Kasi PAIS Kemenag Bantaeng Hadiri Rakor Bidang PAIS Tingkat Kanwil


Makassar, (Humas Bantaeng)
- Bertempat 
di Aula lantai 2 Kanwil Kemenag Sulsel, Kakanwil Kemenag Sulsel KH. Khaeroni membuka Rapat Koordinasi dan Silaturrahmi Bidang Pendidikan Agama Islam (PAIS) Selasa, (29 September 2020).   

Kegiatan Rakor ini merupakan Pertemuan Rutin bulanan Bidang PAIS yang kali ini digelar secara tatap muka dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan.

Rakor pertama secara tatap muka selama masa pandemi ini sekaligus menjawab keinginan para Kasi PAIS Kemenag se- Sulsel untuk bersilaturrahmi langsung dengan Kakanwil yang baru. Tutur Kepala Bidang PAIS H. Muhammad Rasbi.

Selanjutnya, Kabid PAIS melaporkan bahwa untuk propinsi Sulawesi Selatan, Data Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 10.714 orang yang terdiri dari Guru PNS 4.744 orang, Non PNS 5.970 Orang. Guru PAI PNS yang sudah sertifikasi sebanyak 3640 orang dan yang belum 1.104 orang. sementara Guru PAI yang non PNS tapi sudah sertifikasi sebanyak 1.108 dan yang belum sertifikasi sebanyak 4.862 orang, dan inilah yang menjadi salah satu Pekerjaan Rumah kami di Bidang PAIS untuk memperjuangkannya, Lapornya

Kegiatan Rakor ini diikuti oleh para Kasi dii lingkup Bidang PAIS dan Para Kasi PAIS Kemenag se Sulsel serta Ketua organisasi profesi seperti AGPAII, MGMP dan KKM dari semua tingkatan atau jenjang pendidikan di sekolah umum

Turut hadir Kasi PAIS Kantor Kemenag Bantaeng Dra Hj. St. Wahni, M.Pd beserta Ketua AGPAII Kab. Bantaeng.

Kakanwil Kemenag Sulsel H. Khaeroni Dalam Sambutannya menginstuksikan kepada Kepala Bidang PAIS dan jajarannya agar terus berusaha keras mencari jalan keluar dalam memperjuangkan nasib para Guru PAI di Sulsel, sepanjang itu untuk kebaikan dan kemaslahatan bersama, silahkan tempuh segala cara yang penting sesuai aturan, termasuk Soal Program Uji Kompetensi Guru (UKG) bagi guru PAI sebagaimana yang diusulkan oleh Ketua AGPAII Sulsel, Ucapnya. 

Menurut Khaeroni, membangun pendidikan agama dan keagamaan di negara kita bukanlah hal yang mudah, sebab terkait dengan banyak faktor, mulai dari regulasi , Kondisi Sosial politik, Ekonomi  sampai hal yang paling tekhnis, karenanya dibutuhkan kerjasama dengan semua pihak atau stake holder mulai dari tingkat pusat sampai daerah

Di era 4.0, tantangan guru PAI di sekolah semakin kompleks dan tak mungkin digantikan dengan mesin. Maka, karakter siswa menjadi kuncinya, sehingga Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) saat ini harus diperkuat dengan berbagai literasi sebagai modal utama khususnya yang bebasis pada khasanah kitab klasik dalam Islam. Khaeroni memandang bahwa penguatan literasi bagi guru PAI harus melek literasi yang memperkuat sikap dan pendangan hidup beragama secara inklusif bukan Eksklusif harus dimunculkan literasi berbasis moderasi beragama," katanya.

Dalam Rakor PAIS, Kakanwil juga memberikan wejangan bahwa guru PAI harus mampu menghadirkan literasi-literasi kepada siswa agar mampu mengaplikasikan kehidupan sehari-hari bahwa mereka mampu menghargai dan melek arti sebuah perbedaan, "jangan sampai ada siswa yang membenci sesamanya hanya karena beda agama, beda faham atau beda organisasi"  imbuhnya.

