Kondisi Jamaah Bantaeng Sehat Walafiat Dan Rutin Check Up Kesehatan


Mekkah, (Inmas Bantaeng) -  Ridha Abdul Hayyi seorang petugas haji dari Universitas Ma'had Dirasat Islamiyah (Zamalek-Cairo), Fakultas Syari'ah Islamiyah Program Tamhidi 2 Pasca Sarjana asal Kab Bantaeng secara khusus mengunjungi lokasi pemondokan jemaah Haji Bantaeng Di Mekkah Al-Mukarramah pada hari Kamis tanggal 8 September 2016.


Ridha Abdul Hayyi yang tahun ini berhasil terpilih sebagai petugas Haji yang ditugaskan di Kantor Teknis Urusan Haji di Jeddah atas permintaan Humas Kemenag Bantaeng melakukan kunjungan silaturahmi ke sektor 6 tempat jamaah Bantaeng menginap di hotel 617 dan bertemu langsung dengan Jamaah haji dari Bantaeng beserta Ketua Kloter (TPHI) dan petugas kesehatan (TKHI).

Menurut Ridha, Secara umum kondisi jamaah Bantaeng Alhamdulillah dalam keadaan sehat walafiat dan jamaah rutin chek up kesehatan pada tim medis.

Untuk ibadah shalat 5 waktu menurut pemantauan Ridha, untuk sementara para jamaah melaksanakan shalat di Mushalla Hotel dikarenakan bus shalawat yang selama ini menjadi sarana transportasi ke Masjidil Haram yang berjarak kurang lebih 4 km dari pemondokan jemaah diberhentikan untuk sementara mulai tanggal 7 september sampai selesai proses haji (wukuf dan melontar)

Sementara itu, Ketua Kloter UPG 02 Hamka, S.Ag bersama petugas dari kloter lain, telah melakukan survey lapangan tempat jamaah nantinya akan mabit pada proses haji (mina, arafah, & muzdalifah).

Menurut ketua Kloter Hamka, S.Ag Bantaeng akan berada pada Maktab 14 bergabung dengan 7 kloter dari embarkasi yang berbeda. Jamaah upg 02 ini menurut Ketua Kloter Hamka, S.Ag, semua mengambil Nafar Awwal

Adapun untuk makan sehari-hari jamaah Kloter Upg 02 terpaksa masak sendiri, karena jatah makanan catering sudah habis sejak 2 hari yang lalu

Demikian Ridha Abd Hayyi melaporkan langsung dari Mekkah.

94 Warga Sulsel Dari 177 WNI Yang Dideportasi Dari Filiphina, Kakan Kemenag Pastikan Tidak Ada Orang Bantaeng



Bantaeng, (Humas Bantaeng) - Setelah melakukan cross check bersama Kepala Seksi Haji Kantor Kemenag Bantaeng beserta jajarannya, Kepala Kantor Kemenag Bantaeng H. Muhammad Yunus, S.Ag, M.Ag memastikan dari 94 Warga Sulsel yang dideportasi dari Filiphina korban kasus "Haji Filphina", tak satu pun yang berasal dari Kab. Bantaeng. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Kemenag Bantaeng dalam amanatnya dihadapan para pegawai Kantor Kemenag Bantaeng pada apel pagi, Senin 5 September 2016, bertempat di halaman Kantor Kemenag Bantaeng.

Menurut Kakan Kemenag Bantaeng, Kasus "Haji Filiphina" ini merupakan pelajaran besar bagi kita semua, dan sebagai ASN Kantor Kementerian Agama yang menjadi domain bagi urusan Haji di Indonesia, khususnya di Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan, sudah menjadi kewajiban kita untuk menyebarluaskan informasi-informasi yang benar berhubungan dengan Haji dan Umrah sehingga masyarakat kita dapat senantiasa terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan sebagaimana kasus diatas.

