Kantor KUA Kecamatan Bantaeng Akan Di Lelang

Bantaeng, (Humas Bantaeng) - Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Makassar akan melaksanakan lelang Barang Milik Negara (BMN) berupa 1 unit bangunan / gedung Kantor Permanen untuk dibongkar dikarenakan dalam kondisi rusak berat. Gedung Kantor yang dimaksud adalah KUA Kec. Bantaeng yang terletak di jalan Delima Kel. Tappanjeng, Kec. Bantaeng.

Untuk Selengkapnya dapat dilihat dalam Pengumuman Lelang Berikut ini:





PAIS Kemenag Bantaeng Kena Giliran Apel Pagi

Bantaeng, (Humas Bantaeng) - Kegiatan apel pagi Kantor Kemenag Bantaeng yang dilaksanakan setiap hari Senin merupakan kegiatan rutin yang sudah terjadwal dengan pelaksana apel dari setiap Seksi/Penyelenggara secara bergantian.

Untuk apel pagi Senin tanggal 14 Maret 2016 kali ini yang kena giliran pelaksana apel pagi adalah Seksi PAIS (Pendidikan Agama Islam).


H.Muh. Arfah, S.Ag yang bertindak sebagai pembina upacara dalan amanatnya menyampaikan bahwa tingkat kehadiran ASN Kantor Kemenag khususnya Kantor Kemenag Bantaeng saat ini sesuai rekaman kehadiran secara electronic relatif cukup tinggi, hal tersebut menurut Kepala Seksi PAIS Kantor Kemenag Bantaeng ini menunjukkan tingginya disiplin para pegawai Kemeng Bantaeng dalam melaksanakan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara, hal tersebut tak terlepas pula dari semakin tingginya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan para ASN melalui pemberian tunjangan lauk pauk dan Tunjangan Kinerja atau Remunerasi. Namun H. Muh. Arfah mengingatkan kepada semua ASN lungkup Kemenag Bantaeng juga termasuk dirinya sendiri agar senantiasa memiliki rasa tanggung jawab dan rasa malu terhadap diri sendiri jika tingkat kehadiran itu hanya berdasarkan rekaman kehadiran elektronik saja, artinya sehabis pinger print jam 7 pulang dulu nanti jam 10 baru masuk.

Lebih lanjut H. Muh. Arfah menyampaikan mengenai program-program kegiatan yang dilaksanakan di seksi PAIS sebagaimana seksi-seksi lain pada saat menjadi pelaksana/pembina apel pagi. Beliau menjelaskan bahwa seksi PAIS selama ini banyak membina guru-guru PAIS yang ada di bawah naungan Diknas yaitu sekitar 70-80 % sementara guru-guru PAIS yang ada dibawah naungan Kemenag hanya sekitar 20-30% saja, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Kemenag khususnya Seksi PD Pontren. Demikian Kasi PAIS mengakhiri amanatnya.


BAZNAS Bantaeng Beri Sosialisasi Mengenai Regulasi Zakat

Bantaeng, (Humas Kemenag)- Dalam rangka meningkatkan  pengetahuan dan wawasan tentang Zakat , Badan Amil Zakat Kab. Bantaeng menggelar Sosialisasi Regulasi Zakat Tingkat Kabupaten Bantaeng Tahun 2016, bertempat di Aula Kantor BAZNAS Bantaeng, Sabtu, 12/3/2016.

Sosialisasi yang diikuti oleh sebanyak kurang lebih 30 orang peserta yang terdiri dari para Kepala SKPD dan para Camat lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng ini dibuka oleh Wakil Bupati Bantaeng Bapak Drs H. Muh. Yasin, MT.

Wakil Bupati Bantaeng dalam sambutannya berharap agar melalui kegiatan sosialisasi ini, bisa didapatkan masukan atau informasi-informasi yang dapat disampaikan pada seluruh masyarakat tentang betapa pentingnya mengeluarkan Zakat.

Lebih lanjut Wabub menjelaskan bahwa sosialisasi ini dilaksanakan seyogyanya untuk dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam pengelolaan zakat, demi menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera. Maka dari itu, besar harapan agar sosialisasi ini tidak berhenti disini saja. Para peserta agar mengikuti kegiatan sosialisasi ini dengan sebaik-baiknya agar nantinya setelah acara ini, dapat diaosialisasikan kembali, apa yang diperoleh hari ini kepada seluruh lapisan masyarakat, demikian harapan Bapak H. Muh Yasin.