Karenanya Guru guru PAI harus mengajarkan dan menanamkan pada anak didiknya tentang moderasi beragama. Agar generasi kita ke depan bisa menjadi pelopor ummatan washatan yang bukan saja cinta pada Agamanya tapi juga pada Tanah Airnya, Tutup Kakanwil.

Tingkatkan Pemahaman Moderasi Beragama, Penyuluh Kemenag Bantaeng Ikuti Bimtek Penceramah Agama Bersertifikat


Sudiang, (Humas Bantaeng)
- Bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesi (MUI) Sulsel, Kanwil Kementerian Agama Prov. Sulsel menggelar Bimbingan Teknis Penceramah Bersertifikat.

Bimtek dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Sulawesi Selatan Drs. H. Khaeroni, M.Si didampingi Ketua MUI Sulsel Anregurutta KH. Sanusi Baco. Lc.

Bimtek diikuti sebanyak 100 orang dari unsur Kemenag dan MUI Kabupaten/Kota se Sulsel dan akan berlangsung selama 2 hari (29-30 September 2020) bertempat di Asrama Haji Sudiang Makassar,

Kabupaten Bantaeng mengutus 2 orang peserta dari unsur Kemenag dan dari unsur MUI atas nama Dr. Muh. Aidil Sudarmono R, S.PdI., M.PdI, Penyuluh Agama Islam Non PNS Kemenag Bantaeng dan Dr. H. M. Nasir HM, S.Pd.I, MM, Sekretaris MUI Kab. Bantaeng.

Dalam sambutannya, Drs. KH. Khaeroni, M. Si mengatakan, bahwa program ini merupakan bagian dari respons pemerintah dalam menyikapi isu-isu aktual yang mengemuka di bidang keagamaan.

Menurutnya, program ini tidak hanya untuk meningkatkan dan menguatkan kompetensi penceramah agama dari aspek materi maupun metodologi.

"Program ini juga untuk meningkatkan pemahaman nilai-nilai moderasi beragama dalam wawasan kebangsaan," ujar dia.

Lebih lanjut Kakanwil menyampaikan agar para penceramah dapat tetap menjaga hubungan silaturahmi berdasarkan ayat Alquran "Wa'tasimu bihablillaahi jamii'a walaatafarraquu".

Kakanwil kemudian mengajak para penceramah untuk tetap menjaga keutuhan NKRI dan tidak terpengaruh tentang negara khilafah dan faham-faham lain yang bertentangan dengan Pancasila.

Siswa Madrasah Ternyata Jago Modeling Juga Loh


Bantaeng, (Humas Kemenag) - Prestasi siswa madrasah ternyata tak kalah keren dengan siswa sekolah umum lainnya.

Khaeratul Umma, salah seorang Siswa madrasah pada MA Muhammadiyah Ereng-Ereng Kec. Tompobulu Kab. Bantaeng kembali menunjukkan kebolehannya sekaligus mematahkan stigma bahwa siswa madrasah adalah kumpulan anak-anak dari kaum marginal yang sepi prestasi dan minim kompetensi.

Hera yang jago modeling merupakan satu dari sekian banyak prestasi siswa madrasah baik dari segi akademik maupun non akademik. 

Hera panggilan akrab Khaeratul Ummah yang pernah terpilih sebagai duta GENRE (Genarasi Berencana) jalur pendidikan tahun 2019 tingkat Kabupaten Bantaeng yang dilaksanakan dalam rangka meyambut Hari Keluarga tahun 2019, kini kembali menunjukkan kelasnya setelah terpilih sebagai Taulolo Taroang. Desa Tino Kec. Tarowang Kabupaten Tetangga yakni Kab. Jeneponto yang dilaksanakan pada 26 September 2020 dan berhak mewakili kabupaten jeneponto dalam pemilihan Duta Wisata tingkat Sulsel Tahun 2020.

