Silaturrahmi Kakan Kemenag Bantaeng Ke Beberapa Madrasah Pasca Hari Raya Idul Adha


Bantaeng, (Humas Bantaeng) - Didampingi Kasi Pendidikan Madrasah Drs. H. A. Muh. Baedawi, MM, Kakan Kemenag Bantaeng H. Muhammad Yunus, S.Ag, M.Ag kembali melakukan kunjungan silaturrahmi ke beberapa Madrasah di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng

Kunjungan Silaturrahmi Kakan Kemenag Bantaeng pasca Hari Raya Idul Adha 1437 H kali ini merupakan kunjungan kerja dengan target sasaran Madrasah yang belum pernah dikunjungi sebelumnya sejak beliau diangkat menjadi Kakan Kemenag Bantaeng Desember 2015 yang lalu

Adalah MIS/MTs Al Khairat Bulo-bulo Kec. Pa'jukukang, Kab. Bantaeng, menjadi sasaran pertama kunjungan Kakan Kemenag Bantaeng bersama Kasi Pendidikan Madrasah kali ini.

Di Madrasah ini, kita dapat melihat sebuah potret madrasah yang sangat sederhana dan minim fasilitas namun tetap bersahaja dan penuh semangat dalam mendidik anak muridnya sembari tetap menata dan merawat serta mengelola lingkungan Madarasahnya yang terbilang kurang layak sehingga tidak terkesan kumuh dan tak terawat, meskipun bagunannya masih berdinding papan dan berlantai semen (floor) karena sejak berdiri Madrasah ini mengaku belum pernah mendapat bantuan baik dari Kementerian Agama maupun dari Pemerintah Daerah.

Sasaran kedua adalah MIS Al Wustqaa Punganrong Desa Patalassang, Kec. Tompobulu yang berbatasan dengan Desa Kaloling Kec. Gantarang Keke.

Di Madarasah ini, Kakan Kemenag Bantaeng beserta rombongan juga mendapati bangunan Madrasah yang tidak layak bahkan sangat tidak layak sebagai sebuah sarana pendidikan, namun Madrasah ini sedikit beruntung dibanding Madrasah yang dikunjungi sebelumnya karena disamping bangunan yang tidak layak tadi telah terbangun sebuah gedung baru bantuan Pemkab Bantaeng meskipun belum rampung dan dengan jumlah RKB yang terbatas namun tentunya dengan kondisi ini diharapkan akan menjadi spirit dan motivasi tersendiri bagi semua civitas madrasah dalam mengelola dan menata madrasahnya lebih baik lagi.

Kunjungan selanjutnya adalah ke MIS Ma'arif Borong Kapala Kec. Tompobulu, sebuah madrasah yang sudah cukup layak dari segi bangunan, meskipun ada beberapa fasilitas pendukung lainnya seperti WC serta penataan lingkungan masih perlu pembenahan, dan ini menjadi PR buat Kepala Madrasah beserta segenap stake holder yang ada bahwa pada kunjungan Kakan Kemenag berikutnya kondisi tersebut sudah dibenahi.

Kunjungan Kakan Kemenag Bantaeng beserta rombongan berakhir di MTs Ma'arif Puro'ro Desa Patalassang, Kec. Tompobulu. Sebuah Madrasah yang berdiri sejak tahun 1984 dengan nama PGA Puro'ro, namun karena perubahan regulasi, PGA Puro'ro akhirnya bermetamorfosis menjadi MTs Puro'ro. Secara umum Profil Madrasah ini cukup ideal karena didukung oleh kondisi daerah dan jumlah penduduk yang relatif cukup padat dan sadar akan pendidikan.

Demikian kunjungan silaturrahmi Kakan Kemenag Bantaeng bersama Kasi Pendma kali ini, beberapa catatan yang merupakan resume hasil perjalanan dapat kami simpulkan: Bahwa Kondisi Madrasah kita yang tersebar sampai ke pelosok desa sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan masyarakat di sekitar Madrasah. Bahwa untuk menciptakan sebuah lembaga pendidikan yang baik dan memenuhi Standar Nasional Pendidikan dibutuhkan keseriusan dan semangat dari para pengelola Madrasah dan semua stake holder yang ada serta tetap menjaga hubungan dan komunikasi yang baik dengan masyarakat dan pemerintah dalam rangka pengembangan Madrasah. Bahwa distribusi dan rasio tenaga pendidik kita pada Madrasah yang tersebar sampai ke pelosok desa baik yang berstatus Guru PNS dan non PNS masih belum proporsional sehingga banyak guru-guru penerima tunjangan profesi baik PNS maupun non PNS terpaksa harus menjadi "guru terbang" demi memenuhi syarat kecukupan jam dan ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi Kementerian Agama Kab. Bantaeng khususnya Seksi Pendidikan Madrasah sebagai leading sektornya, dan terakhir bahwa demi melancarkan mediasi antara Kementerian Agama Kab. Bantaeng dengan pihak Pemerintah Kab. Bantaeng serta pihak-pihak lain yang berkompeten dalam hal pemberian bantuan ke Madrasah, mari bersama-bersama memanjatkan do'a memohon Ridho dan keberkahan hanya kepada Allah SWT. Amiin Yaa Rabbal Alamiin.
