"Bahwa kewajiban untuk mensosialisasikan informasi-informasi berkaitan mengenai haji dan umrah ini seyogyanya bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab dari Seksi Haji bersama segenap jajarannya saja, karena sebagaimana kita tahu bersama bahwa di Seksi Haji Kantor Kemenag Bantaeng hanya terdiri dari 1 orang Kepala Seksi, 1 orang staf PNS dan 3 orang tenaga honorer, sehingga untuk mensosialisasikan informasi-informasi mengenai perhajian termasuk umrah sangat tidak proporsional jika hanya mengandalkan ke 5 orang diatas, jadi jika ada warga masyarakat yang bertanya mengenai urusan haji dan umrah, sebagai bagian dari Institusi bermotto "Ikhlas Beramal" ini seyogyanya kita harus lebih faham dari mereka dan dapat memberikan informasi yang sebenarnya". Pungkas Kakan Kemenag.


CPNS Kemenag Bantaeng Jalani Pemeriksaan Kesehatan Untuk 100 %


Bantaeng, (Humas Bantaeng)- Selangkah lagi CPNS lingkup Kemenag Bantang memasuki zona aman.

Setelah mengikuti Diklat Prajabatan di Balai Diklat Kepegawaian (BDK) Makassar, ke 32 CPNS dari unsur K2 Lingkup Kantor Kemenag Bantaeng yang terdiri dari Staf/Pelaksana, Penyuluh dan Guru saat ini sedang menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Anwar Makkatutu Kab. Bantaeng untuk kelengkapan berkas PNS (100%).

Pemeriksaan Kesehatan yang dimaksud adalah untuk Golong III meliputi :
1. Pemeriksaan Poli Spesialis, Gigi dan Umum yaitu: Interna, THT, Kejiwaan dan Perilaku, Syaraf, Mata, Kulit dan Kelamin, Gigi dan mulut dan Poli Umum
2. Laboratorium (Darah)
3. Radiologi (Foto Thorax)
4. EKG
5. Tes Jiwa
6. Tes Buta Warna
7. Pemeriksaan MMSE

Sedang untuk Golongan II hanya meliputi:
1. Poli Umum
2. Radiologi dan
3. Laboratorium (Darah)

Sedang biaya yang dikeluarkan oleh CPNS adalah berdasarkan golongan yaitu untuk Gol III sebesar Rp.703.500, dan untuk Gol II sebesar Rp. 308.500.

Adapun masa berlaku Keterangan Kesehatan untuk Kelengkapan Berkas PNS (100%) tersebut adalah selama 1 tahun terhitung sejak dikeluarkan.


Rakor Pokjaluh Kemenag Bantaeng Periode Agustus 2016 Berlangsung di Wilayah Pelabuhan Bantaeng

Bantaeng, (Humas Bantaeng) - Pokjaluh (Kelompok Kerja Penyuluh) Kab. Bantaeng yang beranggotakan para Penyuluh Agama dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kab Bantaeng yang tersebar di 8 KUA Kecamatan se Kab. Bantaeng, Rabu (31 Agustus 2016) menggelar Rakor.

Rakor Pokjaluh Kemenag Bantaeng kali ini dilaksanakan di Masjid Nurul Muttaqin Bonto Jai Kec. Bissappu sebuah masjid yang letaknya bersebelahan dengan Rusunawa di wilayah Pelabuhan Mattoangin Kab. Bantaeng.

Rakor sebagai moment silaturrahmi antar penyuluh dan sebagai wadah untuk sharing terkait dengan Tupoksi Penyuluh menurut ketua Pokjaluh Sulaiman, S.Ag harus betul-betul dimanfaatkn dalam rangka peningkatan kinerja dan SDM para penyuluh. 



Adapun agenda Rakor Pokjaluh kali ini yang dipimpin oleh Sekum Pokjaluh Kab. Bantaeng Sopyan Yasri, menurut Penjelasan salah seorang anggota Pokjaluh Kab. Bantaeng Nurlinda, S.Ag kepada Humas Kemenag Bantaeng adalah mengenai kedisiplinan para penyuluh dalam melaksanakan tugas kepenyuluhan. Bahwa setiap penyuluh dalam melaksanakn kegiatannya sesuai dengan Tupoksi yang tertuang dalam Rencana Kerja Opersional

Agenda lain yang dibahas adalah berkaitan kenaikan pangkat yaitu Dupak atau PAK yang Insya Allah kedepannya akan diadakan pembinaan khusus.