Bulan Zulhijjah Akan Segera Berlalu Seiring Berlalunya Hiruk Pikuk Pengantin Baru

Bantaeng, (19/9) - Sebentar lagi, Tahun Hijriyah akan segera berganti, bulan Zulhijjah sebentar lagi akan segera berlalu seiring dengan berlalunya hiruk pikuk pengantin baru.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, di Kab. Bantaeng, bulan Zulhijjah menjadi waktu yang favorit bagi masyarakat untuk melangsungkan pernikahan anak, cucu, atau saudaranya, hal ini tentu tidak terlepas dengan persangkaan orang tua yang menganggap bulan ini adalah bulan yang "baik" untuk nikah, dan selepas bulan Haji, pernikahan adalah suatu pemandangan yang sangat langka ditemui di dalam bulan Muharram.

"Tahun lalu, di KUA Kec. Bantaeng tercatat pernikahan dibulan zulhijjah mencapai angka 73 pasang, tentu angka yang tidak biasa dalam grafik pencatatan nikah perbulan dalam setahun, tahun inipun sudah berada di kisaran 70-an sambil menunggu rekap akhir dari laporan bulanan karena masih ada waktu tersisa dari zulhijjah". Demikian menurut keterangan H. Syarif Hidayat, Lc, MA,

Namun berdasarkan pemantauan Penyuluh Fungsional KUA Kec. Bantaeng yang juga penggiat olah raga futsal untuk Scout Kemenag Bantaeng ini, fenomena lain yang muncul dari hasil Suscatin atau Bimwin yang digelar di KUA Kecamatan terhadap pasangan catin adalah sangat kurang yang bisa memperdulikan nilai agama dalam mencari pendamping ditengah kehidupan masyarakat kekinian, hal ini dibuktikan dengan sangat kurangnya catin yang sudah mengindentifikasi calon pasangannya apakah bisa mengaji atau tidak, atau apakah calon imamnya tahu jalan ke Mesjid atau tidak, bahkan gemar minum khamar bukan suatu alasan untuk menolak.

Fenomena lain yang kerap didapati adalah masih adanya kasus nikah dibawah umur, bahkan maaf, nikah hamil pun masih sering terdeteksi.


Namun terlepas daripada itu, berdasarkan data, sudah banyak juga yang berkwalitas dari segi kelengkapan berkas, usia nikah yang ideal, rentan waktu pelaksanaan dan kedatangan ke KUA, dan hal itu tentunya tak lepas dari peran serta kepenghuluan dan kepenyuluhan di masyarakat. Demikian analisis dan pengamatan kepenghuluan oleh ust. H. Syarif Hidayat. (Mhd)

Kuota 183 Jemaah Untuk Kab. Bantaeng Tahun 2018 Adalah Pendaftar Tanggal 3 Mei - 1 Agustus 2009


Bantaeng, (20/9) - Dihadapan Kepala Kantor Kemenag Bantaeng beserta seluruh peserta Rapat Koordinasi lingkup Kantor Kemenag Kab. Bantaeng periode bulan September 2017, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Bapak H. Muhammad Tahir, S.Ag, MM melaporkan bahwa Pendaftar Haji sampai dengan bulan September 2017 adalah kurang lebih 6400 orang dengan perkiraan pemberangkatan maksimal 35 tahun.

Sedang kuota haji Kab. Bantaeng sebanyak 183 jemaah untuk musim haji tahun 1439 H / 2018 M mendatang adalah pendaftar mulai tanggal 3 Mei s/d 1 atau 2 Agustus 2009.

"Untuk tahun depan (2018 red) yang siap-siap berangkat adalah pendaftar tahun 2009 bulan Mei tanggal 3 sampai dengan bulan Agustus tanggal 1 atau tanggal 2, putus disitu, pas 183 jemaah, jadi kita tidak bicara mengenai tambahan dulu" Tutur H. Tahir

Jadi bagi pendaftar haji yang masuk dalam interval waktu yang disebutkan diatas supaya mempersiapkan diri sejak dini.

Sedang untuk Umrah, H. Tahir juga melaporkan bahwa "Untuk bulan September ini calon jemaah umrah yang mengurus Rekomendasi di Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng melalui seksi PHU agak berkurang dibanding dengan bulan-bulan sebelumnya, hal ini disebabkan karena adanya kebijakan dari pemerintah mengenai tarif minimum yang harus dikenakan oleh pengelola travel atau biro perjalanan umrah yakni minimal 20 juta". Katanya.

"Dan jika masih ada calon jemaah umrah yang mendaftar dengan biaya murah yakni 14-19 juta, maka saya tidak akan berikan Rekomendasi". Katanya lagi.

Hal ini tentu saja dimaksudkan demi menghindari terulangnya kembali kasus yang menimpa para jemaah pada salah satu travel yang saat ini dicabut izinnya oleh pemerintah yakni First Travel.

