Inilah Cabor dan Seni Yang Akan Dilombakan Di Porseni Dalam Rangka HAB 71 Kemenag.

Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - HAB ke 71 Kemenag RI tidak lama lagi akan kita peringati, berbagai persiapan, baik di tingkat Kanwil Sulsel, mapun di tingkat Kemenag Bantaeng telah telah panitia lalui.

Menurut hasil Rakor Kanwil Kemenag Sulsel, Senin 17 Oktober 2016, yang diikuti oleh Kakan Kemenag Bantaeng pada tanggal 17 Oktober 2016 yang lalu, Kegiatan Lomba dalam rangka HAB 71 Kemenag tingkat Provinsi Sulsel dipusatkan di Kab. Wajo pada tanggal 9-12 Desember 2016.

Adapun jenis lomba yang akan dipertandingkan di tingkat provinsi adalah: Tenis meja, Tenis Lapangan, Bulu Tangkis. Futsal, Catur, Lomba yell-yell 5 Budaya Kerja Kemenag, Lomba Nyanyi Pejabat dan Jalan Santai.

Sementara untuk tingkat Kabupaten Bantaeng berdasarkan hasil Rapat Panitia HAB pada hari Jum'at tanggal 14 Oktober 2016 yang dimantapkan pada Rakor Kemenag 18 Oktober 2016, lomba yang akan dipertandingkan adalah: Lomba Tarik Tambang, Lomba Lari Kelereng, Lomba Lari Karung, Lomba Lagu Mars Dharma Wanita per Kecamatan, Lomba baca kode etik, Lomba baca Pembukaan UUD 1945, dan Lomba Baca Panca Prasetya Korpri, serta kegiatan Bakti Sosial berupa Sunatan masal.

Meskipun jadwal Pelaksanaan belum dirilis oleh panitia, namun lokasi Pelaksanaan Porseni tingkat Kab. Bantaeng menurut rencana akan dipusatkan di MAN Dampang Banteng.

Di Bantaeng, Hubungan Pemerintah Daerah Dengan Pondok Pesantren Sangat "Mesra", Salah Satunya Berkat Lahirnya Perda Kab. Bantaeng No.5 Tahun 2012


Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2016 tahun ini mengingatkan kita kembali akan lahirnya sebuah Peraturan Daerah Pemerintah Kab. Bantaeng No. 5 Tahun 2016 tentang Pendidikan Diniyah Non Formal dan Pesantren

Lahirnya Perda No 5 tahun 2016 tersebut didasari pertimbangan Pemerintah: Bahwa dalam rangka membentengi ummat Islam dari degradasi dan kehancuran moral dan etika, maka eksistensi dan peran lembaga pendidikan keagamaan yang dikelola masyarakat harus dijaga. Bahwa menjaga eksistensi dan peran lembaga Pendidikan Keagamaan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan ilmu dan Pemahaman Agama Islam bagi generasi muda.

Dengan persetujuan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Bantaeng dan Bupati Bantaeng, ditetapkanlah Peraturan Daerah Kabupaten Bantaeng No. 5 Tahun 2012 tersebut dan diundangkan mulai tanggal 26 November 2016 di Kabupaten Bantaeng.

Perhatian dari Pemerintah Kab. Bantaeng terhadap dunia pendidikan khususnya Pondok Pesantren ini dibawah kepemimpinan Bupati Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr pada masa periode pertama beliau ini patut disyukuri oleh para Pengelola Pondok Pesantren di Kabupaten Bantaeng, karena dengan Perda tersebut Hubungan Pemerintah dengan Pondok Pesantren lebih harmonis.

Lahirnya Perda No. 5 Tahun 2012 ini tak lepas pula dari peran dan andil ibu Dra. Hj. St. Wahni, M.Pd yang saat itu menjabat Kasi PD Pontren Kantor Kemenag Bantaeng hingga saat ini, sebagai penggagas dan juga sebagai tim perumus Ranperda bersama anggota Komisi DPRD yang membidangi saat itu.

Seperti apa isi Perda No. 5 tahun 2012 tersebut dan sejauh mana pengaruhnya terhadap kehidupan Pondok Pesantren di Kab. Bantaeng pada khususnya, mari bersama kita unduh dan pelajari bersama pada tautan berikut ini : PERDA KAB. BANTAENG NO. 5 TAHUN 2012







Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional Di Banten, Sejumlah Pimpinan Ponpes Kab. Bantaeng Sekaligus Gelar Studi Banding


Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Didampingi Ketua DPRD Kab. Bantaeng dan Kabag Kesra Setda Bantaeng, sejumlah Pimpinan Pondok Pesantren menggelar Studi Banding ke beberapa Pondok Pesantren di pulau Jawa.

Para Pimpinan Pondok Pesantren tersebut adalah: Pimp. Ponpes Khairul Ummah, Pimp. Ponpes As'adiyah Dapoko, Pimp. Ponpes Al Ihsan, Pimp. Ponpes Darul Ilmi Wal Islami, Kepala MTs. Riyadhus Shalihin, dan Pembina Ponpes DDI Mattoanging.

