegaskan bahwa dalam melaksanakan supervisi akademik, harus berpedoman pada 4 hal yakni:

1. Standar isi
2. Standar proses
3. Standar kompetensi lulusan dan
4. Standar penilaian.

"Permen Dikbud No 23 tahun 2016 perlu dipedomani dalam membuat instrumen. Instrumen supervisi bisa berubah bila ada regulasi yuang mengaturnya. Dan kedepan nanti akan ada Penguatan Kompetensi Pengawas (PKP).". Tambahnya

Salah satu fungsi supervisi menurut Ketua Pokjawas Nasional adalah membantu guru dalam proses pembelajaran. Jadi bukan untuk mencari-cari kasalahan guru tetapi untuk memberi solusi dan pembimbingan jika ada kendala dan masalah yang dihadapi guru. Tutupnya.

Musywil I PGMI Sulsel, Ketua DPD PGMI Boyong 60 Guru Madrasah Bantaeng


Makassar, (Inmas Bantaeng) - Bertempat di Hotel Grand Asia jl. Boulevart Makassar, Seminar Nasional Pendidikan dan Musyawarah Wilayah PGMI (Persatuan Guru Madrasah Indonesia) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dibuka secara resmi oleh bapak Asisten II Pemprov Sulsel mewakil Gubernur pada Sabtu 24 November 2018.

Seminar Pendidikan yang dirangkaikan dengan Musyawarah Wilayah PGMI Sulsel yang pertama ini berlangsung selama 2 hari (24-25 November 2018) dan diikuti oleh seribuan Guru Madrasah dari seluruh Sulawesi Selatan.

Dalam kesempatan ini, Ketua DPD PGMI Kabupaten Bantaeng Salam, S.Ag.,S.Pd., M.Pd. memboyong sebanyak 60 orang Guru Madrasah Kabupaten Bantaeng guna mengikuti seminar Nasional Pendidikan dan Musywil PGMI dimaksud.






Agenda Musywil dihari pertama (Sabtu 24 Nobember 2018) pasca pembukaan oleh Asisten II, berisi pembahasan dan pemandangan sidang komisi hingga pukul 01.00. dini hari.

Memasuki hari kedua (Ahad 25 November 2018), pembahasan sidang yang dimulai pukul 09.00.wita membahas tentang mekanisme pemilihan dan pemilihan formatur.

Dan setelah melalui proses pemilihan yang panjang dan alot, forum akhirnya menyepakati pemilihan Ketua Umum PGMI yang baru secara aklamasi setelah salah satu calon mengundurkan diri, sehingga disepakati Bapak Dr. H. Kaswad Sartono, M.Ag sebagai Ketua Umum DPW PGMI Sulsel periode 2018-2023 menggantikan Dr. H. Muhammad Qasim, Ketua PGMI Sulsel periode 2012-2018.

Selamat atas terpilihnya bapak Dr. H. Kaswad Sartono sebagai Ketua PGMI Sulsel yang baru, semoga dapat membawa PGMI ke arah yang lebih baik demi menjawab tantangan dalam menciptakan guru-guru Madrasah yang lebih berkualitas.

Keberadaan PGMI ini dibutuhkan pula dalam rangka membela hak-hak guru madrasah, antara lain meningkatkan kesejahteraan guru madrasah dengan mengawal dan menjauhkan pemerintah dari praktek-praktek diskriminatif baik dalam pengangkatan PNS bagi guru-guru honorer di madrasah maupun teralokasikannya dana insentif bagi guru-guru madrasah di daerah baik yang bersumber dari APBN maupun APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota misalnya, karena pada hakikatnya guru madrasah juga mampu berkontribusi terhadap upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dan melalui PGMI ini peningkatan kualitasa guru madrasah juga dapat dilakukan melalui kegiatan seminar pendidikan, pendidikan dan pelatihan bagi guru, diskusi ilmiah, dan sebagainya, yang hasil dari kegiatan tersebut dapat implementasikan dalam proses belajar mengajar di madrasah.

Disinilah arti penting didirikannya PGMI dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia yang dibarengi dengan adanya peningkatan kesejahteraan guru, hingga guru madrasah menjadi lebih bermartabat yang pada akhirnya tujuan pendidikan nasional dapat terwujud. (slm/mhd)