Demikian dilaporkan H. Muh Tahir dalam pemaparannya atas progres kegiatan satker dan unit kerja di lingkungan Kantor Kemenag Bantaeng dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Aula Kantor Kemenag Kab. Bantaeng kemarin (Senin, 18/9).

Kantor Kemenag Bantaeng Gelar Rakor Periode September 2017, Ini Yang Dibahas

Bantaeng, (18/9) - Dalam rangka Rapat Koordinasi di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng, Kakan Kemenag mengundang segenap jajarannya untuk menghadiri Rapat dimaksud, bertempat di Aula Kantor Kemenag Bantaeng, Senin (18/9/2017).

Rakor dipimpin langsung oleh Kakan Kemenag didampingi Bapak Kasubag TU dan para Kepala Seksi serta dihadiri oleh sejumlah Pimpinan Satker dan Unit Kerja.

Rakor seperti biasa membahas beberapa hal terkait progres kegiatan yang dilaksanakan pada setiap Satker dan Unit kerja disamping juga membahas mengenai permasalahan-permasalahan yang terjadi pada setiap satker dan unit kerja yang bersangkutan

Rakor kali ini bagi bapak Kepala Kantor juga dimaksudkan sebagai ajang melepas rindu dengan segenap jajarannya setelah selama lebih 40 hari lamanya tidak bersilaturrahmi karena menjalankan tugas sebagai Pembimbing Ibadah Haji Kloter 2 Embarkasi Makassar pada musim haji tahun 1438 H / 2017 M ini.

Beberapa Kepala Seksi dan Penyelenggara tampak tidak hadir karena sesuatu dan lain hal, namun hal tak mengurangi dinamika jalannya Rakor.

Diawali dengan pemaparan progres kegiatan pada setiap seksi, Rakor kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan arahan dari Kakan Kemenag.

Rakor juga membicarakan 2 hal penting lainnya yakni mengenai Kegiatan Pawai Hijraturrasul 1 Muharram 1438 H dan juga mengenai persiapan menghadapi HAB Kemenag RI yang ke 73.

Mengenai kegiatan Pawai Hijraturrasul, jika tahun-tahun sebelumnya, penyelenggara dan penanggung jawab sepenuhnya adalah Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng bekerjsama dengan FKUB, maka mulai tahun ini menurut Kakan Kemenag akan diambil alih oleh Pemkab, namun secara teknis pelaksanaan tetap di Kemenag.

Sedangkan untuk HAB 73 tahun 2018, Rakor menetapkan H. Muh. Tahir, S.Ag, MM Kepala Seksi PHU Kantor Kemenag Bantaeng sebagai Ketua Panitia dan Fajri, SH pelaksana pada Seksi PD Pontren sebagai Sekretaris

Susana Rakor Kantor Kemenag Bantaeng Periode September 2017, dapat kita simak bersama dalam video rekaman berikut ini:


(mhd)



Inilah Siswa Madrasah Asal Bantaeng Yang Mendapat Hadiah Sepeda Dari Presiden Jokowi


Bantaeng, (15/9) - Mendapat hadiah sepeda baru bagi seorang anak merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri apalagi jika hadiah sepeda itu berasal dari seorang Presiden Republik Indonesia.

Artis sepopuler Raisa saja sangat berharap diberi hadiah sepeda oleh Jokowi pada suatu kesempatan bertemu dengan bapak Presiden beberapa waktu yang lalu, dan betapa gembiranya Raisa begitu menerima kiriman hadiah sepeda dari Jokowi sesuai yang dijanjikannya.

Hal inilah yang tentunya juga dirasakan oleh anakda Rian Muhammad Reski, siswa Kelas III pada MTs Muhammadiyah Panaikang Kab. Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan, 1 dari 3 anak yang beruntung mendapatkan hadiah sepeda dari Bapak Presiden Jokowi setelah berhasil menjawab pertanyaan dari bapak Presiden.

Rian bersama kedua anak yang beruntung lainnya adalah 3 dari ratusan anak Sholeh dari seluruh Indonesia yang terpilih dan mendapat kesempatan mengikuti "kuis sepdeda" yang digelar bapak Presiden saat membuka secara resmi Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) X Tingkat Nasional Tahun 2017 yang dilaksanakan di Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan, Jum'at siang kemarin (15/9).

Menurut Ketua BKPRMI Kalsel Hermansyah dalam laporannya menjelaskan bahwa FASI X tingkat Nasional di Kalsel yang diikuti oleh 30 provinsi dari seluruh Indonesia ini cukup langka karena dibuka langsung oleh orang nomot satu di negeri ini.(Mhd).

Video berikut saat Rian menerima hadiah sepeda dari presiden Jokowi:

(mhd)