Adapun pemateri pada sosialisasi tersebut antara lain: Ketua DPRD H. Sahabuddin, Kepala Kantor Kementerian Agama H. Muh. Yunus, Ketua BAZNAS, Ust. H. Muh. Arbia Karib, dan Kabag Kesra Setda, Drs. Saeruddin.

USAID PRIORITAS, Donasikan 9.600 Buku di Butta Toa Bantaeng

Bantaeng, (Humas Bantaeng) - Pelatihan Modul III Praktik yang Baik dalam Pembelajaran SD/MI yang telah berlangsung selama 3 hari (9-11/3/2016) di gedung PGRI Kabupaten Bantaeng telah usai dan terlaksana dengan sukses.

Pelatihan tersebut difasilitasi oleh 3 orang Fasilitator Nasional (Fasnas), 14 orang Fasilitator Daerah (Fasda) dan diikuti oleh 112 peserta dari 16 SD/MI mitra di Kabupaten Bantaeng dan telah siap menerima donasi buku bacaan berjenjang (B3) sebanyak 9.600 buku. Dari 16 tingkat SD/MI, sebanyak 4 MI mitra USAID PRIORITAS yang mendapat bantuan Donasi Buku Berjenjang tersebut.

Selama proses pelatihan, peserta dibagi menjadi dua kelas yang terdiri dari kelas awal (1, 2 & 3) dan kelas tinggi (4, 5 & 6). Kelas awal difasilitasi oleh 4 orang fasda dengan fokus materi pelatihan yaitu membaca berimbang dengan tiga strategi yaitu membaca bersama, membaca terbimbing dan membaca mandiri. Kelas tinggi difasilitasi oleh 10 orang Fasda dengan fokus materi pelatihan yaitu penilaian autentik dan pendalaman 4 mata pelajaran yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, IPA dan IPS, (11/3/2016).

Kabid Dikdas Dikpora Kabupaten Bantaeng, Drs. Muhammad Haris, MM saat menutup pelatihan mengatakan, dalam memajukan dunia dan mutu pendidikan di Butta Toa ini, para pendidik harus merubah mindset dan berani keluar dari zona nyaman yang selama ini telah dilakukan. Mari kita bergerak berdasarkan deret ukur dan bukan berdasarkan deret waktu. Mulai dari sekarang belajarkanlah anak didik kita mulai dari yang riel, dalam artian perkenalkan kepada mereka apa yang ada dialam sekitar supaya lebih dipahami setelah itu baru ke yang abstrak dan kesemuanya itu telah diberikan oleh USAID PRIORITAS kepada bapak dan ibu melalui pelatihan modul I dan II. "Tadi pagi saya jalan-jalan ke sekolah tempat bapak ibu praktik mengajar, saya melihat animo anak-anak sangat tinggi dan antusias dalam belajar dengan penggunaan big book dan buku bacaan berjenjang tersebut. Sekarang, tinggal bagaimana bapak ibu memanfaatkan buku itu nantinya di kelas masing-masing," harapnya.





Sementara itu, DR. Irlidiya, M. Pd selaku Fasilitator Nasional mengatakan, kami sangat mengharapkan ilmu yang telah didapatkan selama 3 hari dalam pelatihan modul III ini, betul-betul diimplementasikan di kelas dalam rangka meningkatkan literasi dan budaya baca anak-anak didik kita. Kami juga mengharapkan adanya tim monev dari Dikpora Kab. Bantaeng untuk mengawal penerapan dan penggunaan buku bacaan berjenjang di kelas yang akan dibagikan pasca penutupan ini. "Buku bacaan berjenjang ini didonasikan sebanyak 600 buku persekolah yang terdiri dari 6 jenjang dengan 75 judul, 8 big book, 6 panduan guru dan lembar kerja siswa (LKS).

Kenapa dikatakan buku berjenjang? Karena buku ini didesain tidak berdasarkan tingkatan kelas tetapi berdasarkan tingkat kemampuan baca dan pemahaman siswa," tutup Erni, District Coordinator Bantaeng. 

Kontributor: Sulaiman (Program Asisstant USAID PRIORITAS Kabupaten Bantaeng)