Menurut Hasanuddin Arasy, S.Ag, M.PdI, Pimpinan Ponpes Khairul Ummah, salah seorang peserta Studi Banding yang dihubungi lewat messenger, kepada Humas Kemenag Bantaeng menjelaskan bahwa Studi banding oleh para Pimpinan Ponpes yang tergabung dalam MMPP (Majelis Musyawarah Pondok Pesantren) Kab. Bantaeng ini, selain dalam rangka Hari Santri Nasional yang peringatannya dipusatkan di Provinsi Banten pada tanggal 22 Oktober 2016, juga dalam rangka: Peningkatan wawasan pengelolaan Pondok Pesantren, Sharing informasi pengelolaan Ponpes, Pembenahan Ponpes secara internal, dan yang terpenting adalah penguatan Regulasi Perda No. 5 tahun 2012 tentang Pendidikan Diniyah Nonformal dan Pesantren.

Hasanuddin Arasy juga mengungkapkan bahwa perjalanan studi banding tersebut dibiayai oleh Pemkab Bantaeng yang diinisiasi oleh MMPP (Majelis Musyawarah Pondok Pesantren) Kab. Bantaeng, hal tersebut tentunya dimungkinkan berkat lahirnya Regulasi Perda No. 5 tahun 2012 yang merupakan kekuatan dan ruh bagi Pondok Pesantren di Kab. Bantaeng.

Tiba pada hari Jum'at, 21 Oktober 2016 kemarin, Para Pimpinan Ponpes Kab. Banteng didampingi oleh Kabag Kesra Setda Bantaeng Drs. Muh Saeruddin, M.Si langsung melakukan Studi Banding ke beberapa Ponpes di Jawa Barat, diantaranya Ponpes Taufidz Ar Rahman Mega Mendung Bogor pimpinan Ust K.H. Bahtiar Nasir.

Dan pada hari Sabtu, 22 Oktober 2016 tadi, para pimpinan Ponpes didampingi Ketua DPRD Kab. Bantaeng Drs H. Sahabuddin, mengunjungi obyek studi banding di Sekolah Internasional Insan Cendekia Madani di Serpong Tangerang Selatan, sebelum kemudian langsung menuju Banten untuk menghadiri Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2016 yang dirangkaikan dengan Pembukaan Pospenas VII oleh Presiden RI Jokowi.









Peringati Hari Santri Nasional, Kemenag Bantaeng Kerjasama GP Ansor Dan Fatayat Gelar Dialog Santri



Bantaeng, (Inmas Bantaeng) - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada hari ini, Sabtu 22 Oktober 2016, Pimpinan Cabang GP ANSOR dan Pimpinan Cabang FATAYAT NU Kab. Bantaeng bekerjasama dengan Kementerian Agama Kab. Bantaeng menggelar Dialog Santri, bertempat di Tribun Pantai Seruni Kab. Bantaeng.

Dialog yang dihadiri oleh para santri dari perwakilan dari 43 Madrasah & Pondok Pesantren se Kab. Bantaeng ini bertema "Peran Santri Dalam Mewujudkan Pembangunan Bangsa dan Menjaga Keutuhan NKRI" dengan pembicara:  H. Muh Ahmad Jailani, S.Ag, MA dari Kantor Kememag Bantaeng, Dandim 1410 Bantaeng, Kapolres Kab. Bantaeng diwakili oleh Kaur OP, PC NU Kab. Bantaeng, PC GP Ansor Kab. Bantaeng.

Dialog dibuka oleh Sekretaris Daerah Kab. Bantaeng Abd. Wahab, SE, M.Si mewakili Bupati Bantaeng H. M Nurdin Abdullah.

Bupati Bantaeng dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kab. Bantaeng menyambut baik kegiatan Dialog Santri ini dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional yang jatuh pada hari ini (22 Oktober, 2016. red).

Sementara itu Kasubbag TU Kantor Kemenag Bantaeng H. Muh Ahmad Jailani, S.Ag, MA mewakili Kepala Kantor menyampaikan Selamat dan Sukses atas pelaksanaan Dialog Santri yang digelar oleh GP Ansor dan Patayat dalam rangka memperingati Hari Santri tingkat Kab. Bantaeng.

Kasubbag TU dalam sambutannya tak lupa menyampaikan permohonan maaf dari Kakan Kemenag Bantaeng karena tidak sempat hadir dalam kesempatan ini berhubung beliau bersama Kasi PD Pontren saat ini sedang berada di Provinsi Banten guna menghadiri kegiatan yang sama yang dilaksanakan pada hari ini yaitu peringatan Hari Santri tingkat Nasional yang menurut rencana dibuka oleh Presiden Jokowi hari ini.

Kasubbag TU Kantor Kemenag Bantaeng juga melaporkan bahwa peringatan Hari Santri Nasional yang diikuti oleh Kakan Kemenag Bantaeng yang dipusatkan di Banten pada hari ini juga dirangkaikan dengan kegiatan Pospenas VII yang Alhamdulillah diikuti oleh beberapa santri dari Kab. Bantaeng mewakili Sulsel, untuk itu Kasubag TU memohon do'a dan restu dari segenap masyarakat Kab. Bantaeng semoga para santri-santri kita ini mampu mempersembahkan hasil yang terbaik.

Kasubbag TU Kantor Kemenag Bantaeng yang juga Sekretaris Tanfidziyah NU Kab. Bataeng dalam kesempatan ini juga bertindak sebagai Narasumber.

Dialog yang diikuti oleh berbagai unsur Pondok Pesantren yang ada di Kab. Bantaeng ini berlangsung cukup aktiv dengan memberikan kesempatan kepada semua peserta yang hadir baik dari santri maupun dari unsur pembina.