Warga Kemenag Bantaeng Turut Meriahkan Upacara Dan Funbike Dalam Rangka Haornas Ke 33

Bantaeng, (Humas Bantaeng) - Berdasarkan undangan dari Bapak Bupati Bantaeng untuk menghadiri upacara dalam rangka memperingati HAORNAS (Hari Olah Raga Nasional) Ke33 Tahun 2016 Tingkat Kab. Bantaeng, Kepala Kantor Kemenag Bantaeng beserta segenap jajarannya turut hadir mengikuti upacara dimaksud yang dilaksanakan di lapangan Pantai Seruni Bantaeng, Selasa 13 September 2016.

Upacara yang dimulai tepat pukul 07.00. Wita ini juga dirangkaikan dengan Funbike yang diikuti oleh tidak kurang dari 500 orang peserta dari seluruh elemen masyarakat Kab. Bantaeng.

Kakan Kemenag Bantaeng H. Muhammad Yunus, S.Ag, M.Ag bersama segenap pimpinan SKPD lingkup Pemkab Bantaeng turut ambil bagian dalam kegiatan Funbike ini.

Rute funbike yang dipilih panitia cukup menguras keringat, hal ini diakui oleh beberapa peserta termasuk Kakan Kemenag Bantaeng namun seluruh peserta berhasil memasuki finish kembali di Pantai Seruni tanpa kendala yang berarti.

Di Tribun Pantai Seruni, ratusan hadiah door price telah menanti para peserta funbike, mulai dari hadiah hiburan, sampai dengan hadiah utama berupa 3 buah sepeda Polygon.

Kakan Kemenag Bantaeng bersama beberapa unsur Pejabat di lingkungan Pemkab Bantaeng juga berkesempatan melakukan penarikan undian door price hadiah hiburan sedang penarikan undian untuk hadiah utama berupa 3 buah Sepeda Polygon dilakukan langsung oleh Bapak Bupati Bantaeng Prof. Dr Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr.

Funbike dalam rangka Haornas ke 33 ini cukup meriah karena disamping dilaksanaan dalam suasana Silaturrahmi pasca hari raya Idul Adha, juga karena diikuti langsung oleh Bupati Bantaeng H.M. Nurdin Abdullah beserta Wabub H.Muh. Yasin dan Sekda H. Abd. Wahab.



Silaturrahmi Ke Rujab Kakan Kemenag Bantaeng Warnai Hari Pertama Kerja Pasca Idul Adha 1437 H

Bantaeng, (Humas Bantaeng) - Hari Raya Idul Adha baru saja berlalu, seiring dengan selesainya prosesi haji, wukuf di Arafah dan melontar jamrah di Mina. Para saudara kita yang ada di Mekkah saat ini merayakan penobatannya sebagai Haji baru dengan saling memakaikan pakaian-pakaian kebesaran haji berupa sorban, kudung haji atau yang dikenal oleh masyarakat bugis Makassar dengan nama "cipo-cipo" serta pernak pernik haji lainnya, dan saling mencukur habis rambut yang dikenal dengan prosesi Tahallul.

Di tanah air, kaum muslim se Indonesia pun menyambut hari raya Idul Adha dengan melakukan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah dan melaksanakan Shalat Idul Adha ke esokan harinya sebelum melakukan penyembelihan hewan Qurban yang dilanjutkan selama 3 hari berturut-turut pasca Idul Adha yang dikenal dengan hari Tasyrik, hari dimana didalamnya diharamkan berpuasa.

Pasca hari raya Idul Adha, sebagaimana instansi-instansi pemerintah lainnya baik otonomi maupun instasi vertikal, segenap warga Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng kembali beraktivitas lagi.
Dihari pertama kerja pasca Idul Adha ini, warga Kemenag Bantaeng mengisi aktivitas dengan saling bersilaturrahmi ke sesama pegawai.

Rujab Kakan Kemenag Bantaeng yang berjarak kurang lebih 3 Km dari Kantor Kemenag Bantaeng menjadi salah satu sasaran tujuan kunjungan silaturrahmi para pegawai ASN lingkup Kantor Kemenag Bantaeng usai mengikuti Upacara dalam rangka memperingati HAORNAS ke 31 Tingkat Kab. Bantaeng di Pantai Seruni Bantaeng.

