Jelang Hari Santri Tingkat Kabupaten Bantaeng, Panitia Gelar Gladi Kotor

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Persiapan demi persiapan dalam rangka perayaan Hari Santri Nasional tingkat Kab. Bantaeng telah dilaksanakan oleh Panitia, baik dari segi administrasi persuratan, undangan, spanduk, maupun persiapan-persiapan fisik dalam rangka pelaksanaan kegiatan.

Sebagaimana telah ditetapkan, ada 3 agenda utama dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tingkat Kab. Bantaeng tahun 2018 ini yakni Pawai yang akan dilepas oleh bapak Bupati Bantaeng di Stadion Mini Lamalaka dan finish kemudian dilanjutkan dengan Upacara di lapangan Pantai Seruni Bantaeng, sedang agenda terkahir adalah Dialog yang menurut rencana akan digelar di Gedung Balai Kartini.

Untuk kegiatan Upacara di lapangan Pantai Seruni Bantaeng, dipercayakan kepada santri-santriwati PP As'adiyah Dapoko, Kec. Eremerasa sebagai pelaksana.

Sehubungan dengan itu, bertempat di lapangan Pantai Seruni, Sabtu 20 Oktober 2018, gladi kotor digelar panitia dengan melibatkan sekira 200 orang santri yang terdiri dari petugas paskib sebanyak 15 orang, pembaca UUD 1945 1 orang (Mutmainnah santri kelas XI IPA), pembaca Ikrar Santri 1 orang (Riswandi santri kelas XI IPS) dengan jumlah pengawal/pengiring sebanyak 22 orang yang terdiri dari 11 orang santri dan 11 orang santriwati.

Untuk pembaca naskah Pancasila Insya Allah akan diamanahkan kepada Ust. Muhajir, S.PdI sedang pemimpin barisan oleh Awal Nuhajir dan untuk kelompok paduan suara didukung sebanyak 40 orang lebih santri/santriwati.




Usai gladi kotor yang digelar hari ini, baik di lapangan pantai Seruni maupun di Kompleks Ponpes As'adiyah Dapoko sendiri, menurut rencana, pantia akan menggelar gladi bersih hari ini (Ahad, 21 Oktober 2018) di lapangan Pantai Seruni Bantaeng. (mhd)'

Dinas Kesehatan Sosialisasi Anti Narkoba Di MAN Bantaeng

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Dalam rangka upaya antisipasi serta penanganan secara dini khususnya bagi kaum pelajar, Dinas Kesehatan Kab. Bantaeng melaksanakan kegiatan Sosialisasi Anti Narkoba di MAN Bantaeng. (Sabtu, 20 Oktober 2018).

Dalam kegiatan sosialisasi yang diikuti oleh seluruh siswa (i) kelas X MAN Bantaeng berjumlah 100 orang ini, narasumber mensosialisasikan buku berjudul: "Gerakan Pencegahan NARKOBA dan Penularan HIV-AIDS Tingkat Pelajar se Sulawesi-Selatan".

Kepala MAN Bantaeng Drs. H. Syahruddin.R, MM sangat merespon terlaksananya kegiatan ini mengingat ancaman yang dihadapi generasi bangsa saat ini bukan hanya melanda masyarakat perkotaan tapi justru generasi yang tinggal di pelosok saat ini menjadi sasaran empuk. Hal ini rentan terjadi karena masih kurangnya pengetahuan masyarakat utamanya orang tua terhadap bahaya Napza ini.

"Dengan sikap waspada, MAN Bantaeng senantiasa berkoordinasi dengan pihak yang yang berkompeten, baik komite, masyarakat, petugas keamanan terlebih lagi dengan petugas kesehatan dalam hal ini pihak Puskesmas wilayah Kec. Gantarangkeke". Tutur Kamad MAN Bantaeng.

Selain kemungkinan resiko fatal yang diakibatkan penggunaan obat-obat terlarang tersebut, antisipasi dini memang perlu untuk diperkenalkan.

Menjawab pertanyaan siswa tentang bagaimana menangani ketika menemukan orang mengkonsumi hal semacam ini, Pemateri memberikan penjelasan, ada dua penanganan yang ditempuh yakni:

  1. Diberikan pemahaman alias konseling ringan.
  2. Rehab berat selama 6 bulan oleh pihak Kepolisian.
"Harapan kita semoga dengan upaya ini generasi kita dapat terhindar dari hal-hala yang dapat merusak masa depan mereka. Amiiin". Tutup Kamad.