Kepala MA Muhammadiyah Ereng-Ereng M. Wahyuddin berharap semoga pemilihan ini bukan hanya menjadi ajang semalam untuk mengukir prestasi namun sebagaimana harapan tim official Taurungka Taulolo Tarowang semua finalis dan juara tahun ini dapat menjadi role mode dan inspiring bagi pemuda pemudi serta siswa-siswi madrasah untuk berkarya dan berprestasi seluas-luasnya.

Buka Diklat Model-Model Pembelajaran, Dr. H. Muhammad Yunus Tekankan Pedidikan Karakter


Bantaeng, (Humas Bantaeng) - Jajaran Kementerian Agama Kab. Bantaeng patut bersyukur dan berterima kasih, karena Balai Diklat Keagamaan (BDK) Makassar kembali menyambangi Kementerian Agama Kab. Bantaeng guna memberikan Diklat di Wilayah Kerja (DDWK).

Baru saja Diklat Teknis Manajemen Perpustakaan  di Wilayah Kerja bagi Pustakawan Madrasah ditutup 3 hari yang lalu setelah berlangsung selama kurang lebih sepekan di Hotel Ahriani Bantaeng, pagi ini (Jum'at, 25 September 2020), BDK Makassar kembali membuka Diklat di wilayah kerja Pendidikan dan Pelatihan Teknis Substantif Model-model Pembelajaran di Wilayah kerja (DDWK) Kementerian Agama Kab. Bantaeng yang diikuti sebanyak 40 orang guru madrasah mulai tingkat RA hingga MA 

Pendidikan dan Pelatihan Teknis Substantif Model-model Pembelajaran di Wilayah kerja (DDWK) Kementerian Agama Kab. Bantaeng ini dibuka secara resmi oleh Kakan Kemenag Bantaeng Dr. H. Muhammad Yunus, M.Ag, didampingi Kasubbag TU Kemenag Bantaeng H. Muhammad Tahir, S.Ag, MM dan Kepala Seksi Diklat Tenaga Administrasi BDK Makassar Drs. Ilham, M.Si.

Dalam sambutannya, Kakan Kemenag Bantaeng tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Balai Diklat Keagamaan Makassar yang kembali menggelar DDWK di lingkungan Kementerian Agama Kab. Bantaeng.

Kakan Kemenag juga menyampaikan selamat kepada para peserta dan berharap para peserta dapat mengikuti diklat dengan baik

Terkait dengan Diklat Teknis substantif Model-model Pembelajaran bagi guru madrasah ini, Kakan Kemenag Dr. Muhammad Yunus yang juga dosen S2 pada sebuah perguruan tinggi di Makassar memberikan sharing knowledge kepada para peserta.

Mantan guru dan Kepala Madrasah di hampir semua jenjang pendidikan ini mengatakan bahwa sebagai guru kita memiliki tantangan yang sangat luar biasa apalagi di masa Pandemi seperti ini.

"Tantangan dunia pendidikan yang menjadi tugas pokok sekaligus menjadi cita-cita luhur bangsa kita adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang memiliki karakter yang baik". imbuhnya.

Untuk itu lanjut Doktor di Bidang Manajemen Pendidikan Islam ini pembangunan karakter menjadi bahagian penting pada proses pendidikan kita, .

"Ada dua hal yang sangat penting dalam proses pendidikan yaitu: Transfer knowledge (Ilmu Pengetahuan) & transfer value (nilai)". Lanjutnya

"Transfer Ilmu pengetahuan tidak akan bernilai jika tidak membentuk karakter dan nilai-nilai positif kepada anak didik kita". Tandasnya.

Mengakhiri sambutan dan arahannya, Kakan Kemenag menyampaikan pepatah kepada para peserta yang dinukil dari sebuah buku terkenal karangan Stephen R. Covey yang berjudul The 7 Habits of Highly Effective People.

"Taburlah Fikiran cerdas maka tuailah perbuatan"

"Taburlah Perbuatan, maka tuailah kebiasaan"

"Taburlah Kebiasaan, maka Tuailah Karakter".

Demikian Dr. H. Muhammad Yunus mengakhiri arahannya.