Selain Rujab Kakan Kemenag Bantaeng, beberapa pegawai ASN Kemenag Bantaeng juga secara sengaja mengundang rekan-rekan se kantor untuk datang bersantap siang dengan nuansa menu hidangan hasil olahan daging Qurban.



















Selfie Saat Sedang Ibadah, Boleh Atau Haram?


Selfie atau mengambil gambar sendiri untuk mengabadikan sebuah moment tertentu merupakan sebuah fenomena baru di era gadget seperti sekarang ini, dan kegemaran berselfie ria ini jika tak dibarengi dengan aktivitas mengunggah atau berbagi foto di jejaring sosial (sosmed) semisal Facebook atau Instagram tentunya tidaklah seru.

Sedikit banyaknya, layanan berbagi foto seperti Instagram dan Facebook cukup berperan besar dalam mempromosikan istilah ‘Selfie’ sebagai kata kerja. Padahal menurut penelitian tim Oxford, frase itu mulai digaungkan di dunia online pada awal 2002 lalu dalam sebuah forum MySpace dan Flickr.

Demam Selfie saat ini tidak hanya melanda kaum mudà atau anak-anak saja namun ternyata kaum tua pun tampaknya tak mau kalah, bahkan kadang kaum tua malah lebih intens dan lebih up to date dibanding kaum muda dan hasil selfienya pun selalu berakhir di wall sosmed.

Namun kegemaran yang sudah menjadi fenomena dunia ini kadang sudah out of control sebab penggemar selfie terkadang kebablasan sampai terbawa ke segala situasi dan kondisi bahkan pada saat sedang menjalankan ibadah, contohnya ibadah haji, pengguna smartphone tak sungkan-sungkan mengeluarkan gadget hanya untuk sekedar berselfie ria diantara sesaknya jemaah yang sedang serius menjalankan ibadah.

Untuk Fenomena ini sepertinya perlu kajian yang lebih serius dari para ulamah dengan menggali dalil-dalil yang berkaitan dengan kegemaran berselfie ria saat sedang menjalankan ibadah, meskipun sudah banyak artikel yang membahas mengenai fenomena tersebut.

Atau mungkin perlu Fatwa dari lembaga pemberi Fatwa sekelas MUI untuk memberikan ketetapan hukum menurut para ulama mengenai kegemaran berselfie ria saat sedang melaksanakan ibadah, apakah selfie ini dapat menggugurkan ibadah atau mengurangi pahalanya, ataukah boleh-boleh saja asal tidak mengumbar aurat atau tidak dipajang di media sosial alias hanya menjadi konsumsi pribadi...?

Ali bin Abdul Aziz Al-Shibal salah seorang anggota komite kesadaran haji dan dosen di Majmaah University, demikian ulama saudi tersebut mengatakan foto selfie saat umroh dan haji berpotensi untuk pamer dan ini berbahaya karena akan menggugurkan amal yang dilakukan saat haji atau umroh di tanah suci.

Mengambil gambar agar orang lain tahu atau sedang menunjukkan bahwa anda sedang melakukan amal kebaikan bisa mempengaruhi kemurnian niat dan mengaburkan tujuan anda dalam beribadah

Portal berita arabnews.com melaporkan ulama terkenal dari Saudi, Sheikh Abdul Razzaq Al-Badr mengatakan, Allah memerintahkan jemaah haji agar menunaikan ibadah itu tanpa riya’ dan tidak memamerkannya kepada orang lain.

Ketika Rasulullah SAW tiba di miqat, beliau bersabda:“Allah memerintahkan ibadah haji dilakukan tanpa riya’ dan tidak dipublikasikan kepada publik. ‘

Wahyu itu disampaikan ketika beliau tiba di miqat diikuti dengan tindakan dan praktek membersihkan rohani.

“Jemaah haji sekarang gemar mengambil gambar ketika tiba di miqat. Tidak hanya itu, mereka juga mengambil gambar saat melakukan tawaf, saat bermalam di Padang Arafah dan saat melempar jumrah,” katanya.

Katanya, tindakan itu tampaknya menunjukkan tujuan mereka datang ke Mekah adalah untuk mengambil gambar dan bukan untuk beribadah

Ulama terkemuka Sheikh Saleh Al-Fauzan menegaskan mengambil gambar ketika berada di dalam Masjidil Haram adalah perbuatan yang tidak bisa diterima. (Al-Faedah, 30 Sept).

Padahal, Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الشِّرْكُ الأَصْغَرُ قَالَ الرِّيَاءُ

Sesungguhnya yang paling ditakutkan dari apa yang saya takutkan menimpa kalian adalah asy syirkul ashghar (syirik kecil), maka para shahabat bertanya, apa yang dimaksud dengan asy syirkul ashghar? Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Ar Riya’.” (HR. Ahmad dari shahabat Mahmud bin Labid no. 27742).