Pimpinan Ponpes Khairul Ummah Bantaeng Ikuti Bimbingan Teknis Dan Temu Pimpinan Ponpes Se-Indonesia

Bogor, (Inmas Bantaeng) - Sejumlah pimpinan pondok pesantren di Sulawesi Selatan mengikuti bimbingan teknis dan temu pimpinan pondok pesantren se-Indonesia di Hotel Permata Mulia, Bogor. yang berlangsung 15-17 Oktober 2018 yang lalu.

Untuk perwakilan Sulsel, diwakili satu orang dari Kab. Bantaeng yakni Hasanuddin Aras, S.Ag, M.PdI, Pimpinan Pondok Pesantren Khairul Ummah Pattallassang, Kec. Tompobulu Kab. Bantaeng serta dari Kab. Gowa dan Pinrang juga masing-masing satu orang.

Dalam forum Nasional itu, Pimpinan Pondok Pesantren Khairul Ummah Bantaeng ini memperkenalkan bahwa Kabupaten Bantaeng saat ini telah memiliki Perda Keagamaan yaitu Perda Nomor 5 Tahun 2012 tentang Diniyah dan Pondok Pesantren.

Dalam forum itu juga perwakilan dari Kab. Bantaeng ini menyampaikan usulan kepada Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) RI.

"Bahwa untuk memajukan Pendidikan Agama dan Pondok Pesantren harus ada kerja sama semua pihak. Mulai dari masyarakat dan pemerintah di semua jenjang dalam rangka meyakinkan dan memastikan terpenuhinya layanan pendidikan," Tuturnya.

Dia juga melaporkan bahwa di Bantaeng telah terbentuk Majelis Musyawarah Pondok Pesantren (MMPP) dimana lembaga ini menjadi wadah aspirasi dalam membangun kemitraan dengan pemerintah untuk memastikan bahwa pemerintah daerah hadir dan memberikan perhatian.

"Maka hadirnya payung hukum berupa Undang-Undang Pondok Pesantren sangat dibutuhkan. Undang-undang sangat dibutuhkan sebagai wujud keseriusan pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan pada pondok pesantren". Pungkasnya. (mhd)

Penyuluh Kemenag Bantaeng Kembali Masuk Rutan


Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Dalam rangka pembinaan kerohanian bagi warga binaan Rutan klas II B Bantaeng, Kantor Urusan Agama Kec. Bantaeng melalui salah seorang penyuluhnya Asri Ifan, S.Ag hari ini kembali menyambangi Rutan guna memberikan siraman rohani kepada segenap warga pemasyarakatan bertempat di Masjid At-Taubah Rutan Bantaeng, (Kamis, 18 Oktober 2018).

Kegiatan pembinaan dilaksanakan usai Apel Pagi Staf Rutan Bantaeng dan diikuti oleh seluruh Warga Binaan.

Adapun Tema yang disampaikan oleh Ustadz Asri Ifan pada sesi tersebut adalah mengenai tata cara menyampikan Dakwah, mengenai Retorika, dan Keprotokoleran.

Dimulai dengan Penjelasan tentang tata cara keprotokoleran dalam sebuah acara dan ditunjuklah salah seorang warga binaan untuk praktek menjadi Protokol atau MC.

Menurut Asri Ifan, para warga binaan Rutan Bantaeng ini tampak sangat senang menerima materi keprotokoleran.

"Mereka sangat antusias menerima materi, dan tampak begitu tertarik mempelajari tentang tata cara menjadi MC yang baik dalam sebuah acara". Tutur Ifan.

Menurut salah seorang warga binaan, Muhammad Ishak."Semua ini tidak terlepas dari pemateri yang sangat luar biasa dalam menyampaikan materinya sehingga kita bisa dengan sangat mudah memahaminya". Ucapnya.

Hal senada juga diutarakan Kasubsi Pelayanan Tahanan, Abdul Karim yang menyatakan bahwa Pembelajaran ini bisa menjadi sesuatu yang  berdampak sangat baik bagi warga binaan.

“Kegiatan ini bisa menjadi bekal yang berguna bagi Warga Binaan, baik yang masih menjalani masa pidana maupun yang telah menjalani masa pidananya. Ilmu yang diberikan ini nantinya bisa dipergunakan untuk membangun kembali hubungan dengan masyarakat dan memberi gambaran kepada masyarakat bahwa Pembinan di dalam Rutan itu seperti apa ". Ucap Abdul Karim.

Adapun tujuan dari Kegiatan ini menurut Abdul Karim adalah untuk membangun kembali rasa percaya diri kepada warga binaan baik yang sebentar lagi akan bebas maupun yang masih menjalani masa pidana serta meningkatkan kemampuan untuk dapat berbicara didepan orang banyak tanpa merasa malu dan tertekan. (mhd)